
Keesokan harinya, pagi ini Noah dan Keyla Tengah bersiap-siap hendak pergi ke kampus terpaksa Noah tidak pergi ke kantor karena ia sedang ada urusan penting di kampusnya. Untung saja hari ini di kantor Noah tidak memiliki jadwal meeting dengan klien nya.
"Pagi Baby..." Sapa Noah yang menghampiri istrinya di dapur.
"Pagi juga Noah, duduk dan segera sarapan" kata Keyla. Pagi ini Keyla memasak beberapa menu favoritnya, untung saja Kandungan Keyla tidak begitu rewel.
Sehingga gadis itu tetap bisa memasak.
"By, sepertinya kita butuh asisten rumah tangga, tidak mungkin kamu mengerjakan semua sendirian" saran Noah.
Ia tidak tega jika melihat sang istri melakukan semua pekerjaan itu sendirian.
"Untuk saat ini tidak perlu Noah, lagi pula rumah kita tidak terlalu besar. Aku bisa mengurusnya" tolak Keyla.
"Tidak! Tidak! Aku akan tetap mencari asisten rumah tangga untuk mengurus rumah kita" ucap Noah.
"Hufhhh" Keyla menghembuskan nafasnya dengan kasar.
"Kalau kamu sudah memiliki keputusan kenapa harus bertanya kepadaku, selalu saja tidak mau di tolak" gerutu Keyla.
"Hahaha itu kamu tau By, kalau aku memang pantang menerima penolakan"
"Iya iya cepat habiskan sarapan mu tuan!!" Celetuk Keyla.
"Siap nyonya Desmon" sahut Noah yang tidak mau kalah menggoda istrinya.
Mereka pun segera menikmati sarapan bersamanya.
***
Sesampainya di kampus mereka berdua segera menuju kelasnya masing masing.
Keyla nampak mondar mandir di depan kelasnya sambil terus mengotak atik ponselnya.
"Key kenapa berdiri di sini?" Tanya Gina.
"Aku menunggumu, bagaimana ada kabar tentang Maylan?" Tanya Keyla.
"Tidak ada Key, nomer yang kamu berikan sudah tidak aktif" jawab Gina.
Keyla menarik nafasnya panjang, memang sampai saat ini gadis itu masih merasa marah dengan sahabatnya Maylan.
namun di sisi lain Ia pun khawatir dengan kondisi Maylan yang di skorsing selama satu semester.
"Dia juga tidak ada menghubungiku sama sekali" kata Keyla.
"Begini saja Key, aku akan pergi kerumahnya dan melihat kondisi Maylan. Sekarang kamu tidak perlu memikirkan itu semua" ucap Gina.
Gina memang belum mengetahui masalah yang terjadi antara Keyla dan Maylan, namun Gina sudah mengetahui jika saat ini Keyla sedang hamil maka dari itu dengan senang hati Gina akan membantu Keyla.
"Terima kasih Gin" kata Keyla. Kemudian mereka berdua segera masuk ke dalam kelas, karena jam perkuliahan akan segera di mulai.
__ADS_1
Sedangkan di perpustakaan Noah sedang sibuk mengerjakan beberapa tugas kampusnya dengan di temani Rangga.
"Huuuhh ternyata kuliah sambil bekerja sangat melelahkan, otakku hampir pecah memikirkan ini semua" celetuk Rangga.
"Kalau begitu berhenti saja bekerja" sahut Noah yang masih sibuk dengan buku buku di hadapannya.
"Pedas sekali ucapanmu! Jika aku berhenti bekerja maka aku tidak akan bisa menghalalkan my angel" ucap Rangga.
"Kalau begitu jangan mengeluh!!" Sahut Noah lagi.
Rangga mengeryitkan dahinya saat mendengar jawaban dari sahabatnya itu.
Memang ia sedikit kesusahan dalam mengatur waktu antara mengerjakan tugas kampus dengan pekerjaannya di kantor.
"Noah" panggil Rangga.
"Hmm" jawab Noah singkat.
"Kenapa kamu bisa menikmati semua ini? Mengurus istri bekerja dan kuliah, apa kamu tidak pusing?" Tanya Rangga.
"Tidak"
"Bagaimana kamu mengaturnya?" Tanya Rangga lagi.
"Cukup mudah, di kantor aku tidak perlu mengerjakan semua sendirian. Aku punya asisten yag bisa mengerjakan tugasku!! Bukankah dia gaji untuk membantuku" jelas Noah.
"Iya kamu benar" kata Rangga sambil mengangguk, ia belum sadar jika yang dimaksud adalah dirinya.
"Tunggu!!! Maksudmu aku??" Tanya Rangga.
"Wahh wahh enak sekali menjadi boss, kenapa aku tidak sadar jika sebagian tugasmu aku yang menyelesaikannya" kata Rangga.
Noah sudah malas menanggapi kata kata sahabatnya itu, akhirnya Noah pun kembali fokus dengan tugasnya.
Sedangkan Rangga masih terus berfikir bagaimana caranya agar ia bisa membagi waktunya.
"Ehh... Noah ponselmu menyala" ucap Rangga.
Noah menghentikan aktivitasnya, dan ia pun melihat ponselnya yang sedari tadi sengaja di silent karena dirinya sedang berada di perpustakaan. tertera nama Ibu Rahma di layar ponselnya dengan segera Noah menjawab panggilan tersebut.
"Hallo bu"
"Assalamualaikum nak, mereka datang lagi" kata ibu Rahma. Terdengar suara wanita itu sedikit cemas.
"Waalaikumsalam... Pagi pagi sekali meraka sudah disana?"
"Iya nak, ibu sendiri tidak menyangka mereka datang sepagi ini. Cepatlah kemari!!"
"Baik bu, saya akan segera kesana" jawab Noah kemudian mengakhiri panggilannya.
Noah segera mengemasi beberapa barangnya, ia tidak ingin orang tua Keyla pergi lebih dulu sebelum dirinya datang.
__ADS_1
"Noah telepon dari siapa? Kenapa kamu terburu buru?" Tanya Rangga.
"Ada hal penting, kamu selesaikan tugasku sedikit lagi, dan jika Keyla bertanya katakan aku ada tugas kantor sebentar" jelas Noah.
"O...oke"
"Kunci motor!" Noah meminta kunci motornya yang selama ini digunakan oleh Rangga.
Sengaja Noah menggunakan motornya, agar ia bisa terhindar dari macet dan cepat sampai ke panti tersebut.
Setelah menerima kunci motornya, Noah pun segera pergi meninggalkan Rangga.
"Nasib nasib, ujung ujungnya aku juga yang menyelasaikan tugasnya" gumam Rangga.
***
Noah melajukan motornya dengan kecepatan sedang, karena pagi ini jalanan kota tersebut cukup ramai.
Tidak butuh waktu yang lama Noah pun akhirnya telah sampai di panti tersebut.
Noah melihat mobil mewah berwarna hitam itu sudah terparkir di halaman panti tersebut.
Noah segera berjalan dan masuk ke dalam panti itu.
"Nak Noah, masuklah" kata ibu Rahma.
Noah pun masuk, pasangan suami istri itu langsung berdiri saat melihat Noah.
Noah memperhatikan mereka berdua secara bergiliran.
Noah tidak ingat dengan Vivian, karena saat di rumah sakit pria itu tidak memperhatikan wajah Vivian saat berbicara dengan istrinya.
"Maaf siapa pria ini?" Tanya Tomi kepada ibu Rahma.
"Seharusnya saya yang bertanya, siapa anda!" Sahut Noah dengan menaikkan satu alisnya.
"Saya Tomi dan ini istri saya Vivian, kami datang kesini untuk bertemu dengan putri kami. Sekarang katakan dimana putri kami berada" jelas Tomi.
Ibu Rahma hanya diam saya, ia menyerahkan semuanya kepada Noah. Karena pasti ibu Rahma akan kalah jika harus berdebat dengan mereka.
"Cihh!!! Putri mana yang anda maksud?" Tanya Noah.
Vivian dan Tomi saling bertatapan, ia sendiri tidak tau siapa nama anak perempuan yang sudah di buang di panti asuhan tersebut.
"Bu Rahma... Boleh saya tau siapa nama anak itu?" Tanya Vivian pelan namun masih bisa didengar jelas oleh Noah.
"Hahaha anda lucu sekali, anak sendiri tidak kenal siapa namanya? Apa karena kalian buru buru membuangnya sampai lupa memberi nama?" Celetuk Noah.
"Tolong bicaralah yang sopan dengan orang yang lebih tua!!!" Sahut Tomi karena ia merasa Noah sudah menghinanya dengan mengatakan hal itu.
"Mas, sudah biarkan saja. Kita harus bersabar jika ingin mendapatkan anak itu" tergur Vivian dengen berbisik di telinga suaminya.
__ADS_1
_____
happy reading🥰🥰