
Di sebuah Cafe yang cukup mewah tepatnya di pusat perkotaan, Yura menghentikan mobilnya di parkiran. kini wanita itu telah sampai di Cafe MX dimana dirinya akan bertemu dengan Elard untuk yang ketiga kalinya.
" Kamu tunggu sini dulu ya nak, Bunda masuk dulu ke dalam. bunda janji tidak akan lama" ucap Yura kepada putranya. Ia tidak punya pilihan lain, terpaksa Yura meninggalkan Noah di dalam mobil.
" Iya bunda jangan khawatir noah akan menunggu disini" jawab Noah.
wanita itu cukup lega karena putranya tidak memaksa untuk ikut masuk kedalam Cafe tersebut. Entah mengapa jantung Yura berdetak begitu kencang. wanita itu terlihat grogi. berkali-kali Yura menatap cermin mobilnya memastikan make up nya tidak berantakan.
Sebelum keluar Yura tidak lupa memakai masker yang menutupi sebagian wajahnya, kemudian ia menutup kembali pintu mobilnya, Yura berjalan memasuki cafe tersebut, dengan seksama ia memperhatikan setiap sudut. dan benar saja di sana sudah menunggu seorang pria yang tak lain adalah Elard.
Yura segera menghampiri Elard ia ingin segera menyelesaikan permasalahannya dengan pria itu kemudian ia bisa cepat cepat pergi.
" Ehem" sapa Yura yang berdiri di dekat Elard.
sedangkan Elard yang sedari tadi memainkan ponselnya langsung menatap kepada wanita yang sudah berdiri di sampingnya.
Elard memperhatikan Yura dari atas sampai bawah.
meskipun wajahnya ditutupi oleh masker namun kecantikannya tetap nampak di mata Elard.
" kamu sudah datang sayang? Silakan duduk dulu" ucap Elard.
Dengan cepat Yura duduk di sebuah kursi yang berada tepat di depan Elard sehingga posisi mereka berdua saling berhadapan.
Sebelum berbicara lebih dulu Yura menarik nafasnya secara perlahan dan menghembuskannya, dia merasa sangat grogi telapak tangannya terasa dingin dan jantungnya sungguh berdetak sangat kencang. layaknya seorang wanita yang sedang berkencan dengan kekasihnya.
" Cepat katakan ada perlu apa! aku tidak memiliki banyak waktu karena aku sangat sibuk" ucap wanita itu tanpa basa-basi.
" Kenapa kamu jadi tidak sabar seperti ini?aku sudah memesankan minuman favoritmu lebih baik kita minum dulu kemudian baru melanjutkan pembicaraan" ucap Elard.
Dan benar saja tidak berapa lama seorang pelayan datang membawakan 2 minuman dan beberapa cemilan.
pelayan itu meletakkan minuman dan cemilan di atas meja.
" Silahkan tuan dan nona" ucap pelayan itu kemudian ia pergi meninggalkan mereka berdua.
Tanpa disuruh Yura langsung mengambil gelas yang berisikan orange juice dihadapannya, dan wanita itu langsung meneguknya sampai habis tak tersisa, Elard yang memperhatikan itu nampak terkejut.
" Apa kamu sangat haus sayang?" tanya Elard menggoda Yura.
" Cepat katakan Apa yang ingin kamu katakan!!" sahut Yura dengan kesal, di satu sisi ia mengkhawatirkan Noah yang ditinggalkan begitu saja di dalam mobilnya.
Elard menghembuskan nafasnya dengan kasar.
" Baiklah aku akan mengatak semua apa yang ingin aku katakan, dan menanyakan semua yang ingin aku tanyakan" kata Elard.
" Hemm" Yura mengangguk.
" Yang pertama, jelaskan kepadaku kenapa kamu pergi begitu saja meninggalkan aku dan putri kita tanpa mengatakan apapun? yang kedua selama ini kamu tinggal di mana, karena aku sudah mencarimu di setiap kota tapi aku tidak Menemukanmu? dan yang ketiga setelah kamu berada di kota ini Kenapa kamu tidak langsung menemuiku?" Elard bertanya dengan banyak pertanyaan membuat Yura harus berpikir dari mana dia harus menceritakan semuanya.
__ADS_1
" Huhh... Aku tidak bisa menjawab itu semua" kata Yura.
" Kenapa?" tanya Elard lagi.
" Berhenti untuk berpura pura El, untuk apa aku menjawab pertanyaan yang kamu sendiri sudah tau jawabannya" jawab Yura.
" Apa maksudmu? aku tidak mengerti?" tanya Elard lagi.
Memang selama ini Elard sudah mengetahui jika kepergian Yura dikarenakan Sifa dan ibunya.
namun Elard tidak sepenuhnya mengetahui tentang kebenaran itu, ibunya pun tidak menceritakan mengenai kepergian Yura.
Yang ia tau Yura pergi karena paksaan sang ibu dan Sifa.
" Apa kamu benar benar tidak tau?" tanya Yura.
" Jika aku tahu aku tidak akan menanyakan hal ini kepadamu aku bertanya karena memang aku tidak mengetahui apapun. dan pada hari ini juga aku ingin menyelesaikan semua permasalahan diantara kita" jelas Elard.
" Baiklah aku akan menjawab semua pertanyaan mu El, tapi aku harap kamu dengarkan ini baik-baik karena aku tidak akan mengatakan untuk yang kedua kalinya" ucap Yura.
Sebenarnya wanita itu sudah malas untuk mengungkit masa lalunya, dia mencoba untuk menutup masa lalunya tersebut dengan susah payah.
Namun Ia juga tidak ingin ada kesalahpahaman antara dirinya dan Elard akhirnya Yura pun menceritakan semua dari awal sampai akhir.
Yura mengatakan jika sebenarnya dirinya terpaksa meninggalkan Elard dan putrinya karena permintaan sang ibu.
Sebelumnya ia sudah memiliki perjanjian dengan ibu El, setelah dirinya melahirkan dia harus meninggalkan Elard dan anak-anaknya disebabkan karena kejadian memalukan yang menimpa dirinya.
Itulah kebenaran yang sebenarnya terjadi selama Elard berada di luar negeri, Ibu El dan Sifa selalu menekannya untuk segera meninggalkan Elard.
Nampak Elard terdiam, pria itu benar-benar kecewa dengan tindakan ibunya yang kini telah tiada. karena perbuatannya itu membuat dirinya kehilangan istri dan putranya.
" Lalu dimana putraku?" tanya Elard.
" Dia.. diaa sudah tiada, bukankah kamu tau itu" jawab Yura gugup. Lagi lagi dia harus berbohong.
" Benarkah? lalu siapa Noah??" tanya Elard lagi.
" Sepertinya permasalahan diantara kita sudah selesai. aku pun sudah menceritakan semuanya jadi aku mohon jangan tanya apapun lagi, dan jangan pernah menemui aku" ucap Yura kemudian wanita itu mengambil tasnya dan beranjak dari duduknya, ia hendak meninggalkan Elard.
namun sebelum dirinya sempat pergi dengan cepat Elard menarik tangan Yura membuat wanita itu kembali lagi terduduk di kursi.
" Pulanglah bersamaku" ucap Elard.
" Tidak!" jawab Yura.
" Tidak ada penolakan, bagaimana pun aku masih suamimu. dan kita belum bercerai jadi ikutlah kerumahku" paksa Elard.
" Tidak.. tidak.. tidak.. aku tidak ingin kembali kerumah itu, apa lagi tinggal bersama istrimu" jawab Yura kekeh dengan pendiriannya.
__ADS_1
Elard terkejut. bagaimana bisa Yura mengetahui jika dirinya telah menikah lagi.
" Kenapa diam? bukankah benar ucapanku tuan Elard? kamu sudah menikah dengan wanita yang sangat kamu cintai itu, jadi kumohon jangan menggangguku lagi" Yura menghempaskan tangan Elard dan Yura langsung berlari menuju parkiran.
Sungguh Yura sudah salah paham, ia belum sempat mendengar penjelasan dari Elard, maka dari itu Elard langsung mengejar wanita itu.
Sesampainya di parkiran Elard kembali menarik tangan Yura namun wanita itu terus saja memberontak berusaha untuk melepaskan tangan Elard, sampai akhirnya Yura berusaha membuka pintu mobilnya meskipun tangannya masih saja ditarik oleh Elard.
" Kamu harus mendengarkan penjelasan ku dulu" ucap Elard.
" Tidak perlu" jawab Yura kemudian wanita itu membuka pintu mobilnya namun seketika Yura terbelalak menatap ke dalam mobilnya.
Bagaimana tidak terkejut dia sama sekali tidak melihat Noah berada di dalam sana.
Yura membuka pintu bagian belakang mungkin saja putranya itu tertidur di sana, Namun ternyata wanita itu tidak menemukan Noah.
" Dimana dia" kata Yura kebingungan.
" Apa? kamu sedang mencari apa?" tanya Elard.
Namun Yura tidak memperdulikan pertanyaan Elard.
Yura mengelilingi parkiran tersebut namun ia tak melihat ada putranya di sana.
" Noah!!! Noah!!!" Yura memanggil putranya dengan kebingungan.
" Noah?? apa maksudmu?" tanya Elard.
" Noah hilang" jawab Yura.
" Apa!!! kamu membawa Noah kesini?" Elard pun tak kalah panik.
" Iya aku membawanya, dan meninggalkannya di mobil. astaga dimana dia" ucap Yura, wanitu itu tersungkur di depan mobilnya.
Elard tidak habis pikir bagaimana bisa Yura meninggalkan putranya sendirian di dalam mobil.
Kenapa Yura tidak membawa anak laki-laki itu masuk ke dalam cafe bersamanya.
" Yura aku akan mencari Noah kemanapun tapi katakan kepadaku apakah benar Noah adalah putraku?" tanya Elard karena pria itu sangat yakin jika noah adalah putranya karena wajahnya yang mirip dan juga memiliki nama yang sama.
" Yura katakan!!" ucap Elard karena Yura tak kunjung menjawabnya.
" Yura katakan!!!" bentak Elard lagi.
" Iya! iya Noah adalah putramu, dia adalah anak kita" jawab Yura, ia tidak mampu lagi menutupi kebenaran itu.
BRAK!!!!
Elard memukul mobil Yura dengan kuat, ia tidak menyangka selama ini ternyata anak laki-lakinya masih hidup. Padahal selama ini Elard selalu mendoakan putranya semoga putranya itu bahagia di surga, Ia tidak menyangka jika sebenarnya putranya itu masih hidup.
__ADS_1
*****
happy readingš„°