
Setelah kejadian dimana Noah sempat melihat adiknya bercumbu, kini Nara lebih berhati hati saat sedang berdua dengan Rangga.
Ia tidak ingin sang kakak berbuat usil dan mengganggunya lagi.
Namun memang sampai saat ini Nara belum menghabiskan malam pertamanya dengan sang suami, bukannya tidak mau tetapi karena Nara sadar bahwa Rangga masih belum pulih sepenuhnya.
***
Hari berganti hari sampai akhirnya Rangga sudah mulai pulih.
Ia sudah bisa menggerakkan tangannya dengan lancar, beraktifitas seperti biasanya meskipun tidak terlalu banyak yang ia kerjakan.
Karena Noah tidak mengijinkan adik iparnya itu untuk bekerja terlalu berat.
"Sayang bagaimana dengan rencana mu?" Tanya Keyla.
"Semua sudah siap By, aku sudah menyiapkan tiket untuk mereka berdua berbulan madu' jawab Noah sambil menunjukkan dua lembar kertas di tangannya.
Ternyata Noah sudah menyiapkan misi bulan madu untuk Nara dan Rangga.
Memang tidak terlalu jauh seperti ke Luar Negeri, namun setidaknya mereka bisa menikmati hari berduanya.
"Kalau begitu kita berikan kejutan itu saat sarapan" kata Keyla dan Noah mengangguk setuju.
Tepat pukul 07.00 Noah dan Keyla keluar dari kamarnya.
Mereka hendak sarapan bersama keluarganya yang sudah menunggunya di Ruang makan.
"Selamat pagi Bunda, Ayah" sapa Noah dan Keyla yang baru saja duduk.
"Pagi Nak" jawab Elard dan Yura.
"Kakak apakah Rangga sudah bisa bekerja di kantor?" Tanya Nara.
"Sepertinya tidak untuk sekarang, karena dia harus menjalankan misi barunya" jawab Noah.
"Misi baru?" Tanya Rangga sambil berfikir, misi apa yang di maksud Noah. Akankah pria itu memiliki proyek baru yang harus di urus oleh Rangga.
"Misi apa Nak?" Tanya Elard yang juga penasaran.
__ADS_1
Noah pun mengedipkan matanya kepada Keyla, seolah memberikan isyarat agar istrinya mengeluarkan kejutan yang akan di berikan kepada Nara.
Keyla pun mengeluarkan dua buah lembar tiket dan di letakkan di atas meja makan tersebut.
"Ambillah" kata Keyla sambil menyodorkan tiket tersebut tepat di depan Nara dan Rangga.
Sedangkan pengantin baru itu saling bertatapan, mereka masih tidak mengerti dengan apa yang baru saja di berikan kakaknya.
"Apa ini kak?" Tanya Nara, yang masih memandang dua buah kertas tersebut, Tanpa berniat mengambilnya.
"Itu adalah tiket bulan madu di Pulau Dewata, kakak ingin kalian berdua menghabiskan waktu sepuasnya" jawab Noah santai sambil menyantap makanan tersebut.
Mendengar ucapan kakaknya itu, Nara langsung mengambil tiket tersebut dan membacanya dengan baik baik.
Ternyata sebuah tiket bulan madu di Pulau Dewata.
"Astaga!!! Benarkan ini kak? Dan bukankah ini hotel milik ayah?" Tanya Nara tidak percaya.
"Iya benar" jawab Noah membenarkan.
Karena penasaran, Elard pun melihat tiket tersebut.
"Jika menginap di hotel Ayah, mengapa Nara harus menggunakan tiket itu? Nara dengan bebas menginap disana sesuai keinginannya" jelas Elard.
"Aku sengaja ayah, supaya mereka bisa menikmati bulan madu seperti pasangan yang lain" ucap Noah.
"Iya ayah. Aku setuju dengan kakak, sepertinya akan lebih menyenangkan" sahut Nara.
"Lalu apa misi yang kamu maksud?" Tanya Rangga yang sedari tadi hanya diam saja langsung menanyakan rasa penasarannya itu.
"Misinya adalah...."
"Kalian harus pulang dengan kabar gembira, yaitu membawakan ponakan untuk kakak" jelas Noah jujur tanpa basa basi.
Seketika mereka semua yang berada di meja makan itu terkejut.
Bahkan Nara sampai terbatuk karena ucapan kakaknya.
Nara melotot tidak percaya, namun wajahnya memerah karena malu.
__ADS_1
"A...apa yang kakak katakan? Mana mungkin dalam hitungan hari aku... Aku" tanya Nara gugup menahan malu.
"Justru itu, kalian harus segera menyelesaikan misinya dalam waktu cepat" jawab Noah enteng.
"Tidak akan semudah itu nak, tapi alangkah baiknya kamu mencobanya" kata Yura.
Lagi lagi Rangga dan Nara harus menahan malu saat bundanya mendukung ide konyol sang kakak.
"Baiklah!! Aku akan menyelesaikan misi itu tepat waktu" sahut Rangga.
"Rangga!!" Teriak Nara sambil mencubit pinggang Rangga.
"Aww!!! Sakit my angel" kata Rangga sambil tertawa.
Elard dan Yura pun tertawa melihat tingkah anak anaknya yang selalu membuat hari harinya semakin menyenangkan.
Setelah selesai sarapan Noah pun berpamitan untuk pergi ke kantor.
"Ayah bunda, Noah pamit berangkat ke kantor. Kalian selesaikan saja sarapannya" kata Noah.
"Baiklah nak, hati hati di jalan" ucap Yura. Tidak lupa Noah mencium punggung tangan kedua orang tuanya.
Keyla pun mengantar Noah sampai ke halaman rumah tersebut sambil menggendong Elena.
"Baby bagaimana jika kita kembali kerumah kita?" Tanya Noah saat mereka sudah sampai di halaman rumah.
"Aku setuju saja sayang, tapi bagaimana dengan bunda?" Tanya Noah.
"Bunda juga pasti setuju, lagi pula kita harus mandiri merawat Elena. Kalau kamu setuju besok kita akan kembali" jelas Noah.
"Baiklah Noah"
" Kalau begitu aku berangkat By, sampai jumpa" Noah berpamitan kemudian mencium pipi merah Elena yang terlihat sangat menggemaskan.
Setelah kepergian Noah, Keyla pun kembali masuk untuk melanjutkan sarapannya yang tertunda.
_____
happy readingš„°
__ADS_1