Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
SEASON 3 ~ 24


__ADS_3

Hari pertama berada di Pulau Dewata Nara dan Keyla tidak ingin menyia-nyiakan waktunya sehingga setelah mereka kembali dari pantai kedua pasangan itu segera membersihkan tubuhnya kemudian mereka bersiap untuk pergi ke sebuah restoran karena hendak melakukan makan malam bersama.


Sebenarnya hotel yang tengah ditempati mereka memiliki restoran yang tidak kalah mewah dari hotel-hotel yang lainnya, namun Nara dan Keyla memaksa untuk makan malam di luar karena mereka ingin sekalian berkeliling di kota tersebut.


"Rangga... Mmm maksudku sayang bagaimana rambutku apa sudah rapi?" Tanya Nara kepada Rangga.


"Kamu selalu terlihat cantik dan sempurna sayang" jawab Rangga memuji kecantikan istrinya.


"Apa kamu sedang merayu?"


"Tentu tidak, aku sedang memujimu apa adanya" jawab Rangga.


Rangga sedikit merapikan rambut Nara yang terurai hampir mengenai matanya, sehingga jika sekilas terlihat mereka seperti hendak berciuman.


"Ehemm!!! Pantas ditunggu lama sekali ternyata masih pacaran" sahut Noah yang tiba tiba berada di kamar tersebut, entah datang dari mana.


"Kakak tidak sopan! Kenapa tidak mengetuk pintu terlebih dahulu" tegur Nara.


"Bukan kakak yang salah, tetapi kalian yang tidak menutup pintunya membiarkan terbuka begitu saja" jawab Noah.


"Rangga! Apa kamu tidak menutup pintunya tadi?" Tanya Nara.


"Sepertinya sudah sayang" jawab Rangga.


Rangga memang sempat keluar kamar, namun setelah ia kembali dan masuk kedalam kamarnya pria itu mengingat dengan jelas jika dirinya sudah menutup pintunya.


Rangga dan Nara sempat berdebat kecil masalah pintu yang lupa ditutup.


"Hentikan perdebatan kalian, cepat keluar karena istriku sudah menunggu kalian" kemudian Noah keluar dari kamar tersebut.


Noah tersenyum sumringah, Sebenarnya bukan pintunya yang tidak ditutup atau Rangga yang lupa tetapi memang Noah sengaja masuk tanpa permisi ke dalam kamar mereka.


"Kenapa kebiasaan usilku terhadap Nara tidak bisa hilang. Untung saja mereka tidak sedang beradu" gumam Noah sambil terus berjalan memasuki lift dan menemui Keyla yang sudah menunggu di loby.


***


Mereka sudah berada di Restoran di pusat kota tersebut.


Restoran itu terlihat sangat mewah dan hanya orang orang tertentu yang berada disana.


Mobil dengan harga fantastis berderet rapi di parkiran Restoran tersebut.


Sebelumnya Noah sudah menyewa 1 meja berukuran besar untuk makan malam dirinya dan sang istri serta kedua adiknya.


"Tempatnya lumayan juga kak" kata Nara sambil memperhatikan setiap sudut dekorasi Restoran itu.


"Iya, sebenarnya ayah yang merekomendasikan tempat ini" jelas Noah.


Tidak berapa lama beberapa pelayan dengan seragam rapinya membawa hidangan pembuka dan menatanya di atas meja.


Karena Noah juga sudah memesan makan tersebut lebih dulu.


Makan malam pun di mulai, mereka menikmati makan malam tersebut sambil mengobrol santai, kecuali Noah.


Pria itu lebih suka makan tanpa bersuara dan fokus menikmati hidangan yang ia santap.


Sampai akhirnya tanpa sengaja pandangan Keyla tertuju kepada gadis yang tengah mengepel ruangan di sudut yang lain.

__ADS_1


Topi berwarna putih yang gadis itu pakai hampir menutupi sebagian wajahnya.


"Apa aku mengenalinya?" Tanya Keyla pada dirinya sendiri.


"Ada apa By?" Tanya Noah.


"Sayang sepertinya aku mengenali gadis itu, tapi wajahnya tidak begitu jelas." Kata Keyla.


"Gadis yang mana?"


"Yang sedang membersihkan lantai itu" Keyla menunjuk seorang gadis yang sedari tadi mencuri perhatiannya.


Noah pun mengalihkan pandangannya dan menatap ke arah gadis yang di maksud istrinya itu.


Noah memperhatikan dari atas sampai bawah, dan ia pun terkejut saat mengetahui siapa gadis itu.


"Benarkah itu dia" gumam Noah.


Noah masih ragu ragu dengan apa yang ia lihat.


"By tunggulah disini" kata Noah.


"Kamu mau kemana sayang?" Tanya Keyla.


"Aku ingin memastikan sesuatu" jawab Noah, kemudian pria itu segera beranjak dari duduknya.


Noah menghampiri gadis yang sudah penuh dengan peluh akibat mengepel lantai.


"Ehemm!!!" Sapa Noah saat ia berdiri tepat di depan gadis itu.


Ia menghentikan aktifitasnya, dan melihat siapakah pria yang berdiri dan mengganggu pekerjaannya.


"Noah!"


"Ternyata ini benar kamu, Dona" ucap Noah.


Pria itu melipat tangannya di depan dadanya.


Ternyata gadis itu adalah Dona, teman kuliah sekaligus saudara tiri istrinya.


"Maaf kamu salah orang" kata Dona mencoba menutupi wajahnya dengan topinya, gadis itu menunduk agar tidak di lihat wajahnya.


"Mungkin aku bisa salah orang, tapi tidak mungkin kamu salah mengenaliku bahkan tau siapa namaku" jawab Noah.


"Untuk apa kamu kemari?" Akhirnya Dona mengaku jika itu adalah benar dirinya.


"Aku sedang berbulan madu bersama Istri serta adikku. Justru aku yang harusnya bertanya, kenapa kamu ada disini bukankah seharusnya kamu di Amerika?" Noah bertanya balik.


"Bukan urusanmu Noah, sekarang aku ingin melanjutkan pekerjaanku" Dona enggan menjawab pertanyaan Noah.


Ia mengalihkan pembicaraan dengan melanjutkan membersihkan lantai tersebut.


Karena Noah terlalu lama, akhirnya Keyla pun turut menghampirinya.


"Sayang kenapa lama seka..." Belum sempat bertanya Keyla terkejut dengan gadis yang berdiri di depannya.


"Dona, Dona ini benar kamu? Apa yang kamu lakukan disini?" Tanya Keyla terkejut.

__ADS_1


"Bukan urusan kalian! Sekarang pergilah jangan menggangguku" Ucap Dona kemudian gadis itu hendak meninggalkan Noah dan Keyla.


"Dona tunggu!" Keyla menghentikannya.


"Katakan apa yang terjadi, kenapa kamu bisa disini?" Tanya Keyla.


"Aku... Aku sedang bekerja sebagai pelayan di Restoran ini" jawab Dona sambil menunduk malu.


"Apa!!!" Noah dan Keyla sama sama terkejut.


Mereka bingung, bagaimana Dona bisa berada di sini dan menjadi pelayan.


Seharusnya Dona menjalani pengobatan di luar negeri bersama ibunya, lalu sebenarnya apa yang terjadi.


"Noah bisakah kamu meninggalkan aku dan Dona berdua saja?" Tanya Keyla.


"Mmm baiklah By, aku akan menunggumu di sana. Panggil aku jika terjadi sesuatu" kata Noah.


Kemudian Noah kembali duduk bersama Nara dan Rangga.


"Bisa kita mengobrol sebentar?" Tanya Keyla kepada Dona.


"Aku sedang bekerja Key, maaf tidak bisa" jawab Dona.


"Sebentar saja kita duduk disana" Keyla membawa Dona duduk di sebuah bangku di luar Restoran tersebut. Namun Noah masih bisa melihatnya dari dalam.


Mereka berdua pun duduk, banyak pertanyaan yang sudah bersarang di pikiran Keyla.


"Dona, pasti kamu sudah tau dengan apa yang aku tanyakan. Jadi aku mohon jawablah dengan jujur" ucap Keyla.


"Iya aku sudah tau" kata Dona.


"Jelaskan kenapa kamu bisa disini, dan dimana mama?" Tanya Keyla.


Dona pun menjelaskan apa yang sudah terjadi sebenarnya.


Memang benar dona dan ibunya pergi ke luar negeri untuk berobat sekaligus Vivian akan melanjutkan bisnisnya bersama sang suami yang sempat ia tinggalkan.


Namun sayang, sesampainya disana usaha sang suami harus di tutup. Perusahan itu di sita bank karena Tomi memiliki hutang dan sempat melakukan penipuan.


Tentu itu membuat Vivian sangat terpukul, Vivian jatuh sakit mengetahui usahanya bangkrut dan di sita oleh bank.


Itu semua karena ulah suaminya, Vivian sama sekali tidak mengetahui perihal itu semua.


"Lalu apa yang terjadi?" Tanya Keyla yang sangat fokus mendengarkan cerita Dona.


"Mama jatuh sakit, aku menghentikan pengobatan ku karena kita sudah kehabisan biaya. Mama sakit, itu membuatku semakin bingung" jawab Dona yang tidak bisa membendung kesedihannya.


"Mama sakit? Sekarang dimana beliau kenapa kamu tidak menghubungiku!!" Kesal Keyla.


Seperti ter iris hati Keyla saat mengetahui ibu kandungnya jatuh sakit dengan kondisi yang tidak memungkinkan.


"Mama tidak mau, ia merasa bahwa sudah banyak menyusahkan mu. Sekarang mama ada bersamaku, aku memaksa untuk kembali ke Indonesia dan kami menyewa rumah kecil disini" jelas Dona.


Dona yang dulu selalu hidup mewah dan di penuhi dengan harta kini jatuh miskin dan lebih parahnya ia menjadi seorang pelayan.


_____

__ADS_1


happy reading🄰


__ADS_2