
Sore ini elard bersiap untuk pulang, ia sengaja menyelesaikan pekerjaannya dengan segera dan pulang lebih awal.
Karena elard mendapatkan telpon dari rumah sakit bahwa yura memaksa ingin pulang hari ini juga.
Setelah berkemas elard langsung menuju mobilnya, dan diikuti leo dari belakang.
Kini mobil elard segera melaju menuju rumah sakit.
Tidak berapa lama mereka sudah sampai, elard segera turun dan berlari kecil menuju ruangan dimana yura di rawat.
Saat sudah memasuki ruangan itu elard melihat ibunya tengah mengemasi pakaian yura, dan infus yang sudah terlepas dari lengan istrinya.
"Ibu ada apa ini?" tanya elard menghampiri ibunya.
"Istrimu ingin pulang hari ini juga" jawab ibu el.
Elard beralih menuju istrinya yang sedang tertidur.
Seharusnya yura tetap harus di rawat sampai besok, namun entah apa yang membuat yura memaksa untuk pulang hari ini juga.
Elard duduk di dekat istrinya, di lihat wajah yura yang masih pucat. Menandakan bahwa ia masih belum pulih.
"Kamu sudah datang?" tanya yura, saat ia membuka mata sudah mendapati suaminya duduk di dekatnya.
"Kenapa kamu memaksa untuk pulang?" tanya elard kepada yura.
Yura membenarkan posisinya ia mencoba duduk, dan dengan cepat elard membantunya.
"Aku sudah membaik, dan aku tidak nyaman lama lama disini" jawab yura.
"Katakan yang sejujurnya, kenapa wajahmu nampak sedih. dan apa ini? matamu sangat sembab" ucap elard, ia sedikit mengusap mata yura yang memang sembab pasca menangis.
"Mungkin aku terlalu lama tidur jadinya begini" jawab yura, dan menyingkirkan tangan suaminya dengan lembut.
"Kalau begitu tunggu sebentar disini ya, aku akan menemui dokter dulu" kata elard dan yura mengangguk.
Elard keluar dari ruangan yura dan menemui dokter, ia menanyakan kondisi istrinya dan apa memungkinkan jika ia harus pulang hari ini juga.
"Itu tidak masalah tuan, tapi ingat jaga pola makan nona jangan biarkan ia kelelahan apa lagi sampai stress" ucap dokter yang menangani yura.
Setelah mendapat penjelasan, elard kembali menemui istrinya.
"Le bawakan barang barang ini kemobil" ucap elard kepada leo.
"Baik tuan" jawab leo.
"Kalau begitu ibu akan mengambil kursi roda untuk yura" kata ibu el.
"Tidak perlu bu" sahut elard.
Dengan cepat elard menggendong tubuh yura keluar dari ruangan itu.
Awalnya yura menolak, namun seperti biasa elard akan memaksanya.
Yura menatap ibu mertuanya yang nampak tak suka.
**maaf bu, hari ini aku tidak bisa menolak dan menjauhi suamiku. sebelum aku kehilangannya aku akan menikmati momen seperti ini** batin yura.
Yura melingkarkan tangannya di leher elard dan menatap wajah suaminya yang semakin hari semakin tampan.
__ADS_1
"Kenapa menatapku seperti itu?" tanya elard sambil membopong tubuh istrinya berjalan melewati lorong rumah sakit.
"Tidak apa apa" jawab yura dan segera menyembunyikan wajahnya di dada bidang elard.
Mereka sudah sampai di parkiran, elard memasuki mobilnya dan meletakkan yura secara perlahan.
Saat ibu el juga akan masuk ke mobil, elard tiba tiba menghentikannya.
"Tunggu, bukankah ibu membawa mobil sendiri" sahut elard.
"Iya, ibu akan menyuruh kasim membawanya" ucap ibu el.
"Lebih baik ibu langsung pulang saja, maaf bu tapi tidak baik jika ibu terus tinggal di rumahku" kata elard, pria itu masih khawatir jika ibunya tinggal dirumahnya, maka sifa akan sering berkunjung dan beralasan akan menemui ibu el.
"Tapi ibu ingin menjaga istrimu" kata ibu el.
"Ada aku bu, ibu tidak perlu khawatir" elard membawa ibunya berjalan ke arah sebuah mobil berwarna merah yang sudah terparkir sedari pagi disana.
"Baiklah ibu hati hati ya" ucap elard dan mencium pipi ibunya, kemudian elard berjalan menuju mobilnya sendiri.
Sedangkan ibu el tetap berdiri di sebelah mobilnya, menatap kepergian elard.
"Kalau aku tidak tinggal bersama el, aku tidak bisa mengawasi wanita itu" gumam ibu el, dan kemudian masuk ke dalam mobilnya sendiri.
Di dalam mobil, nampak yura menyandarkan kepalanya di bahu suaminya.
Elard membenarkan posisi duduknya agar yura lebih nyaman untuk bersandar.
"Kenapa kamu melarang ibu untuk tinggal bersama kita?" tanya yura.
"Apa kamu mau jika ibu tinggal bersama kita lagi?" bukannya menjawab elard malah berbalik bertanya.
"Dari diammu aku sudah tau jawabannya" sahut elard.
"Maaf" ucap yura.
"Tidak masalah" elard membelai rambut yura dengan lembut.
Tidak berapa lama mobil pun sampai dan berhenti di pekarangan rumah elard yang sangat luas.
Elard kembali menggendong yura, dan leo mambantu tuannya membukakan pintu mobil.
Elard membawa tubuh istrinya masuk kedalam rumah.
Didalam sana sudah banyak pelayan yang menunggu kedatangan mereka.
"Selamat datang tuan, selamat datang nona" ucap nita menyambut kedatangan mereka.
"Terima kasih" ucap yura dengan senyum manisnya, sedangkan elard ia tidak menjawab seperti biasanya.
"Buatkan istriku bubur, dan susu hangat" perintah elard kepada nita.
"Baik tuan" jawab nita.
Elard kembali berjalan menuju kamarnya, dan menurunkan istrinya di atas tempat tidur.
Yura memandangi kamar luas yang setiap hari ia tempati, baru beberapa hari tidak tidur disana membuat yura sangat rindu.
Yura langsung merebahkan tubuhnya, dan mengosok gosok bantal di sebelahnya.
__ADS_1
Elard memperhatikan tingkah istrinya, kemudian duduk di samping yura.
"Apakah ini alasanmu ingin cepat pulang?" tanya elard.
"Mmm.... begitulah, di rumah sakit sangat tidak nyaman" jawab yura.
"Kalau begitu kamu istirahat, aku mau mandi dulu" kata elard.
Kemudian elard berjalan memasuki kamar mandi.
Tiba tiba ponsel yura bergetar dilihatnya tertera nama axel di sana.
Yura nampak ragu mengangkatnya, ia mendengar suara percikan air dari dalam kamar mandi.
dengan cepat yura mengangkat panggilan itu.
📞yura : iya hallo.
📞axel : yura kamu dimana? aku dirumah sakit tapi kamu tidak ada.
📞yura : aku sudah pulang xel.
Yura menjawab pertanyaan axel dengan sedikit berbisik, karena ia tidak ingin suaminya mendengar.
📞axel : bukankah seharusnya besok, lalu bagaimana kondisimu?
📞yura : aku sudah baik baik saja xel, kamu tidak perlu khawatir.
Belum sempat axel menjawab yura langsung mematikan panggilannya, dan meletakkan ponselnya di atas meja.
Dan benar saja elard sudah selesai dengan aktifitasnya dan keluar dari kamar mandi, sudah lengkap dengan pakaian santainya.
"Kamu kenapa?" tanya elard yang melihat wajah yura sedikit panik.
"Tidak apa apa, aku hanya menunggu buburnya lama sekali" jawab yura dengan berbohong.
Jika yura mengatakan axel menghubunginya itu pasti akan membuat elard akan kembali naik darah.
Tidak berapa lama terdengar suara ketukan.
Nita masuk dengan membawa nampan berisi bubur dan susu sesuai permintaan elard.
"Letakkan disana" ucap elard yang menunjuk meja kecil di dekat ranjangnya.
Setelah meletakkan buburnya nita kembali keluar meninggalkan mereka.
Elard mengambil buburnya dan duduk di dekat yura.
"Aku bisa makan sendiri" ucap yura.
"Diamlah kamu cukup membuka mulutmu" sahut elard.
"Tapi..." belum selesai yura menjawab elard sudah lebih dulu menyodorkan sesendok bubur di bibirnya.
Yura pun menerima suapan demi suapan dari elard.
**bagaimana aku bisa menghindari mu el, jika kamu sangat perhatian seperti ini terhadapku** batin yura.
*****
__ADS_1
happy reading, yukk jangan lupa beri dukungan buat author, tinggalkan like dan vote kalian yaa🙏🥰