Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
S2~ Keyakinan


__ADS_3

Noah sudah terbangun dari tidurnya, ia segera menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Sedangkan Keyla masih tertidur lelap.


Beberapa menit kemudian Yura dan Elard sudah sampai di rumah sakit tersebut, saat baru saja masuk ke dalam ruangan Keyla. Mereka tidak melihat adanya Noah disana.


"Noah dimana El?" Tanya Yura saat baru masuk ke dalam ruangan dimana Keyla di rawat.


"Sepertinya di kamar mandi sayang, kita tunggu saja" jawab Elard.


Yura mendekati Keyla, dan ia melihat kondisi menantunya itu.


Kini wajah Keyla sudah tidak sepucat kemarin, dan gadis itu terlihat sudah cukup membaik.


"Bunda, ayah sudah datang" ucap Noah yang baru saja keluar dari kamar mandi, dan Noah langsung mencium punggung tangan ke dua orang tuanya.


"Iya nak... Baru saja kita datang" jawab Elard.


"Bagaimana keadaan Keyla?" Tanya Yura.


"Sudah cukup membaik bunda, pagi ini dokter akan memeriksanya lagi" jawab Noah.


Yura melihat wajah Noah yang terlihat lelah, matanya sembab mungkin karena ia kurang beristirahat.



Noah duduk di sebuah sofa, di temani kedua orang tuanya. dan mereka pun mengobrol tentang kondisi Keyla.


Keyla mulai terbangun, ia melihat kedua mertuanya serta suaminya sedang duduk di sebuah sofa.


"Bunda..." Panggil Keyla pelan.


"Iya nak" Yura langsung beranjak dan menghampiri Keyla.


"Bunda dari tadi disini?" Tanya Keyla.


"Tidak nak, baru beberapa menit yang lalu... Bagaimana kondisimu?"


Saat mereka sedang mengobrol, tiba tiba seseorang masuk ke dalam ruangan tersebut.


Dan itu adalah dokter yang menangani Keyla.


"Selamat pagi Tuan, Nyonya" sapa dokter tersebut dan berdiri 2 perawat di belakangnya.


"Pagi dok" balas mereka semua.


Dokter itu kemudian segera memeriksa keadaan Keyla.


"Tuan mungkin kita bisa bicara di luar" kata Dokter itu kepada Noah.


"Iya dok tentu bisa" jawab Noah.


Kemudian Noah dan Elard keluar dari ruangan tersebut untuk menemui dokter, sedangkan Yura tetep menjaga Keyla di ruangannya.


Keyla sedikit cemas dengan kedatangan dokter itu, ia takut jika Noah benar benar mengambil keputusan untuk setuju di operasi.


"Tuan saya ingin menanyakan keputusan anda selaku suaminya, jika anda setuju maka pagi ini juga saya akan melakukan operasi pada nona Keyla" kata dokter itu.


Noah masih terdiam, semalam Noah memikirkan hal itu namun sampai pagi Noah belum mendapatkan keyakinan pilihan apa yang akan ia ambil.


"Noah segera ambil keputusan yang terbaik" kata Elard sambil memegang pundak Noah.


Noah menarik nafasnya panjang.


"Saya ingin mempertahankan kehamilan istri saya dok" jawab Noah, sedikit ada keraguan di wajah pria itu.

__ADS_1


"Anda yakin tuan? Ini sangat beresiko untuk kesehatan istri anda" tanya Dokter itu lagi.


"Iya saya yakin, saya yakin bisa menjaga keduanya. Dan istri saya bisa bertahan sampai anak kita lahir" jawab Noah meyakinkan dokter tersebut.


Elard sedikit tersenyum melihat keputusan yang di ambil oleh putranya itu, mungkin jika Elard ada di posisi Noah ia akan mengambil keputusan yang sama dengannya.


"Baiklah tuan jika itu keputusan anda, saya akan menyiapkan beberapa vitamin untuk nona Keyla" ucap dokter itu kemudian pergi meninggalkan Noah.


"Apa keputusanku benar ayah?" Tanya Noah kepada ayahnya.


"Ini keputusan yang sulit nak, tidak ada kata benar dan salah di dalamnya. Jika kamu sudah yakin maka lakukanlah, dan jaga istri serta calon anak kamu baik baik" jelas Elard.


Ia tau bagaimana perasaan Noah saat ini, namun jika ia banyak mendapatkan dukungan maka itu akan membuat Noah lega dengan keputusan yang ia ambil.


Noah dan Elard kembali masuk ke dalam ruang rawat Keyla.


Keyla memperhatikan wajah Noah baik baik, ia penasaran dengan keputusan suaminya itu.


"Noah..." Panggil Keyla.


"Iya baby?" Noah mendekati Keyla dan ia duduk tepat di samping istrinya itu.


"Bagaimana...?" Tanya Keyla ragu ragu.


"Apanya yang bagaimana??" Bukannya menjawab Noah malah menggoda istrinya itu.


Sebenarnya Noah tau apa yang di maksud Keyla, ia hanya ingin menggoda istrinya yang sudah mulai penasaran itu.


"Ihh... Kenapa pura pura tidak tau" ucap Keyla seraya mencubit kecil pinggang Noah.


"Aww sakit By" sahut Noah sambil tertawa.


"Sakit?? Kenapa kamu tertawa kalau sakit? Menyebalkan!" Sahut Keyla sedikit kesal.



"Hentikan! Ada bunda dan ayah, malu" kata Keyla.


Memang Yura dan Elard sedang memperhatikan mereka berdua sambil tersenyum sendiri.


"Noah katakan saja nak, apa yang kamu katakan kepada dokter?" Tanya Yura yang juga ikut penasaran.


"Aku... Aku memutuskan untuk mempertahankan calon anakku bunda, aku percaya kepada Keyla. Dia pasti bisa bertahan sampai anak kita lahir" jelas Noah.


"Benarkah Noah?" Tanya Yura.


"Iya Baby benar" jawab Noah sambil mengangguk.


Keyla langsung beranjak dari tidurnya dan ia langsung memeluk tubuh Noah yang berdiri tepat di sampingnya.


"Terima kasih Noah" kata Keyla.


Gadis itu menenggelamkan wajahnya di dada bidang sang suami.


"Iya baby sama sama, aku akan menjaga kalian berdua dengan sangat baik. Aku berjanji!" Jawab Noah yang juga memeluk tubuh sang istri.


***


Nara sudah selesai dengan aktivitasnya di kamar mandi, ia segera turun untuk menemui Rangga.


"Rangga.... Kamu belum selesai?" Tanya Nara dari luar kamar tamu tersebut.


Ceklek!!!

__ADS_1


Pintu tersebut terbuka, terlihat Rangga sudah kembali segar pasca mandi.


"Sudah Nara, aku langsung pamit ya... Aku ingin pergi ke rumah sakit" kata Rangga.


"Apa tidak sebaiknya kamu sarapan dulu? Aku juga akan pergi ke rumah sakit" tanya Nara.


"Tidak Nara terima kasih... Tapi kita bisa berangkat bersama jika kamu juga ingin ke rumah sakit, kamu sarapan dulu saja" kata Rangga.


"Kalau begitu aku ambil tas dulu, dan aku akan sarapan di rumah sakit saja" sahut Nara.


Nara segera berlari menuju kamarnya dan ia mengambil tas miliknya.


Kini mereka berdua sudah berada di dalam mobil, Rangga segera melajukan mobilnya menuju rumah sakit.


Awalnya perjalanan mereka baik baik saja dan aman, namun saat melewati lampu merah sebuah mobil putih hampir saja menabrak mobil Rangga.


"Astaga!! Apa dia tidak bisa mengemudi" ucap Rangga kesal.


Rangga langsung melajukan mobilnya hingga ia berhenti di depan mobil putih tersebut.


"Ga kenapa berhenti?" Tanya Nara.


"Tunggu disini ya, aku ingin memberi pelajaran kepada pengemudi yang ugal ugalan itu" ucap Rangga.


Rangga pun segera turun dari mobilnya dan ia bergegas menuju mobil putih yang berhenti tepat di belakangnya.


Tok.. tok..


Rangga mengetuk kaca mobil tersebut.


"Keluar!!! Kamu sudah membahayakan" ucap Rangga.


Rangga belum tau siapakah yang ada di dalam mobil putih tersebut.


Pintu mobil itu pun terbuka, seorang gadis keluar dari mobil tersebut.


"Dona!!!" Kata Rangga terkejut saat pengemudi mobil itu adalah Dona.


"Rangga. Kenapa kamu marah marah?" Tanya Dona.


"Masih bertanya? Kamu mengemudi dengan ugal ugalan, hampir saja kamu menabrak mobilku" kata Rangga.


"Jangan berlebihan!!! Aku belum menabrakmu" sahut Dona merasa tidak bersalah.


"Jika aku tidak menghindar pasti kamu sudah menabrak mobilku" kata Rangga.


"Rangga...." Panggil Nara.


"Sudahlah, lebih baik kita langsung kerumah sakit saja. Tidak penting menghadapi orang seperti dia" sahut Nara.


Nara sendiri tidak tau siapa gadis itu, Nara hanya tidak suka berurusan dengan orang yang tidak mau mengakui kesalahannya.


"Iya Nara"


"Kalau bukan karena aku ada hal penting, sudah pasti aku akan membuat kamu meminta maaf kepadaku" kata Rangga lagi.


Kemudian Rangga segera meninggalkan Dona.


"Dia mau ke rumah sakit, memangnya siapa yang sakit" gumam Dona.


"Lebih baik aku ikuti Rangga, aku penasaran kenapa ia buru buru sekali" kata Dona.


Dona pun memutuskan untuk mengikuti mobil Rangga dari belakang.

__ADS_1


_____


happy reading🥰🥰


__ADS_2