Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
SEASON 3 ~ 04


__ADS_3

Setelah kepergian Ayu, Rangga pun kembali berkumpul bersama mereka semua untuk melakukan makan malam bersama.


Sedangkan Ayu berjalan pulang menuju rumahnya dengan tangisan yang terus keluar dari matanya itu.


Ayu berfikir jika selama ini Rangga menyukainya karena di masa kecil pria itu yang selalu melindungi dan menjaga dirinya melebihi keluarganya sendiri, itulah yang membuat Ayu merasa nyaman dengan Rangga.


Saat Rangga memutuskan untuk tinggal di kota Ayu merasa sedih dan ia berharap agar Rangga segera kembali.


Dengan Setia Ayu menunggu kedatangan Rangga namun pada saat pria itu telah kembali Ayu harus menerima kenyataan pahit bahwa selama ini Rangga sama sekali tidak Mencintainya.


"Bodohnya aku!! 10 tahun lebih sangat mustahil mas Rangga tidak punya kekasih" gumam Ayu dengan suara bergetar.


***


Keesokan harinya Rangga akan membawa Nara pergi ke makam orang tuanya bersama dengan Keyla dan Noah.


Semalam keluarga besar Rangga sudah merestui hubungan mereka, mereka semua akan mempersiapkan keberangkatannya menuju kota untuk bertemu dengan orang tua Nara secara langsung dan membahas pernikahan mereka berdua.


Dan tepat di hari ini sudah saatnya Rangga harus meminta restu kepada ada orang tuanya yang sudah meninggal.


"Apa kita langsung pulang saja?" Tanya Noah.


"Iya Noah, setelah dari makam kita langsung pulang saja ke kota" jawab Rangga.


Sebenarnya mereka Berencana untuk tinggal beberapa hari lagi Namun karena pekerjaan Noah yang begitu padat sehingga pria itu harus segera kembali, tentu saja Rangga dan Nara harus ikut bersama untuk kembali.


Mereka semua segera bersiap-siap untuk mengemasi barang-barangnya.


"Mas Rangga sudah mau pulang?" Tanya pak Hasan.


"Iya pak, saya harus kembali sekarang juga karena banyak pekerjaan" jawab Rangga.


"Hati hati di jalan, main main kesini lagi" ucap bi Lastri.


"Iya bi, itu pasti... Ohh ya dimana Ayu?" Tanya Rangga.


"Ayu masih ada urusan, jadi tidak bisa kesini" jawab bi Lastri.

__ADS_1


"Baiklah, kalau begitu titipkan salam untuk Ayu" kata Rangga.


Setelah berpamitan mereka semua masuk ke dalam mobil, tanpa mereka sadari sedari tadi seorang gadis sedang berdiri dari kejauhan tepatnya di balik pohon yang cukup rindang Gadis itu adalah Ayu.


Ayu memperhatikan Rangga yang sedang membantu Nara masuk ke dalam mobil. hatinya begitu sakit namun Ini adalah sebuah kenyataan yang harus diterima bahwa Rangga teman masa kecilnya sudah memiliki kekasih.


Buliran bening itu berhasil lolos dari mata Ayu ia menangis melihat kepergian Rangga yang akan kembali ke kota bersama dengan calon istrinya, Gadis itu tidak bisa berbuat apa-apa selain mendoakan agar Rangga bahagia.


"Hati hati di jalan mas Rangga" gumam Ayu dengan suara lirih.


Rangga melajukan mobilnya meninggalkan rumah mendiang orang tuanya.


"Sampai jumpa mas" ucap Ayu lagi.


Kini mereka sedang di perjalanan menuju Pemakaman umum dimana menjadi tempat peristirahatan terakhir kedua orang tua Rangga.


"Ga, Ayu itu siapa?" Tanya Nara penasaran.


"Dia teman masa kecilku, aku sudah menganggap dia seperti adikku sendiri" jawab Rangga jujur.


Nara hanya mengangguk mengerti.


Ia takut jika harus menjadi orang ke tiga yang merusak hubungan orang lain.


Akhirnya mereka sudah sampai di pemakaman tersebut.


Namun Keyla menunggu didalam mobil bersama dengan Elena karena Noah yang melarang.


"Kamu tunggu disini saja ya By, biar aku Nara dan Rangga yang masuk ke sana" ucap Noah sambil menunjuk gerbang masuk menuju pemakaman.


"Iya sayang, aku akan menunggu di dalam mobil" jawab Keyla.


Mereka bertiga pun berjalan memasuki gerbang makam tersebut.


Sesampainya Rangga segera duduk di pusaran pemakaman kedua orang tuanya.


Makam itu terlihat sangat bersih itu berarti Pak Hasan selalu rutin untuk membersihkan dan merawat Makam orang tuanya.

__ADS_1


"Ayah, ibu Rangga sudah datang. Dan Rangga tidak datang sendirian" kata Rangga.


Rangga memegang tangan Nara dengan Erat.


"Ini Nara, dia adalah calon istriku kami betdua datang kesini untuk meminta restu dari ayah dan ibu" ucap Rangga lagi.


Nara memperhatikan Rangga yang tulus mengucapkan itu semua, Nara merasa terharu karena Rangga sampai menitihkan air matanya.


Tidak bisa di pungkiri jika Rangga sangat merindukan kedua orang tuanya itu.


"Rangga... Kamu jangan menangis" kata Nara seraya mengusap air mata pria itu.


"Maaf Ra, aku terbawa perasaan" jawab Rangga.


Tanpa di sadari Rangga memeluk Nara dan menangis di bahu gadis itu.


Noah yang menyaksikan semua itu tentu tidak tinggal diam.


Ia memukul bahu Rangga.


"Jangan mengambil kesempatan!! Jaga jarak" tegur Noah.


Seketika membuat Rangga melepaskan pelukannya.


"Tega sekali kamu Noah, momen seperti ini masih saja memarahiku" sahut Rangga yang kesal.


Niat hati ingin bermanja dengan Nara, namun tidak semudah itu karena Noah selalu memperhatikan gerak gerik Rangga.


Nara hanya bisa tersenyum yang melihat Rangga merajuk.


Kemudian Nara kembali memperhatikan makam kedua orang tua Rangga.


di dalam hati ia mendoakan agar orang tua Rangga bahagia di alam sana, dan ia pun tidak lupa untuk meminta Restu kepada mendiang orang tua Rangga Nara hanya bisa mengungkapkan itu semua di dalam lubuk hatinya.


"Baiklah Ayah dan ibu, kita harus kembali. rangga janji akan datang kembali menemui kalian" ucap Rangga sebelum mereka pergi.


_______

__ADS_1


happy reading.


mohon maaf author lama update, dikarenakan masih sakit. hanya mampu up 2 episode di hari iniπŸ™πŸ™


__ADS_2