Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
Mengenalkan Yura


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul 10, dimana elard akan segera melaksanakan mitingnya.


Ia membawa yura untuk turut serta bersamanya.


"Mau kemana?" tanya yura.


"Keruang miting" jawab elard.


"Tuan pihak QR sudah tiba" ucap leo.


"Baiklah katakan kepada fira untuk segera keruang miting" perintah elard.


Elard lebih dulu berjalan ke ruang miting bersama istrinya.


"Aku tunggu di ruanganmu saja el" ucap yura kepada elard.


"Ssstt... diam saja" sahut elard.


Yura pun menuruti perintah elard, mereka berjalan beriringan.


Itu membuat yura cukup malu dan gugup.


Sedangkan leo dan fira segera menyusul berjalan di belakangnya.


Elard pun memasuki ruang miting, namun yura masih ragu untuk turut masuk.


"Kemarilah" ucap elard.


Yura masuk ke ruang rapat itu, dan benar saja banyak orang yang menatap dan memperhatikannya.


Yura yang malu hanya menundukkan kepalanya.


"Selamat pagi" sapa elard.


"Selamat pagi tuan" jawab mereka semua seraya beranjak dari duduknya.


"Sebelum kita mulai, saya ingin memperkenalkan wanita yang ada di sebelah saya ini" kata elard.


Fira yang baru saja tiba langsung berdiri di dekat elard. kini posisinya elard berada di tengah yura dan Fira.


"Namanya adalah Yura Vradisty dia adalah istri saya" ucap elard.


"Maaf maksud anda yang mana tuan? yang kanan atau yang kiri?" tanya salah satu dari mereka.


Elard langsung menatap fira yang ada di dekatnya, ia sama sekali tidak tau jika gadis itu juga berdiri di sampingnya.


"Sedikit menjauh dariku" bisik elard kepada fira.


Fira menatap elard dan membulatkan matanya.


"Apa kamu dengar aku" bisik elard lagi.


"Iya tuan" fira pun segera menjauh dari elard.


"Ini adalah istri saya" ucap elard sambil memeluk pinggang yura.


Yura dengan malu malu mengangkat wajahnya dan menatap mereka.


"Maaf tuan tapi kapan anda menikah? saya selaku rekan bisnis anda mengapa tidak mengetahuinya?" tanyanya lagi.


"Saya sudah menikah 9 bulan yang lalu, dan memang belum mengadakan resepsi karena kita sama sama sibuk. dan setelah bayi kami lahir kami akan segera menggelar resepsi" jawab elard panjang lebar.


"Wah tuan kami mengucapkan selamat atas pernikahan anda sekaligus kehamilan nona"


ucap Erlangga selaku CEO dari perusahan QR.


"Terima kasih tuan" jawab elard.


Elard pun memulai mitingnya, dan yura duduk di samping elard.


Sedangkan fira yang setiap miting selalu setia di samping elard, kini ia harus di gantikan oleh yura.

__ADS_1


**ternyata tuan elard sudah menikah, aku pikir masih memiliki hubungan dengan sifanya.. ternyata menikah dengan gadis polos seperti ini, tidak masalah bukan tandinganku** batin fira dengan tatapan sinis kepada yura.


Setelah hampir 1Jam akhirnya miting pun selesai.


Elard membawa yura untuk kembali ke ruangannya.


"Le siapkan makan siang dan antar ke ruanganku" perintah elard.


"Baik tuan" jawab leo.


Saat akan memasuki lift tiba tiba fira tersandung, tubuhnya terhuyung mengenai elard.


Tanpa sengaja elard langsung menangkap tubuh fira agar tidak jatuh ke lantai.


Fira menatap mata elard dengan sangat lekat, senyuman kecil muncul di bibir fira.


"Ehem..." sahut yura yang sedari tadi memperhatikan mereka.


"Maaf tuan saya tidak sengaja" ucap fira.


Dan dengan cepat elard melepaskan pelukannya.


"Iya tidak apa apa, lain kali berhati hatilah" kata elard.


Kemudian elard segera berdiri di dekat yura, dan menggenggam tangannya ia takut jika wanita itu akan marah karena salah paham.


Pintu lift pun tertutup dan menuju ke lantai 15 dimana ruangan elard dan fira berada.


Ting...


Pintu lift pun terbuka, elard dan yura keluar lebih dulu di ikuti fira dari belakang.


"Aww..." pekik fira saat sudah keluar dari lift.


Elard dan yura langsung menoleh ke arah fira dan melihatnya seperti orang kesakitan.


"Ada apa?" tanya elard.


Kemudian elard berjalan menghampiri fira.


"Apa masih bisa berjalan?" tanya elard lagi.


"Terasa sangat sakit jika untuk berjalan tuan" jawab fira yang terus saja merintih kesakitan sambil memijit kakinya.


Di sana hanya ada ruangan elard leo dan fira, itu tandanya tidak ada siapa siapa lagi sedangkan leo pergi untuk membeli makan siang.


Dengan terpaksa elard membatu fira.


"Berdirilah aku akan membantumu berjalan" ucap elard sambil mengulurkan tangannya.


Dengan senang hati fira memegang tangan elard dan segera berdiri.


Elard akhirnya membantu fira untuk berjalan.


Fira mengalungkan tangannya di leher elard, sedangkan elard memegang pinggang fira.


"Yura aku akan membawa fira keruangannya dulu, kamu masuk saja ke ruanganku" kata elard kepada yura.


Yura hanya mengangguk dengan wajah datarnya.


Entah kenapa yura merasa sesak di dadanya saat melihat suaminya membantu wanita lain.


"Aku tunggu di ruanganmu" ucap yura dan langsung bergegas berjalan menuju ruangan elard.


Kini elard sudah berada di ruangan fira, ia meletakkan fira di sofa.


"Duduklah dulu disini, nanti leo akan menemuimu jika kamu butuh sesuatu" ucap elard.


"Baik tuan terima kasih" jawab fira.


Saat elard hendak meninggalkannya lagi lagi fira memanggilnya.

__ADS_1


"Tuan" panggil fira.


"Ada apa?" tanya elard.


"Maaf bisakah anda mengambilkan air minumku disana?" tanya fira sambil menunjuk botol minum yang berada di atas mejanya.


Tanpa menjawab elard langsung mengambil dan memberikan botol itu kepada fira.


"Ada lagi?" tanya elard.


"Tidak ada tuan, sekali lagi terima kasih" ucap fira.


Elard pun segera keluar dari ruangan fira.


"Oke pelan pelan dulu, semakin lama aku akan bisa merebut tuan elard. tidak terlalu sulit" gumam fira dengan senyum liciknya.


Kini elard sudah berada diruangannya, dilihatnya yura sedang membaringkan tubuhnya di sofa. elard pun menghampirinya dan duduk di dekat yura.


"Kamu pasti lelah ya?" tanya elard sambil mengelus pucuk kepala yura.


"Sedikit" jawab yura.


"Setelah makan kamu istirahat saja di kamar" kata elard.


"Iya.. mmm bagaimana keadaan gadis itu?" tanya yura yang kemudian kembali terduduk.


"Aku tidak tau, sebentar lagi leo akan memeriksa keadaannya" jawab elard.


"Apa kamu marah aku mambantunya?" tanya elard lagi.


"Marah? tentu tidak!!" jawab yura dengan wajah yang mulai memerah.


"Syukurlah... aku takut kamu marah" kata elard.


**


Jauh di seberang sana jeny tengah sibuk menurunkan pesanannya, ia harus segera mengemas pesanan itu kemudian mengirimnya.


"Mbak pesanan ibu clara ini mau dikirim lewat apa?" tanya Ati, yang merupakan tetangga jeny yang ikut membantu dirinya.


"Kemarin orangnya minta langsung kita anter, karena rumahnya gak begitu jauh kok. jadi nanti kita pesen taxi online aja" jawab jeny.


Jeny dan ati segera mengemas sepatu sepatu itu.


Kini jam sudah menunjukkan pukul 14.00 jeny sudah selesai mengemas sepatu sepatu itu.


"Kamu istirahat dulu aja ya, aku mau mandi" ucap jeny.


"Siap mbak" jawab ati.


Jeny segera masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Setelah hampir 20 menit jeny sudah selesai dengan aktifitasnya, ia segera bersiap siap.


Seperti biasa jeny akan memoles wajahnya dengan riasan make up.


"Mbak jen aku gak bisa ikut nganter barangnya, gimana dong?" tanya ati kepada jeny.


"Tidak masalah, aku sendiri yang akan mengantarnya" jawab jeny yang sudah selesai berias.


"Maaf ya mbak soalnya aku ada urusan, mbak jeny jadi harus sendirian nganter barangnya" ucap ati yang merasa tidak enak hati.


"Sudah tidak apa apa ti" jawab jeny lagi.


Jeny segera mengeluarkan ponselnya untuk memesan taxi online.


*****


happy reading.


Pembaca setia Wanita Malam Mikik CEO, maaf jika autor updatenya lamaπŸ™ dikarenakan author baru saja sembuh.

__ADS_1


terima kasih untuk dukungan kalian semua πŸ™πŸ™πŸ₯°


__ADS_2