
Sesampainya di dalam taman itu Noah langsung membawa Keyla beserta Nara naik ke atas perahu yang sudah disewanya.
Perahu itu terlihat lebih bagus dari yang sebelumnya Keyla naiki.
"Kak untuk apa malam malam kita ketempat seperti ini?" Tanya Nara.
"Banyak yang mengatakan jika suasana malam di tempat ini sangatlah bagus, maka dari itu kakak membawamu kemari" jawab Noah.
Noah membantu adik nya naik ke atas perahu itu, dan Nara duduk disalah satu bangku yang berada di atas Perahu.
kemudian giliran Keyla yang akan naik ke perahu tersebut.
"Keong cepat ulurkan tanganmu" ucap Noah.
Dengan senang hati dan tanpa penolakan Keyla pun menaiki perahu tersebut dengan bantuan Noah.
Di bangku bagian depan sudah ada pria paruh baya yang akan mendayung perahu tersebut.
Sebelum perahu itu berjalan ke tengah danau tiba tiba lampu menyala dengan indahnya.
"Woww..." Kedua gadis itu takjub dengan pemandangan indah yang ada di hadapannya.
"Bagus sekali kak" ucap Nara.
"Hmmm" sahut Noah.
Pria paruh baya itu pun segera Mendayung perahunya menuju ke tengah danau terlihat pemandangan kerlap-kerlip lampu yang begitu sangat indah.
"Besok kakak akan kembali ke Indonesia" ucap Noah.
"Kenapa kak? Bukankah masih ada waktu beberapa hari lagi?" Tanya Nara.
"Ada hal penting yang harus kakak selesaikan, Tapi Kakak janji lain kali Kakak akan berkunjung lagi maka dari itu kita nikmati waktu bersama malam ini" jelas Noah.
Terlihat wajah sedih Nara.
Karena beberapa hari ini Nara begitu bahagia saat Noah dan Keyla mengunjunginya, ia mengira Masih Ada Waktu cukup lama bersama Mereka namun rupanya Noah memutuskan untuk pulang esok hari.
"Noah ada apa? Tidak bisakah kita pulang beberapa hari lagi, lihatlah Nara dia terlihat sedih" bisik Keyla.
Noah pun melihat kearah adiknya dan benar saja yang tadinya wajah Nara terlihat bahagia kini berubah menjadi muram.
"Hei kenapa bersedih? Kakak janji akan sering sering mengunjungimu" ucap Noah.
"Aku akan kesepian lagi kak" kata Nara dengan mata yang berkaca kaca.
Noah memeluk tubuh adiknya itu dan Nara mulai menitihkan air matanya.
Keyla yang berada disana hanya bisa menahan rasa haru menyaksikan adik kakak itu berpelukan.
"Malam ini kita akan menikmati waktu sepuasnya, dan kakak janji saat liburan kakak akan kembali menemuimu" ucap Noah.
"Janji ya kak" Nara memberikan jari kelingkingnya dan Noah mengangguk.
Tidak ada pilihan lain terpaksa Nara harus merelakan kakaknya untuk kembali ke Indonesia, dia pun tidak ingin melihat sahabatnya bersedih.
malam ini mereka bertiga akan menghabiskan waktu bersama.
"Kak kita berfoto yukk" ajak Nara.
"Oke" jawab Noah tidak menolak.
"Pakai ponsel kakak saja, nanti kirim kepadaku" kata Nara. Dan Noah tidak keberatan memberikan ponselnya kepada adiknya tersebut.
Mereka bertiga mulai ber-selfie.
"Key lebih dekat lagi" kata Nara meminta Keyla untuk lebih dekat dengan kakaknya.
Keyla menggeser sedikit tubuhnya, jarak antara Noah dan Keyla sangat dekat.
Mereka bertatapan, Keyla menahan detak jantungnya yang berdetak begitu kencang.
Tanpa Noah dan Keyla sadari Nara yang memperhatikan mereka berdua langsung mengambil foto mereka secara diam-diam.
"Ehemm.. sudahkah pandang pandangannya??" Tanya Nara membuat mereka berdua salah tingkah.
Sudah banyak foto yang diambil mereka dan tiba saatnya perahu itu pun menepi.
Noah membawa dua gadis itu menuju sebuah resto di pinggir danau mereka akan makan malam bersama.
__ADS_1
"Kak tempat ini bagus sekali, kakak tau dari mana jika ada tempat sebagus ini?" Tanya Nara.
Karena memang selama Nara tinggal di kota tersebut ia tidak pernah berkeliling sehingga Nara tidak tahu jika ada taman yang sebagus itu.
"Tadi sehabis berbelanja kebetulan melewati taman ini, dan sepertinya jika di malam hari pasti bagus" jawab Noah.
**Dasar pembohong, jelas jelas aku yang minta berhenti disini tadi siang huhh** batin Keyla kesal.
"Nara apa kamu tahu toko perhiasan disini?" Tanya Noah.
"Ada kak, tidak jauh dari sini. Memangnya kakak mau ngapain?" Tanya Nara.
"Kakak ingin membeli gelang" jawab Noah.
"Gelang untuk siapa kak?" Tanya Nara lagi bersemangat.
"Freya" jawab Noah jujur.
Deggg!!
Mendengar nama Freya yang di sebut jantung Keyla terasa sakit.
Nara melihat kearah Keyla yang hanya menunduk.
"Kamu baik baik saja Key?" Tanya Nara dengan berbisik.
"I..iya Ra, aku baik baik saja sudah kita lanjutkan makannya ya" jawab Keyla setenang mungkin.
Keyla mencoba untuk menyingkirkan pikiran-pikiran buruknya. Mana Mungkin ia cemburu terhadap gadis yang masih berusia 13 tahun itu.
Karena makan malam mereka sudah selesai tidak ingin membuang waktu lama-lama Lagi, Noah langsung menuju ke sebuah toko perhiasan.
"Kita berangkat sekarang" kata Noah.
Noah melajukan mobilnya menuju toko tersebut dipandu oleh Nara yang duduk di sampingnya.
sedangkan Keyla duduk di bangku bagian belakang, Gadis itu hanya terdiam sesekali Nara Bertanya kepadanya dan Keyla hanya menjawab seadanya.
Entah kenapa dia merasa tidak bersemangat.
Beberapa menit kemudian akhirnya mereka sudah sampai setelah memarkirkan mobilnya mereka bertiga pun turun dan masuk ke dalam toko perhiasan tersebut.
"Excuse me, can I help you?" Tanya pelayan toko tersebut.
"Wait a minute sir, I'll take it" ucap pelayan itu dan Noah mengangguk.
"Key berhubung kamu ada disini lebih baik kamu cari perhiasan yang kamu mau" kata Nara.
"Iya kamu benar, aku ingin memberikan oleh oleh untuk bibi paman dan ibu Rahma" jawab Keyla.
"Key beli saja untuk dirimu sendiri, bunda pasti tidak akan marah jika kamu tidak membelikan oleh oleh" kata Nara.
"Tidak masalah Ra, aku ingin memberikan bibi dan paman sesuatu" ucap Keyla.
Kemudian Nara melihat ke arah kakaknya.
"Kakak, lihatlah Key begitu perhatian dengan ayah dan bunda. Tidak seperti kakak yang hanya ingat dengan gadis itu" sindir Nara yang tidak suka melihat kakaknya begitu perhatian dengan Freya.
"Ra jangan berkata seperti itu" tegur Keyla.
"Aku tidak suka dengan gadis itu Key, sudahlah sini aku bantu kamu mencarikan perhiasan yang cocok" Nara membawa Keyla ke sudut yang lain untuk melihat beberapa kalung.
Sedangkan Noah hanya bisa terdiam mendengarkan kesalah pahaman adiknya itu.
Pelayan toko itu kembali menemui Noah dan ia memberikan gelang yang dipesan oleh Noah.
Noah meminta pelayan tersebut untuk membungkus gelang yang sudah ia pilih.
Keyla membeli 2 kalung dan satu jam tangan pria.
Dimana Keyla akan memberikan kalung itu untuk ibu Rahma dan Yura, serta jam tangan untuk Elard.
Setelah melakukan pembayaran mereka segera bergegas untuk kembali ke apartemen.
***
Malam hari tepat pukul jam 11 malam Nara sudah tertidur sedangkan Keyla masih terjaga.
Gadis itu belum bisa memejamkan matanya Entah mengapa rasa kantuknya tiba-tiba hilang.
__ADS_1
Keyla keluar dari kamar tersebut dan ia duduk di ruang tamu.
Keyla menyandarkan tubuhnya di sofa kemudian sejenak ia menutup kedua matanya.
"Belum tidur?" Tanya seorang pria yang menghampirinya.
"Noah" ucap Keyla saat ia melihat Noah berdiri di depannya.
"Kenapa kamu disini?" Tanya Keyla.
"Aku baru selesai merapikan barang barangku, dan ingin pergi ke dapur tapi aku melihatmu duduk disini" jawab Noah.
"Kamu sendiri kenapa belum tidur?" Tanya Noah lagi.
" Aku memikirkan Nara, Entah kenapa aku tidak tega meninggalkannya sendirian waktu kita di sini terasa begitu cepat" jawab Keyla.
Sejujurnya Gadis itu masih ingin tetap tinggal dan menemani sahabatnya, tetapi karena Noah ingin segera kembali ke Indonesia Keyla pun tidak bisa melakukan apa-apa.
"Kita masih bisa menemui Nara lain hari" ucap Noah.
"Maksudmu kita berdua??" Tanya Keyla.
"Bukan! Maksudku kamu dan bunda mungkin atau..." Noah menghentikan kata katanya.
"Atau??" Tanya Keyla.
"Sudahlah, untuk apa kita bicara berdua seperti ini. Sekarang kembali ke kamarmu cepat tidur" kata Noah gelagapan.
"Bukankah kamu yang memulai obrolan ini?" Tanya Keyla sambil menggaruk tengkukknya yang tidak gatal.
"Dasar Keong!! Cepatlah tidur" Dengan langkah cepat Noah kembali masuk ke kamarnya.
"Ada apa dengannya, bukankah dia yang memulai obrolan? Lalu kenapa aku yang salah dasar beruang kutub" gumam Keyla.
Pagi hari menjelang...
Tepat pukul 6 pagi Nara membantu Keyla untuk mengemasi barang barangnya.
"Nara jaga dirimu baik baik ya, maaf aku tidak bisa menemanimu lama" kata Keyla.
"Iya Key jangan khawatir, kamu juga jaga dirimu dan ingat pesanku beberapa hari yang lalu" kata Nara mencoba mengingatkan Keyla.
Nara sempat mengatakan kepada Keyla jika memang ia menyukai Noah maka Keyla harus benar-benar berusaha, dan Nara pun menyarankan agar Keyla mengikuti kursus bahasa Inggris bersama kakaknya.
"Nara kamu baik sekali, terima kasih sudah mendukungku" ucap Keyla terharu.
"Sama sama Key, aku tau kamu gadis yang baik kakakku pasti beruntung jika bisa bersatu bersamamu" jelas Nara menepuk pundak Keyla pelan.
Nara sudah memberikan dukungan penuh kepada Keyla.
Dengan begitu Keyla akan lebih bersemangat untuk mendapatkan hati pria itu.
Entah memulainya dari mana, kebersamaannya bersama Noah dan pertengakaran setiap hari membuat Keyla diam diam menyimpan rasa.
Jika memang masih memiliki kesempatan maka Keyla akan menggunakan kesempatan itu sebaik mungkin.
"Keong kenapa lama sekali?" Tanya Noah yang baru saja masuk ke dalam kamar Nara.
"Kenapa kamu tidak sabar kak, sepertinya kakak bahagia meninggalkan aku" sahut Nara.
"Nara kenapa kamu mengatakan hal seperti itu?" Tanya Noah.
"Sudahlah, Keyla sudah selesai kalian bisa segera pergi" ucap Nara tanpa menatap kakaknya.
Noah menghembuskan nafasnya pelan ia menyadari jika adik perempuannya itu pasti sedang marah kepadanya.
"Nara kemarilah" panggil Noah.
Nara berjalan menghampiri kakaknya.
Noah mengeluarkan sesuatu dari kantung celanannya.
Sebuah jepit rambut berwarna merah muda, kemudian Noah memakaikan jepit itu kepada adiknya.
"Kakak ini jepit rambutku sewaktu aku umur 10 tahun kan" kata Nara.
"Iya benar, dulu jepit rambut ini sempat hilang. dan kakak menemukannya, kakak belum sempat memberikannya kepadamu. karena kakak sudah menemukan jepit rambut kesayanganmu ini maka sebagai gantinya kakak minta jangan marah lagi ya, kakak sangat menyayangimu" ucap Noah panjang lebar.
"Kakak.." Nara memeluk tubuh kakaknya.
__ADS_1
_____
happy reading🥰🥰