Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
SEASON 3 ~ 03


__ADS_3

Rangga sudah memberitahukan kepulangannya kepada seluruh saudara yang tinggal disana.


Rumah para saudara Rangga tidak terlalu jauh, hanya butuh 20 menit untuk sampai dirumah Rangga.


Malam itu bi Lastri sudah menyiapkan banyak makanan untuk kedatangan keluarga besar Rangga.


Sedangkan Nara, ia menyiapkan dirinya dengan di bantu Keyla.


Entah mengapa Nara merasa gelisah saat akan bertemu dengan keluarga besar Rangga, meskipun tidak bisa bertemu dengan ibu dan ayahnya yang sudah meninggal.


Jam menunjukkan pukul 19.00.


Terdengar suara beberapa mobil yang berhenti di depan pekarangan rumah Rangga, pria itupun meminta bi Lasri untuk membukakan pintu dan ternyata yang datang adalah keluarga besar Rangga, Bi Lastri menyambut kedatangan mereka semua.


"Silahkan masuk nyonya dan tuan" kata bi Lastri.


Terlihat ada kakek nenek Rangga serta bibi dan paman nya, tidak lupa dua keponakan Rangga yang masih kecil-kecil mereka semua masuk ke dalam rumah Rangga.


"Dimana Rangga?" Tanya kakek Rangga namanya kakek Malik.


Meski usianya sudah hampir 80 tahun namun kakek dan Nenek Rangga ingin sekali bertemu dengan calon cucunya tersebut.


"Selamat datang" ucap Rangga yang menuruni tangga.


Mereka semua melihat ke arah Rangga kini cucu kecilnya itu sudah berubah menjadi pria dewasa yang sangat tampan.


"Rangga" ucap mereka semua.


Rangga segera menghampiri kakek dan neneknya itu, kemudian memeluk dan bersalaman kepada mereka semua melepaskan rasa rindu yang hampir 11 tahun tidak bertemu.


Alasan Rangga tidak kembali ke kampung halamannya bukan karena ia tidak merindukan sanak saudaranya, tetapi Rangga masih sedikit trauma jika harus teringat dengan kematian orang tuanya maka dari itu seluruh keluarga Rangga sama sekali tidak keberatan jika Rangga lebih memilih tinggal di kota karena itu demi kebaikan Rangga sendiri.


"Nak kamu sudah dewasa, kakek dan nenek sangat merindukan kamu"


"Iya nak, paman dan bibi juga sangat merindukan kamu" sambung bibi Rangga.


"Rangga benar benar minta maaf, karena baru sempat kembali" ucap Rangga merasa bersalah.


"Tidak masalah nak, asal kamu baik baik saja" jawab nenek Rangga yang bernama Tina.


Nenek Tina sangat menyangi cucunya itu, ia merasa kasihan saat Rangga harus kehilangan kedua orang tuanya di usia yang masih sangat kecil.


Rangga mempersilahkan mereka semua mengobrol.

__ADS_1


"Nara mereka sudah datang" kata Keyla.


"Iya kak, aku sangat gugup" jawab Nara.


"Tumben Nara adik kakak yang banyak tingkah ini menjadi gugup, hah?" Tanya Noah seraya menggoda adiknya itu.


"Ishh kakak!!" Sungut Nara kesal.


Setelah siap Keyla dan Noah pun membawa Nara untuk turun menemui keluarga besar Rangga yang sudah menunggunya di ruang keluarga, beberapa kali Nara mencoba untuk menarik nafasnya panjang agar ia merasa lebih tenang.


Nara terlihat sangat cantik pada malam ini ia menuruni tangga layaknya seorang putri.


" Kakek, Nenek itu Nara dia calon istriku" ucap Rangga.


Mereka semu segera beranjak dari tempat duduk dan memperhatikan Nara dengan seksama.


Mereka terpukau dengan kecantikan Nara serta senyum yang terus mengembang di wajahnya.


Nara semakin berjalan mendekati keluarga besar Rangga kemudian Nara pun bersalaman dengan mereka semua diikuti oleh Keyla dan Noah.


"Kalian berdua cantik sekali" puji Nenek Tina.


"Terima kasih nek" jawab Nara dan Keyla bersamaan.


"Dia adalah anak kami berdua" jawab Noah.


"Sempurna sekali, ayah yang tampan serta ibu yang cantik pantas saja putri kalian cantik" puji bibi Rangga.


Kemudian mereka duduk bersama di ruang keluarga serta mengobrol.


Sampai pada akhirnya jam makan malam pun tiba, bi Lastri mempersilakan mereka semua untuk menuju ke ruang makan.


"Assalamualaikum..."


Belum sampai mereka ke meja makan terdengar seorang wanita mengucapkan salam dari luar rumah tersebut.


"Ayu" kata Rangga saat melihat Ayu lah yang datang kerumahnya.


"Ehh nenek sama kakek ada disini juga?" Tanya Ayu.


Ayu langsung masuk dan bersalaman dengan mereka.


Maklum saja selama masa kecil Ayu begitu dekat dengan kakek dan nenek Rangga.

__ADS_1


"Ayu, bagaimana kabarnya?" tanya Nenek Tina.


"Baik nek" jawab Ayu.


Nara memperhatikan Ayu, siapakah kira kira gadis itu karena terlihat begitu dekat dengan keluarga besar Rangga namun Nara tidak ingin berpikir terlalu jauh.


"Kalian semua silahkan menuju ruang makan terlebih dahulu" kata Rangga.


setelah mereka semua menuju meja makan tersisalah Rangga dan Ayu yang masih berada di ruang tamu.


"Apa kamu mau bergabung makan malam bersama kita?" tanya Rangga.


"Boleh mas, tapi siapakah ke dua wanita itu serta satu pria yang menggendong bayi?" tanya Ayu penasaran karena sebelumnya Ayu tidak pernah melihat mereka semua.


"Yang menggunakan dress berwarna pink namanya adalah Nara dia calon istriku, kemudian mereka berdua adalah calon Kakak ipar ku" jawab Rangga jujur.


mendengarkan penjelasan dari Rangga seketika itu Ayu terkejut.


"Ma...maksud mas Rangga apa? mas Rangga sudah mau menikah?" tanya Ayu.


"Iya Yu, aku dan Nara akan segera menikah" jawab Rangga.


Ayu terdiam, hatinya seakan tertusuk seribu jarum.


teman masa kecil yang selama ini menemaninya ternyata sudah memiliki calon istri dan akan segera menikah.


Ayu berusaha tampil sangat cantik malam ini agar Rangga terpesona.


namun bukan pujian yang ia dapat melainkan kenyataan pahit dari pria yang ia cintai.


"Ayu! kamu kenapa?" tanya Rangga yang hanya melihat Ayu diam saja.


"Aku tidak apa apa mas" jawab Ayu berusaha tersenyum di balik kekecewaannya.


"Kalau begitu kita makan bersama" kata Rangga.


"Ehh maaf tidak bisa mas, aku lupa malam ini ada janji dengan temanku" kata Ayu berkilah.


"Teman? apakah dia seorang pria?" tanya Rangga.


"I..iya dia seorang pria, aku harus menemuinya" jawab Ayu.


"Wahh kalau begitu segera temui dia, jangan buat dia menunggu" kata Rangga.

__ADS_1


"I..iya mas, kalau begitu Ayu pergi dulu" kata Ayu, tanpa menunggu jawaban Rangga gadis itu langsung berlalu pergi.


__ADS_2