
5 tahun telah berlalu....
Kini kehidupan sudah mulai berubah, bayi kecil itu telah berubah menjadi sosok anak perempuan yang sangat cantik.
Begitupun suasana di sebuah rumah mewah, itu, dulunya yang begitu hangat kini telah berubah. setiap hari akan ada pertengkaran beberapa barang yang pecah. terkadang suasana juga sangat begitu dingin kehangatan itu mulai memudar.
"El sampai kapan kamu akan memperlakukan aku seperti ini" ucap seorang wanita yang kini telah berstatus sebagai istri Elard.
"Sampai kamu menderita seumur hidupmu" jawab Elard dingin. Elard telah kembali kesosok kejamnya yang dulu.
Dia hanya akan bersikap hangat kepada putri kecilnya.
Siapakah wanita itu? dia adalah Sifanya.
mereka telah menikah 5 tahun yang lalu, pernikahan itu terpaksa Elard terima karena permintaan sang ibu yang telah meninggal.
5 tahun yang lalu terjadi pertengkaran hebat antara ibu dan anak, Elard telah mengetahui jika ibunya lah yang membuat istrinya pergi.
Serta pemberitaan buruk yang di alami Yura.
Elard sangat marah karena Ibunya telah berlaku buruk dan terus memaksa Yura untuk meninggalkannya.
Elard berusaha untuk mencari istrinya di penjuru kota.
Namun ia tak kunjung menemukannya, sampai akhirnya sang ibu jatuh sakit karena kemarahan putranya.
Penyakit jantungnya pun kambuh, ia dilarikan ke rumah sakit namun setelah 2 hari di rawat ibunya tidak bisa tertolong.
Sebelum meninggal ibu El meminta agar Elard menikahi Sifa, agar sang cucu mendapatkan kasih sayang seorang ibu.
Dan ibu El juga meminta agar Elard bisa menemukan Yura agar bisa menyampaikan permintaan maafnya.
Ibu el memberikan sebuah kotak yang cukup besar untuk Yura, dan hanya Yuralah yang bisa membukanya.
Sampai sekarang kotak itu masih di simpan oleh Elard, tidak ada satupun yang mengetahui apa isi kotak tersebut.
Dengan terpaksa Elard menerima permintaan terakhir ibunya.
Ia pun menikahi Sifanya, namun sungguh selama 5 tahun ini mereka tidur terpisah. Elard tidak memperdulikan wanita itu.
Keadaan semakin panas di saat Elard tau jika Sifa lah yang telah merencanakan pemberitaan yang mencoreng nama istrinya.
Elard sempat menceraikan Sifa, namun ia mengurungkan niatnya karena sang anak yang sangat menyayangi Sifanya.
"Ayah... jangan malah malah sama mommy" ucap anak kecil itu dengan suara khas cadelnya.
Namanya adalah Nara Desmon, putri kecil Elard yang tumbuh di keluarga Desmon.
"Sayang.. ayah tidak marah nak" ucap Elard menggendong putrinya yang kini usianya hampir 5 tahun.
__ADS_1
"Tapi mommy kenapa nangis ayah?" tanya Nara kepada ayahnya.
"Karena mommy salah jadi ayah harus memarahinya" jawab Elard.
"Tapi.. tapi Nala juga pernah nakal dan belbuat salah, kenapa ayah tidak memalahi Nala" tanya Nara.
Elard sangat bahagia karena dia bisa melihat sosok istrinya melalui Putri kecilnya, Nara sangat mirip seperti Yura wajahnya cantik manis dan memiliki mata yang cukup indah.
Maka dari itu setiap kali Elard marah dia akan melihat wajah putrinya dan kemarahan itu pun mulai mereda. Nara adalah kehidupannya Elard sangat mencintai Putri kecilnya itu, begitu pun dengan Syifa wanita itu juga sangat menyayangi Nara layaknya putrinya sendiri.
"Sayang kamu kan masih kecil nak" ucap Sifa membelai pucuk kepala Nara.
"Hari ini aku akan membawa Nara kekantor" ucap Elard.
"El kenapa kamu membawanya? biarkan dia diam dirumah bersamaku" kata Sifa.
"Jangan lupa bahwa dia adalah putriku, dan kamu bukanlah siapa siapa" ucap Elard berbisik kepada Sifa.
Tentu itu sangat membuat hati Sifa sakit, Selama 5 tahun ia tidak pernah mendapatkan cinta dari Suaminya.
Berbagai cara telah ia lakukan agar bisa menarik simpati dan perhatian Elard, Namun semua itu gagal ia harus menelan pil pahit kehidupan dalam rumah tangganya. Elard melarangnya untuk masuk ke dalam kamarnya, bagi Elard kamar itu adalah miliknya bersama Yura sampai kapan pun.
Akhirnya Elard pergi menuju kantornya dengan menggendong Nara, ia membawa putrinya ke kantor bersamanya.
"Paman Leo kemana ayah?" tanya Nara kepada Elard.
"Paman Leo sudah berada di kantor sayang, karena ada tugas penting" jawab Elard.
Dan Nara hanya mengangguk, sepanjang perjalanan Nara bernyanyi, entah apa yang dia nyanyikan hanya Nara lah yang tau.
Itu membuat Elard sangat gemas melihat tingkah lucu putrinya yang beberapa hari lagi akan berulang tahun di usianya yang ke 5.
Saat mobil Elard berhenti karena lampu merah Elard langsung menciumi pipi putrinya itu sangking gemasnya.
"Ayah geli" ucap Nara sambil tertawa.
"Hahaha anak ayah lucu sekali" ucap Elard kemudian ia kembali mengemudikan mobilnya.
Kini Elard telah sampai di kantornya Ia turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Nara, Elard menggandeng tangan Nara memasuki kantornya.
" Selamat pagi Tuan Selamat pagi Nona kecil" sapa seluruh karyawan yang berada di sana.
" Pagi aunty pagi uncle" jawab Nara membuat mereka semua tertawa gemas.
Iya seperti itulah Nara, ia selalu ceria dan mudah akrab dengan siapapun.
Namun ia tidak akan berbicara dengan orang orang yang menurutnya tidak baik.
Kemudian Elard langsung menggendong tubuh putrinya memasuki lift menuju ke ruangannya, setelah sampai di lantai 15 lift pun terbuka Elard kembali berjalan dengan menggendong putrinya memasuki ruangannya. di Letakkan tubuh putrinya itu diatas tempat duduk yang berhadapan dengan dirinya kemudian Elard melepas jasnya dan memulai untuk bekerja.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian masuklah sekertaris Elard yaitu Vira ia membawa beberapa berkas untuk diserahkan kepada Elard.
Seperti biasa Vira akan mencari perhatian Elard.
" Permisi tuan selamat pagi" ucap Vira yang baru saja masuk ke dalam ruangan Elard.
" Iya pagi" jawab Elard.
" Tuan ini laporan bulan lalu anda bisa memeriksanya terlebih dahulu" kata Vira sambil menyerahkan beberapa dokumen kepada Elard.
Kemudian pandangan Vira berganti melihat sosok perempuan kecil yang berada di sana tidak lain adalah Nara.
" Hai gadis cantik Siapa namamu?" tanya Vira sok akrab.
" Nala" jawab Nara singkat
" Iihh lucunya" kata Vira sambil mencubit pipi Nara seketika membuat Nara langsung menepis tangan Vira
" Jangan cubit cubit Nala" kata Nara kesal.
"Maaf ya" ucap Vira.
**mirip banget sama ayahnya, cuek dan menyebalkan** batin Vira.
" Vira sekarang kamu pergi ke ruangan Leo, suruh dia segera datang ke ruanganku" perintah Elard.
"Baik tuan" ucap Vira kemudian ia keluar dari ruangan Elard dengan berdecak.
Setelah Vira pergi dari ruangan Elard, tiba tiba Nara turun dari kursinya menghampiri ayahnya.
" Ada apa Sayang?" tanya Elard.
" Ayah Nala tidak suka sama aunty yang balusan" ucap Nara.
" Memangnya kenapa nak?" tanya Elard lagi.
" Aunty yang balusan mirip sekali dengan wanita yang belada di TV ayah, sepelti nenek sihil" ucap Nara.
Lantas itu membuat Elard tertawa terpingkal pingkal.
" Hahaha anak ayah bisa saja, sini cium ayah dulu" kata Elard kemudian memberikan sebelah pipinya, dengan cepat Nara mencium pipi ayahnya.
****
happy reading🥰 maaf jika masih ada typo🙏
sedikit info, karena Nara masih kecil jadi dia bicaranya Cadel ya hehehe...
jadi readers pasti bacanya cadel juga😁
__ADS_1