Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
Rencana Bulan Madu


__ADS_3

Pagi hari menjelang, sang mentari mulai menyinari bumi.


Sinarnya masuk ke dalam kamar melalui cela cela jendela.


Membuat sepasang suami istri itu mengeliat dan membuka matanya secara perlahan.


"El bangun" kata Yura membangunkan suaminya.


Namun Elard tidak bergeming, pria itu masih terlelap dalam tidurnya.


Terdengar suara bell kamar Yura berbunyi, ia segera turun dari tempat tidurnya dan membuka pintu kamarnya.


"Morning bunda...." sapa Noah dan Nara.


"Morning sayang" Yura memberikan morning kiss kepada kedua anak kembarnya itu.


"Dimana ayah?" tanya Nara.


"Ayah sedang tidur, cepat kalian bangunkan ayah" kata Yura.


Mereka berlari naik ke atas tempat tidur dan mulai membangunkan ayahnya.


"Ayah bangun.... Ayah..." teriak mereka.


"Ayah masih mengantuk" jawab Elard dengan suara beratnya.


Bagaimana tidak mengantuk, pria itu hampir semalaman tidak bisa tidur.


Ia memikirkan seseorang yang sudah mengusiknya.


Ia khawatir orang tersebut akan kembali dan mencelakai istrinya. Oleh sebab itu Elard tidak tidur semalaman.


"Tidak biasanya Elard bangun siang" gumam Yura.


"Kalau begitu kalian lanjutkan bangunkan ayah, bunda akan mandi terlebih dahulu" ucap Yura.


"Siap bunda" jawab mereka berdua.


Yura segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Hampir 20 menit akhirnya Yura sudah selesai dengan aktivitasnya dikamar mandi, ia pun segera keluar dan melihat suaminya yang sudah terbangun dan sedang berbincang dengan ke dua anaknya.


"Tumben kamu masih mengantuk jam segini El?" tanya Yura.


"Semalam aku tidak bisa tidur sayang" ucap Pria itu.


"Kenapa?" tanya Yura lagi.


"Mmm mungkin karena terlalu capek" jawab Elard.

__ADS_1


"Capek?" ulang Yura dan pria itu mengangguk.


"Lebih baik kamu mandi dan kita sarapan bersama" perintah Yura.


Elard segera masuk ke dalam kamar mandi.


***


Jam sudah menunjukkan pukul 08.00 mereka semua turun ke lantai bawah untuk sarapan bersama.


Disana juga ada Nita yang dengan sigap mengurus kedua anak kembar itu, dan juga Leo yang siap membantu tuannya.


"Kalian ikutlah sarapan bersama kami" ucap Elard.


Setelah sarapan mereka bersiap untuk pulang.


"Tuan apa ada sesuatu yang mengganggu anda?" tanya Leo.


Karena tidak biasanya Elard terlihat khawatir.


Elard menceritakan kejadian semalam kepada Leo.


"Kenapa anda tidak menghubungi saya tuan?" tanya Leo.


"Hari sudah malam, aku tidak ingin membuat istirahatmu terganggu" jawab Elard sambil menyeruput teh hangat.


"Sepertinya ada orang orang yang ingin bermain main denganku" ucap Pria itu.


Kini mereka telah kembali ke rumah Elard, rencananya besok Elard akan membawa Yura untuk bulan madu.


Awalnya Yura menolak, karena ia khawatir dengan anak anaknya.


Namun Nita meyakinkan wanita itu jika dirinya bersedia menjaga anak kembar Yura.


"Tapi kita bukan pengantin baru yang harus bulan madu El, kita sudah punya dua anak" kata Yura.


"Lalu kenapa sayang? aku masih ingin memiliki banyak anak" ucap Elard dengan cengengesan.


"Baiklah tapi hanya dua hari saja"


"Tidak! aku ingin satu minggu" ucap pria itu.


Yura mendengus kesal.


"Kamu harus bekerja, kita juga tidak bisa meninggalkan Noah dan Nara terlalu lama. jika kamu memaksa lebih baik kita tidak berangkat" ancam Yura


"Iya iya baiklah sayang dua hari" akhirnya Elard pasrah dengan keputusan Yura.


Padahal pria itu sangat ingin menghabiskan waktu berdua bersama istrinya lebih lama.

__ADS_1


Tokk..tokk..tok..


Seseorang mengetuk kamarnya.


"Masuk" jawab Elard.


"Tuan permisi maaf menganggu waktu anda" ucap Leo yang baru saja masuk kedalam kamar Elard.


"Tidak masalah Le" tunggu aku di ruang kerja.


Akhirnya Leo segera pergi menuju ruang kerja Elard.


"Ada apa El kenapa Leo kemari?" tanya Yura.


"Masalah pekerjaan sayang, aku akan menemuinya" Elard segera menemui Leo yang sudah menunggunya di ruang kerja.


"Ada apa Le?" tanya Elard yang duduk berhadapan dengan Leo.


Leo mengambil flashdisk dari dalam kantungnya dan menyerahkan flashdisk tersebut kepada Elard.


"Itu berisikan CCTV di hotel semalam Tuan" ucap Leo.


Mendengar itu Elard langsung mengambil dan menancapkan flashdisk tersebut di leptop miliknya.


"Siapa dia?" tanya Elard saat melihat orang di dalam rekaman CCTV tersebut.


"Nampaknya orang itu sengaja mengusik anda tuan, dan mungkin saja ia hadir di acara pernikahan anda" kata Leo.


Elard memperbesar tampilan CCTV tersebut Namun wajah orang itu tidak bisa dikenali karena menggunakan masker yang menutupi sebagian wajahnya.


"Selama ini tidak ada yang yang berani mengusikku, namun kenapa dia berusaha mencelakai ku" kata Elard.


"Entahlah tuan, tapi menurut saya bukan musuh kerja. sepertinya dia memiliki motif lain" jelas Leo.


Elard mulai mengingat kejadian beberapa hari ini yang menimpa keluarganya setelah Yura kembali.


Yang pertama adalah penembakan yang terjadi kepada Sifanya yang sampai sekarang belum diketahui siapa pelakunya, kemudian semalam ada seseorang yang berusaha mencelakai Elard di hotel setelah acara pernikahannya.


"Mungkinkah mereka adalah orang yang sama" pikir Elard.


" Tuan jangan khawatir, saya akan mencari tahu siapa pelakunya" ucap Leo.


Elard akan berusaha mengikuti permainan orang tersebut Namun ia tetap akan berjaga-jaga.


Elard juga memberikan penjagaan yang ketat terhadap anak-anaknya, dia menambah beberapa Bodyguard untuk menjaga kedua anak kembarnya itu terlebih lagi ia akan pergi untuk berbulan madu bersama istrinya.


_____


happy reading🄰

__ADS_1


__ADS_2