
"nunkkochi tteoreojyeoyo
tto jogeumsshik meoreojyeoyo
bogo shipda (bogo shipda)
bogo shipda (bogo shipda)
eolmana gidaryeoya
tto myeot bameul deo saewoya
neol boge doelkka (neol boge doelkka)
mannage doelkka (mannage doelkka)"
Nara terus benyanyi di depan cermin sambil menyisir rambutnya.
"Ehem!!! Apakah kamu sangat menyukai KPop sampai setiap hari menyanyikan lagu lagunya? Bahkan kakak sendiri tidak tau apa artinya?" Tanya Noah.
Pagi ini Noah bersiap ingin pergi ke kantor namun ia mendengar sang adik yang terus berdendang menyanyikan lagu dari negeri gingseng tersebut.
"Iya kak, aku juga ingin mempunya suami yang parasnya seperti oppa oppa korea" jawab Nara sambil tertawa.
"Hmm maksudmu seperti Rangga?" Tanya Noah lagi.
"Kakak.... Kenapa harus Rangga" sahut Nara kemudian mengalihkan pandangannya dari sang kakak.
Noah pun mendekati Nara dan ia berdiri tepat di belakang Nara.
Noah berdiri di belakang adiknya yang sedang duduk di depan meja riasnya. kemudian Noah sedikit membungkukkan tubuhnya.
"Bukankah Rangga mirip dengan oppa oppa yang kamu bayangkan itu" bisik Noah di telinga Nara.
"Ihh kakak..!! Bisakah tidak menggodaku di pagi hari seperti ini" kesal Nara.
Sedangkan pipinya sudah merah merona akibat godaan sang kakak.
"Hahahahaa kamu lucu sekali jika sedang malu" sahut Noah.
"Kakak...!!!"
"Iya iya maaf, tapi pagi pagi sekali kamu sudah bersiap mau pergi kemana?" Tanya Noah.
"Aku akan menemani Keyla ke kampusnya kak, bukankah hari ini Keyla sudah kuliah lagi. Jadi aku ingin menemaninya selama kakak bekerja" jawab Nara.
"Ingin menemani Key atau ingin bertemu Rangga di kampus??" Ejek Noah lagi.
"Kakak...!! Kalau begitu aku tidak akan menemani Keyla. Huh" Nara benar benar kesal kepada kakaknya yang terus saja menggodanya.
padahal selain mengantar Keyla itu juga bisa menjadi kesempatan Nara bertemu dengan Rangga.
"Baiklah kakak tidak akan menggodamu lagi, sekarang cepatlah bersiap" ucap Noah.
Noah kembali keluar dari kamar Nara, dan ia sudah melihat sang istri yang sedang duduk di ruang tamu.
"Baby kamu sudah siap?" Tanya Noah.
"Sudah Noah... Ehh maksudku sayang" jawab Keyla sedikit gugup.
Sebuah mobil berhenti tepat di halaman rumah Noah.
Dan itu adalah Rangga, sengaja pagi pagi sekali pria itu datang ke rumah Noah.
__ADS_1
Karena Noah ingin meminjam mobilnya.
"Selamat pagi Noah, Keyla" sapa Rangga yang baru saja masuk ke dalam rumah Noah.
"Pagi Rangga" jawab Noah dan Keyla bersamaan.
"Sesuai dengan pesanku tadi malam, kamu akan memakai motorku. Dan sementara aku meminjam mobilmu" kata Noah.
"Pakai saja Noah, tetapi kenapa kamu tidak memakai mobil yang ada di rumah orang tuamu?? Bukankah banyak mobil disana?" Tanya Rangga.
"Aku tidak ingin merepotkan mereka, cukup kamu saja yang aku repotkan!" Jawab Noah seenaknya.
"Astaga...! Tega sekali kamu" sahut Rangga.
Beberapa menit kemudian terlihat Nara menuruni tangga.
Noah menatap ke arah Nara, ia sampai tidak bisa mengalihkan pandangannya dari gadis itu.
Seperti biasa Nara akan terlihat cantik dan manis di mata Rangga.
"Ehemm...! Hati hati bola matamu lepas" celetuk Noah membuat Rangga membuyarkan lamunannya.
"Ayo berangkat" ucap Nara.
"Memangnya kamu mau kemana?" Tanya Rangga.
"Aku akan menemani Key ke kampus, aku bisa menunggunya di perpustakaan sambil membaca buku" jawab Keyla.
"Ohh begitu..." Rangga hanya mengangguk.
"Mana kunci mobilmu!!" Noah meminta kunci mobil Rangga, dan Rangga pun memberikan kunci tersebut kepada Noah.
Mereka segera keluar dari rumah tersebut, tidak lupa Noah mengunci kembali pintu rumahnya.
"Bagaimana jika Nara ikut bersamaku naik motor" tawar Rangga.
"Sekali saja Noah, naik mobil saja boleh kenapa naik motor tidak??" Tanya Rangga.
"Mobil dan motor jelas berbeda, jika naik motor bisa saja kamu ngebut dan membuat adikku harus memelukmu!"
"Aku tau rencana modus mu" celetuk Noah.
"Iya iya baiklah kamu selalu benar" sahut Rangga kesal.
** Andai dia bukan Noah, sudah aku cabik cabik itu mulutnya. Suka jujur kalo bicara hufhh** batin Rangga
Nara hanya tersenyum melihat wajah Rangga yang cemberut seperti kanebo kering.
Akhirnya Rangga hanya sendirian mengemudikan motor Noah.
Sedangkan Nara dan Keyla satu mobil dengan Dirinya.
Tidak butuh waktu lama mereka sudah sampai di kampus tersebut.
Nara segera turun dari mobil dan menghampiri Rangga yang baru saja memarkirkan motor sport milik kakaknya.
"Baby... Kamu jaga diri baik baik ya, jika butuh sesuatu minta saja kepada Nara. Dia akan membantumu" kata Noah.
"Iya sayang kamu jangan khawatir" jawab Keyla.
Noah mencium kening Keyla, kemudian turun di bibir ranum istrinya yang berwarna merah muda itu dan menciumnya sebentar.
"Anak ayah baik baik ya... Jangan nakal" ucap Noah mengusap perut istrinya yang masih rata.
Keyla hanya mengusap lembut kepala Noah, dia bahagia melihat suaminya yang juga ikut bahagia dengan kehamilannya.
__ADS_1
"Aku turun ya" ucap Keyla.
"Iya baby nanti aku akan menjemputmu" setelah mencium punggung tangan sang suami akhirnya Keyla pun turun dari mobil tersebut, dan Noah langsung melajukan mobilnya menuju kantor.
Keyla berjalan menuju parkiran menghampiri Nara dan Rangga.
"Nara aku masuk kelas dulu ya" kata Keyla.
"Oke Key. Kalau begitu aku akan pergi ke perpus... Rangga bisa kamu mengantarku?" Tanya Nara.
"Tentu"
Keyla pun berlalu pergi menuju kelasnya, sedangkan Nara pergi ke perpustakaan dan di antar oleh Rangga.
"Rangga aku ingin tau gadis yang sudah berbuat jahat kepada Key" kata Nara.
"Mereka sudah di skorsing Nara, jadi mereka berdua tidak ada disini" jawab Rangga.
Mereka berdua masih berjalan di koridor kampus tersebut dan hendak menuju perpustakaan.
"Sayang sekali, padahal aku ingin sekali bertemu dengan mereka dan membalas tuduhan itu" ucap Nara.
"Benarkah?"
"Hmm" dan Nara mengangguk.
Benarkah gadis seperti Nara bisa marah dan terlihat galak?? Rangga sendiri tidak bisa membayangkan jika gadis selembut Nara bisa marah terhadap orang lain.
"Ini perpusnya, setelah jam istirahat aku akan menemanimu disini" kata Rangga.
"Oke Rangga thank you" Nara pun masuk ke dalam perpustakaan tersebut.
Perpus itu sangat besar dan lengkap, sepertinya Nara akan sangat betah berlama lama di dalam perpustakaan itu.
***
Keyla sedang sibuk mengerjakan tugas tugasnya, tiba tiba ia teringat sahabatnya yaitu Maylan.
Biasanya Maylan akan duduk di sampingnya dan mereka akan bercerita serta bercanda bersama.
Keyla merasa ada yang kurang saat berada di kelasnya.
Berkali kali Keyla menghubungi Maylan, namun ia sama sekali tidak menjawab bahkan membalas pesannya.
"Gina..." Keyla memanggil temannya yang duduk di belakangnya.
"Iya Key" sahut Gina.
"Kamu tahu tidak, kenapa Maylan tidak ada masuk kuliah sama sekali?" Tanya Keyla.
"Tidak tau Key, aku dengar Maylan ada masalah dikampus. Semua mahasiswa tidak ada yang tau masalahnya apa. Bahkan Rektor sendiri menutupi masalahnya" jawab Gina jujur.
"Gina aku boleh minta tolong?"
"Iya Key, katakan saja apa"
"Bisakah kamu hubungi Maylan, sekedar basa basi tanyakan bagaimana kabarnya" kata Keyla.
"Iya Key, nanti aku akan coba menghubungi Maylan... Tapi sebelumnya selamat ya atas acara resepsi kemarin lusa. Maaf aku tidak bisa datang" kata Gina.
"Terima kasih Gin, tidak masalah kamu pasti sedang sibuk" jawab Keyla.
Setelah mengakhiri obrolannya dengan Gina Keyla pun kembali fokus dengan tugasnya yang sudah menumpuk.
__ADS_1
_____
happy reading🥰🥰