Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
Pertemuan Pertama


__ADS_3

Kini Noah dan Jeny sudah bersiap, karena tepat pukul 7 Jeny akan membawa Noah untuk bejalan jalan.


" Ayo makan dulu" ucap Yura kepada mereka berdua.


Noah dan Jeny pun duduk di meja makan dan mulai menikmati makan malamnya.


"Kamu tidak ikut ra?" tanya Jeny.


" Aku masih harus menyiapkan dokumen dokumen untuk rapat besok Jen" ucap Yura.


" Tapi Bunda tidak apa-apa sendirian di sini?" tanya Noah.


" Bunda akan baik-baik saja sayang" ucap Yura.


Setelah acara makan malam itu selesai Noah dan Jenny berpamitan kepada Yura untuk pergi, Noah tidak ingin naik mobil ia ingin berjalan kaki menikmati suasana kota tersebut.


Sebenarnya Axel sudah menyiapkan mobil pribadi untuk Yura yang sudah terparkir di apartemennya.


" Jenny hati-hati ya jangan pulang terlalu malam, jaga Noah baik-baik" nasehat Yura kepada jeny sebelum mereka pergi.


" Iya ra kamu tidak perlu khawatir" ucap Jeny.


Jenny dan Noah pun keluar dari apartemen itu mereka berjalan menuju sebuah taman yang tidak begitu jauh dari tempat tinggalnya.


"Aunty Noah mau main itu" ucap Noah sambil menunjuk ayunan yang berada di taman.


"Iya sayang, hati hati ya aunty tunggu sini" ucap Jeny yang duduk di bawah pohon sambil memainkan ponselnya.


Ternyata disana juga banyak anak anak yang bermain bersama orang tuanya.


namun seperti biasa Noah akan bersikap dingin dan cuek terhadap siapapun yang tidak ia kenal, Noah hanya sibuk dengan permainannya tanpa memperdulikan sekitar.


Di sudut yang lain Elard mendorong kursi roda milik Nara, ia membawa putrinya untuk berkeliling di halaman rumah sakit.


dan ternyata Rumah Sakit itu berseberangan dengan Sebuah taman yang cukup besar.


Elard kini berada di halaman rumah sakit, ia duduk di sebuah kursi menemani putrinya nya yang juga duduk di kursi roda.


Pandangan Nara tertuju pada sebuah taman yang berada di seberang rumah sakit itu.


Ia memperhatikan anak-anak yang asyik bermain di sana.


" Ayah Nala ingin belmain di sana belsama meleka" ucap Nara sambil menunjuk ke sebuah taman.


" Tidak boleh Sayang kamu masih sakit, Nara diam di sini saja ya nanti kalau sudah sembuh Ayah akan membawa Nara bermain kemanapun yang Nara mau" ucap Elard.


" Tapi Nala mau main di sana" ucap Nara lagi.

__ADS_1


" Sayang kamu masih sakit tunggu sampai sembuh ya" Elard tetap melarang putrinya untuk bermain di taman itu karena keadaan Nara yang masih belum sembuh.


Nara pun menangis karena sang ayah melarangnya untuk bermain di taman itu.


Tanpa sengaja di saat tengah asyik bermain Noah melihat ke arah rumah sakit, ia melihat seorang anak yang seumuran dengannya duduk di kursi roda. dilihatnya anak itu Tengah menangis dan ia juga melihat seorang pria Tengah menenangkan anak tersebut.


Entah mengapa Noah juga merasakan kesedihan pada saat melihat anak perempuan itu menangis, Noah yang biasanya cuek dengan orang yang sama sekali tidak ia kenal tiba-tiba merasa sangat peduli dengan anak perempuan itu.


Noah menghentikan permainannya, Noah terus memperhatikan anak perempuan itu yang masih saja menangis.


Noah melangkahkan kakinya menghampiri anak itu, ia tidak sadar jika dirinya sudah menyebrangi jalan yang terdapat kendaraan lalu lalang.


Sedangkan Jenny tidak tahu jika Noah meninggalkan Taman tersebut.


kini Noah semakin dekat dengan anak itu, Noah menghentikan langkahnya saat menyadari anak perempuan itu juga menatapnya.


Kini mereka berdua saling bertatapan, Entah mengapa Noah merasa sangat dekat dengan anak perempuan itu yang tidak lain adalah Nara, begitupun dengan Nara ia menghentikan tangisannya.


" Hai" sapa Nara sambil Melambaikan tangannya. melihat itu Elard langsung mengalihkan pandangannya mengikuti arah pandangan Nara.


DEG....!!!


Seketika Jantung Elard berdegup dengan kencang saat melihat sosok anak laki laki yang berdiri di hadapannya.


Elard tecengang ia seperti pernah melihat anak laki laki itu.


Noah masih mematung disana sambil memperhatikan Nara yang tersenyum kepadanya.


"Don't cry" ucap Noah kepada Nara.


Setelah mengucapkan kata kata itu Noah membalikkan tubuhnya hendak meninggalkan Nara dan Elard.


Noah berlari untuk kembali lagi ke taman, karena ia sadar telah meninggalkan Jeny disana. Noah tidak ingin Jeny menghawatirkannya.


Saat hendak menyebrang hampir saja Noah tertabrak sepeda motor, karena ia terus berlari tanpa memperhatikan jalanan.


untung saja dengan cepat Elard menarik lengan Noah.


"Kamu baik baik saja nak?" tanya Elard sambil memeluk tubuh Noah.


Namun Noah tidak menjawab, ia fokus menatap wajah Elard.


" Apa kamu baik-baik saja? atau kamu terluka? katakan pada paman dimana yang sakit?" tanya Elard, ia khawatir jika anak laki-laki tersebut terluka.


" No uncle, I'm fine" ucap Noah kemudian Noah melepaskan tangan Elard, Ia pun kembali berlari menuju Taman meninggalkan Elard yang masih terduduk di jalan.


" Ada apa dengan anak itu? kenapa aku merasa sangat dekat dengannya" tanya Elard kepada dirinya sendiri.

__ADS_1


kemudian Elard segera berdiri dan menghampiri Nara.


" Ada apa Ayah?" tanya Nara.


" Tidak ada sayang kalau begitu kita masuk saja ya, udara malam tidak bagus untuk kesehatan mu" ucap Elard kemudian ia segera mendorong kursi roda putrinya.


Sebelum kembali ke dalam rumah sakit Elard kembali menatap kearah taman itu ia melihat Noah yang sudah pergi meninggalkan taman itu bersama dengan seorang wanita namun Elard tidak begitu jelas dengan wajah wanita tersebut.


" Noah Tadi dari mana aunty bingung mencarimu" ucap Jeny kepada Noah.


" Maaf aunty tadi Noah berjalan-jalan di sekitar taman" jawab Noah.


" Lain kali bilang ya sayang Jangan membuat aunty kebingungan" ucap Jenny.


" Siap aunty" jawab Noah.


Kini Jenny dan Noah sudah sampai di apartemennya mereka masuk ke dalam apartemen dan melihat Yura yang sibuk memainkan laptopnya di sofa.


" Halo bunda" ucap Noah yang baru saja masuk ke dalam apartemen itu.


" Iya sayang kamu sudah pulang nak" ucap Yura.


" Iya Ra Noah ingin segera pulang" jawab Jenny.


Yura menatap kearah putranya yang terlihat seperti lesu.


Seharusnya putranya itu gembira karena sudah berkeliling bersama Jenny, namun sebaliknya wajah Noah terlihat lesu dan seperti sedang kebingungan.


Yura pun mengangkat tubuh Noah dan memangkunya.


" Ada apa nak Kenapa wajah anak bunda ini sangat lesu bukannya senang bisa berjalan-jalan?" tanya Yura kepada Noah.


" Tidak ada Bunda, Noah baik-baik saja" ucap Noah.


" Sejak kapan anak bunda pintar berbohong?" kata Yura karena ia sangat tahu jika putranya sedang berbohong.


" Bunda Sebenarnya tadi Noah bertemu dengan anak perempuan mungkin usianya seperti Noah, ia berada di rumah sakit di dekat taman. Noah sangat kasihan melihatnya karena ia tidak bisa berjalan dan hanya duduk di kursi roda sambil menangis" jelas Noah kepada Yura.


" Lalu setelah itu apa yang kamu lakukan?" tanya Yura penasaran.


" Noah menghampirinya, dan Noah mengatakan kepadanya untuk tidak menangis lagi" jawab Noah polos.


sungguh itu membuat Yura sangat terkejut dan bingung karena menurutnya Putra satu-satunya itu tidak begitu peduli dengan orang lain apalagi yang tidak ia kenal, namun entah apa yang membuat Noah begitu peduli terhadap anak kecil yang tadi ia temuinnya.


*****


happy reading🥰 maaf jika masih ada typo🙏🥰

__ADS_1


__ADS_2