Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
S2~ Dimana Noah?


__ADS_3

Jam makan siang, Maylan hendak membawa Keyla untuk pergi kekantin makan bersamanya.


Namun Keyla menolak dengan alasan sama sekali tidak lapar, Maylan sendiri tau jika sebenarnya Keyla sedang memikirkan suaminya yang berada di kantor.


"Siang May" sapa Joy yang juga kebetulan ada di kantin dan bertemu dengan Maylan.


"Siang kak Joy" balas Maylan.


"Kamu sendirian, Dimana Keyla?" Tanya Joy.


"Itu kak, Keyla sedang kurang enak badan dan ia berada di kelasnya" jawab Maylan.


"Jadi Key tidak enak badan ya, baiklah kalau begitu aku akan menemuinya" kata Joy.


Kemudian pria itu bergegas untuk menemui Keyla di kelasnya.


Tidak lupa Joy membawakan biskuit coklat keju kesukaannya dan air mineral.


Sesampainya Joy melihat Keyla yang meletakkan kepalanya di atas meja.


Joy semakin khawatir jika gadis itu benar benar sakit.


"Key kamu baik baik saja?" Tanya Joy menghampiri Keyla.


Keyla yang terkejut langsung melihat ke arah Joy yang sudah berdiri di hadapannya.


"Kak Joy kenapa bisa ada disini?" Tanya Keyla.


"Aku tadi di kantin bertemu dengan Maylan, apa benar kamu sakit?" Tanya Joy.


Keyla berpikir sepertinya ia tidak mengatakan bahwa dirinya sedang sakit kepada Maylan.


"Aku hanya sedikit pusing kak" jawab Keyla.


"Kalau begitu aku membawakan cemilan untukmu, apa perlu kita pergi ke ruang kesehatan?" Tawar Joy.


"Tidak perlu kak, terima kasih" tolak Keyla.


Ia sudah banyak merepotkan Joy beberapa hari ini.


"Baiklah jika terjadi sesuatu kamu bisa menghubungiku, sekarang kamu bisa menikmati cemilan itu dan aku akan kembali ke kelasku" ucap Joy.


"Iya kak, sekali lagi terima kasih" ucap Keyla.


***


Jam sudah menunjukkan pukul 14.00


Keyla hari ini bisa pulang lebih cepat karena kursus bahasa inggris sedang di liburkan.


Keyla mengambil ponselnya dan ia mengirimkan pesan kepada Noah.


"Noah, kuliahku sudah selesai" pesan Keyla.


Keyla terus saja memperhatikan ponselnya ia berharap suaminya itu segera membalas pesan darinya, Keyla menunggu cukup lama hingga pada akhirnya Noah pun membalas.


"Tunggu di tempat biasa" balas Noah.


"Baiklah hati hati"


Entah kenapa perasaan Keyla seperti tidak nyaman.


Dari pagi semenjak Noah berpamitan pergi ke kantor perasaan Keyla sampai saat ini tidak tenang.


Mungkinkah itu hanya sebatas rindu.


Di kantor Noah sudah bersiap siap untuk pulang dan menjemput istrinya.

__ADS_1


"Ayah aku harus menjemput Keyla" pamit Noah.


"Baiklah nak, ayah masih melanjutkan beberapa laporan kamu sudah bisa pulang" kata Elard.


Setelah berpamitan Noah segera menuju parkiran untuk mengambil mobilnya.


Noah melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju kampusnya.


"Astaga kenapa aku sangat mengantuk, apa efek obat itu baru terasa" gumam Noah.


Noah beberapa kali menguap, ia merasakan kantuk yang teramat sangat.


Beberapa kali Noah mencoba untuk fokus mengemudi, namun matanya sudah terasa berat.


"Hoamm tahan Noah sebentar lagi sampai" gumamnya lagi.


Karena ingin menghilangkan rasa kantuknya Noah mengambil sebotol air mineral yang berada di sampingnya.


Kemudian Noah meneguk air tersebut.


Saat ia tengah menuangkan air ke dalam mulutnya tiba tiba...


TIINN TINN TINNN!!!!!


BRAKKKK.......


Kecelakaan pun terjadi.


Keyla mondar mandir di parkiran menunggu Noah, namun hingga 30 menit suaminya itu tak kunjung tiba.


Ting!!


Satu notifikasi masuk ke dalam ponsel Keyla.


Ternyata pesan itu berasal dari grup kampusnya.


"Berita terbaru, sebuah mobil berwarna maroon dengan plat xxxx mengalami kecelakaan beruntun di jalan SUNAN XX, di duga karena tertabrak oleh sebuah truk dari arah yang berlawanan. 1 orang pria tewas di tempat"


Air mata Keyla seolah lolos begitu saja membasahi pipinya.


"Noah.. tidak mungkin!! Noah" Keyla mengambil ponselnya yang terjatuh.


Dan gadis itu segera berlari menuju lokasi kejadian.


Keyla berlari sambil menangis, gadis itu sampai tidak bisa merasakan kakinya yang masih sakit.


Jarak dari kampus menuju lokasi kecelakaan cukup jauh, namun Keyla tidak memperdulikan itu.


Ia ingin segera menemui suaminya.


Keyla yakin betul jika di dalam foto yang berada di grup kampusnya merupakan Mobil Noah yang biasa ia gunakan.


Langkah Keyla terhenti saat ia sudah berada di lokasi kejadian.


Kaki Keyla bergetar saat melihat darah berceceran dimana mana, banyak warga yang berkerumun di lokasi tersebut.


Keyla sulit melangkahkan kakinya kembali.


"Tidak!! Ini tidak mungkin, Noah.." Keyla menerobos sekerumunan warga yang menutupi korban kecelakaan tersebut.


"Nona apa yang anda lakukan? Polisi sedang menanganinya" kata salah satu warga yang berada disana.


"Lepaskan!! Dia suami saya, saya ingin melihatnya!" Keyla menghempaskan tangan pria itu dan ia memaksa untuk menerobos garis polisi yang sudah terpasang disana.


Kayla terkejut saat melihat seorang laki-laki tergeletak dengan berlumuran darah dan beberapa orang disampingnya yang luka-luka.


Kayla menggelengkan kepalanya tidak percaya ia berharap bahwa semua ini hanya mimpi.

__ADS_1


"Noah..." Rintih Keyla.


Keyla semakin mendekati pria yang sudah tak bernyawa itu, dengan penuh linangan air mata.


Wajah itu tidak bisa dikenali karena sudah di penuhi dengan darah yang terus bercucuran.


Namun Keyla mengingat sesuatu.


Ia memeriksa jari pria itu, jika suaminya pasti ada cincin pernikahan yang melingkar di jari manisnya.


"Dia tidak memakai cincin" kata Keyla.


"Nona apa anda keluarganya?" Tanya polisi tersebut.


"Tidak pak, dia bukan keluarga saya" jawab Keyla.


Jika dia bukan Noah lalu dimana pria itu, mobilnya masih ada disana namun dimana Noah.


Keyla beranjak dan segera mencari suaminya di sekitar mobil tersebut.


"Noah!! Noah dimana kamu?? Noah aku mohon jangan tinggalkan aku" teriak Keyla frustasi.


Keyla melihat mobil Noah yang hancur di bagian kemudi, bisa di perkirakan jika terjadi sesuatu pada pria itu.


Keyla mulai lemas, ia tidak mampu menahan beban tubuhnya dan Keyla pun ambruk.


Ia terduduk di trotoar.


"Noah...." Rintihnya lagi.


"Keong" panggil seorang pria dari belalang tubuhnya.


Keyla dengan jelas mengenali pemilik suara tersebut.


Keyla menatap ke arah sumber suara.


Dan ia melihat suaminya Berdiri tegap.


"Noah" Keyla berdiri dan langsung memeluk tubuh pria itu.


"Hikss hikss hikss" Keyla menangis sejadi jadinya, ia tidak mampu membayangkan jika pria yang tidak bernyawa itu adalah suaminya.


Ternyata Noah selamat dari kecelakaan beruntun tersebut ia berhasil menghindari tabrakan itu yang membuat mobilnya hancur.


Hanya terdapat beberapa luka kecil di kening Noah.


Noah memeluk tubuh Keyla yang sudah bergetar karena ketakutan.


"Aku ada disini keong, kenapa kamu harus menangis?" ucap Noah pelan.


"Aku takut Noah, setelah mendengar berita itu aku langsung berlari dan mencarimu.. aku sangat takut kamu..." Ucapan Keyla terhenti saat noah meletakkan jari telunjuk di bibirnya.


"Aku selamat, aku baik baik saja jangan pernah berfikir hal buruk terjadi kepadaku, dan aku tidak akan meninggalkanmu.. aku disini" ucap Noah mencoba menenangkan Keyla.


Namun perasaan gadis itu sudah kacau.


Ia tetap tidak bisa menghentikan tangisannya.


Kemudian Keyla kembali masuk ke dalam pelukan Noah.


"Jangan lakukan ini lagi Noah, aku tidak sanggup jika harus kehilanganmu" kata Keyla yang masih memeluk erat tubuh suaminya itu.


"Hmmm" jawab Noah yang juga membalas pelukan Keyla.


Noah membelai rambut Keyla lembut, ia tidak menyangka istrinya akan sekhawatir itu.


Untunglah dirinya selamat, jika terlambat sedikit saja untuk menghindar mungkin nyawa Noah juga akan melayang.

__ADS_1


_____


happy reading🥰🥰


__ADS_2