Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
SEASON 3 ~ 09


__ADS_3

Waktu berlalu begitu cepat, tidak terasa waktu pernikahan Nara sudah di depan mata.


Tepatnya besok Nara akan segera mengikat janji suci dengan Rangga.


Selama 1 minggu lamanya mereka tidak bisa bertemu, hanya berkabar melalui ponsel saja.


Selama satu minggu pula Rangga menahan rindunya kepada pujaan hatinya tersebut.


Pagi ini Rangga sedang bersiap pergi ke kampus, karena ia akan mengurus izin cuti kuliahnya.


Mungkin hingga satu bulan lamanya Rangga belum bisa mengikuti perkuliahan.


Karena setelah mereka menikah nanti Noah sudah menyiapkan liburan bulan madu untuk dirinya.


"Rangga, besok kamu menikah apa tidak bisa hari ini kamu tetap diam di rumah?" Tanya kakek.


"Tidak bisa kek, hari ini Rangga harus ijin cuti secara langsung" jawab Rangga sambil merapikan bajunya.


"Baiklah, kalau begitu hati hati setelah semua selesai lekaslah kembali" ucap kakek lagi.


"Iya kek, kalau begitu Rangga pamit dulu" pamit Rangga kemudian bersalaman dengan kakeknya.


Kebetulan di apartement Rangga hanya ada kakek Malik.


Paman Bibi serta Nenek Rangga sedang sibuk mengurus pernikahannya.


Setelah berpamitan Rangga segera berangkat menuju kampusnya.


Tepat pukul 09.00 Rangga telah sampai di kampus tersebut.


Namun setelah turun dari mobilnya Rangga memperhatikan sekitar.


Ia merasa bahwa dirinya sedang di perhatikan oleh seseorang namun Rangga sendiri tidak tau.


"Mungkinkah ini hanya perasaanku?" Gumam Rangga pelan.


"Sudahlah" Rangga segera berjalan menuju ruangan rektor.


Baru masuk ke dalam ruangan tersebut Rangga terkejut karena melihat Noah sudah berada disana.


"Noah kamu tidak ke kantor?" Tanya Rangga.


"Tidak, aku sedang mengurus kepindahan Nara" jawab Noah yang masih fokus dengan beberapa berkas di hadapannya.


"Nara akan pindah kuliah disini?" Tanya Rangga lagi dan Noah hanya mengangguk.


Tentu Rangga senang sekali, ternyata ucapan Nara bukanlah main main.


Gadis itu akan benar benar meninggalkan Amerika dan melanjutkannya di kampus yang sama dengan Rangga.


"Kamu kenapa Ga?" Tanya Noah tiba tiba karena melihat Rangga hanya diam saja dengan senyuman yang terukir di wajahnya.


"Aku tidak sabar bisa satu kampus dengan istriku" jawab Rangga.


"Calon!!! Kalian belum menikah" celetuk Noah.


"Sama saja, besok aku akan segera menikahinya" jawab Rangga lagi.


***


Setelah mengurus semuanya mereka berdua pun memutuskan untuk kembali, sebenarnya Rangga ingin berkunjung kerumah Noah karena ia sudah tidak sabar bertemu Nara.


Namun Noah melarangnya karena mereka masih dalam masa pingit dan tidak boleh bertemu.


Dan pada akhirnya Rangga harus menunggu sampai hari esok tiba, dimana ia akan selalu melihat wajah Nara setiap hari.


"Kalau begitu aku pergi dulu, kamu segeralah pulang. Calon pengantin tidak baik jika keluar rumah lama lama" tegur Noah sebelum pria itu masuk ke dalam mobilnya.

__ADS_1


"Oke kakak ipar, aku akan segera pulang" jawab Rangga.


Lebih dulu mobil Noah melaju dan pergi dari parkiran kampus tersebut.


Saat Rangga akan masuk ke dalam mobilnya, lagi lagi Rangga seperti merasa ada yang sedang memperhatikannya.


Rangga memperhatikan sekitar, namun ia tidak melihat apa pun yang mencurigakan.


"Lama tidak pergi kekampus membuat perasaanku tidak nyaman" gumam Rangga lagi.


Tidak ingin berlama lama Rangga pun segera masuk ke dalam mobilnya.


Dan pergi dari kampus tersebut.


Noah telah tiba di kediamannya, rumahnya sudah ramai di penuhi dengan orang orang yang mengurus pernikahan tersebut.


"By dimana Elena?" Tanya Noah saat melihat Keyla yang sibuk menata bunga.


"Bersama bunda, apa urusan di kampus sudah selesai?"


"Sudah By, hanya perlu menunggu surat dari kampus Nara" jawab Noah.


Setelah obrolan itu Keyla pun kembali fokus dengan rangkaian bunga yang ia buat.


Sedangkan Noah terus memperhatikan Keyla.


"By.." panggil Noah.


"Iya sayang?"


"Tinggalkan ini semua, temani aku kekamar badanmu sangat lelah" kata Noah.


"Apa kamu sakit? Atau perlu aku ambilkan obat?" Tanya Keyla yang seolah olah khawatir.


"Ehemmm!!! Tidak, aku hanya butuh kamu menemaniku" bisik Noah di telinga Keyla.


Keyla terbelalak dengan ucapan Noah yang membuat tubuhnya merinding.


Namun tidak semudah itu, Noah langsung menarik dan menggendong tubuh istrinya itu.


Banyak pasang mata yang melihat mereka, Namun Noah seakan tidak menghiraukannya.


Seketika pelayan yang berada di sana langsung menundukkan kepalanya.


"Noah turunkan aku, lihatlah masih banyak orang" kata Keyla berusaha turun dari gendongan suaminya.


"Anggap mereka tidak ada" sahut Noah.


Kemudian Noah langsung berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.


Mungkin saat itu Keyla bisa saja lolos karena Elena menangis.


Namun kali ini nampaknya pria itu tidak akan melepaskan Keyla begitu saja.


Sesampainya di kamar Noah langsung meletakkan tubuh Keyla di atas tempat tidur secara perlahan.


"Noah aku.. aku..." Belum sempat melanjutkan ucapannya Noah langsung menyambar bibir ranum Keyla.


"Noah ini masih siang, bagaimana jika Elena menangis" ucap Keyla yang sedikit kesusahan karena Noah terus saja mengecup bibirnya.


Mendengar ucapan itu, Noah langsung melepaskan ciumannya.


"Lalu kapan? Di malam hari kamu selalu tidur lebih dulu, kadang Elena menangis sampai kamu harus begadang. Di saat kamu tertidur aku tidak akan mungkin tega membangunkanmu" kata Noah, terlihat dengan jelas jika wajah Noah sedang kesal.


Kemudian Noah turun dari atas tempat tidur dan bergegas masuk kedalam kamar mandi.


"Noah.." panggil Keyla, namun pria itu tidak menghiraukannya.

__ADS_1


"Apa Noah marah? Apa aku sudah keterlaluan kepadanya" ucap Keyla sambil terus berfikir karena Noah langsung meninggalkannya.


Keyla merasa bersalah karena terus menolak keinginan Noah.


Keyla masih terduduk di atas tempat tidur, hingga Noah keluar dari kamar mandi dengan keadaan rambut yang basah.


Keyla memperhatikan suaminya yang hanya memakai handuk di lilitkan pada pinggangnya, membuat Keyla langsung memalingkan wajahnya ke arah yang lain.


Noah pun mengambil pakaian ganti dan segera memakainya.


"Noah.." panggil Keyla.


"Hmmm" jawab Noah singkat.


"Kemarilah, apa kamu marah?" Tanya Keyla.


"Tidak" jawab Noah lagi, pria itu duduk di sofa sambil membuka laptopnya.


"Noah... Kemarilah" panggil Keyla lagi.


Namun Noah tidak segera beranjak dari duduknya, ia membiarkan istrinya itu terus terusan memanggil namanya.


Sampai akhirnya Keyla turun dari tempat tidur dan menghampiri Noah.


"Apakah kamu marah?" Tanya Keyla yang sudah duduk di samping Noah.


"Tidak By, aku sedang melanjutkan pekerjaannku" jawab Noah.


"Maaf jika aku membuatmu kesal" kata Keyla dengan nada bersalah.


"Hmmm" lagi lagi hanya itu jawaban yang keluar dari mulut Noah.


Berkali kali Keyla mencoba mencairkan suasana, namun Noah tetap saja terlihat cuek.


Sampai akhirnya Keyla pun menutup laptop tersebut.


"Kenapa kamu menutupnya?" Tanya Noah.


"Karena kamu mengacuhkan aku, bukankah aku sudah minta maaf" sahut Keyla.


Sudah tidak sanggup lagi, Noah benar benar gemas melihat wajah istrinya itu yang semakin hari semakin mempesona.


Terutama bibir ranum Keyla, ingin rasanya Noah ******* habis bibir itu.


"Noah... Kenapa kamu diam saja!!" Kata Keyla.


"Bawel, kenapa kamu sangat bawel" Noah kembali menggendong tubuh Keyla, namun kali ini wanita itu sama sekali tidak memberontak.


Ia pasrah dalam pelukan Noah.


Noah kembali meletakkan tubuh Keyla, dan ia pun turut merabahkan tubuhnya di samping Keyla.


"Aku sangat merindukam moment seperti ini By, dimana tidur dengan memeluk tubuhmu" ucap Noah.


Pria itu memeluk tubuh Keyla dan menenggelamkan wajahnya di leher Keyla.


"Maafkan aku" ucap Keyla pelan.


"Aku mengerti By, aku hanya ingin tidur seperti ini bersamamu. Karena Elena sedang bersama bunda, lebih baik kita istirahat sekarang" kata Noah.


"Kamu mau istirahat atau...."


"Istirahat, kamu pasti sangat lelah" sahut Noah.


Lagi lagi Noah mampu mengontrol keinginanya, Keyla sangat beruntung karena suaminya itu tidak memaksa dirinya dan mau mengerti.


Sampai akhirnya mereka berdua sama sama saling terlelap.

__ADS_1


_____


happy reading🥰🥰


__ADS_2