
Beberapa hari kemudian Noah sudah mengijinkan istrinya itu untuk pergi kekampus menjalankan perkuliahannya seperti biasa.
Keadaan Keyla sudah membaik, ia pun menerima banyak pesan dari teman temannya yang mengucapkan maaf dan mendoakan agar Keyla segera membaik.
Dari situ Keyla sudah mulai mendapatkan kepercayaan dirinya untuk kembali ke kampus.
Namun ada yang membuat Keyla sedikit bingung.
Sahabatnya itu kenapa sama sekali tidak menghubunginya, bahkan Keyla mencoba menghubungi Maylan namun gadis itu sama sekali tidak menjawab bahkan membalas pesan dari Keyla.
Hingga hari bahagia Noah Dan Keyla pun tiba, mereka berdua akan mengadakan resepsi pernikahannya di hotel pribadi milik Elard.
Seluruh tamu undangan telah di undang bahkan teman Noah dan Keyla di kampus juga sudah di undang.
Di dalam kamar hotel itu Keyla masih sibuk dengan ponselnya.
"Baby MUA nya sudah datang, kita harus segera bersiap" ucap Noah.
"Iya Noah, aku sedang menghubungi Maylan. Dia tidak ada kabar sama sekali bahkan di kampus aku tidak melihatnya. Tidak ada yang tahu dimana Maylan" kata Keyla.
"Sudahlah baby, ini hari bahagia kita lebih baik segera bersiap dan letakkan ponselmu" kata Noah.
Keyla pun meletakkan kembali ponselnya.
Keyla berharap sahabatnya itu bisa hadir di acara bahagianya.
Setelah cukup lama bergulat di depan cermin akhirnya mereka semua sudah siap.
Bukan hanya Keyla, bahkan Yura dan Nara pun terlihat sangat cantik pada malam itu.
Nara dan Yura menemani Keyla untuk turun menuju aula resepsi yang sudah di persiapkan dengan sangat cantik dan mewah.
[Gedung resepsi]
Noah dan Keyla memasuki aula resepsi itu bersama, mereka bagaikan Ratu dan Raja yang terlihat sangat serasi.
Semua tamu undangan bertepuk tangan saat mereka berdua memasuki Aula tersebut.
Pujian serta decak kagum terlontar dari banyaknya tamu undangan yang ada disana.
Joy pun turut hadir memenuhi undangan Keyla.
Memang sakit, namun pria itu harus bisa mengikhlaskan. Bagaimana pun juga Keyla hadir dalam kehidupannya hanya sebagai teman.
"Baby kamu sangat cantik" puji Noah saat mereka berdua duduk di atas pelaminan.
"Kamu juga sangat tampan" balas Keyla.
Raut wajah keduanya tidak pernah lepas dari senyum bahagia yang terus mengembang.
Malam ini mereka sangat bahagia, kini semua orang tau jika keduanya telah resmi menjadi pasangan suami istri.
Tidak akan ada lagi cibiran mengenai hubungan mereka.
"Selamat atas pernikahan kalian" ucap Joy kepada Noah dan Keyla.
"Thank you" kata Noah.
"Terima kasih banyak kak sudah hadir" kata Keyla.
__ADS_1
Cukup lama Joy memegang tangan Keyla, pria itu mengamati wajah cantik Keyla yang berada di hadapannya.
Tidak menyangka jika gadis itu tidak akan pernah bisa dia miliki.
"Ehemm!!! Bisa kamu lepaskan tangan istriku" kata Noah membuat Joy segera melepas tangan lembut Keyla.
"Sorry" ucap singkat Joy, kemudian pria itu segera turun dari atas pelaminan.
"Baby kenapa kamu bahagia setelah Joy memegang tanganmu?" Tanya Noah.
"Aku senyum karena malihat wajahmu yang seperti terbakar api cemburu" jawab Keyla menahan senyumnya.
"Kamu nakal ya, setelah acara ini selesai aku akan menghukummu" bisik Noah di telinga Keyla, membuat Keyla merinding mendengarnya.
Axel dan keluarganya turut memberikan ucapan selamat untuk Noah dan Keyla.
"Kakak selamat ya, semoga kalian bahagia" ucap Freya tulus.
Kini Freya sudah tidak memiliki perasaan apapun kepada Noah.
Bahkan ia turut bahagia melihat Keyla bahagia menjalani rumah tangganya bersama Noah.
***
Di luar aula itu berdiri seorang gadis dengan memegang kado cantik di tangannya.
Ia nampak ragu untuk memasuki gedung aula tersebut.
"Aku sudah sampai sini, tetapi aku tidak siap untuk bertemu Key" ucap Maylan.
Gadis itu masih berdiri di luar aula, dengan banyak pikiran yang berkecambuk di dalam otaknya.
"May... Kamu tidak masuk?" Tanya seorang pria dan itu adalah Rangga.
"Bagaimana aku bisa masuk, aku tidak sanggup bertemu dengannya. Bisakah aku menitipkan kado ini untuk Key?" Tanya Maylan.
"Hmm terima kasih" Maylan membalikkan tubuhnya kemudian meninggalkan hotel tersebut.
"Aku ingin bertemu Key, aku ingin memeluk dan mendoakannya" ucap Maylan, gadis itu terus berjalan di koridor hotel dan tanpa terasa air matapun menetes.
Kini yang tersisa hanyalah sebuah penyesalan akibat penghianatannya.
Rangga masuk ke dalam aula tersebut dengan membawa kado yang dititipkan Maylan.
"Dimana Nara aku tidak melihatnya" ucap Rangga.
Rangga mengedarkan pandangannya di setiap penjuru ruangan itu, ia takut jika Nara tiba tiba muncul di hadapannya.
Maka Nara akan mengetahui jika dia dan Noah adalah sahabat.
Rangga berjalan mengendap ngendap di kerumunan tamu yang berada disana.
Sesekali Rangga bersembunyi menghadap tembok.
"Aman.." ucap Rangga.
Rangga naik di atas pelaminan itu dengan menunduk dan menutup wajahnya dengan kotak kado yang di pegangnya.
"Kenapa kamu seperti pencuri?" Tanya Noah yang melihat gelagat aneh pada Rangga.
"Aku buru buru Noah, ada urusan penting" jawab Rangga.
"Ini ambillah" Rangga memberikan kotak kado tersebut kepada Keyla.
"Dari siapa ini?" Tanya Keyla.
__ADS_1
"Dari Maylan, ia tidak bisa menemuimu sepertinya dia sedang sakit" jawab Rangga seenaknya.
"Maylan... Dimana dia sekarang?" Tanya Keyla.
"Sudah pergi" jawab Rangga.
Noah melihat perubahan pada raut wajah istrinya itu,terlihat jika Keyla sangat cemas dan juga merindukan sahabatnya.
Namun bagaimanapun juga Noah Tidak akan pernah membiarkan Maylan kembali mendekati istrinya itu.
ia tahu bahwa ini pasti akan sangat menyakitkan bagi Keyla jika ia tahu sebenarnya apa yang terjadi.
"Kamu mau kemana?" Noah menghentikan Keyla yang hendak turun dari atas pelaminan.
"Aku ingin menemui Maylan, aku ingin tau ada apa dengannya Noah" jawab Keyla.
"Tidak perlu, dia sudah pergi dari hotel ini" jawab Rangga.
Akhirnya Keyla pun mengurungkan niatnya.
Keyla kembali duduk bersama sang suami disana.
"Noah aku pergi dulu ya, ada urusan penting" kata Rangga.
"Tidak bisa, ini adalah hari bahagiaku kamu harus tetap berada disini sampai acara ini selesai" ucap Noah.
"Tapi aku..." Belum selesai menjawab tiba tiba Nara juga naik ke atas pelaminan tersebut, ia terkejut saat melihat Rangga sedang berdebat dengan kakaknya.
"Rangga! Kamu disini?" Tanya Nara.
"Ehh i..iya" jawab Rangga gugup.
"Kalian berdua saling kenal?" Tanya Noah.
"Iya kak, aku kenal Rangga beberapa hari yang lalu" jawab Nara jujur.
Sedangkan Rangga hanya bisa tersenyum tanpa dosa.
**Matilah aku, aku mohon jangan katakan apapun lagi** batin Rangga.
Rangga berharap jika Nara tidak menceritakan semuanya kepada Noah.
Noah menatap ke arah Rangga yang hanya tersenyum seperti orang bodoh itu.
"Berapa kali kalian bertemu?" Tanya Noah.
"Satu kal..."
"Dua kali kak" sahut Nara,
"Kemarin saat kakak menghubungiku aku sedang berada di apartemen Rangga" jawab Nara jujur dengan wajah polosnya.
"Astaga!!!" Gumam Rangga.
"Ohhh begitu" kata Noah sambil manatap tajam wajah Rangga.
"Aku sedang ada urusan, sampai jumpa" Rangga segera turun dari atas pelaminan tersebut.
Nara menatap heran ke arah pria itu, bukankah kemarin Rangga mengatakan jika tidak kenal dengan kakaknya.
"Kalian saling kenal?" Tanya Nara kepada Noah.
"Iya Nara, mereka berdua bersahabat" jawab Keyla yang sedari tadi diam dan menyaksikan perdebatan kecil itu.
_____
__ADS_1
happy reading🥰🥰