
"Aku tidak gugup, hanya saja kenapa kamu menatapku seperti itu?" Tanya Keyla yang mencoba setenang mungkin.
Noah meraih pinggang ramping istrinya, dan membawa Keyla semakin dekat, Kini keduanya saling bertatapan.
Noah pun enggan mengedipkan matanya saat menatap wajah polos Keyla.
Dalam fikiran pria itu apa yang membuat dirinya begitu mencintai Keyla, padahal jika mengingat dulu Noah sangat tidak suka jika Keyla mendekati dirinya.
Keyla bisa merasakan hembusan nafas Noah, karena memang jarak keduanya begitu dekat.
Bahkan jantung wanita itu berdegup tidak karuan, bukan kali pertama Noah melakukan hal itu.
Namun setiap kali sang suami menyentuhnya entah kenapa Keyla seolah tersengat listrik yang membuatnya hanya diam mematung.
Tanpa gadis itu sadari, tangan Noah mulai menyusuri punggung Keyla.
Noah menurunkan zipper baju Keyla.
"Noah kamu mau apa?" Tanya Keyla saat ia sadar tangan suaminya sudah menyentuh punggungnya secara langsung.
"Mau kamu! Aku mau kamu sekarang" jawab Noah yang memandang Keyla dengan lekat.
Dengan susah payah Keyla menelan salivanya.
Bukankah Rangga yang baru saja menikah, lantas kenapa Noah yang selalu bersemangat.
Perlahan tapi pasti Noah mulai menurunkan lengan baju Keyla, sehingga memperlihatkan pundak mulus dan putih milik Keyla.
Noah mendekatkan wajahnya dan mulai mencium pundak Keyla dengan lembut.
Membuat Keyla memejamkan matanya menahan ulah nakal sang suami.
"Bersiaplah..." Bisik Noah sensual di telinga Keyla.
Pikiran polos Keyla kini sudah mulai kemana mana, karena tangan Noah terus saja mengusap lembut punggung Keyla.
"Aku mengantuk, Baby ayo kita tidur" kata Noah kemudian melepaskan pelukannya.
Keyla terbelalak saat melihat Noah meninggalkan dirinya dan naik di atas tempat tidur.
"Noah!!! Beraninya kamu melakukan ini" kata Keyla dengan kesal.
Bagaimana tidak, Noah berhasil membuat Keyla hampir saja melayang karena terbuai. Namun seketika Noah menghentikan aksinya, apa lagi baju Keyla sudah tidak beraturan.
__ADS_1
Noah mencoba menahan tawanya, ia tidak bisa membayangkan bagaimana wajah Keyla saat ini.
**Sorry Baby, aku sengaja menggodamu** batin Noah.
"Noah jangan pura pura tidur! Cepat rapikan pakaianku... Kamu sangat menyebalkan" kata Keyla, namun Noah tidak menghiraukannya.
"Noah!!!"
"Sttttt jangan berisik By, nanti Elena terbangun" ucap Noah tanpa rasa bersalah.
Keyla menghembuskan nafasnya kasar, ia pun segera mengambil baju tidurnya dan masuk ke dalam kamar mandi.
Keyla terus saja mengomel di dalam kamar mandi, ia tidak terima jika Noah berbuat usil kepadanya. Terlebih lagi saat dirinya sudah mulai menikmati sentuhan yang di berikan oleh suaminya itu.
***
Keesokan harinya, lebih dulu Noah terbangun setelah melakukan aktivitasnya ia pun turun menemui keluarganya yang sudah menunggu di meja makan. Di sana juga ada Nara dan Rangga terlihat jika adik-adiknya itu sudah siap untuk pergi berbulan madu
"Dimana Keyla?" tanya Yura yang melihat hanya Noah saja yang turun.
"Masih mandi bunda" jawab Noah kemudian duduk di depan Yura.
"Rangga apa semua sudah siap?" tanya Elard.
Kini Rangga sudah tidak sungkan lagi memanggil Elard dengan sebutan ayah.
"Kakak... Aku ingin kamu dan Keyla juga ikut bersama kami, sepertinya akan menyenangkan" kata Nara sedikit merajuk.
"Iya nak, kenapa tidak kamu bawa saja Keyla" sahut Yura.
"Aku dan Keyla memang akan pergi berbulan madu" jelas Noah.
"Apa!!" sontak membuat mereka semua terkejut.
"Apa benar kak? Kakak serius? Dan apa Keyla sudah tau?" tanya Nara yang bersemangat.
"Iya benar, tapi Keyla belum mengetahuinya karena kakak sengaja ingin memberikan kejutan kepadanya" jelas Noah.
Dan benar saja, saat Keyla baru saja keluar dari kamar mandi ia melihat kotak kecil berbentuk persegi panjang di atas tempat tidurnya.
"Kotak apa ini, mungkinkah milik Noah?" tanya Keyla.
Keyla mengambil kotak tersebut dan membukanya dengan perlahan.
__ADS_1
"Bukankah ini..." Keyla mengamati isi kotak tersebut, ternyata dua tiket yang sama persis dengan milik Nara.
Namun tertera nama dirinya dan Noah di kertas itu.
"Jangan jangan ini..." tanpa berfikir panjang, Keyla langsung berlari menemui Noah.
"Noah... Noah..." panggil Keyla sambil berlari menuruni tangga.
"By jangan berlari, nanti kamu jatuh!" sahut Noah yang melihat istrinya berlari menuruni tangga bagaikan mobil tanpa rem.
"Noah benarkah ini? Kita akan pergi bersama Nara?" tanya Keyla.
"Iya benar By, kita akan Honeymoon" bisik Noah.
"Terima kasih sayang" sangking bahagianya Keyla langsung memeluk tubuh Noah, tanpa memperdulikan keluarganya yang sedang memperhatikan mereka sambil tersenyum.
"Sepertinya perjalanan kita akan sangat menyenangkan" celetuk Rangga.
"Iya benar, karena kakak akan ikut bersama kita" sahut Nara yang tidak kalah bahagianya.
"Bibi Nita tolong persiapkan Elena, karena sebentar lagi kita akan pergi" perintah Noah kepada Nita.
"Baik tuan muda" jawab Nita hormat.
"Tidak tidak tidak!!!" Sahut Yura.
"Kalian tidak perlu membawa Elena, biarkan dia tetap disini bersama bunda dan ayah" kata Yura yang tidak mengijinkan Noah membawa Elena berbulan madu.
Karena Elena yang masih terlalu kecil, sehingga Yura tidak mengijinkan jika cucu satu satunya itu harus pergi perjalanan jauh.
"Tapi bunda, nanti Elena akan merepotkan bunda" ucap Keyla.
"Bunda tidak merasa di repotkan, justru bunda bahagia jika Elena menemani bunda" jelas Yura.
"Iya Noah, biarkan Elena bersama kami disini" sahut Elard.
Keyla dan Noah saling bertatapan, ia khawatir jika Elena akan merepotkan bundanya.
Namun keputusan Yura sudah bulat untuk tidak mengijinkan Elena ikut bersama mereka.
Akhirnya Noah pun setuju untuk tidak membawa bayi kecilnya itu bersama dirinya.
_____
__ADS_1
happy readingš„°