
Setelah berlari mengelilingi lapangan sebanyak 3 kali, Keyla dan Maylan pun beristirahat mereka duduk di bawah pohon yang cukup rindang.
nampak keduanya bercucuran keringat yang membasahi wajahnya.
"Lelah sekali" ucap Maylan sambil menghapus keringatnya.
"Iya, lari 3 putaran seperti berlari 100 putaran" sahut Keyla.
Saat mereka sedang bersantai tiba-tiba Maylan melihat seorang senior yang berjalan menuju lapangan tersebut.
"Key ayo kabur, ada kakak senior" kata Maylan.
"Kenapa harus kabur? Seharusnya kita kembali ke aula kan?" Tanya Keyla.
Tanpa menjawab Maylan langsung memegang tangan Keyla kemudian menyeretnya sehingga membuat Keyla menjadi tidak seimbang.
"May pelan pelan aku hampir saja terjatuh" teriak Keyla.
Maylan dan Keyla bersembunyi di dalam toilet.
"Kenapa harus sembunyi?" Tanya Keyla.
"Kamu lihat kan kakak senior tadi, sepertinya dia mencari kita. Dari pada kita mendapatkan hukuman lebih baik kita sembunyi" jawab Maylan.
"Terus?" Tanya Keyla lagi.
"Terus kita kembali lagi ke aula selesai jam istirahat. Lagi pula ini hari terakhir kita mengikuti ospek ini jadi santai saja" jawab Maylan santai.
Tanpa mereka sadari sedari tadi seorang pria sedang berdiri di sudut yang lain, pria itu pun juga mendengar obrolan antara dua gadis itu.
Pria itu menghampiri Keyla dan ia menarik telinga Keyla.
"Awww" pekik Keyla saat merasakan telinganya di tarik.
Keyla pun melihat ke arah seseorang yang sudah berani menarik telinganya.
"Noah" kata Keyla terkejut.
"Bisa bisanya kamu kabur ya. Dan masuk toilet pria!!!" Ucap Noah namun tangannya masih setia menarik telinga Keyla.
Toilet pria? Sangking paniknya mereka tidak sadar jika bersembunyi di dalam toilet pria.
"Noah lepaskan sakit" ucap Keyla.
Maylan yang tidak tau siapa pria tampan tersebut hanya bisa terdiam menganga menyaksikan dua orang di hadapannya.
"Jika kamu tidak berniat kuliah, maka pulang!!" Ucap Noah.
"Tidak, bukan begitu Noah" sahut Keyla.
"Ehemm!! Key aku ke kantin dulu ya, sampai jumpa" Maylan pun berlari meninggalkan Noah dan Keyla di toilet tersebut.
"May tunggu!!!" Panggil Keyla namun sahabatnya itu tidak menghiraukannya.
Tersisalah mereka berdua di dalam kamar mandi itu.
"Noah minggir aku mau pergi" kata Keyla karena Noah menghalanginya.
"Bagaimana nilai pidatonya?" Tanya Noah serius.
"Hmm itu.. itu aku..." Keyla kesulitan dalam menjawab, karena sejujurnya Keyla belum mengumpulkan tugas tersebut karena ia lebih dulu mendapatkan hukuman.
__ADS_1
"Ayo jawab" ucap Noah lagi.
"Aku belum mengumpulkannya" jawab Keyla sambil menundukkan kepalanya.
"Astaga!!! Aku susah payah membantumu semalaman dan kamu tidak mengumpulkannya" Noah pun langsung pergi meninggalkan Keyla.
"Pasti dia sangat marah" gumam Keyla.
Setelah kepergian Noah akhirnya Keyla pergi ke sebuah kantin di mana Maylan sudah berada di sana sedari tadi, Keyla duduk berhadapan dengan Maylan.
"Key kenapa wajahmu lesu?" Tanya Maylan.
"Lebih baik kita kembali ke aula dan segera mengumpulkan tugas pidatonya" ucap Keyla.
"Iya baiklah, ayo kita masuk sekarang" ajak Maylan.
Dan pada akhirnya mereka kembali masuk ke dalam Aula dan mengumpulkan tugas pidato tersebut.
meskipun Awalnya mereka mendapatkan omelan dari kakak senior tapi Keyla dan Maylan Hanya bisa pasrah karena mereka sadar bahwa mereka berdua yang bersalah.
Kini Jam sudah menunjukkan pukul 14.00 itu artinya peserta ospek sudah di perkenankan untuk pulang.
Ini adalah hari terakhir mereka, dan satu minggu kedepan mereka akan libur.
"Key aku pulang ya, sampai bertemu minggu depan" ucap Maylan berpamitan kepada Keyla.
"Iya May, sampai jumpa lagi ya" balas Keyla.
Mereka pun berpelukan, kemudian Maylan segera pulang.
Tersisalah Keyla sendirian disana.
"Iya kak Joy" jawab Keyla.
"Mau aku antar pulang?" Tawar Joy.
Keyla nampak mengedarkan pandangannya ia memastikan Apakah Noah sudah pulang atau belum.
"Apa tidak merepotkanmu kak?" Tanya Keyla.
"Tentu tidak, kalau begitu apakah kamu mau pulang bersamaku?" Tanya Joy dan Keyla mengangguk.
Karena di parkiran tersebut sudah tidak ada mobil Noah jadi Keyla berpikir jika pria itu sudah pulang lebih dulu.
Joy nampak senang karena Keyla kini tidak menolaknya lagi, Joy membukakan pintu mobilnya kemudian Keyla pun masuk kedalam mobil sport tersebut.
Joy segera melajukan mobilnya meninggalkan kampus itu.
"Apa aku tidak salah lihat? Keyla pulang dengan pria itu?" Tanya Noah pada dirinya sendiri.
Ternyata Noah belum pulang ia masih berada di kampus itu hanya saja Noah memindahkan mobilnya.
Pandangan Noah berubah menjadi tajam dan dingin saat melihat Keyla pergi besama pria lain.
"Hai Noah" sapa seorang wanita yang baru saja menghampiri Noah.
Noah melihat ke arah wanita tersebut, dan ternyata itu Dona, gadis yang tidak sengaja bertabrakan dengannya di kantin.
"Iya ada apa?" Tanya Noah.
"Kamu masih ingat denganku?" Tanya gadis itu basa basi.
__ADS_1
"Hmmm" Noah mengangguk.
"Apa kamu ada waktu? Aku ingin pergi ke cafe" kata Dona.
"Maaf aku sedang sibuk, aku permisi" Noah pun berlalu masuk ke dalam mobilnya dan pergi.
Sedangkan Dona nampak berdecak kesal karena Noah menolak ajakannya.
Mobil Joy sudah sampai di halaman rumah Elard dan Keyla pun segera turun dari mobil tersebut.
"Terima kasih kak" kata Keyla sambil sedikit membungkukkan tubuhnya.
"Sama sama, kalau begitu aku pergi dulu ya" ucap Joy dan Keyla mengangguk.
Setelah Joy berlalu pergi dan mobilnya sudah tidak terlihat lagi akhirnya Keyla masuk ke dalam rumah tersebut.
"Selamat siang bibi" sapa Keyla saat melihat Yura duduk di halaman rumah.
"Loh kamu pulang dengan siapa?" Tanya Yura.
"Teman bi, Keyla pikir Noah sudah pulang dulu" ucap Keyla setelah ia sadar bahwa mobil Noah belum terparkir di sana.
Saat yang bersamaan Noah telah sampai, mobil Noah masuk ke pekarangan rumahnya.
"Itu Noah baru pulang" ucap Yura.
Noah turun dari mobilnya kemudian bersalaman dengan Yura, tanpa mengucaokan apapun Noah langsung masuk ke dalam rumahnya tanpa memperdulikan Keyla disana.
"Kenapa dia" gumam Keyla.
"Bibi Keyla masuk dulu ya" ucap Keyla.
"Iya nak, istirahatlah" jawab Yura.
Keyla segera masuk dan sedikit berlari untuk menyusul Noah.
"Noah tunggu!" Panggil Keyla saat Noah menaiki tangga.
Namun Noah terus berjalan tanpa menghiraukan gadis itu.
"Noah, hei apa kamu tidak mendengarku!!" Panggil Keyla lagi.
Sampai di depan kamarnya Noah langsung masuk dan menutup pintu kamarnya cukup keras.
Brak!!!
"Apa dia tidak dengar aku memanggilnya, astaga pria ini" ucap Keyla.
Karena Noah sudah masuk ke dalam kamarnya, Keyla pun memutuskan untuk masuk kedalam kamarnya sendiri.
Keyla langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sudah lengket.
Begitupun dengan Noah pria itu pun turut membersihkan tubuhnya.
Setelah ia selesai dengan aktivitasnya di dalam kamar mandi Noah merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur.
"Kenapa aku harus kesal dengan gadis itu" ucap Noah yang tidak mengerti dengan perasaannya sendiri.
_____
happy readingš„°
__ADS_1