Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
S2~ Kembalinya Pertemanan


__ADS_3

Setelah perjalanan yang tidak terlalu lama itu akhirnya Noah dan Rangga telah sampai di sebuah Cafe di tengah kota.


Suasana sore itu tidak terlalu ramai, setelah memesan 2 minuman Noah dan Rangga duduk di kursi yang berada di dekat jendela Cafe tersebut.


Sehingga mampu meperlihatkan banyaknya kendaraan yang lalu lalang.


"Cepat katakan ada apa?" Tanya Noah seraya meminum cappocino hangat yang ia pesan.


"Mmm... Aku aku ingin" Rangga sedikit gugup untuk mengatakan sesuatu yang sedari kemarin mengganggu fikirannya.


"Rangga! Kau mau membuang waktuku?? Cepat katakan!" Perintah Noah kesal.


Karena ia sudah tidak sabar bertemu dengan Elena putri kecilnya yang begitu sangat menggemaskan.


Akhirnya Rangga mencoba untuk mengatur nafasnya.


"Aku ingin melamar Nara" ucap Rangga.


Seketika membuat Noah langsung tersedak dengan ucapan Rangga.


"Apa kamu bercanda?" Tanya Noah.


"Aku tidak bercanda Noah, aku serius ingin melamar Nara. Bagaimana menurutmu? Aku sangat bingung karena Nara masih kuliah di luar negeri" jalas Rangga.


Seketika wajah Rangga nampak lesu dan bingung, namun setidaknya Noah sudah mengetahui niat baiknya itu kepada Nara.


"Atas dasar apa kamu ingin melamarnya?" Tanya Noah lagi.


"Karena aku mencintainya, aku sudah menetapkan hatiku untuk menjadikan Nara sebagai pendamping hidupku" jawab Rangga yakin.


Meskipun Rangga sahabatnya, bukan berarti Noah akan mempercayai pria itu sepenuhnya.


Noah mencoba mencari kebohongan di wajah Rangga, namun sama sekali Noah tidak menemukannya.


Itu berarti Rangga serius dengan ucapannya.


"Ga, jika memang kamu berjodoh dengan Nara aku sama sekali tidak keberatan dan pasti akan mendukung. Coba kamu sampaikan niat baik ini kepada Nara dan orang tuaku, apapun hasilnya kamu harus menerimanya yang terpenting kamu sudah berusaha" jelas Noah.


Noah tidak bisa berkomentar apa pun, karena yang menjalaninya nanti adalah adiknya dan yang berhak memberi restu adalah ayah dan bundanya.


Noah hanya akan mendukung apa yang terbaik bagi adiknya itu.


"Apa itu berarti aku harus bertemu langsung dengan paman dan bibi?"


"Iya benar, sekaligus mintalah solusi yang terbaik. Karena pasti semua akan terhalang pendidikan Nara di luar negeri" jawab Noah.


Terlihat Rangga sedikit berfikir.


Ia bertanya kepada Noah apa saja yang harus ia persiapkan.


Orang tua Rangga memang sudah lama meninggal ia tinggal sendirian di apartemennya, sedangkan sanak saudara tinggal di kampung yang cukup jauh dari kota tersebut.


"Tidak perlu membawa apa pun, kamu cukup datang dengan membawa keyakinan. Dan tunjukkan kepada ayah serta bundaku jika kamu mempu membahagiakan anak gadisnya" nasihat Noah.


Noah tau selama ini Rangga sangat bekerja keras, ia rela lembur di kantor agar tabungannya segera terpenuhi.


Noah segera menghabiskan minumannya, kemudian pria itu segera beranjak dari duduknya.


"Ayo pulang" kata Noah seraya menepuk pundak Rangga, dan pria itu berjalan lebih dulu keluar dari cafe tersebut.


"I..iya" sahut Rangga kemudian berjalan mengikuti Noah.


***


"Ayah dimana bunda?" Tanya Noah yang baru saja sampai di kediamannya.


"Ada dikamar kamu, baru selesai memandikan Elena" jawab Elard.


Tidak lupa Noah mencium telapak tangan ayahnya, karena sudah sangat rindu Noah memutuskan untuk menemui mereka.


"Kalau begitu Noah ke kamar dulu ayah" kata Noah.

__ADS_1


"Iya nak" jawab Elard.


Elard tertawa sendiri melihat Noah yang kini sudah sangat berubah.


Anak laki lakinya kini telah menjadi seorang ayah, untung saja nasibnya tidak seperti Dirinya dulu.


Elard mengingat saat masa sulit itu terjadi, dimana pulang kerja ia hanya bisa melihat dan berkumpul dengan Nara.


Dan tidak bisa melihat wajah istri yang sangat ia cintai.


Elard bersyukur karena putranya mendapatkan kebahagiaan melebihi dirinya, setidaknya Noah tidak pernah merasakan kehilangan orang yang ia sayangi.


Noah sudah sampai di kamarnya, ia melihat Elena yang sudah cantik sehabis mandi serta ketiga wanita yang mengelilingi putri kecilnya itu.


"Kak Noah sudah pulang? Kenapa hanya berdiri disana?" Tanya Nara yang melihat kakaknya hanya berdiri di ambang pintu kamar itu.


Seketika membuat Yura dan Keyla langsung menatap ke arahnya.


"Kakak sedang melihat bidadari bidadari cantik tengah berkumpul" jawab Noah.


Noah berjalan menghampiri mereka, satu ciuman mendarat di kening Keyla.


Saat ingin mencium Elena, Noah mengurungkan niatnya itu.


"Kenapa sayang?" Tanya Keyla.


"Aku akan mendi terlebih dahulu kemudian menciumnya" jawab Noah.


Noah segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Ini sudah waktunya Keyla untuk menyusui putrinya itu.


Sehingga Yura dan Nara memutuskan untuk keluar dari kamar tersebut.


Setelah beberapa menit, akhirnya Noah sudah selesai dengan aktifitasnya.


Baru saja keluar dari kamar mandi Noah hanya melihat istrinya dan Elena.


"Kemana bunda dan Nara?" Tanya Noah.


Noah kembali menghampiri istrinya dan ia melihat putri kecilnya itu sudah tertidur, rasanya tidak tega jika Noah harus menciuminya saat ini mungkin bisa saja Elena akan terusik dan akhirnya bangun.


"Apa Elena seharian ini rewel?" Tanya Noah.


"Sedikit, untung saja ada bunda dan Nara yang membantuku" jawab Keyla.


"Syukurlah... Anak papa memang pintar sekali" ucap Noah yang gemas.


Perlahan Noah mencium pipi Elena, karena ia sudah tidak tahan melihat pipi merah putri kecilnya itu.


Noah memutuskan untuk merebahkan tubuhnya di samping Keyla yang sedang menyusui.


"Sayang apakah kamu lelah?" Tanya Keyla.


"Tadi aku sangat lelah di kantor By, namun setelah melihatmu dan Elena seketika rasa lelahku hilang. Seharian ini aku merindukan kalian" jawab Noah.


Keyla mengusap lembut kepala Noah dan sedikit memijit agar sang suami merasa lebih rileks.


Keyla tau jika sebenarnya suaminya itu sangat lelah.


Dan benar saja, tidak butuh waktu lama pria itu langsung tertidur.


Terdengar seseorang mengetuk pintu kamar tersebut.


Keyla segera meletakkan Elena yang sudah tertidur di samping Noah.


Kemudian Keyla berjalan membuka pintu kamar itu.


"Nara, ada apa?" Tanya Keyla.


"Key di bawah ada yang ingin bertemu denganmu" jawab Nara.

__ADS_1


Tumben sekali ada tamu yang datang untuk mencari dirinya, Keyla kembali menutup pintu kamarnya, dan ia segera menemui siapa yang sedang mencarinya.


"Dia ada diruang tamu bersama bunda" jawab Nara yang berjalan di samping Keyla.


Saat sudah sampai, Keyla mencoba memperhatikan dua orang yang sedang berbincang dengan bundanya itu.


"Kak Joy, May... Maylan" ucap Keyla terkejut, ternyata Joy dan Maylan yang datang berkunjung ke rumahnya.


"Keyla" balas Maylan yang beranjak dari duduknya.


"Kalau begitu bunda dan Nara masuk dulu ya nak" kata Yura kepada Keyla.


Karena sepertinya akan ada obrolan penting di antara mereka.


Yura sudah tau siapa Maylan, hanya saja ia pura pura tidak mengenalnya agar gadis itu lebih nyaman saat mengobrol dengannya.


"Key, aku... Aku kesini ingin meminta maaf kepadmu" kata Maylan.


Joy sengaja datang bersama Maylan, karena Joy sudah mengetahui semuanya.


Maylan sudah menceritakan semua itu kepada Joy, awalnya pria itu merasa marah dan kecewa kepada Maylan.


Namun setelah Maylan meminta maaf dan menyesal akhirnya Joy pun memaafkan gadis itu, Joy bersedia mengantar Maylan untuk pergi kerumah Keyla.


"Kamu kenapa baru menemuiku?" Tanya Keyla.


"Aku malu Key, aku bersembunyi karena aku malu kepadamu. Aku bukan sahabat yang baik, maka dari itu aku datang kesini untuk meminta maaf. Dan jika kamu ingin mengakhiri pertemanan kita aku akan menerimanya" ucap Maylan penuh penyesalan.


Keyla segera menghampiri Maylan dan langsung memeluknya.


Keyla sudah memaafkan gadis itu, ia tau jika Maylan melakukan semua ini karena rasa cintanya kepada Joy dan sudah terpengaruh oleh Dona.


"Aku sudah memaafkanmu" kata Keyla yang masih setia memeluk tubuh Maylan.


"Benarkah?" Tanya Maylan dan Keyla mengangguk.


Mereka pun saling berpelukan, Yura dan Nara yang melihat dari kejauhan pun juga ikut terharu.


Seseorang mungkin pernah melakukan kesalahan, namun jika ia sudah menyesalinya dan mencoba untuk berubah maka kita berhak untuk memaafkannya.


Joy pun ikut senang karena sepasang sahabat yang sedang berdiri di dapannya sudah saling berbaikan.


Kini tersisalah hati Joy yang harus benar benar bisa melepaskan dan merelakan wanita yang ia cintai bahagia dengan keluarga kecilnya.


Mungkin sulit untuk Joy menghapus nama Keyla di hatinya, namun ia tetap akan berusaha sekuat mungkin untuk tidak merusak kebahagian wanita yang ia cintai.


***


Malam ini tepat pukul 19.00 keluarga Elard baru saja selesai makan malam bersama.


kini mereka sedang berkumpul di ruang keluarga.


Kehadiran Elena membuat suasana rumah itu semakin ramai, tangisannya yang menggema membuat mereka semua merasa terhibur.


Sudah lama sekali rumah itu tidak merasakan keramaian di rumahnya.


Anak, menantu serta cucunya kini berkumpul menjadi satu.


Namun di saat mereka sedang asik berkumpul tersengar sebuah mobil yang berhenti di pelataran rumah tersebut.


Nita membuka pintu rumah itu san mempersilahkannya untuk masuk.


"Tuan Rangga, silahkan masuk Tuan Noah dan keluarga sedang berkumpul" kata Nita.


"Iya bi terima kasih" jawab Rangga kemudian ia segera menuju ruang keluarga.


Rangga sangat gugup bahkan jari jari tangannya terasa dingin seperti es.


Rangga menarik nafasnya panjang kemudian menghembuskannya.


"Selamat malam..." ucap Rangga.

__ADS_1


_____


happy reading🥰🥰🥰


__ADS_2