Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
S2~ Bertemu kembali


__ADS_3

Noah kembali lagi menatap ke arah jalan, terlihat Noah melamun.


Elard memperhatikan putranya dari kaca mobilnya.


Tidak berapa lama akhirnya mereka sampai, saat Elard memarkirkan mobilnya di halaman rumahnya.


Ia melihat sebuah mobil putih berada disana.


"Mobil siapa El?" Tanya Yura.


"Tidak tau sayang, kita turun saja" jawab Elard.


Mereke ber empat pun segera turun dari mobilnya.


Mereka masih terheran heran siapakah yang tengah berkunjung ke rumahnya.


"Apa kabar tuan dan nyonya Desmon" sapa seseorang yang baru keluar dari mobilnya.


"Axel!!" Ucap Elard dan Yura bersamaan.


Ternyata Axel dan Jeny telah kembali ke Indonesia, mereka terlebih dahulu mengunjungi rumah Elard.


Mereka langsung bersalaman dan berpelukan.


Sudah 13 tahun lebih mereka tidak bertemu.


"Paman.." sapa Noah.


Axel memperhatikan pria muda yang berdiri didekat Yura


Mungkinkah itu Noah yang pernah ia rawat hingga 5 tahun lamanya.


"Apakah dia Noah?" Tanya Axel sambil menunjuk ke arah Noah.


Dan Yura mengangguk sambil tersenyum.


"Astaga Noah kecil kini sudah berubah menjadi pria yang sangat tampan" ucap Axel.


Noah mencium telapak tangan Axel dan mereka saling berpelukan.


Kerinduan itu terbayar sudah, 13 tahun lebih mereka sudah berpisah.


Mereka saling melepas rindu.


Axel juga tidak lupa memeluk Nara yang sama cantiknya seperti Yura.


"Kalian jahat sekali ya, selama 13 tahun tidak kembali ke Indonesia. Dan diam diam kalian mengganti nomer ponsel" oceh Yura yang kesal dengan kedua sahabatnya itu.


"Hahaha... Bukankah kamu mengatakan aku tidak boleh kembali jika aku tidak memiliki anak" ucap Jeny.


Yura mengingat kenangannya dulu, ia pernah mengatakan jika Jeny dilarang kembali jika tidak memiliki anak.


Itu berarti kini Jeny dan Axel sudah memiliki anak.


"Apa mungkin kalian sudah...."ucapan Yura terhenti, Axel dan Jeny mengangguk. Mereka paham apa yang akan di katakan Yura.


Nampak Yura terkejut bahagia ia sampai menutup mulut dengan kedua tangannya.


"Lalu dimana dia??" Tanya Yura antusias.


"Nak turunlah!" Perintah Jeny.


Dan benar saja pintu mobilnya terbuka, terlihat gadis cantik berusia 13 tahun keluar dari mobil tersebut.


Kulit putih, kakinya yang jenjang serta tinggi yang ideal.


Wajahnya sangat mirip dengan Axel.


"Yura dia putriku, usianya 13 tahun dan namanya Freya" ucap Jeny memperkenalkan putri satu satunya itu.


Freya pun bersalaman kepada mereka semua.


"Kalau begitu kita masuk, lebih baik ngobrol di dalam saja" ucap Elard.


Mereka pun masuk ke dalam rumah Elard, dan duduk di ruang tamu.


Tidak lupa Yura meminta Nita untuk menyiapkan cemilan serta makan malam bersama.

__ADS_1


"Putrimu sangat cantik Jeny" ucap Yura memuji.


"Terima kasih bibi" jawab Freya.


Freya adalah gadis yang cantik dan mudah berteman dengan siapapun.


"Daddy apakah dia kakak Noah yang di ceritakan kepadaku?" Tanya Freya kepada Axel.


"Iya nak dia Noah yang sempat daddy ceritakan kepadamu" jawab Axel.


Nampak Freya tersenyum lebar menatap Noah.


Noah yang sadar akan hal itu juga membalas senyuman Freya.


**Kenapa Freya menatap kak Noah seperti itu, jangan katakan jika dia menyukai kakakku** batin Nara.


Entah mengapa Nara tidak begitu suka dengan Freya, namun ia berusaha menetralkan perasaannya.


Nara berusaha seramah mungkin kepada Freya.


"Bagaimana keadaan tuan Brandon?" Tanya Elard kepada Axel.


"Ayahku baik baik saja El, keadaanya semakin membaik. Maka dari itu aku memutuskan untuk tinggal di Indonesia, dan Freya akan melanjutkan sekolahnya disini" jawab Axel.


"Nara bawa Freya ke kamar nak, mungkin dia lelah" kata Yura.


"Baik bunda" jawab Nara.


Nara pun membawa Freya ke lantai dua menuju kamarnya.


Sedangkan Noah masuk kedalam kamarnya sendiri.


Nara mempersilahkan Freya untuk beristirahat.


"Kamu bisa tidur disini" ucap Nara.


"Terima kasih kak" jawab Freya, ia memanggil kakak, karena memang usianya 5 tahun lebih muda dari Nara.


Freya duduk di sofa kamar Nara.


"Kakak bisa menemaniku disini?" Tanya Freya.


Nara memperhatikan gadis disebelahnya itu, memang dia cantik dan memiliki wajah blasteran.


Setiap pria yang melihatnya pasti langsung jatuh hati.


"Emm apakah kak Noah sudah memiliki kekasih?" Tanya Freya terus terang kepada Nara.


"Maksudmu?" Tanya Nara.


"Apakah kak Noah sudah memiliki kekasih? Maksudku pacar" tanya Freya.


Untuk apa gadis kecil ini bertanya hal semacam itu pikir Nara.


"Tidak, kakakku baru saja lulus. Dia tidak ingin berpacaran" jawab Nara.


Dan Freya hanya mengangguk.


Nara berpamitan untuk keluar lebih dulu dan meminta Freya untuk istirahat.


Nara keluar dari kamarnya menuju kamar Noah.


"Kakak" panggil Nara yang baru saja masuk ke kamar kakaknya.


Di lihat Noah memainkan ponselnya di atas tempat tidur.


"Ada apa ra?" Tanya Noah.


Nara menghampiri kakaknya dan ia duduk di sebelah Noah.


"Menurut kakak bagaimana dengan Freya?" Tanya Nara tiba tiba.


Tentu itu membuat Noah sedikit heran dengan pertanyaan adiknya.


"Kenapa kamu bertanya seperti itu?" Bukannya menjawab Noah malah bertanya balik.


"Jawab saja kak, menurut kakak bagaimana dengan Freya??" Tanya Nara lagi.

__ADS_1


"Emmmm" Noah terlihat berfikir sambil meletakkan tangan di dagunya.


"Dia cantik, ramah dan sepertinya pintar" jawab Noah.


"Lebih cantik mana dengan Keyla?" Tanya Nara lagi.


"Kenapa kamu membandingkannya dengan Keyla? Sudahlah lebih baik kamu keluar, kakak sangat mengantuk ingin tidur" ucap Noah.


"Ihhh" Nara yang kesal langsung turun dari tempat tidur Noah dan ia keluar dari kamar itu dengan perasaan kesal.


Jam sudah menunjukkan pukul 7 malam.


Axel beserta keluarganya masih berada di rumah Elard.


Sengaja Yura meminta mereka untuk bermalam disana.


Kini mereka semua berada di ruang makan, dan menikmati makan malam bersama.


Tidak ada obrolan di antara mereka.


Selesai makan mereka berkumpul di ruang keluarga.


Noah dan Nara duduk bersebelahan, dan tiba tiba Freya pun duduk di dekat Noah.


Kini posisinya Noah berada di antara adiknya dan Freya.


"Kakak berapa usiamu?" Tanya Freya kepada Noah.


"18 tahun" jawab Noah


"Berarti kita selisih 5 tahun saja kak" kata Freya.


"Iya benar" Noah mengangguk pelan.


Freya mulai mengobrol dengan Noah, ia menanyakan banyak hal kepada Noah mengenai sekolahnya dan lain lain.


Sedangkan Nara merasa kesal karena ia merasa tidak di anggap disana.


**Kakak bisa tersenyum manis kepada Freya, tetapi kenapa dia sangat cuek dengan Keyla. Padahal lebih cantik Keyla, dia juga baik** batin Nara meracau.


Elard membawa Axel keruang kerjanya karena ada yang ingin mereka bicarakan seputar bisnisnya.


Tinggallah disana Yura dan Jeny, beserta anak anaknya.


Saat Yura sibuk berbincang dengan Jeny.


"Bunda ada yang ingin aku sampaikan" kata Noah yang menghentikan obrolan antara Yura dengan Jeny.


"Iya ada apa nak?" Tanya Yura.


"Aku tidak bisa pergi ke Amerika" ucap Noah.


Sontak itu membuat Yura dan Nara terkejut, dan belum mengerti apa maksud Noah.


"Tidak bisa bagaimana nak?" Tanya Yura.


"Aku membatalkan keberangkatanku bunda, aku akan melanjutkan pendidikanku disini" jawab Noah.


"Tidak bisa kak!! Bukankah kita sudah sepakat untuk pergi, semua sudah disiapkan dan sekarang kakak membatalkannya" ucap Nara.


"Nara, kamu akan tetap berangkat tapi tidak dengan kakak" kata Noah.


"Kakak jahat!!" Nara beranjak dan berlari menuju kamarnya.


Noah tau pasti adiknya itu sangat kecewa.


Entah apa yang membuat Noah membatalkan keberangkatannya.


Yura tidak bisa berkata apa apa, dia akan mengatakan ini kepada suaminya nanti.


"Bunda aku akan menemui Nara" ucap Noah, dan Yura mengangguk.


"Kakak mau kemana?" Tanya Freya namun Noah tidak menjawabnya, ia berlalu dan pergi untuk menemui Nara.


nampak Freya hanya terdiam karena Noah tidak menjawab pertanyaannya.


_____

__ADS_1


happy reading🄰


__ADS_2