
Hari demi hari mereka lalui seperti biasanya, kini Rangga pun menyalurkan rasa Rindunya dengan melakukan panggilan video dengan Nara keduanya tidak lagi sungkan saat harus mengungkapkan rasa Rindunya tersebut.
Semua sudah lebih baik dari sebelumnya.
Namun suasana di Panti Asuhan tepatnya di mana Keyla dibesarkan tidak seperti biasanya.
tiba-tiba datang Sebuah mobil mewah, mobil itu terparkir cantik di pelataran Panti tersebut.
ibu Rahma yang sedang sibuk menjemur pakaian akhirnya menghentikan kegiatannya.
Ibu Rahma melihat sepasang suami istri berusia sekitar 45 tahun dan pria paruh baya dengan tongkat di tangannya Karena penasaran Ibu Rahma pun menghampiri ketiga orang tersebut.
"Maaf, tuan dan nyonya ini siapa?" Tanya ibu Rahma.
"Saya Vivian, ini suami saya namanya Tomi" kata wanita itu. Sebelumnya ibu Rahma tidak pernah bertemu dengan orang orang itu.
"Lalu ini adalah kakek Sultan, beliau adalah ayah kandung saya" sambung Vivian.
"Si...silahkan masuk, kita bicara di dalam saja" ajak ibu Rahma.
Ibu Rahma mempersilakan mereka untuk masuk ke dalam panti tersebut dan membawanya duduk di ruang tamu.
Ibu Rahma memperhatikan mereka, dan sepertinya mereka adalah orang yang berada.
"Ada perlu apa nyonya dan tuan datang kemari?" Tanya Ibu Rahma.
"Begini bu, saya ingin menanyakan sesuatu kepada anda. Tapi apa benar anda pemilik panti ini?" Tanya Vivian.
"Saya kepala panti disini, dan yayasan ini bukan milik saya" jawab ibu Rahma.
"Baiklah... Jadi begini bu, kedatangan saya kesini ingin menanyakan apakah sekitar 18 tahun yang lalu ada bayi wanita yang di letakkan di depan panti ini?" Tanya Vivian.
Deg..!!!
Seketika ibu Rahma langsung teringat akan anaknya yaitu Keyla, dimana 18 tahun yang lalu ibu Rahma menemukan Keyla di depan panti tersebut.
Ibu Rahma terdiam cukup lama, ia tidak mengerti bagaimana menanggapi pertanyaan dari Vivian.
"Bu, apa anda mendengarkan saya" kata Vivian.
"I..iya nyonya, memangnya kenapa dengan bayi 18tahun yang lalu?" Tanya ibu Rahma.
"Jadi begini, 18 tahun yang lalu Vivian meninggalkan putri ke duanya di depan panti ini. Dan anak tersebut adalah hasil dari perselingkuhannya dengan seorang pria yang kini telah tiada. Saya selaku ayah Vivian ingin bertemu dengan cucu saya, saya sangat merindukannya dan berniat bertemu dengannya" jelas Kakek Sultan.
Sekitar 18 tahun yang lalu terjadi pertengkaran hebat di keluarga Sultan, dimana Vivian di duga mengandung bersama dengan kekasih gelapnya.
Pada saat itu sang suami Tomi marah dan hampir saja menceraikan Vivian.
Namun Vivian berusaha untuk membujuk suaminya agar mau menerimanya.
Akhirnya Tomi mau memaafkan Vivian, tetapi dengan syarat jika ia telah melahirkan anak tersebut maka anak itu harus di buang jauh jauh.
Sultan menolak ide gila menantunya itu, karena bagaimanapun Vivian mengandung cucunya.
Namun tidak ada pilihan lain Vivian harus menuruti perkataan suaminya dari pada sang ayah.
Setelah melahirkan ia pun membuang bayinya itu di panti asuhan tersebut.
Ibu Rahma menitihkan air matanya saat ia mendengar cerita yang terlontar dari kakek Sultan.
__ADS_1
Bagaimana seorang ibu dengan teganya membuang anaknya sendiri.
"Saya sangat merindukan cucu saya, bisakah anda mempertemukan kami?" Tanya kakek Sultan.
"Maaf tetapi cucu yang anda maksud dia sudah hidup bahagia, dan nampaknya sudah tidak membutuhkan kalian lagi" jawab ibu Rahma dengan bibir yang bergetar.
"Saya mohon bu...! Saya sangat membutuhkan anak itu" kata Vivian, seketika Tomi langsung menghentikan kata kata istrinya itu.
"Maksudnya, saya sangat merindukan dia" sambung Vivian lagi.
"Dia tidak ada disini, anak yang kalian buang itu sudah hidup bahagia... Percuma jika kalian memaksa" tutur ibu Rahma.
Ibu rahma merasa jika kedatangan orang tua kandung Keyla pasti karena adanya sesuatu hal, bukan karena mereka benar benar merindukan Keyla.
"Bagaimana pun dia adalah anak saya, ijinkan kami bertemu dengannya" kata Vivian lagi.
"Maaf nyonya, dia tidak ada di sini dia tidak tinggal disini. Lebih baik nyonya dan tuan pergi dari sini" kata ibu Rahma.
"Sudahlah... Lebih baik kita pergi dari sini dulu" kata kakek Sultan. Karena ia merasa jika ibu Rahma merasa terganggu dengan kedatangan mereka.
"Baiklah kalau begitu kami akan pergi, tapi kami juga akan kembali lagi" kata Vivian.
Mereka pun segera meninggalkan panti tersebut, setelah kepergian Kakek Sultan dan keluarganya ibu Rahma merasa cemas.
"Jangan sampai Keyla tau masalah ini, lebih baik aku menghubungi Noah" kata ibu Rahma.
***
Pagi ini di kantor kebetulan Keyla tidak ada jam kuliah, sehingga Noah membawa gadis itu kerja bersamanya.
"Baby, menurutmu anak kita laki laki atau perempuan?" Tanya Noah.
"Aku tidak sabar menantikan kelahiran anak kita By" ucap Noah.
"Sabar sayang, ini saja belum genap satu bulan tapi kamu sudah tidak sabar" sahut Keyla yang menahan tawanya.
Tiba tiba ponsel Noah berdering, Noah melihat nama ibu Rahma tertera disana.
Noah melihat istrinya yang sedang sibuk membaca majalah.
Tumben sekali ibu Rahma menghubunginya biasanya ia akan langsung menghubungi Keyla.
"Iya Hallo"
"Assalamualaikum nak, ini ibu"
"Waalaikumsalam, iya bu ada apa? Tumben sekali menghubungi saya?" Tanya Noah.
"Maaf mengganggu nak, sekarang kamu dimana? Ibu ingin mengatakan hal penting kepadamu, dan jangan sampai Keyla tau"
"Baiklah bu, saat ini saya berada di kantor dan saya akan segera ke panti"
Setelah percakapan tersebut Noah pun mengakhiri panggilannya.
**Ada apa sampai ibu Rahma ingin berbicara kepadaku, sepertinya masalah ini sangat penting** pikir Noah bertanya tanya.
"Baby, aku ada urusan sebentar dan aku harus meninggalkanmu disini" kata Noah
"Baiklah, tapi kamu mau kemana Noah?" Tanya Keyla.
__ADS_1
"Ada urusan di tempat proyek By, aku tidak bisa membawamu karena cukup berbahaya jika kamu ikut. Tapi tenang saja jika kamu butuh sesuatu kamu bisa memintanya kepada Sisil, atau hubungi Rangga" jelas Noah berkilah.
Untung saja Rangga sudah mulai kerja bersamanya, sehingga Rangga bisa membantu pekerjaannya.
"Baiklah... Pergilah Noah dan hati hati" ucap Keyla.
Akhirnya Noah pun segera bersiap, lebih cepat sampai maka urusannya dengan ibu Rahma segera teratasi.
Tidak lupa Noah mencium kening Keyla kemudian ia pun berlalu pergi dari kantornya.
Tidak butuh waktu lama Noah pun telah sampai di panti tersebut.
Noah segera memasuki panti dan menemui ibu Rahma.
"Bu ada apa?" Tanya Noah.
"Duduklah dulu nak" ibu Rahma mempersilahkan Noah untuk duduk.
"Begini nak, tadi orang tua Keyla datang kemari. Mereka ingin bertemu dengan Keyla" kata ibu Rahma.
"Apa...! Kenapa bisa mereka datang kemari bu?" tanya Noah dengan raut wajah yang terkejut.
"Ibu juga tidak tau nak, selama ini ibu tidak pernah mendapat kabar dari orang tua kandung Key. Dan tiba tiba mereka datang kemari. Ibu merasa ada sesuatu yang aneh" jelas ibu Rahma lagi.
"Apa ibu tau dimana alamat mereka?" Tanya Noah lagi.
"Ibu tidak tau nak, tapi mereka mengatakan jika ingin datang lagi ke panti ini. Ibu semakin cemas jika mereka ada niatan buruk untuk bertemu Keyla"
"Ibu tidak perlu khawatir, jika mereka datang kemari segera hubungi saya. Dan untuk sementara tidak perlu memberitahukan ini semua kepada Keyla" kata Noah.
Noah ingin menyelidiki orang tua kandung Keyla yang sudah membuangnya di panti tersebut.
Tentu Noah tidak akan diam saja jika mereka berniat buruk kepada Keyla.
***
"Vivian kamu harus bisa membawa anak itu kembali, karena putri kita sedang membutuhkannya" kata Tomi.
Suara Tomi menggema di Rumah mewah tersebut, membuat kakek Sultan yang sedang beristirahat mulai terganggu.
"Iya mas, tetapi kita harus sabar bagaimana pun kita harus berusaha membujuknya" jawab Vivian.
Brak..!!!!
Tomi menggebrak meja yang ada di hadapannya, ia merasa marah karena tidak berhasil bertemu dengan Keyla.
"Kalian berdua jangan macam macam dengan cucuku! aku mengijinkan kalian mencarinya karena kalian harus meminta maaf bukan untuk memanfaatkannya" kata kakek Sultan yang tiba tiba hadir di antara perdebatan mereka.
"Ayah tapi putri kami sedang dalam bahaya ia membutuhkan bantuan segera" jawab Tomi.
"Cihh!!! dia putrimu dari istri pertamamu dan dia bukan cucuku. jangan korbankan cucuku" kata Kakek Sultan meperingatkan.
"Ayah jangan bicara seperti itu, bagaimanapun juga dia adalah putriku juga" kata Vivian.
"Vi...! kamu ini lucu sekali, anak kandungmu kamu buang dan anak suamimu kamu rawat. bagaimana pun dia darah dagingmu" sahut kakek Sultan dan ia pun langsung pergi meninggalkan anak serta menantunya itu.
_____
happy reading🥰🥰
__ADS_1