Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
SEASON 3 ~ 10


__ADS_3

Pagi ini begitu cerah, matahari tidak malu malu lagi untuk memancarkan sinarnya.


Sama halnya dengan calon pengantin yang sedang bersiap di dalam kamarnya.


Wajahnya merah bersemu, jantungnya terus berdegup cukup kencang.


Momen bahagia ini tentu akan menjadi momen yang sangat berharga bagi seorang gadis berusia muda itu.


Yura pun sudah siap jika anak gadisnya akan di nikahi oleh seorang pria.


Kini ia hanya perlu menyaksikan kedua anaknya bahagia bersama pasangannya masing masing.


Tepatnya hari ini Nara dan Rangga akan menikah.


Acara ijab qobul akan di laksanakan di rumah Elard.


Semua sudah di tata sangat cantik dan mewah.


MUA terkenal sudah mulai memoles wajah cantik Nara.


Tidak lupa gaun pengantin pemberian Keyla pun juga sudah di siapkan.


Sama halnya dengan Rangga dan keluarganya yang masih berada di apartemen.


Mereka sedang bersiap untuk pergi ke rumah Nara.


Rangga memang hanya di temani kakek nenek, paman dan bibinya.


Namun rupanya Noah sudah meminta seluruh Karyawan yang bekerja di kantornya juga ikut menemani Rangga.


Dan benar saja, seluruh karyawan itu sudah berada di parkiran apartementnya.


"Rangga ayo cepat, kenapa kamu lama sekali?" Tanya bibi Rangga.


"Iya sebentar bi, aku sangat gugup" jawab Rangga dari dalam kamarnya.


Sebenarnya Rangga sudah siap, namun pria itu merasa gugup.


Berkali kali Rangga mondar mandir hanya untuk menghafalkan ijab qobul yang akan ia ucapkan nantinya.


"Rangga!! Apa kamu ingin membatalkan pernikahan ini?" Teriak bibi, karena Rangga tidak kunjung keluar dari kamarnya.


Mendengar ucapan bibinya, Rangga pun segera keluar dari kamarnya.


"Iya bi, aku sudah siap... Ayo berangkat!" Sahut Rangga.


Kemudian mereka pun segera berangkat menuju rumah Nara.


Seluruh karyawan disana pun turut mengikuti Rangga dari belakang, mereka mengiring Rangga sampai ke rumah Nara.


***


"Baby pagi ini kamu sangat cantik, aku sampai heran sebenarnya pengantin wanitanya Nara atau dirimu" puji Noah sambil bergelayut manja memeluk Keyla dari belakang.


"Apa ini terlalu berlebihan? Aku bisa menggantinya" kata Keyla.


"Tidak... Tidak perlu, kamu selalu terlihat cantik dan sempurna di mataku" ucap Noah lagi kemudian mencium pipi Keyla.


"Sayang sudahlah, masih pagi kamu sudah merayu. Sekarang kita keluar sepertinya keluarga Rangga akan segera tiba" ucap Keyla kemudian melepaskan pelukan sang suami.


Setelah semuanya siap Noah pun segera menemui ayahnya untuk menyambut kedatangan Rangga, tidak lupa Elena yang ia gendong dalam pelukannya.


Sedangkan Keyla dan Yura, masuk ke dalam kamar Nara.


Ia melihat apakah Nara sudah siap atau belum, ternyata gadis itu sudah cantik dengan riasan di wajahnya.


Serta gaun dan hiasan rambut yang semakin membuat Nara terlihat sangat cantik.

__ADS_1


Hari ini adalah hari bahagia untuk Nara, dan ia adalah ratunya.


"Wahh anak bunda cantik sekali" puji Yura yang baru saja masuk ke dalam kamar Nara.


"Terima kasih bunda" jawab Nara dengan senyuman yang mengembang di wajahnya.


"Apa kamu gugup Ra?" Tanya Keyla, karena ia melihat Nara sudah mulai berkeringat.


"Iya kak, aku sangat gugup" jawab Nara jujur.


"Tolong rapikan kembali riasan Nara" perintah Keyla pada salah satu perias yang berada disana.


Setelah beberapa menit, Nita pun masuk ke dalam kamar Nara.


Ia memberitahukan jika Rangga dan keluarganya telah tiba.


Ini saatnya Nara harus bersiap untuk turun.


Terlihat tamu undangan sudah hadir di rumah mewah itu.


Mereka duduk di bangkunya masing masing.


"Selamat datang tuan malik" sapa Elard kepada kakek Rangga dan seluruh keluarganya.


Noah pun terlihat bersalaman dan memeluk Rangga.


Noah juga tidak lupa memberikan semangat kepada Rangga agar pria itu tidak salah menyebutkan nama saat ijab qobul di mulai.


Elard dan Noah mempersilahkan mereka untuk masuk, karena acara pernikahan Rangga dan Nara akan segera di mulai.


Penghulu dan para saksi sudah berada disana.


Rangga duduk berhadapan dengan penghulu yang akan menikahkannya.


Tidak lama, terlihat Nara menuruni tangga dengan di dampingi Yura serta Keyla. Dan beberapa pelayan yang berada di belakangnya.


Gadis yang ia jumpai belum lama ini, akhirnya akan menjadi istrinya dan seutuhnya akan menjadi miliknya.


"Adikku memang sangat cantik, tapi jangan sampai bola matamu itu lepas" celetuk Noah, sehingga membuat Rangga sadar dari lamunannya.


Jantung keduanya saat ini sama sama berdebar sangat kencang.


Nara kini duduk di samping Rangga, banyak tamu undangan yang memuji mereka berdua.


Keduanya terlihat sangat serasi, Rangga yang tampan serta Nara yang sangat cantik.


Acara pun di mulai, sang pembawa acara memulai sambutan sambutannya.


Sebelumnya lantunan ayat suci sudah di bacakan.


Sampai akhirnya acara ijab qobul pun akan segera di mulai.


CIIIITTT!!!!!


Sebuah mobil berwana hitam berhenti tepat di depan rumah Elard.


Seorang pria turun dengan setelan jas yang rapi.


"Maaf tuan anda tidak bisa masuk begitu saja" kata penjaga.


"Saya rekan bisnis tuan El" jawab pria itu dingin dan dengan suara beratnya.


"Tunjukkan undangan anda" kata penjaga itu lagi.


Pria misterius itu kembali membuka mobilnya dan mengambil undangan dari dalam mobil tersebut.


Pria itu pun menyerahkan undangan pernikahan itu kepada penjaga.

__ADS_1


"Baiklah tuan anda boleh masuk" ucap penjaga.


Tanpa berlama lama lagi pria itu pun berjalan memasuki rumah Elard.


Di dalam, ijab qobul akan segera di mulai.


"Tuan Rangga, apakah anda sudah siap?"tanya penghulu.


"Saya siap" jawab Rangga mantap.


Kemudian mereka saling berjabat tangan, penghulu pun mengucapkan ijabnya.


"Saya terima nikah dan kawin Nara binti...." Ucapan Rangga terhenti.


Bukan karena Rangga lupa, tetapi pandangan Rangga tiba tiba tertuju kepada seorang pria berbadan tegap yang berdiri di belakang pot bunga yang berukuran cukup besar.


Pandangan pria itu tersorot kepada Elard yang duduk di samping dirinya.


Lebih mengejutkan lagi pria itu menodongkan sebuah pistol tepat di arahkan pada Elard.


Satu kali tarikan, peluru itu berhasil lolos dari pistolnya.


"Paman awas!!!!" Dengan cepat Rangga melepas jabatan penghulu tersebut, dan ia menghalangi Elard dengan tubuhnya sendiri.


DOOORRR!!!!


Suara tembakan itu menggema di dalam ruangan, peluru panas itu berhasil menembus dada Rangga.


"Rangga!!!!!" Teriak mereka semua saat melihat Rangga tertembak dan darah segar mulai bercucuran.


Tamu undangan yang berada disana histeris, mereka menundukkan kepalanya.


"Sial !!" Umpat pria itu, karena ia salah sasaran.


"Rangga bangun!!" Teriak Nara histeris melihat calon suaminya berlumuran darah dan terlihat tidak berdaya.


Elard memperhatikan pria itu degan sangat tajam.


"Mike" ucap Elard saat mengetahui jika pria yang melakukan penambakan itu adalah Mike.


Mengetahui itu, Mike bergegas hendak keluar dari rumah tersebut.


Namun dengan cepat pula Noah langsung beranjak, ia berlari membuka sebuah laci yang berada di sana.


Noah mengambil sebuah pistol dan segera mengejar Mike.


"Noah!!! Noah jangan lakukan itu" teriak Keyla panik.


Kepanikan terjadi, mereka semua cemas dengan keadaan Rangga yang sudah kehilangan banyak darah.


"Leo, bawa Rangga ke rumah sakit sekarang!"


"Baik tuan" jawab Leo.


Tidak mengenal lelah, Leo langsung mengangkat tubuh Rangga dan memasukkannya ke dalam mobil, mereka segera pergi kerumah sakit.


Sedangkan Noah, saat ini pria itu mengendarai mobilnya mengejar pria gila bernama Mike.


Mike berhasil kabur dari rumah Elard, namun sepertinya pria itu tidak bisa kabur dari Noah.


Noah melajukan mobilnya tepat di belakang mobil Mike.


"Brengsek!!! Siapa pria gila yang berani melukai Rangga" ucap Noah kesal.


_____


happy reading🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2