
Sore ini mereka tidak langsung pulang kerumahnya, karena Keyla sebelumnya sudah mengatakan jika ingin pergi ke panti.
Mereka pun telah sampai di panti tersebut, Noah menghentikan mobilnya di pekarangan panti itu.
Sebelum ke panti mereka berdua pergi ke sebuah toko perlengkapan sekolah. Untuk membelikan kebutuhan sekolah adik adik Keyla.
Anak anak disana yang sedang bermain, langsung melihat ke arah sebuah mobil mewah yang baru saja tiba.
"Yeeyy kak Key datang!!!" Sorak bahagia mereka semua setelah melihat Keyla lah yang datang.
Keyla turun dari mobil bersama Noah, dan anak anak itu langsung berlari menuju Keyla.
Mereka semua berhambur memeluk tubuh Keyla.
"Haii adik adik kakak, kalian baik baik saja bukan?" Tanya Keyla.
"Iya kak kami semua baik, kak Key lama tidak datang kesini aku rindu" ucap Bintang.
"Kakak juga rindu, kak Key punya hadiah buat kalian sekarang masuk dulu yuk" kata Keyla.
Mereka semua masuk ke dalam panti termasuk Noah.
Ibu Rahma menyambut mereka dengan senang hati.
"Bagaimana pernikahan kalian?" Tanya ibu Rahma.
"Pernikahan kami baik bu" jawab Noah dan Keyla hanya tersenyum.
Mereka berbincang bersama, tidak lupa Keyla memberikan bingkisan kepada adik adiknya. Dan mereka semua senang karena mendapatkan perlengkapan sekolah yang baru.
***
Tepat pukul 18.00 hujan yang sangat lebat turun membasahi kota itu.
Dan membuat keduanya tertahan di panti.
"Rangga bilang jalan menuju rumah kita macet karena banjir" ucap Noah.
"Astaga benarkah? Lalu bagaimana?" Tanya Keyla.
"Kenapa kalian bingung, bermalam lah disini mungkin besok pagi hujannya sudah reda" kata ibu Rahma memberikan solusi.
Karena jika mereka memaksa untuk pulang maka mereka akan terjebak macet dan banjir.
Akhirnya Keyla setuju untuk tinggal di panti bersama Noah, begitupun dengan pria itu.
Keyla menuju kamarnya bersama Noah.
"Maaf kamarnya tidak semewah kamar kita" ucap Keyla.
"Tidak masalah, tapi yang menjadi masalah kenapa tempat tidurnya sangat kecil? Apakah muat untuk kita berdua?" Tanya Noah.
Pria itu melihat jika tempat tidur Keyla berukuran kecil, jika di paksakan untuk tidur berdua di sana maka mereka akan berdempetan.
"Muat, tapi..." Keyla menghentikan ucapannya.
"Tapi apa?" Tanya Noah.
"Tapi kita tidurnya harus saling berpelukan" bisik Keyla sambil menahan tawa.
__ADS_1
Cletak!!!
Noah menyentil kening Keyla dengan jarinya.
"Aww sakit!" Kata Keyla sambil mengelus dahinya.
"Sejak kapan kamu jadi suka menggodaku huh??" Tanya Noah.
"Aku hanya menjawab pertanyaanmu, tapi itu benar hehehe" Keyla masih senantiasa menggoda suaminya.
Noah hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengarkan godaan dari Keyla.
"Tunjukkan aku dimana kamar mandinya" ucap Noah.
Karena dikamar Keyla tidak ada kamar mandinya, maka Keyla mengantar suaminya itu menuju kamar mandi yang ada di dekat dapur.
Kemudian Keyla kembali ke kamarnya untuk merapikan kamar tersebut.
"Tapi memang tempat tidurnya kecil, apa bisa di gunakan berdua" gumam Keyla.
Setelah merapikan semuanya Keyla membantu ibu Rahma untuk menyiapkan makam malam.
Beberapa menit kemudian Noah sudah selesai dengan aktivitasnya di dalam kamar mandi.
Setelah ia keluar dari kamar mandi Noah melihat istrinya sedang memasak di dapur bersama dengan Ibu Rahma.
"Ehem!! Ada yang bisa aku bantu?" Tanya Noah mengejutkan mereka berdua.
"Tidak perlu nak, kamu duduk saja dan tunggu masakannya sampai siap" jawab ibu Rahma.
"Tidak apa apa bu, katakan saja apa yang bisa aku lakukan" ucap Noah.
Kemudian Keyla berniat untuk berbuat usil kepada suaminya itu.
"Kalau begitu kamu bisa membantuku memotong bawang ini" kata Keyla tersenyum licik.
"Oke!" Noah mengambil semangkuk bawang merah itu.
"Jangan nak, nanti matamu perih" kata ibu Rahma.
"Ibu biarkan saja, dia pria yang hebat" ledek Keyla.
Noah sadar jika istrinya itu sengaja melakukannya.
Namun itu bukan perkara yang sulit bagi Noah.
Noah mengambil posisi dan ia langsung memotong bawang merah tersebut dengan cepat.
Tak..tak..tak..tak..tak...
Terdengar suara pisau yang bergerak begitu cepat.
Noah tidak perlu melihat bawang bawang itu, tangannya seperti sudah terlatih memotong bawang tersebut.
Keyla sampai terbelalak menyaksikan suaminya layaknya chef handal.
"Ibu dia memotong bawang dengan cepat" sahut Keyla.
"Iya Key kamu benar, ternyata suamimu sangat hebat" puji ibu Rahma.
__ADS_1
Niat hati Keyla ingin memberi pelajaran kepada suaminya yang selama ini selalu usil terhadapnya namun rupanya usahanya gagal Noah sama sekali tidak merasakan pedih dikedua matanya.
"Sudah, ada lagi yang perlu aku lakukan?" Tanya Noah sambil menyerahkan bawang yang sudah ia potong. Keyla hanya menggelengkan kepalanya.
Keyla tidak menyangka jika suaminya itu mampu memotong semangkuk bawang dalam hitungan menit saja, mungkin jika dirinya yang melakukan itu pasti sudah menangis tanpa henti.
"Istriku jangan sungkan, katakan apa lagi yang bisa ku bantu" kini giliran Noah yang menggoda gadis itu dengan memanggilnya istri.
Keyla sangat malu saat Noah memanggilnya dengan sebutan istriku, karena disana bukan hanya ada mereka berdua tetapi juga ada Ibu Rahma yang memperhatikan mereka.
"Tidak! Aku bisa melanjutkan dengan ibu sekarang pergilah ke kamar untuk beristirahat" ucap Keyla gelagapan.
Noah memberikan senyuman manisnya, karena ia berhasil mengagalkan usaha sang istri.
Akhirnya Noah memutuskan untuk kembali ke kamar dan beristirahat sedangkan Keyla dan Ibu Rahma melanjutkan memasak.
"Noah lucu juga ya" kata ibu Rahma.
"Lucu dari mana bu? Dia pria menyebalkan yang pernah aku dapatkan" kata Keyla sambil memanyunkan bibirnya.
"Key, apa kalian sudah melakukan malam pertama?" Tanya ibu Rahma penasaran.
"Sudah" jawab Keyla yang masih fokus memasak.
"Benarkah? Ceritakan bagaimana awalnya" ibu Rahma semakin penasaran.
"Malam pertama, aku tidur di sofa dan dia tidur di ranjang" jawab Keyla jujur.
"Astaga itu bukan malam pertama nak" sahut ibu Rahma.
"Lagi pula untuk apa ibu menanyakan hal itu" kesal Keyla yang malu.
Bagaimana bisa ia melakukan malam pertama jika suaminya saja menciumnya secara sembunyi-sembunyi.
***
Makan malam sudah siap semuanya sudah tertata rapi di atas meja.
Anak-anak di Panti tersebut juga sudah berada di meja makan, mereka hanya menunggu Noah keluar dari kamarnya.
Ibu Rahma meminta Keyla untuk memanggil Noah.
"Noah mari kita makan" ajak Keyla.
Tanpa menjawab Noah langsung beranjak dari tempat tidur dan ia segera berjalan menuju meja makan sedangkan Keyla mengikuti suaminya dari belakang.
Noah terkejut saat melihat anak-anak Panti sudah duduk rapi di sana.
Meja makan itu berukuran sangat panjang sehingga mereka makan malam bersama dengan anak-anak Panti tersebut. ini adalah momen pertama Noah merasakan makan malam bersama mereka.
"Apa setiap malam seperti ini bu?" Tanya Noah kepada ibu Rahma.
"Iya nak, setiap malam kita berkumpul untuk makan malam bersama. Sarapan juga bersama" jawab ibu Rahma.
Di Panti tersebut bukan hanya ada ibu Rahmah tapi juga terdapat beberapa pengurus yang membantu tugas Ibu Rahma.
Namun para pengurus itu tidak tinggal di sana, sehabis makan malam mereka akan pulang ke rumahnya masing masing.
Makan malam pun dimulai sama sekali tidak ada obrolan diantara mereka Semua, terlihat anak-anak itu menikmati makan malamnya hanya terdengar dentingan garpu dan sendok di atas piring.
__ADS_1
_____
happy readingš„°