Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
DF 13


__ADS_3

Beberapa menit kemudian Freya di kejutkan dengan beberapa pelayan cafe tersebut yang berbondong bondong membawa beberapa makanan dan minuman.


Di tata makanan dan minuman tersebut di atas meja.


"Maaf kak, aku tidak memesan ini semua" kata Freya.


"Adik cantik duduk saja dengan manis, dan nikmati ini semua" kata Jojo.


Jojo dan rekan kerjanya sengaja menyiapkan itu semua karena perintah Damar.


Sebelumnya Jojo menghubungi Damar dan mengatakan jika Freya berada di cafe.


Dengan cepat Damar memberikan perintah kepada seluruh pegawainya untuk melayani Freya dengan baik tanpa kurang satu apapun.


Tidak ingin ada kesalahan itu sebabnya Jojo menyiapkan banyak makanan ringan beserta beberapa minuman untuk Freya, gadis spesial milik bossnya.


"Tapi untuk apa ini semua kak, silahkan bawa kembali!" Freya menolak semua hidangan yang berada di mejanya.


Jojo berjalan dan memegang bahu Freya, Jojo meminta agar Freya segera duduk.


"Hssstt... Jangan sungkan sungkan, jika kamu butuh sesuatu lagi katakan saja kepada kita semua" ucap Jojo.


"Iya itu benar, kami semua siap melayani" kata salah satu rekan kerja Jojo.


Semua pegawai cafe di sana rata rata adalah pria, tentu itu membuat Freya merasa canggung.


"Baiklah, tapi bisakah kalian semua kembali bekerja. Aku merasa tidak nyaman jika kalian berada di sini" kata Freya.


"Kami akan pergi jika kamu memakannya sekarang" sahut Jojo.


Freya memutar bola matanya tanda ia kesal, tidak ada pilihan lain.


Gadis itupun segera mengambil beberapa kentang goreng dan memakannya.


"Pergilah, aku akan memakan ini semua" usir Freya.


"Baiklah, kami akan pergi" Jojo dan teman temannya pun hendak pergi, namun Freya kembali memanggilnya.


"Tunggu kak!" Panggil Freya.


Gadis itu berfikir, tidak mungkin ia bisa menghabiskan itu semua sendirian.


"Ada apa? Apa kamu butuh sesuatu?".


"Ehh tidak, sebenarnya aku merasa bosan jika harus duduk sendirian. Bagaimana jika kalian semua duduk disini untuk menemaniku" kata Freya tersenyum.


Mereka semua saling menatap satu sama lain tanpa memberikan jawaban.


"Kak" panggil Freya lagi.


"Kami tidak bisa, jika pak Damar tau pasti kami semua akan di pecat" kata Jojo.


"Jangan khawatir itu tidak akan terjadi, kalian hanya menemaniku. Lagi pula belum ada pengunjung" Freya melihat ke kanan dan ke kiri memastikan jika cafe tersebut benar benar sedang sepi.


Mereka semua menunggu persetujuan dari Jojo, karena Jojo adalah kapten waiters di cafe tersebut.

__ADS_1


"Baik! Kami akan menemanimu sampai pak Damar kembali" kata Jojo setuju.


"Yeyy" Freya bersorak dan bertepuk tangan, gadis itu meminta Jojo dan pegawai yang lain untuk melepas apron atau celemek yang menempel di tubuhnya.


Mereka semua duduk bersama dengan Freya.


Freya pun meminta mereka untuk memakan cemilan tersebut, awalnya mereka sungkan namun Freya tetap memaksa.


Akhirnya mereka pun memakannya.


"Hahahaha" terdengar tawa canda dari obrolan Freya dan beberapa pegawai di sana.


Mereka sudah mulai akrab dengan Freya.


"Wahh jadi tangan pak Damar terluka karena menolong mu?" Tanya Niko yang merupakan salah satu pegawai di sana.


"Hmm iya, kak Damar memukul mereka semua seperti ini..." Freya memberikan contoh bagaimana saat Damar menghajar para pemuda yang sempat mengganggunya beberapa hari yang lalu.


"Hahahhaahah" mereka terkekeh saat melihat tingkah lucu Freya.


Di balik sifat cueknya ternyata Freya hanyalah seorang gadis SMA yang juga terlihat masih kekanak kanakan.


Cukup lama terlihat seorang wanita menuruni tangga, ia geram melihat keasikan para pegawai yang duduk santai di hadapannya.


BRAK!!!!


Wanita itu memukul salah satu meja dengan sangat kuat membuat mereka semua yang sedang asyik mengobrol langsung beranjak dari duduknya.


"Ibu Fella" kata Jojo.


"Tugas kalian disini bekerja, bukan bersantai dan bergosip!" Ucap Fella lagi.


"Maaf bu, tapi di jam jam begini cafe masih sepi. Dan tugas kami juga sudah selesai" jawab Jojo.


"Ck! Tapi jam kerja kalian masih terus berjalan, dan kamu sebagai kapten seharusnya bisa memimpin teman teman kamu dengan benar!".


"Dan apa ini? Banyak makanan dan minuman, kalian pikir cafe ini punya kalian hah!!" Marfella benar benar marah.


"Aku yang akan membayar ini semua, dan jangan salahkan mereka lagi" sahut Freya yang sedari tadi hanya diam.


"Ahh tentu kamu akan membayarnya, bukankah kamu anak orang kaya. Tapi jangan hanya karena kamu kaya dan sangat dekat dengan pak Damar sehingga kamu bisa seenaknya di cafe ini" kini Marfella mulai marah dengan Freya.


"Ibu tidak seharusnya bicara seperti itu kepadanya" sahut Jojo.


"Tidak kak! Dia benar, disini aku yang salah. Tidak seharusnya aku meminta kalian untuk menemaniku saat jam kerja" Freya mengalah, ia tidak ingin berdebat terlalu lama dengan Marfella. Lagi pula ini memang salahnya karena sudah memaksa pegawai cafe disana untuk menemaninya.


Freya mengambil beberapa lembar uang dari dompetnya kemudian meletakkan uang tersebut di atas meja.


"Kak Jo ini untuk membayar semua makanan dan minuman yang aku pesan" kata Freya kemudian ia berbalik hendak pergi dari cafe tersebut.


Langkah Freya terhenti saat melihat seorang pria yang ia kenal berdiri di hadapannya.


"Kak Damar" gumam Freya pelan.


Freya menarik nafasnya panjang, sejenak Freya menatap ke arah Damar kemudian gadis itu mengalihkan pandangannya.

__ADS_1


Freya kembali berjalan, ia mengabaikan keberadaan Damar disana.


Damar memegang sebelah tangan Freya saat gadis itu hendak melewatinya.


"Aku mau pulang" kata Freya.


"Aku tidak mengijinkan" sahut Damar.


Damar kembali membawa gadis itu masuk ke dalam cafe.


"Kak jangan seperti ini, aku sedang banyak urusan!" Freya berusaha melepaskan tangan pria itu namun tidak berhasil.


"Pak Damar sudah kembali" kata Marfella tersenyum masam.


Sedangkan para waiters disana hanya bisa diam dan tertunduk termasuk Jojo.


**Mungkinkah pak Damar sudah datang dari tadi dan melihat aku memarahi gadis itu** batin Marfella sedikit cemas.


"Pak maafkan saya, di saat anda tidak berada di cafe saya tidak bisa mendisiplinkan para pegawai dengan benar. Jojo sebagai kapten sama sekali sudah lalai dengan tugasnya jadi sebaiknya dia mendapatkan surat peringatan" jelas Marfella, wanita itu harus cepat mengambil alih pembicaraan agar Damar hanya mau mendengarkan ucapannya.


Namun Damar sama sekali tidak berkomentar apapun, pria itu hanya diam sambil menatap Marfella.


"Pak saya mohon maaf" kata Jojo.


"Pak sesuai dengan perintah anda, saya pasti akan memberikan surat peringatan kepada Jojo" sahut Fella lagi.


Maklum saja selain sebagai Admin, Marfella juga orang kepercayaan Damar di cafe tersebut.


Marfella selalu bisa di andalkan dalam mengelola cafe itu, sehingga Damar memberikan kepercayaan kepada wanita itu.


"Ibu jangan memprofokasi pak Damar, saya memiliki alasan sehingga tidak perlu memberikan surat peringatan" Kata Jojo.


"Sekali salah tetaplah salah!" Sahut Marfella dengan percaya dirinya.


"Kak Damar, mereka tidak bersalah tapi akulah yang salah. Jangan hukum mereka karena kesalahanku" kata Freya menatap ke arah Damar.


"Fella!" Panggil Damar.


"Iya pak".


"Keluarkan surat peringatan 1" ucap Damar.


Seketika membuat Freya dan yang lain terkejut, namun tidak dengan Marfella.


Wanita itu menganga sangking bahagianya, ia tersenyum puas atas kemenangan karena Damar lebih mendengarkan dirinya.


"Siap pak! Akan saya buat detik ini juga" kata Marfella.


"Bagus! Surat peringatan itu akan aku berikan kepadamu, jangan sampai kamu salah dalam menulis nama" lanjut Damar.


"A..apa? Kenapa saya?" Tanya Marfella bingung.


"Surat peringatan itu saya berikan untuk kamu, apa itu kurang jelas!"


"Tapi kenapa saya pak? Saya tidak melakukan kesalahan apapun" Marfella masih tidak mengerti kenapa dirinya yang mendapatkan hukuman.

__ADS_1


_____


__ADS_2