
Setelah obrolan diantara mereka selesai dan Noah sudah menyepakati keputusan ayahnya, maka ini saatnya Noah berpamitan untuk kembali pulang ke rumahnya.
saat hendak berpamitan tidak sengaja Yura melihat kaki Keyla yang dibalut perban.
"Nak kenapa dengan kakimu?" Tanya Yura.
"Ini jatuh di halaman bunda" jawab Keyla berbohong.
Keyla sungguh sangat merasa bersalah karena telah membohongi Yura tapi dia juga tidak bisa menceritakan kebenarannya tentang malam itu.
"Lain kali hati hati sayang, Noah jaga istrimu baik baik" kata Yura.
"Iya bunda, dia sendiri yang ceroboh tidak bisa berhati hati" sahut Noah.
"Iya bunda, lagi pula ini sudah di obati" kata Keyla.
***
Kini mereka sudah berada di perjalanan untuk kembali ke rumahnya.
"Bagaiman menurutmu?" Tanya Noah.
"Apa?"
"Keputusanku untuk bekerja di kantor" ucap Noah.
"Aku setuju Noah, dan semua keputusanmu aku dukung" jawab Keyla.
"Iya, tapi setelah di kantor aku pasti sangat sibuk. entahlah aku bisa membagi waktuku atau tidak" ucap Noah.
Karena Noah masih menempuh semester awal di kampusnya, ia takut jika sibuk bekerja bisa melupakan kuliahnya. dan begitupun sebaliknya.
"Sepertinya kamu harus berkonsultasi dengan dekan mu dan minta saran kepadanya" kata Keyla.
"Iya aku akan mencobanya" sabuh Noah.
Beberapa menit kemudian mereka sudah sampai.
Noah membawa barang barang itu masuk kedalam rumahnya.
"Kamu istirahat saja, aku akan menatanya" kata Noah.
"Tidak apa apa, biar aku bantu"
"Sudahlah keong kamu istirahat saja, kaki mu pasti sudah sakit" ucap Noah.
Tidak ingin membuat Noah semakin kesal akhirnya Keyla masuk kedalam kamarnya.
Sedangkan Noah menata belanjaan yang ia beli tadi.
Sekalian Noah langsung memasak untuk makan malam, karena ia tidak ingin Keyla kembali membeli makanan di luar dan membuatnya terluka lagi.
Selesai mandi Keyla mengganti perbannya, ia sedikit kesusahan untuk mengobati kakinya sendiri.
Noah masuk ke dalam kamar dan melihat Keyla yang kesusahan mengobati kakinya.
"Lepaskan" kata Noah kemudian mengambil alih.
Keyla menatap wajah Noah yang serius mengobatinya.
__ADS_1
Sering sekali Noah membantunya dan menunjukkan rasa perhatiannya.
Namun sikap dinginnya dan cuek masih tetap melekat pada pria itu.
"Terima kasih" ucap Keyla saat Noah sudah selesai mengobatinya.
"Hmm, turunlah kita makan malam bersama" kemudian Noah berjalan lebih dulu menuju meja makan, sedangkan Keyla mengikutinya dari belakang dengan langkah yang pelan.
"Kamu yang memasak ini semua?" Tanya Keyla.
"Tentu, memangnya kamu!!" Sahut Noah.
"Huh aku hanya bertanya, apa boleh aku memakannya?" Tanya Keyla lagi.
"Makanlah, tapi jangan lupa setelah makan bayar semua ini" kata Noah.
"Hahahaha kamu menjual makanan kepada istrimu sendiri" ucap Keyla sambil tertawa.
Keyla tidak menyangka jika Noah bisa berbicara hal yang konyol.
Keyla tidak bisa menahan tawanya.
Ia terus tertawa sampai tidak sadar jika Noah memperhatikannya.
"Apa aku selucu itu sampai kamu tertawa tanya Noah.
"Iya... Kamu lucu sampai aku tidak bisa berhenti tertawa. Karena kamu tidak mendapatkan uang bulanan kamu menjual makanan ini kepadaku hahahaha" ledek Keyla.
Noah hanya mampu menggelengkan kepalanya melihat istrinya tidak berhenti tertawa.
" Berhentilah tertawa atau kamu akan menjadi gila" ucap Noah kemudian ia mulai menyantap makanannya.
Beberapa menit kemudian setelah mereka selesai makan malam Keyla mengeluarkan kartu debit dari kantong celananya dan memberikan kartu tersebut kepada Noah.
"Pegang Lah untukmu, kamu lebih membutuhkannya" jawab Keyla.
"Tidak perlu!" Noah mengembalikan kartu tersebut.
"Ambillah Noah, kamu bisa menggantinya saat kamu mendapatkan gaji pertamamu" jelas Keyla.
Noah terlihat ragu-ragu mengambil kartu itu, sebenarnya ia merasa malu jika harus bergantung kepada Keyla namun saat ini dia lah yang lebih membutuhkan untuk keperluannya sehari-hari. tidak mungkin jika Noah Terus meminta uang kepada Keyla saat mereka hendak berbelanja.
"Baiklah, aku akan mengembalikannya saat gaji pertamaku" kata Noah.
"Hmmm" Keyla mengangguk.
Kemudian Keyla memberikan pin nya kepada Noah.
Noah mencoba memeriksa saldo tersebut lewat aplikasi di dalam ponselnya.
Dan Noah terkejut saat melihat jumlah uang di dalam kartu itu.
"Kenapa banyak sekali?? Kamu yakin bundaku memberikan ini semua kepadamu?" Tanya Noah.
"Iya, bunda memberikan kepadaku saat pertama kali aku kuliah. Dan aku memakainya saat sedang benar benar membutuhkan" jawab Keyla.
"Sepertinya Bunda lebih menyayangimu dari pada diriku" ucap Noah kesal.
"Apakah itu berarti kamu sedang cemburu kepadaku?" tanya Keyla semakin menggoda suaminya.
__ADS_1
"Tentu! Aku putranya tapi bunda lebih menyayangimu" ucap Noah.
Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam itu artinya Noah dan Keyla sudah harus beristirahat.
Noah mengambil salah satu bantalnya dan meletakkannya di sofa yang berada di kamar itu.
"Untuk apa?" Tanya Keyla.
"Aku akan tidur di sofa" jawab Noah.
Kemudian pria itu merebahkan tubuhnya di atas sofa.
Keyla masih memperhatikan suaminya.
Keyla berpikir setelah kejadian kemarin Noah akan bersedia tidur satu ranjang bersama dengannya.
"Selamat malam" kata Noah.
"Selamat malam" balas Keyla.
Keyla merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, ia menatap punggung Noah dari kejauhan.
Keyla berfikir kapan suaminya bisa menerima dirinya, seperti pasangan yang lain.
Tidak butuh waktu lama akhirnya Keyla pun tertidur. Saat gadis itu sudah larut dalam tidurnya Noah terbangun ia menghampiri Keyla dan merapikan selimutnya.
Noah memperhatikan wajah Keyla yang terlihat Teduh.
Entah mengapa gadis itu membawa perubahan besar pada dirinya.
Dan membuat hidupnya tidak kesepian seperti dulu.
Tidak menyangka Noah memiliki istri yang benar benar di luar dari dugaannya.
Noah membelai rambut Keyla pelan.
Dan ia mulai mencium bibir ranum Keyla, Noah menikmati setiap sentuhan bibir mungil istrinya itu yang terasa lembut.
**Apa aku pecundang? Aku menciumnya di saat ia tertidur. Entahlah aku sangat suka melihat dia tertidur seperti ini** batin Noah sambil tersenyum membayangkan betapa payahnya dirinya.
Setelah selesai memberikan ciuman malamnya kepada Keyla Noah kembali merebahkan tubuhnya di atas sofa.
Noah masih memikirkan rumah tangganya, ia harus mencari cara bagaimana agar bisa fokus kuliah sekalipun ia bekerja.
sungguh sulit bagi Noah untuk menjalankan semua itu secara bersamaan.
saat Sedang berpikir mengenai pekerjaannya tiba-tiba Noah terbayang dengan wajah Keyla.
"Kenapa aku terus saja memikirkannya" ucap Noah.
padahal Keyla sudah ada bersamanya saat ini, namun otaknya di penuhi dengan wajah gadis yang sudah mulai tertidur pulas.
Noah kembali beranjak dari duduknya dan ia menghampiri Keyla.
"Aghh ini gila" gerutu Noah kesal.
Noah kembali mengambil bantalnya dan meletakkan di sebelah Keyla, ia memutuskan untuk kembali tidur bersama Keyla di ranjang yang sama.
dan ia pun mulai tertidur mungkin mulai saat ini mencium bibir Keyla di saat tertidur merupakan candu baginya.
__ADS_1
_____
happy readingš„°