Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
Pergi Ke Apartemen


__ADS_3

Dua hari kemudian...


Nara sudah keluar dari rumah sakit dia sudah kembali di rumahnya begitu pula dengan Elard yang menjalankan rutinitasnya di kantor.


Kini Sifa akan lebih berhati-hati menjaga Nara ia tidak ingin kejadian beberapa hari yang lalu terulang kembali.


Di kantor Elard sedang sibuk mengerjakan beberapa laporan tentang perkembangan perusahaannya, di sela-sela kesibukannya tiba-tiba Leo masuk ke dalam ruangan Elard.


" Permisi tuan" sapa Leo yang baru saja masuk ke dalam ruangan Elard. karena Elard yang masih sibuk dengan laporannya hanya membalas dengan anggukan.


" Tuan bisakah kita bicara sebentar? tanya Leo.


" Ada apa bicaralah" sahut Elard.


" Ini mengenai Nona Yura tuan" Leo memulai pembicaraannya.


Yura? mendengar nama itu membuat Elard langsung menatap kepada asistennya itu. kenapa tiba-tiba asistennya itu membahas tentang Yura.


Elard memperhatikan wajah Leo yang sepertinya akan ada pembahasan yang serius.


Akhirnya Elard menutup laptopnya dan menyingkirkan beberapa pekerjaan yang ada di hadapannya.


Elard pun mempersilahkan Leo untuk duduk didepannya.


" Duduklah dan katakan ada apa." perintah Elard. Leo pun menurut Ia duduk di kursi yang berada di depan Elard.


" Tuan maafkan saya yang sudah lancang membicarakan mengenai Nona Yura"


" iya katakanlah Kenapa tiba-tiba kamu membahas tentang Yura?" tanya Elard.


" Apa tuhan tidak pernah berpikir jika Nona Yura berada di kota ini maksudku mungkin saja nona....." ucapan Leo terhenti.


" Katakan dengan jelas Leo mengapa sekarang kamu menjadi gugup begini" seru Elard.


Nampak Leo menarik nafasnya panjang. pasalnya 5 tahun yang lalu setelah Leo dan Elard gagal menemukan keberadaan Yura, Elard pun merasa putus asa dan tidak lagi ada pembicaraan mengenai Yura di antara mereka. karena setiap kali namanya disebut maka Elard akan merasa sedih.


" Tuan kemarin di depan restoran saya seperti melihat nona Yura dengan seorang pria saya memperhatikan dari jauh, tapi entah saya salah melihat atau itu benar-benar nona. karena saat saya ingin mendekatinya tiba-tiba nona Yura dengan pria itu langsung masuk ke dalam mobil" jelas Leo.


" Apa!!" Elard terkejut setelah mendengarkan penjelasan Leo ia menggebrak meja kejanya. membuat minuman miliknya tumpah.


" Kenapa kamu baru mengatakannya?? apa mobilmu sudah kamu jual sehingga tidak bisa mengikutinya!!" bentak Elard.


Salah.. lagi lagi Leo disini salah, ia sama sekali tidak berpikir untuk mengikuti wanita itu.


" Maafkan saya tuan, karena saya merasa ragu" ucap Leo.


" Huhhh!!" Elard mendengus kesal.


tapi dengan cepat Elard menghentikan kemarahannya karena ia tahu tidak sepenuhnya ini salah Leo.


Elard kembali terduduk ia memegangi pelipisnya, seketika cerita Leo membuatnya sangat kepikiran.


" Karena kamu sudah menceritakan semuanya kepadaku, jadi sekarang aku ingin kamu mencari tau semua kebenarannya mengenai wanita yang kamu temui. tinggalkan semua pekerjaanmu di kantor!!" titah Elard.


" Tapi tuan bagaimana mungkin saya meninggalkan tugas saya dikantor" kata Leo.

__ADS_1


" Biar Fira yang mengurus semua!" jelas Elard.


" Baik tuan kalau begitu saya permisi" ucap Leo. Elard tidak menjawab ia hanya menggerakkan jari telunjuknya tanda bahwa Leo bisa segera pergi.


" Benarkan Yura berada di kota ini? lalu kenapa aku tidak pernah bisa menemukannya" kesal Elard.


Ia membuang semua laporan yang ada di meja kerjanya. bertahun tahun Elard berusaha menutupi kerinduannya kepada sang istri yang sangat di cintainya.


Elard menyibukkan dirinya dengan pekerjaan pekerjaan di kantor, dan sesampainya dirumah ia akan merasa terhibur jika bertemu dengan putrinya.


Elard pun selalu memutuskan untuk menghabiskan waktunya di rumah bersama putrinya Dengan begitulah ia merasa terhibur dan sedikit melupakan kerinduannya kepada Yura.


" Kenapa aku memikirkan Noah? aku ingin menemui anak itu lagi" ucap Elard.


setelah beberapa kali bertemu dengan Noah pria itu selalu merasa rindu jika tidak bertemu dengannya lagi.


Akhirnya Elard memutuskan untuk pergi ke taman dimana pertama kali ia bertemu dengan Noah, pria itu berharap akan bertemu dengan anak laki-laki itu di sana.


" Semoga aku bertemu dengannya lagi" kata Elard.


Elard segera keluar dari kantornya ia menitipkan seluruh pekerjaannya kepada Fira dan beberapa karyawan di sana, ia segera naik ke dalam mobilnya dan melaju menuju ke taman tersebut.


Tidak butuh waktu yang lama akhirnya Elard telah sampai di taman itu.


Taman yang berada di pusat kota tepatnya di dekat rumah sakit dan terlihat sangat indah dengan banyaknya permainan di sana.


Elard mengedarkan pandangannya ke setiap sudut taman itu namun rupanya ia tidak melihat sosok Noah di sana.


" Apa dia tidak datang kemari?" tanya Elard kepada dirinya sendiri.


Setelah lama berpikir akhirnya nya Elard mengingat sesuatu.


" Apa aku pergi ke apartemennya? iya lebih baik aku kesana, aku akan membawanya untuk bertemu Nara" ucap Elard dengan semangat.


Pria itu nampak tersenyum bahagia, ia segera menyalakan mesin mobilnya dan menuju ke Apartemen Noah.


Sepanjang perjalanan Elard bersenandung, sebelumnya ia tidak pernah sebahagia ini.


***


" Yura apa kamu tidak apa apa sendirian disini?" tanya Axel.


" Jangan khawatir Xel, aku tidak ada jadwal diluar. pergilah" jawab Yura.


Tepat hari ini Ibu Axel kembali dari Amerika ia ingin membawa Putra serta calon menantunya untuk pergi berlibur di Indonesia. sekaligus melakukan foto prewedding sebelum mereka benar-benar akan menikah.


" Yura jaga dirimu baik baik ya aku akan pergi beberapa hari saja" ucap Jeny kemudian ia memeluk tubuh Yura.


" Tidak perlu khawatir, kamu fokuslah mengurus liburan dan persiapan pernikahan mu lagipula tante Clara jauh-jauh datang kemari untuk menyiapkan semua ini" jelas Yura.


Yura merasa kasihan kepada Jenny karena selama ini ia tidak pernah menghabiskan waktunya dengan Axel. pria itu selalu sibuk dengan pekerjaannya sampai-sampai melupakan wanita yang kini menjadi tunangannya itu.


Maka dari itu sekarang adalah kesempatan jeny dan Axel untuk menghabiskan waktunya berlibur serta melakukan sesi pemotretan.


awalnya Axel menolak tawaran ibunya.

__ADS_1


Ia sama sekali tidak ingin pergi kemanapun karena memikirkan tentang Yura dan putranya.


Namun setelah Yura memberikan pengertian akhirnya pria itu mau pergi bersama jeny dan ibunya.


" Baiklah kita berangkat ya" ucap Axel dan Jeny.


" Bye bye daddy, aku pasti merindukanmu" kata Noah yang bergelayut di kaki Axel.


" Pintar sekali kemu merayu ya, ingat jaga bunda dan jangan merepotkannya. daddy pasti akan segera kembali. oke" jelas Axel.


Pria itu menggendong tubuh Noah dan menciuminya.


Mereka semua berjalan menuju pintu.


Axel menurunkan Noah.


" Sampai jumpa Yura" ucap Jeny.


Setelah kepergian mereka Yura membawa putranya kembali masuk ke dalam apartemennya.


" Anak bunda kenapa cemberut?" tanya Yura saat melihat raut wajah putranya.


Yura terduduk di lantai agar bisa menatap wajah putranya secara langsung.


" Noah kesepian bunda, daddy dan aunty pergi, bunda bekerja, lalu Noah dengan siapa?" jawab Noah.


" Bunda akan bekerja disini sayang, jadi Noah tidak perlu khawatir ya" ucap Yura.


memang Yura sudah memutuskan untuk mengerjakan seluruh pekerjaannya di apartemennya karena ia tidak ingin meninggalkan putranya sendirian disana.


Setelah percakapan dengan Noah berakhir, Yura membawa putranya untuk masuk ke dalam kamar.


namun tiba-tiba Bel apartemennya berbunyi membuat Yura menghentikan langkahnya.


" Mereka kembali lagi? apa ada yang tertinggal" guman Yura yang hendak berjalan menghampiri pintu.


" Bunda. biar Noah yang membukanya" ucap Noah.


" Baiklah sayang, bunda masuk dulu kekamar ya" ucap Yura kemudian masuk ke dalam kamarnya, sedangkan Noah berjalan untuk membuka pintu.


Noah pun membuka pintu itu, dan terkejut melihat siapa yang sedang berdiri dihadapannya, bukan Axel melainkan Elard.


" Uncle" kata Noah terkejut.


" Hai boy.. masih ingat dengan paman?" tanya Elard.


" Tentu, ayah Nara kan" jawab Noah


" Iya nak, ini paman ayahnya Nara. apa kamu sedang sibuk?" tanya Elard lagi dan Noah menggelengkan kepalanya.


" Kalau begitu maukah kamu ikut dengan paman untuk bertemu Nara?" lagi lagi Noah menggelengkan kepalanya.


*****


happy reading🥰 maaf jika masih ada typo,🙏

__ADS_1


semoga kalian semua menikmati kelanjutan cerita " wanita malam milik ceo" dan terima kasih untuk dukungannya🙏🥰


__ADS_2