Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
SEASON 3 ~ 44


__ADS_3

Hari yang di tunggu tunggu pun tiba, Taman di sebuah Hotel mewah sengaja disewa oleh Noah untuk acara ulang tahun pernikahan Ayah dan Bundanya.


Mereka semua terlihat sangat cantik dan tampan pada malam ini.


Apa lagi Rangga, pria itu sejak menjabat sebagai direktur utama terlihat semakin berkarisma dan tampan.



Elard dan Yura tidak mengetahui perihal pesta ini, Noah mengatakan jika dirinya ingin makan malam bersama.


"Sayang bagaimana dengan Ayah dan Bunda?" Tanya Keyla.


"Mereka sudah di jalan Baby" jawab Noah sambil fokus dengan ponselnya.


"Paman Leo apa semua sudah siap?" Tanya Noah.


"Sudah tuan muda, anda tidak perlu khawatir" jawab Leo yang membantu mengatasi persiapan pesta tersebut.


Mereka pun mengambil posisinya masing masing.


Lampu taman tersebut di padamkan, Leo menemui Elard yang sudah berada di parkiran hotel tersebut.


"Selamat malam tuan, selamat malam nyonya" sapa Leo sopan.


"Malam Le, ehh dimana anak anakku?" Tanya Elard.


"Sepertinya mereka belum datang tuan, lebih baik kita menunggu di taman saja" jawab Leo.


"Taman? Kenapa di taman?" Tanya Yura.


"Iya nyonya, karena tuan muda Noah memesan tempat outdoor" jawab Leo.


Elard dan Yura pun tidak menaruh curiga sedikitpun.


Akhirnya Leo membawa sepasang suami istri itu menuju taman yang berada di belakang hotel mewah tersebut.


Yura di usia yang tidak lagi muda tetap memperlihatkan sikap romantisnya kepada sang suami.


Harmonis, itulah yang terlihat dari pasangan tersebut.


Yura berjalan sambil menggandeng lengan Elard.


Langkahnya terhenti saat Yura merasakan sesuatu yang aneh.


"Leo! Kenapa tamannya gelap sekali?" Tanya Yura.


"Sepertinya ada masalah pada listriknya, Tuan Elard saya permisi untuk memanggil petugasnya terlebih dahulu" pamit Leo.


"Oke! Cepatlah" jawab Noah.


Tersisa lah Elard dan Yura yang masih berdiri disana.


"El apa tidak sebaiknya kamu menghubungi Noah? Katakan jika tempat yang dia pesan bermasalah" ucap Yura.


"Iya sayang, aku akan menghubungi Noah".


Elard merogoh kantung celananya kemudian ia mengambil ponsel dan segera menghubungi Noah.


Belum sempat panggilan itu terhubung, lampu di taman itu seketika menyala dengan terang dan indahnya.


Membuat Elard dan Yura terkejut.


"Surprise...!!!" Teriak mereka semua yang berada di sana.


Yura terbelalak saat melihat anak dan cucunya sudah berada disana dan juga tamu undangan yang turut memberikan kejutan untuk Elard dan Yura.

__ADS_1


"Selamat ulang tahun Ayah... Bunda" Noah dan Nara bergantian memberikan ucapan kepada orang tuanya.


Mereka memeluk dan mencium sang bunda yang selama ini sudah merawatnya.


"Nak kita sudah tua, tidak perlu mengadakan pesta seperti ini" ucap Yura yang masih terkejut tidak menyangka.


"Benar apa yang bunda kalian katakan, cukup melihat kalian bahagia itu merupakan hadiah yang tidak ternilai" sambung Elard.


"Ini kejutan dari kami semua, bentuk rasa terima kasih karena sampai saat ini Ayah dan Bunda tidak lelah menjaga kita semua" kata Noah.


Sekilas suasana haru itu terasa di antara keluarga kecil tersebut.


Acara pun di mulai...


Banyak tamu undangan yang mengucapkan selamat dan mendoakan pasangan tersebut.


Sampai akhirnya keluarga Axel datang.


"Yura!" Panggil seorang wanita yang baru datang. Yura mengalihkan pandangannya kepada seorang wanita yang baru saja memanggilnya.


"Jeny" ternyata itu adalah Jeny, mereka datang bersama dengan Freya.


Mereka bertiga berjalan menghampiri Elard dan Yura.


"Yura, selamat ulang tahun pernikahan kalian. Semoga kalian tetap bahagia bersama" ucap Jeny yang sampai saat ini masih menjadi sahabat Yura.


"Terima kasih Jeny" Yura dan Jeny pun berpelukan, begitu juga dengan Axel.


Pria itu turut memberikan selamat kepada kedua sahabatnya.


Dan akhirnya mereka menikmati pesta pada malam hari ini.


Namun berbeda dengan seorang pria dewasa yang berada di dalam mobil berwarna merah.


Pria itu memperhatikan jalanan sekitar.


"Apa ini tempatnya? Pelayan rumah itu mengatakan jika mereka sedang makan malam di hotel ini" kata pria itu.


"Aghh sial! Terlalu lama meninggalkan Indonesia aku sampai lupa jalan" ucapnya lagi.


Karena sempat beberapa kali pria itu salah jalan pada saat menuju ke hotel dimana Keluarga Elard berkumpul.


Pria itu turun dari mobilnya dan ia menuju receptionis untuk bertanya.


"Oke thank you" ucap pria itu saat receptionis memberitahukan jika Noah berada di taman.


Pria itupun berjalan menuju taman.


"What! Bukankah pelayan tadi mengatakan jika hanya makan malam. Ini seperti pesta" ucap pria itu saat sudah berada di taman.


Matanya terus saja menyapu setiap sudut tempat itu mencari seseorang.


"Noah!" Panggil pria itu.


"Noah!" Panggilnya lagi saat Noah masih saja mengobrol bersama yang lain.


"Astaga dia tidak mendengar ku" kesal pria itu.


Karena disana sangat ramai, terlebih lagi terdengar suara musik yang mengiringi pesta tersebut.


"Noah Desmon!!" Untuk yang ketiga kalinya pria itu berteriak memanggil Noah, membuat mereka semua seketika hening dan menatap ke arahnya.


"Shit!! Kenapa semuanya melihatku" gumam pria itu.


Noah memperhatikan pria yang berdiri di ujung dengan pakaian yang sangat rapi.

__ADS_1


"Damar" ucap Noah saat mengetahui jika pria itu adalah Damar, sahabat SMA yang kuliah di Amerika.


Noah segera berjalan cepat menuju Damar.


"Hai bro" ucap Damar, tanpa menjawab Noah langsung memeluk Damar.


"Kapan kamu kembali?" Tanya Noah.


"Satu bulan yang lalu" jawab Damar cengengesan.


"Wah dasar pria brengsek! Kenapa tidak menemui ku saat sudah kembali" umpat Noah.


"Hahaha sorry bro, sejak kembali ke Indonesia aku sibuk membangun bisnis cafe ku" jawab Damar.


Di sudut yang lain tanpa sengaja Nara melihat kakaknya berbincang dengan seorang pria.


"Da..damar" kata Nara saat mengetahui itu adalah Damar.


"Ehh sayang sayang, boleh aku menemui kakakku?" Tanya Nara kepada Rangga.


"Memangnya dimana Noah?" Tanya Rangga.


"Lihatlah itu" Nara menunjuk ke arah Noah.


"Pria yang bersama kakak, dia adalah Damar sahabatku. Bolehkah aku menemuinya?" Tanya Nara lagi.


"Iya tentu sayang, pergilah dan temui dia" jawab Rangga mengijinkan.


"Terima kasih sayang" tanpa menunggu lama Nara langsung berlari menuju ke arah Damar.


"Damar!!" Teriak Nara.


Nara langsung berhambur memeluk pria itu, sedangkan Damar sedikit kebingungan dengan wanita yang tiba tiba memeluknya.


Damar menatap Noah seolah bertanya siapa wanita yang memeluknya.


"Bodoh! Dia itu Nara" sahut Noah.


"What!! Nara..." Damar melepas pelukan tersebut dan melihat wajah Nara baik baik.


"Ohh tuhan jadi kamu Nara si kodok" ucap Damar mengejek.


"Ihh lihatlah kakak, dia masih saja memanggilku kodok" Nara memukul dada bidang Damar dengan kesal.


"Kenapa kamu memanggilnya kodok?" Tanya Noah.


"Karena sejak di Amerika, adikmu ini tidak bisa diam. Di kampus dia selalu bertingkah seperti anak kecil. Apa lagi jika mendengarkan lagu oppa oppa kesukaannya, dia akan melompat seperti kodok hahahaha" jelas Damar, sontak membuat Noah tertawa.


"Tapi sepertinya dia sudah berubah, bukan kah begitu kodok??" Kata Noah usil.


"Kalian berdua menyebalkan!" Sungut Nara.


Mereka bertiga masih saja bergurau melepas rasa rindunya setelah bertahun tahun tidak bertemu.


"Papa... Kenapa mama memeluk paman itu?" Tanya Kenzo yang ternyata dari tadi memperhatikan Nara dan Damar.


"Paman itu adalah sahabat mama kamu nak, mereka sudah lama tidak bertemu" jawab Rangga lembut.


"No no no!! Mama tidak boleh memeluk paman itu. Kenzo akan memarahi mama" ucap Kenzo yang sepertinya tidak suka jika mamanya dekat dengan pria lain.


"Kenzo jangan nak" Rangga menghalangi Kenzo untuk menemui Nara.


"Itu tidak sopan sayang, biarkan saja. Kita tunggu mama kemari oke" Rangga pun menggendong Kenzo dan membawa anak itu mengambil beberapa makanan.


Namun mata Kenzo terus saja menyorot Nara dan Damar dengan rasa tidak suka.

__ADS_1


_____


__ADS_2