Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
S2~ Perubahan


__ADS_3

Sesampainya di apartemen Noah membantu Keyla untuk membawa barang belanjaannya.


Mereka menata bahan makanan di dalam lemari pendingin.


"Kamu bisa masak apa saja?" Tanya Noah kepada Keyla.


"Mmmm" Keyla berfikir.


"Sayur sop, tumis, dan sejenisnya" sambung Keyla.


"Kalau begitu sekarang masak apa saja yang kamu bisa, karena aku sudah lapar" perintah Noah.


Tanpa menjawab Keyla langsung menggunakan celemek dan ia pun mulai memasak, sedangkan Noah ia menata beberapa barang yang tadi di belinya.


Jam menunjukkan pukul 1 siang, dimana masakan Keyla sudah jadi.


Keyla menata masakannya di atas meja makan.


Ada tumis kangkung, udang crispy dan beberapa lauk yang lainnya.


"Noah dimana? Sepertinya tadi masih ada disini" ucap Keyla yang tidak melihat Noah di sana.


Keyla mengetuk pintu kamar Noah namun tidak ada jawaban disana.


"Kemana Noah"


Keyla mengambil ponselnya dan ia menghubungi Nara untuk menanyakan jam berapa ia pulang kuliah.


"Mungkin aku akan sampai rumah pukul 3 sore Key" jawab Nara di seberang sana.


"Baiklah Ra, sampai jumpa" Keyla pun mengakhiri panggilannya.


Cukup lama Keyla menunggu di meja makan namun Noah sama sekali tidak terlihat lagi.


"Kemana dia, di kamarnya tidak ada apa dia keluar? Kenapa tidak memberitahuku" gumam Keyla.


Kemudian ia pergi ke kamarnya untuk membersihkan tubuhnya.


Hingga beberapa menit Keyla sudah selesai dengan aktifitasnya, ia pergi keluar kamar melihat apakah ada Noah.


Namun rupanya Keyla belum juga melihat keberadaan pria itu.


Ceklek....


Terdengar pintu terbuka, Keyla berlari kecil untuk melihat siapakah yang datang.


"Noah kamu dari mana?" Tanya Keyla.


"Ambillah" Noah memberikan dua paper bag kepada Keyla.


"Apa ini?" Tanya Keyla.


"Pakaian baru, buang saja baju lamamu" ucap Noah.


"Kenapa harus di buang?" Tanya Keyla lagi.


"Jelek" jawab singkat Noah.


Noah sengaja membelikan beberapa pakaian baru kepada Keyla karena ia mengingat saat kancing baju Keyla mudah sekali terbuka.


Tentu itu membuat Noah merasa tidak tenang jika terus di suguhkan sesuatu yang seperti itu.


"Noah terima kasih" ucap Keyla.


"Hmm.. apa masakanmu sudah jadi?" Tanya Noah.


"Sudah kamu bisa..." Belum selesai menjawab Noah langsung berlalu menuju meja makan, ia duduk dan langsung mengambil nasi serta beberapa lauk.


"Bagaimana rasanya?" Tanya Keyla.


"Lumayan" jawab Noah sambil memasukkan makanan tersebut ke dalam mulutnya.

__ADS_1


Noah meminta Keyla juga duduk dan makan siang bersamanya.


"Noah kapan kita pulang?" Tanya Keyla.


"Beberapa hari lagi" jawab Noah.


"Bisakah kita berkeliling mumpung kita masih disini" ucap Keyla.


"Pergilah bersama Nara jika dia senggang" sahut Noah.


Selesai makan siang Noah langsung pergi menuju kamarnya, dan Keyla membereskan beberapa piring yang kotor.


Kemudian Keyla pun masuk ke dalam kamarnya.


***


Keesokan harinya kebetulan Nara libur kuliah, dan semalam Nara beserta Keyla sudah berencana akan pergi untuk berlibur dan berkeliling di kota besar itu.


Mereka ingin menikmati masa masa bersama sebelum Keyla kembali ke Indonesia.


"Key bajumu bagus sekali" puji Nara saat melihat baju yang di kenakan Keyla.


"I..iya ini Noah yang membelikannya kemarin" jawab Keyla dengan berbisik.


"Apa! Benarkah?" Tanya Nara memastikan dan Keyla mengangguk dengan malu malu.


"Wahh sepertinya kalian semakin dekat yaa" ucap Nara.


Namun Keyla terlihat biasa saja dan wajahnya sedikit muram.


"Kenapa Key?" Tanya Nara lagi.


"Sepertinya Noah tidak tertarik kepadaku, ia pernah mengatakan jika sama sekali tidak tertarik kepadaku" ucap Keyla.


"Lalu apa yang kakakku katakan?" Tanya Nara lagi dengan wajah yang penasaran.


"Entahlah, intinya Noah tidak tertarik bahkan dia bilang malas melihatku karena penampilanku tidak menarik dan aku bodoh huhhh" jelas Keyla.


"Key aku boleh mengatakan sesuatu" ucap Nara.


"Katakan saja" sahut Keyla.


"Kakakku mengikuti kursus bahasa inggris di kampusnya, kamu bisa mengikuti kursus itu dan bisa lebih dekat dengan kak Noah" saran Nara.


"Iya kamu benar, dia bilang akan berhenti memanggilku keong jika aku bisa bahasa inggris" sahut Keyla.


"Semangat Key kamu pasti bisa!" Kata Nara memberi semangat kepada Keyla sambil mengepalkan tangannya.


Kemudian Nara memperhatikan sesuatu pada diri sahabatnya itu.


"Ada apa Ra?" Tanya Keyla karena Nara memperhatikan dirinya dengan sangat intens.


"Ada satu lagi yang harus kamu lakukan" ucap Nara sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Apa? Jangan aneh aneh Nara" Keyla melotot karena sepertinya Nara memiliki rencana yang tidak biasa.


Nara berjalan menuju lemarinya kemudian ia mengambil sesuatu dari dalam sana.


"Pakai ini" kata Nara sambil memberikan benda itu kepada Keyla.


"Br*!! Untuk apa kamu memberiku br*? Aku memiliki banyak" tanya Keyla terkejut, karena Nara memberikan sebuah Br* yang memiliki spons cukup tebal.


"Bukankah kakakku mengatakan jika kamu tidak menarik, dan setelah aku perhatikan dadamu itu rata Key. Coba pakai br* ini pasti akan terlihat lebih berisi" jelas Nara.


"Tidak" Keyla menggelengkan kepalanya cepat, bagaimana bisa Nara beranggapan seperti itu. Tentu Keyla akan merasa malu.


"Coba saja Key, aku yakin kak Noah tidak akan meremehkan mu lagi" Nara mencoba membujuk sahabatnya itu.


"Tidak tidak!! Bagaimana bisa dadaku berkembang begitu cepat dalam hitungan hari, dia pasti akan curiga dan aku akan semakin malu" Keyla bersikeras untuk menolak saran Nara.


Ia sadar bahwa Noah sudah mengatakan hal yang menyinggung perasaannya, dengan mengatakan bahwa dirinya tidak menarik.

__ADS_1


Namun rencana Nara juga tidak masuk akal baginya.


Keyla akan semakin malu jika Noah tau dirinya menggunakan br* yang tidak biasa.


"Ayolah Key coba sekali saja, jika cocok maka aku akan membawamu membeli br* yang banyak, agar kamu bisa menggunakannya setiap hari" paksa Nara.


Karena Nara terus memaksa akhirnya Keyla pun menyetujui rencana konyol sahabatnya itu.


Keyla mengambil br* tersebut, dan ia masuk ke kamar mandi untuk menggantinya.


Beberapa menit kemudian Keyla keluar dari kamar mandi, ia menutupi tubuh bagian dadanya dengan handuk.


"Buka handuknya Key aku ingin melihatnya" kata Nara bersemangat.


"Aku malu Ra, kamu benar benar gila" jawab Keyla malu.


"Hahaha ayolah Key jika tidak cocok kamu bisa melepasnya" ucap Nara.


Keyla pun melepaskan handuk yang sedari tadi menutupi dadanya.


Nampak Nara tertawa terbahak bahak saat melihat perubahan pada diri Keyla.


"Kenapa kamu tertawa? Ahh sudah aku katakan aku tidak mau" kesal Keyla karena Nara terus mentertawakan nya.


"Maaf Key, tapi itu bagus kamu terlihat lebih berisi sekarang coba perhatikan di depan cermin. Cocok sekali denganmu" kata Nara memuji.


Keyla berjalan menuju meja rias, dan ia memperhatikan dirinya di pantulan cermin tersebut.


Keyla sendiri sampai terkejut, hanya dengan mengganti br* yang memiliki spons lebih tebal bisa membuat penampilan Keyla berubah.


"Bagaimana cocok kan" kata Nara.


"Lumayan sih, tapi tetap saja aku malu Ra" jawab Keyla.


"Iya karena kamu belum terbiasa, sekarang kita pergi ke mall untuk belanja pakaian dalam yang banyak" Nara bersemangat membawa sahabatnya itu untuk berbelanja.


"Baiklah" Keyla pun setuju.


Mereka sudah bersiap, Keyla memakai baju yang di belikan Noah kemarin.


Tidak lupa tas kecil yang melingkar di pundaknya.


Mereka berdua sudah siap.


"Mau kemana?" Tanya Noah yang melihat Keyla serta adiknya hendak pergi.


"Aku dan Keyla akan pergi ke mall kak dan hanya berdua" jawab Nara.


Sedangkan Keyla hanya menunduk malu, Keyla berharap Noah tidak menyadari sesuatu yang berubah pada dirinya.


"Baiklah kak kita pergi ya"


"Tunggu!" Panggil Noah.


"Keong! Apakah ini baju yang aku belikan kemarin?" Tanya Noah.


"I..iya kenapa?" Tanya Keyla gugup.


"Benarkah? Sepertinya aku salah ambil ukurannya, baju ini terlihat kekecilan untukmu" jawab Noah.


"Ti..tidak baju ini sesuai dengan ukuran ku" sahut Keyla.


"Benarkah? Apa kamu tidak merasa sesak?" Tanya Noah lagi.


Keyla semakin salah tingkah dengan pertanyaan Noah.


"Noah kita pergi ya, sampai jumpa" Keyla langsung berpamitan dan menarik Nara untuk keluar dari apartemen tersebut.


Noah masih menatap heran, seperti ada yang berbeda namun apa?? Noah sendiri bingung.


_____

__ADS_1


happy reading🄰


__ADS_2