
Beberapa hari kemudian setelah kepulangan Rangga dari kampung halamannya , ia pun melakukan aktifitas seperti biasanya.
Menjadi Asisten peribadi Noah serta seorang mahasiswa yang harus bisa membagi waktunya .
Terlebih lagi kini Rangga juga sudah memiliki seorang gadis yang sebentar lagi akan ia nikahi.
Pagi ini Rangga sedang sibuk menyiapkan meeting penting bersama Sisil selaku sekertaris Noah.
"Tuan 10 menit lagi mereka akan segera tiba" kata Rangga saat baru saja memasuki ruangan Noah.
"Iya Ga, kamu sambut kedatangan mereka terlebih dahulu bersama Sisil" jawab Noah yang masih fokus dengan leptop di hadapannya.
"Baik tuan" sahut Rangga kemudian berlalu pergi dari ruangan Noah.
Kini Rangga sudah terbiasa memanggil Noah dengan sebutan Tuan saat mereka sedang ada di kantor, namun di luar kantor mereka kembali menjadi dua teman baik.
Saat Rangga hendak menuju loby tiba tiba ponselnya berdering.
Tanpa melihat siapa yang menelpon Rangga pun langsung menjawab panggilan tersebut.
"Iya hallo"
"Rangga saat ini kami sedang perjalanan menuju rumahmu" ucap seorang wanita dari seberang sana.
Rangga yang seperti mengenali suara tersebut langsung melihat kembali layar ponselnya.
Ternyata bibinya lah yang sudah menghubunginya.
"Bibi! Maksudnya bibi akan datang ke apartementku?"
"Iya, bukan hanya bibi dan paman tetapi kakek dan nenekmu juga akan kesana. Kami sudah dalam perjalanan"
"Astaga!!! Kenapa tidak memberitahuku bibi? Rangga masih di kantor" jawab Rangga panik.
"Selesaikan saja pekerjaanmu, kami akan menunggu di apartementmu"
"Iya baiklah bi, hubungi aku jika kalian sudah sampai" jawab Rangga kemudian mengakhiri panggilannya.
__ADS_1
Rangga bingung, karena hari ini ia sedang ada meeting penting, tidak mungkin meninggalkan pekerjaannya.
Tetapi di sisi lain Rangga juga ingin menyambut kedatangan keluarganya yang sudah jauh jauh datang untuk mengunjunginya.
"Tuan anda baik baik saja?" Tanya Sisil saat melihat Rangga terdiam cukup lama.
"Iya... Saya baik baik saja" jawab Rangga.
Beberapa menit kemudian Klien penting itupun sudah tiba, Rangga menyambut kedatangan mereka dan segera membawanya ke ruang rapat.
Ternyata di ruangan tersebut sudah ada Noah, tidak butuh waktu lama Rapat pun di mulai.
Saat rapat di mulai, beberapa kali Rangga memperhatikan ponselnya.
Ia berharap keluarganya akan sampai saat meeting tersebut sudah selesai.
Namun rupanya meeting tersebut harus membutuhkan waktu yang cukup lama.
Di tengah kepanikan itu ponsel Rangga menyala, ia melihat sebuah pesan yang masuk dan tertera nama My Angel disana, itu artinya yang mengirim pesan tersebut adalah Nara.
"Jangan cemas, fokus saja dengan pekerjaanmu" begitulah pesan singkat yang di kirimkan oleh Nara.
Dengan senyuman yang mengembang di wajahnya Rangga pun membalas pesan Nara.
Setelah membalasnya Rangga pun menyimpan kembali ponselnya.
Mendapatkan pesan di pagi hari dari Nara tentu membuat Rangga sangat bahagia, meskipun Rangga belum mengetahui apa maksud dari pesan tersebut.
***
Hampir 2 jam lamanya akhirnya meeting itupun selesai, saat akan kembali ke ruangannya tiba tiba Rangga menghentikan Noah.
"Tuan tunggu" ucap Rangga.
"Kenapa Ga, jangan terlalu formal katakan saja seperti biasa" jawab Noah.
"Begini Noah, hari ini keluargaku berkunjung menemuiku dan sepertinya mereka sudah sampai. Tetapi mereka belum juga mengabariku, aku berniat untuk izin sebentar kembali ke apartement untuk memastikan apakah mereka benar benar sudah sampai" jelas Rangga.
__ADS_1
"Kenapa kamu tidak mengatakannya dari awal?" Tanya Noah.
"Bukankah meeting ini sangat penting, tidak mungkin aku meninggalkannya" jawab Rangga.
"Pergilah" sahut Noah sambil menepuk pundak Rangga pelan.
"Kamu memberi izin kepadaku?"
"Iya, cepatlah pergi sebelum aku berubah fikiran" jawab Noah.
"I..iya baiklah Noah sekali lagi terima kasih" ucap Rangga kemudian pria itu segera pergi meninggalkan Noah.
Bagi Noah keluarga adalah segalanya, terlebih lagi ini kali pertama keluarga Rangga datang untuk mengunjunginya.
Di perjalanan Rangga mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang, ia beberapa kali menghubungi bibinya namun tidak ada jawaban.
Rangga ingin segera memastikan jika keluarganya tersebut sudah sampai di apartemennya.
Tidak butuh waktu yang lama Rangga pun akhirnya sudah sampai di apartemennya. setelah ia memarkirkan mobilnya Rangga segera berlari memasuki apartemen tersebut dan ia menuju di mana ruangannya berada.
Sesampainya Rangga terkejut karena pintu apartementnya tidak dikunci.
Bukankah keluarganya tidak tau berapa password apartementnya.
Rangga segera masuk, dan ia sudah melihat keluarganya berada disana.
"Kakek Nenek!! Kalian sudah disini?" Tanya Rangga.
"Iya nak, kenapa kamu kembali... Bukankah kamu masih kerja?" Tanya nenek.
"Aku terpaksa kembali karena kalian tidak memberikan kabar, tetapi kenapa kalian bisa masuk?" Tanya Rangga lagi.
"Seharusnya kamu tidak perlu kembali Ga, dan alasan kenapa kita bisa masuk itu semua karena gadis yang sedang sibuk di dapur" jawab Bibi Rangga sambil menunjuk seorang gadis yang sedang sibuk memasak.
Seketika Rangga memperhatikan punggung gadis tersebut, dan sepertinya Rangga mengenalinya.
Karena penasaran Rangga pun menghampiri gadis tersebut.
__ADS_1
_____
happy reading❤️