Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
Pergi ke Sekolah


__ADS_3

Keesokan harinya Elard sudah bersiap untuk pergi kekantor, begitupun dengan Yura, hari ini Yura berniat akan pergi ke sebuah taman kanak-kanak untuk membawa ke dua anaknya berkunjung ke sekolah barunya.


Leo sudah mengurus semuanya, Sekolah yang terletak di pusat kota itu terlihat sangat mewah. hanya kalangan atas yang mampu menyekolahkan anak anaknya disana.


"Apa kamu perlu di antar Leo?" tanya Elard kepada istrinya.


"Tidak perlu El aku akan berangkat sendiri" jawab Yura yang masih fokus memoles wajahnya dengan sedikit make up.


Elard menghampiri istrinya kemudian ia memeluk tubuh Yura dari belakang.


"Kenapa El?" tanya Yura.


Karena tidak biasanya suaminya bersikap seperti itu.


"Jangan merias dirimu terlalu cantik, nanti akan banyak laki laki yang tertarik kepadamu" jawab Elard.


Yura hanya menanggapi perkataan suaminya dengan senyuman.


memang benar sekalipun Yura telah memiliki 2 orang anak namun wajahnya terlihat masih sangat muda. seorang yang tidak mengenalnya pasti mengira jika Yura masih seorang gadis yang tidak memiliki suami.


"Jangan khawatir El, aku hanya mencintaimu" ucap Yura seraya melepas pelukan suaminya dan beralih menatap Elard.


"Iya benar, kamu adalah wanitaku" sahut Elard kemudian ia mencium pucuk kening istrinya.


Kini keduanya segera turun untuk menemui anak-anaknya yang sudah menunggunya di meja makan, setelah selesai sarapan Elard segera berpamitan untuk pergi ke kantor begitupun jangan Yura yang akan pergi ke sekolah untuk menemani kedua anaknya.


Mobil mereka berpisah di persimpangan.


dengan sangat hati hati Yura mengendarai mobilnya menuju taman kanak-kanak yang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumahnya. 10 menit kemudian akhirnya Yura telah sampai, di parkirkan mobil tersebut di halaman sekolah.


Yura membawa kedua anaknya untuk masuk ke dalam gedung sekolah tersebut.


"Selamat pagi nyonya Yura" sapa Kepala Sekolah.


"Pagi bu" balas Yura dan mereka bersalaman.


Kepala Sekolah itu membawa Yura untuk masuk ke dalam ruangannya dan mereka sedikit berbincang-bincang.


"Bunda aku dan Nara ingin bermain" kata Noah.


"Iya nak, tapi jangan jauh jauh ya" jawab Yura mengijinkan anaknya untuk bermain.


kemudian Noah dan Nara segera berlari menuju taman yang berada di dalam sekolah tersebut.


taman itu sangat lengkap, terdapat ayunan perosotan dan beberapa permainan yang lainnya, mereka berdua pun dengan senangnya bermain di sana.


Saat hendak naik di atas perosotan tiba-tiba kaki Nara tersandung anak perempuan itu hampir saja terjungkal. Untung saja seorang pria dengan cepat menolongnya dan menahan Tubuh Nara agar tidak terjatuh.


"Apa kamu baik baik saja?" tanya pria tersebut.


"Hmm" jawab Nara mengangguk.


Noah yang melihat adiknya didekati oleh pria asing langsung menghampirinya dan melepaskan tangan pria itu dari pundak Nara.

__ADS_1


"Apa yang paman lakukan?" tanya Noah kepada pria itu.


"Aku hanya membantunya, tadi dia terjatuh" jawab peria tersebut. Noah menatap ke arah adiknya dan terlihat adiknya itu mengangguk.


"Terima kasih" ucap Noah.


Awalnya Noah mengira jika pria itu ingin menyakiti adiknya, maka dari itu ia bergegas untuk menjauhkan pria tersebut dari tubuh Nara. namun setelah mengetahui jika pria itu telah menyelamatkan adiknya maka tidak sungkan Noah untuk mengucapkan terima kasih.


"Sama sama, apa kalian sendirian?" tanya pria itu lagi.


mata pria itu nampak memperhatikan Noah dan Nara. sepertinya ia pernah bertemu dengan Kedua anak tersebut namun ia lupa di mana tepatnya.


"Aku bersama bunda" jawab Nara.


"Dimana bunda kalian?" tanya pria itu lagi.


saat hendak menjawab terlebih dulu Yura memanggil mereka.


"Nak ayo kita pulang!!" panggi Yura dari kejauhan.


"Iya bunda" sahut ke dua anak tersebut.


Noah dan Nara segera menghampiri Bundanya disusul oleh pria itu.


"Nyonya" sapa pria tersebut saat melihat wanita yang ia kenal.


"Tuan Mike anda disini" ucap Yura terkejut.


"Apa kalian saling kenal?" tanya kepala sekolah.


"Kebetulan sekali, Tuan Mike adalah Donatur tetap di sekolah ini" jelas ibu kepala sekolah.


Yura dan Mike nampak bersalaman kemudian Noah menjelaskan jika Nara sempat terjatuh dan di selamatkan oleh Mike.


"Terima kasih sudah menolong anakku" ucap Yura.


"Tidak masalah Nyonya, hanya kebetulan" jawab Mike.


Sesudah itu Yura segera berpamitan untuk pulang kepada ibu kepala sekolah dan Mike.


lagi-lagi Yura harus bertemu dengan pria itu, entah mengapa Yura merasa tidak nyaman saat bertemu dengan Mike.


bukan hanya tidak nyaman pandangan pria itu sepertinya tidak asing baginya.


"Bunda kenapa buru buru?" tanya Noah.


"Karena kita akan pergi ke kantor ayah nak" jawab Yura.


mendengar itu sontak membuat Noah dan Nara kegirangan, mereka berdua sangat senang jika harus berkunjung dan bermain di kantor ayahnya.


Beberapa menit akhirnya Yura pun sampai ia kembali membawa Putra dan putrinya masuk ke dalam kantor suaminya.


jam masih menunjukkan pukul 10 pagi ia sadar bahwa saat ini suaminya pasti sedang sibuk bekerja.

__ADS_1


namun Elard sendiri yang meminta setelah pulang dari sekolah Yura harus datang ke kantornya.


"Pagi El" sapa Yura yang baru saja masuk ke ruangan suaminya.


"Pagi sayang.. bagaimana tadi di sekolah?" tanya Elard seraya mencium bibir istrinya.


"Lancar El. minggu depan anak anak sudah bisa sekolah" jawab Yura.


"Syukurlah, duduk dulu sayang" Yura duduk di depan suaminya. sedangkan Nara naik ke pangkuan sang ayah.


"Ada apa kamu memintaku kemari El?" tanya Yura.


Elard menjelaskan kepada istrinya bahwa baru saja Axel menelponnya dan memberi tahu jika hari ini ia akan kembali ke Amerika membawa sang istri.


Sehingga Elard berniat untuk membawa istri dan kedua anaknya untuk mengantar Axel dan Jeny pergi ke Bandara.


"Kenapa mendadak sekali El, Jeny juga tidak memberi tahuku" tanya Yura sedikit kesal.


Karena Yura berniat akan menyerahkan usahanya kepada Jeny.


"Tuan Brandon sedang sakit, itu alasan Axel ingin membawa ayahnya kembali ke Amerika" jelas Elard.


"Iya aku ingat, jika paman Brandon memiliki penyakit jantung" kata Yura.


wanita itu pun tidak bisa lagi memaksa Jeny untuk bekerja di tempatnya, Karena setelah menikah dia sepenuhnya akan menjadi milik Axel dan mengikuti apa yang di katakan Suaminya.


Sejujurnya dalam hati Yura sangat sedih jika harus kehilangan teman sekaligus saudara baginya yang telah lama menemaninya selama 5 tahun ini.


"Huhff jam berapa mereka berangkat?" tanya Yura menghela nafasnya panjang.


"Pukul 4 sore, jam 12 siang nanti kita akan menemui mereka" jawab Elard.


"Baiklah" Yura mengangguk.


setelah percakapan diantara mereka selesai Elard segera melanjutkan pekerjaannya, dan membiarkan putrinya bermain bersama Noah di kamar pribadinya, saat Elard sedang fokus menatap laptop tiba-tiba Yura teringat sesuatu.


"El tadi aku bertemu tuan Mike" kata Yura.


"Dimana?" tanya Elard namun pandangannya tidak lepas dari leptopnya.


"Disekolah, rupannya ia Donatur tetap disekolah itu" jawab Yura.


"Donatur.." ucap Elard, kemudian pria itu setengah berpikir, sejak kapan Mike menjadi Donatur di sekolah itu.


Karena setahu Elard, Mike tinggal di Amerika dan ia kembali ke Indonesia belum lama.


Lagipula Mike adalah tipe orang yang sangat suka mengembangkan bisnisnya dan memenangkan persaingan. jadi sangat tidak mungkin jika Mike memikirkan untuk melakukan tindakan sosial seperti menjadi Donatur.


"Aneh sekali" gumam Elard.


_____


happy reading🥰 maaf jika masih terdapat typo🙏

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan like dan komennya🥰🥰


__ADS_2