Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
Malam Pengantin


__ADS_3

Axel sangat kesal istrinya mengatakan pengecut, padahal ia belum melakukannya.


Axel menciumnya itu karena ia sudah tidak tahan melihat tubuh sang istri.


"Kamu bilang aku apa?" Tanya Axel.


"Pengecut!! Sudahlah aku malas berdebat denganmu" jawab Jeny, ia melepaskan tangan suaminya.


Namun Axel langsung menarik tangan Jeny, hingga Jeny jatuh kedalam pelukannya.


"Xel lepaskan.." ucap Jeny ia berusaha melepaskan pelukan Axel.


"Bukan aku yang pengecut, tapi kamu yang menggodaku" kata Axel.


"Apa? Menggodamu, kapan aku menggodamu??" Tanya Jeny.


"Apa kamu tidak lihat sekarang, kamu menemuiku hanya menggunakan handuk kecil ini. Itu apa namanya jika kamu tidak menggodaku. Atau kamu sudah menginginkannya" kata Axel tersenyum licik.


Ucapan Axel berhasil membuat Jeny sadar jika saat ini ia sedang tidak menggunakan baju.


Jeny melihat raut wajah Axel yang sudah menyeringai seperti ingin menerkamnya.


"Lepaskan Xel, aku lupa karena kesal kepadamu. Aku ingin mandi lepaskan aku!!" Jeny menginjak kaki Axel.


"Awww" Axel meringis kesakitan, saat sudah lengah Jeny langsung berlari menaiki tangga, ia mencoba menghindari suaminya yang seperti ingin menerkamnya.


Axel pun tidak tinggal diam, ia turut berlari mengejar Jeny sampai akhirnya ia berhasil menarik tangan Jeny lagi.


"Axel kamu mau apa?" Tanya Jeny kikuk.


"Aku ingin membuktikan kepadamu jika aku bukan pria pengecut seperti apa yang kamu katakan" jawab Axel.


"Iya aku hanya..." Belum selesai menjawab Axel langsung membalikkan tubuh Jeny dan ia langsung mencium bibir Jeny.


Jujur saja Axel sudah tidak tahan, terlebih lagi juniornya di bawah sana sudah mulai mengeras dan terasa sesak.


Melihat istrinya hanya menggunakan handuk, itu membuat Axel semakin tidak tahan.


"Axel kamu" Axel kembali ******* bibir istrinya, ia sama sekali tidak membiarkan Jeny mengucapkan satu kalimat pun.


Axel mencumbui istrinya di tengah tangga.


Karena takut jatuh akhirnya Axel menggendong tubuh Jeny dan mambawanya kedalam kamar.

__ADS_1


"Axel hentikan turunkan aku" Jeny berbicara sambil menutup mulutnya. Ia takut jika Axel menciumnya lagi.


Diletakkan tubuh Jeny di atas tempat tidur, dan Axel langsung memposisikan tubuhnya tepat di atas tubuh Jeny.


"Sekarang aku bertanya kepadamu, apa kamu sudah siap melakukannya?" Tanya Axel.


**Melakukan?? Melakukan apa ini** batin Jeny. Tiba tiba otak Jeny seperti tidak bisa berpikir.


"Apa, aku tidak mengerti" kata Jeny, jantung Jeny berdetak sangat kencang saat ini. Dan wajahnya sudah mulai memerah.


"Jawab iya atau tidak!!" Kata Axel lagi.


Jeny hanya terdiam, mungkinkah ini saatnya dia melakukan hubungan itu bersama suaminya.


Bukankah ini memang rencananya bersama dengan ibu mertuanya.


Lantas untuk apa Jeny masih berfikir.


"Jawab aku Jeny, karena aku tidak akan mengulang pertanyaanku untuk kedua kalinya" Axel memegang dagu Jeny dan mereka saling bertatapan.


Entah dapat kekuatan dari mana Axel bisa seberani itu menyergap istrinya.


"Aku... Aku.." Jeny sulit menjawab, itu membuat Axel semakin kesal.


Namun Jeny langsung menariknya kembali.


"Aku sudah siap Xel, aku siap" Jeny mengangguk pasti.


"Benarkah? Katakan sekali lagi?" Ucap Axel.


"Aku siap!" Ucap Jeny dengan lantang.


Tidak perlu berlama lama lagi Axel langsung melepas handuk yang sedari tadi menempel di tubuh istrinya.


Axel mencium Jeny dengan sangat lembut, Jeny pun membalasnya hingga terdengar desahan yang keluar dari mulut mereka.


Axel pelan pelan ******* bibir istrinya.


Hingga ia pun melepas pakaiannya sendiri.


Tidak ada sehelai benang pun yang melekat di tubuh mereka.


"Maaf apakah ini kali pertama kamu melakukannya?" Tanya Axel berbisik.

__ADS_1


Dan Jeny mengangguk, Axel tau jika Jeny pernah bekerja di hiburan malam bersama Yura.


Itu sebabnya Axel menanyakan hal itu.


"Mungkin ini akan terasa sakit, bertahanlah" kata Axel.


Lagi lagi Jeny hanya mampu mengangguk, dan akhirnya Axel pun menjalankan kewajibannya sebagai seorang suami.


Ia juga bahagia karena dia lah yang berhasil membobol pertahan istrinya untuk yang pertama kali.


Hampir satu jam mereka bergulat di atas tempat tidur.


Keringat bercucuran membasahinya, tidak terhitung berapa kali Axel membanjiri rahim istinya.


Hingga akhirnya Axel tumbang di samping Jeny.


"Terima kasih" bisik Axel di telinga Jeny.


"Iya.." jawab Jeny yang masih dengan nafas yang tidak teratur.


Axel kembali mengangkat tubuh Jeny, dan ia membawanya ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


"Kita akan mandi bersama, apa kamu mau?" tanya Axel.


lagi lagi wanita itu hanya mampu mengangguk.


Setelah semua selesai kini Axel dan Jeny akan beristirahat.


Jeny tidur dengan posisi memeluk tubuh Axel.


Axel mencium kening Jeny sampai akhirnya Jeny tertidur.


**Memiliki istri ternyata sangat menyengkan, tidur ada yang menemani tidak ada yang mengganggu. Mungkin aku belum sepenuhnya mencintaimu Jeny, tapi aku berjanji akan menjaga rumah tangga kita. Hanya kamu wanita satu satunya yang akan menemaniku hingga aku tua. Terima kasih sudah bersabar** Axel kembali mencium kening istrinya hingga ia pun tertidur.


Malam ini akan menjajadi malam yang membahagiakan untuk Axel dan Jeny.


ternyata usaha sang ibu yang rela pergi jauh dari rumah tidak sia sia.


_____


happy reading🄰


cerita ini akan author percepat yaa.. karena Season 2 akan segera rilis.

__ADS_1


__ADS_2