Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
DF 06


__ADS_3

Sesampainya di kantin mereka segera memesan makanan masing masing, kemudian duduk menunggu pesanannya tiba.


Noah merogoh kantung celananya dan ia mengambil ponsel.


"Ehmm pasti vidio call istri" kata Anggi. Dan Noah hanya mengangguk.


Setiap jam istirahat ia akan selalu menghubungi istri dan anaknya, kadang sampai Noah lupa jika ia makan siang bersama Anggi.


"Siang Baby, apa kamu sudah makan?" Kata Noah saat panggilan vidio tersebut terhubung.


"Iya sayang, aku dan Elena baru saja makan siang. Kamu sendiri bagaimana? Kenapa wajahmu terlihat lelah?"


"Iya By, hari ini banyak pasien yang harus aku tangani. Aku baru saja hendak makan siang"


"Mmm apakah bersama Anggi?" Tanya Keyla.


Keyla tau jika Anggi adalah teman masa SMA Noah. Karena suaminya itu tidak pernah menutupi apapun darinya.


"Iya By" jawab Noah jujur.


"Kalau begitu kamu cepatlah makan"


"Iya, tapi kamu akan menemaniku" Noah tidak ingin panggilan itu berakhir, ia meletakkan ponselnya di hadapannya.


Saat makanan tiba Noah menyantap makanan tersebut sambil menatap sang istri melalui panggilan vidio.


Elena turut bergabung, sehingga meraka bercanda bersama.


Meskipun tidak berada di dekat Keyla, hanya dengan cara ini Noah merasa selalu berada di dekat sang istri.


Anggi memutar bola matanya, lagi lagi ia akan menjadi nyamuk saat makan siang.


Karena Noah membiarkan gadis itu makan sendiri tanpa ada obrolan.


**Apa dia tidak bosan setiap hari harus menghubungi istrinya** batin Anggi.


Dengan kasar gadis itu menyantap makanannya.


***


Keesokan harinya Freya sedang bersiap hendak berangkat ke sekolahnya.


Ia memakai seragam sekolah dan duduk di depan cermin yang berukuran besar, seperti biasa gadis itu akan memoles bedak secara tipis.


Kemudian Freya terdiam, ia mengingat sesuatu.


Flasback On


"Aku harap ini pertemuan kita yang terakhir kak" kata Freya.

__ADS_1


Mereka berdua berada di parkiran apartemen, sesudah makan bersama Damar mengantar Freya pulang.


Freya tidak menolaknya, karena mungkin ini akan menjadi pertemuan terakhir mereka.


"Kenapa? Apa selama ini aku sudah mengganggu mu?" Tanya Damar.


"Bukan begitu kak, hanya saja sepertinya ini yang terbaik. Aku tidak ingin di antara kita ada yang terluka. Jadi lebih baik jika kita tidak bertemu lagi" jelas Freya.


"Berikan aku satu alasan mengapa kamu ingin aku menjauh darimu!".


Freya nampak berfikir, Damar adalah pria yang baik.


Namun ia tidak ingin pria itu berharap lebih kepadanya.


Karena hatinya masih berlabuh kepada seseorang yang masih belum bisa ia lupakan.


Persahabatan Damar dan Noah cukup baik, Freya tidak ingin membuat hubungan itu menjadi renggang karenanya.


"Tidak ada alasan, aku hanya tidak ingin kamu terus menemui ku" jawab Freya kemudian gadis itu berlalu meninggalkan Damar.


"Iya aku tau, kamu belum bisa melupakannya" gumam Damar tersenyum masam.


Flasback Off


Freya mengambil tas sekolahnya, kemudian ia berpamitan kepada kedua orang tuanya.


"Apa mobilmu sudah kembali?" Tanya Axel.


"Freya berangkat" pamit gadis itu.


"Iya nak, hati hati" ucap Jeny.


Beberapa menit kemudian Freya sampai di sekolahnya, mobilnya terhenti saat ia melihat seorang pria berdiri di depan gerbang sekolah tersebut.


"Kak Damar".


Freya melihat Damar berdiri sambil bersandar di mobilnya, melipat kedua tangan nya di dada sambil terus memperhatikannya.



Freya segera turun dari mobil dan menghampiri Damar.


"Apa yang kakak lakukan disini?" Tanya Freya.


"Aku ingin memastikan jika penjaga itu tidak akan mengusir mu lagi" jawab Damar.


"Hmmm kakak jangan membuang waktu untuk hal yang tidak penting" kata Freya kemudian berbalik meninggalkan Damar.


Mobilnya kembali melaju memasuki pekarangan sekolah tersebut.

__ADS_1


Damar masih berdiri dan terus memandang ke arah Freya, sampai gadis itu tidak terlihat lagi.


Kemudian Damar pergi meninggalkan sekolah tersebut.


Damar tidak berhenti sampai sana, pulang sekolah nanti pria itu akan kembali menemui Freya.


Ia ingin membuat Freya sadar jika kehadirannya cukup berarti bagi gadis itu.


Dan ternyata benar, di siang hari saat Freya sudah selesai dengan kegiatannya di sekolah.


Damar kembali datang.


Pria itu berdiri di luar pagar menunggu mobil Freya.


"Frey kita nonton yuk" kata Lila.


"Bukannya hari ini banyak tugas" sahut Cindy.


"Hufhh setiap hari kita akan di sibukkan dengan tugas, maka dari itu aku ingin kita pergi nonton" kata Lila.


Sedangkan Freya hanya diam sambil memperhatikan pria yang berdiri di luar sekolahnya.


**Lagi lagi dia datang kemari** batin Freya.


"Frey bagaimana!" Lila mengejutkan Freya.


"Ahh!!! Aku tidak bisa, aku akan langsung pulang" jawab Freya menolak ajakan Lila.


"Oke. Aku pulang dulu ya, sampai jumpa" pamit Freya kepada kedua sahabatnya.


"Akhir akhir ini kenapa Freya terlihat aneh" kata Cindy.


Freya segera masuk ke dalam mobilnya dan ia menghidupkan mesin mobil tersebut.


Mobil itu berhenti tepat di depan Damar, Freya menurunkan kaca mobilnya kemudian menatap ke arah Damar.


Damar melambaikan tangannya kepada Freya.


"Hati hati di jalan" ucap Damar, seperti biasa pria itu akan memberikan senyuman kepada Freya.


Tanpa menjawab Freya kembali menutup kaca mobilnya dan berlalu pergi meninggalkan Damar.


"Dasar keras kepala" kata damar sambil mengacak acak rambutnya sendiri.


"Jangan lihat kebelakang, jangan! Jangan!" Freya menggerutu di dalam mobil.


Rasanya ingin menengok ke belakang, memastikan apakah Damar masih ada di sana atau sudah pergi.


Freya menghentikan mobilnya kemudian ia melihat ke belakang.

__ADS_1


"Baguslah dia sudah pergi" ucap Freya saat melihat Damar tidak lagi berada di sana.


_____


__ADS_2