
Mereka semua tercengang, benarkan yang baru saja di dengarnya.
Apakah benar Nara akan melepas pendidikannya di Amerika untuk Rangga?
"Nara! Kamu sadar dengan apa yang kamu katakan? Biarkan Rangga yang akan ikut bersamamu" ucap Elard.
"Tidak ayah! Sudah seharusnya Nara lah yang ikut bersama Rangga, Nara akan melanjutkannya disini bersama Rangga. Dengan begitu Rangga tidak perlu meninggalkan kakak" jelas Nara lagi.
"Nara pikirkan sekali lagi, bukankah kamu sangat menginginkan untuk menempuh pendidikan di luar negeri" kata Noah.
Noah sendiri sangat tau jika dulu adiknya itu sangat ingin tinggal di Amerika.
Maka dari itu Nara rela pergi sendiri meski tanpa Noah.
Namun kini gadis itu memilih untuk melepaskan semuanya demi Rangga.
"Ayah, bunda... Ini adalah keputusan Nara, jadi Nara mohon mengertilah" ucap Nara lagi.
"Tapi Ra, aku bersedia jika harus menemanimu disana" sahut Rangga.
Rangga harus mengatakan itu, karena ia tidak ingin melihat Nara kebingungan.
"Ini keputusanku Rangga!" Jawab Nara.
Keputusan Nara adalah yang paling benar, meskipun ia harus merelakan kuliahnya di Amerika, namun Nara bisa melanjutkannya bersama Rangga disini.
Bukan hanya memikirkan dirinya sendiri, tetapi Nara juga memikirkan keluarganya.
Terutama kakaknya.
Bagaimanapun Rangga adalah sabahat baik Noah, tidak mungkin Nara membiarkan mereka berdua terpisah.
Kini keputusan Nara sudah pasti, dan ia berharap seluruh keluarganya menerima keputusan tersebut.
"Nara" panggil Noah.
Nara beranjak dari duduknya, dan ia memberikan Elena kepada Keyla.
Kemudian Noah berjalan mendekati adik perempuannya itu.
Noah memeluk Nara dengan sangat erat.
__ADS_1
"Terima kasih karena kamu sudah merelakan semuanya" ucap Noah seraya memeluk Nara.
"Aku yang harusnya berterima kasih kak, berkat kakak aku berani mengambil keputusan besar dalam hidupku. Aku sangat menyayangi kakak" balas Nara.
Suasana haru pun menyelimuti hati seorang ibu yang melihat kedekatan kedua anaknya, ikatan adik dan kakak yang begitu hangat membuat Yura harus menitihkan air matanya.
Kini ia yakin jika putrinya itu sudah mulai dewasa.
Sekalipun umurnya masih terbilang muda, namun Yura dan Elard berhasil mendidik kedua anaknya untuk bersikap dewasa.
Noah yang awalnya acuh terhadap sekitar kini sudah mulai perduli, Nara yang dulu sangat manja kini sudah mulai mandiri bahkan berani mengambil keputusan besar dalam hidupnya.
***
Malam hari setelah kepulangan Rangga dan keluarganya kini Yura dan Elard benar benar mulai sibuk menyiapkan semuanya.
Pasalnya tanggal pernikahan mereka berdua sudah di tentukan.
Satu bulan lagi Nara dan Rangga akan segera menikah, dan itu sudah di setujui oleh dua belah pihak.
"Baby apa yang kamu lakukan?" Tanya Noah di dalam kamar.
"Kamu tidak perlu bersusah payah, cukup kita pesan semuanya beres" kata Noah lagi.
Noah melihat Elena yang sudah tertidur di samping Keyla. Pria itupun segera naik ke atas tempat tidur dan merebahkan tubuhnya di samping Elena.
"Anggap saja ini hadiah dariku untuk Nara" kata Keyla sambil menutup laptop tersebut.
"Iya baiklah, tapi ingat aku tidak ingin kamu kelelahan. Karena masih ada Elena yang membutuhkanmu" kata Noah seraya beranjak dari tidurnya.
Noah mengusap lembut kepala Keyla.
"Kenapa mentapku seperti itu?" Tanya Keyla saat melihat tatapan Noah yang dingin itu.
"Apa aku tidak boleh melihat istriku sendiri?" Bukannya menjawab, Noah malah memberikan pertanyaan yang terdengar geli di telinga Keyla.
"Ehh tidak masalah, tapi ini sudah malam. Waktunya istirahat... Selamat malam Noah" kata Keyla, gadis itu segera meletakkan bendah pipih itu di atas meja.
Dan Keyla segera merabahkan tubuhnya di atas tempat tidur dan meyelimuti tubuhnya dengan selimut tebal.
"Apa kamu menghindariku?" Tanya Noah seraya membuka selimut tersebut.
__ADS_1
"N...noah aku sudah mengantuk jadi lebih baik aku tidur" jawab Keyla gugup.
"Tidak untuk malam ini By, tunda saja rasa kantukmu itu" sahut Noah.
Noah semakin mendekati Keyla, seketika Keyla langsung beranjak dari tempat tidur tersebut.
"Sayang jangan malam ini, aku... Aku benar benar mengantuk" ucap Keyla lagi.
"Jika aku menginginkan malam ini, maka kamu tidak bisa menolaknya By" sahut Noah.
Pria itu langsung memegang pinggang Keyla dan menarik tubuh gadis itu kedalam pelukannya.
Saat ingin memberontak, Noah langsung mencium bibir Ranum Keyla.
Bisa dikatakan sudah cukup lama Noah menunggu momen malam ini.
Berbulan bulan lamanya Noah menahannya, dan kini pria itu kembali menginginkannya.
Saat hampir saja Keyla mulai terbuai, tiba tiba Elena menangis.
Seketika Keyla langsung mendorong tubuh Noah.
"E...Elena menangis" kata Keyla.
Keyla mencoba menenangkan putrinya itu, namun rupanya Elena tidak berhenti menangis.
Akhirnya Keyla pun menggendong Elena.
"Sayang sepertinya Elena merasa panas disini, aku keluar kamar dulu" ucap Keyla.
Sebelum Noah kembali menyergapnya, Keyla bergegas keluar dari kamar tersebut dengan membawa Elena.
"By!! Baby tunggu!!! Aghhh..." Noah mengusap wajahnya kasar.
"Elena... Dia memang putriku yang sangat pintar" gumam Noah, namun di dalam hatinya pria itu sudah mulai kesal.
Padahal AC kamar tersebut menyala, tetapi kenapa Keyla mengatakan jika di dalam kamar tersebut terasa panas.
_____
happy reading
__ADS_1