Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
S2~ Pulang


__ADS_3

Selesai sarapan bersama di rumah sakit Noah segera mengurus keuangan rumah sakit tersebut.


"Bunda aku akan pergi keruang dokter terlebih dahulu, karena Key sudah boleh pulang hari ini" kata Noah.


"Baiklah nak"


"Baby, aku tinggal sebentar ya" Noah berpamitan kepada Keyla, kemudian Keyla hanya mengangguk.


Ciuman manis mendarat di kening Keyla sebelum Noah keluar dari ruangan tersebut.


Noah pergi ke ruang dokter untuk mengurus kepulangan sang istri, serta ia meminta saran kepada dokter tersebut. Bagaimana penanganan yang tepat untuk mengatasi istrinya nanti.


Karena ini adalah pengalaman pertamanya maka Noah harus benar benar berhati hati.


Nara dan Rangga sudah sampai di rumah sakit tersebut, mereka masuk ke dalam ruangan Keyla.


Terlihat bundanya sudah membereskan beberapa barang barang disana.


"Bunda... Ayah..." Sapa Nara yang baru saja memasuki ruangan tersebut.


"Nara kemarilah nak" panggil Yura.


Sedangkan Rangga mencari keberadaan Noah.


**Dimana Noah?? Aku merasa gugup saat harus berhadapan dengan paman El** batin Rangga.


Tidak ingin terlihat canggung akhirnya Rangga memutuskan untuk duduk di samping Elard yang sedang fokus memainkan ponselnya.


"Paman sudah sarapan?" Tanya Rangga mencari topik obrolan.


"Sudah" jawab Singkat Elard namun pandangannya masih fokus tertuju pada ponsel tersebut.


"Paman dimana Noah?" Tanya Rangga lagi.


"Menemui dokter" jawab Elard lagi.


**Apa lagi yang harus aku tanyakan jika jawaban paman El singkat dan padat** batin Rangga lagi.


"Kamu semester berapa?" Tanya Elard.


Akhirnya pria itu mengajukan pertanyaan kepada Rangga.


"Semester 3 paman, aku dan Rangga sudah bersahabat dari SMP. tetapi aku belum pernah main ke rumahnya" jawab Rangga.


Rangga berdecak pelan, sepertinya ia terlalu panjang lebar menjawab pertanyaan Elard.


Rangga pun di buat semakin gugup, Rangga melihat ke arah Nara yang sedang mengobrol dengan Keyla dan bundanya.


Rangga tersenyum saat melihat gadis itu sangat cerewet.


Entahlah Rangga merasa tenang saat melihat Nara tersenyum seperti itu.


Elard memperhatikan pria yang duduk di dekatnya itu.


Mata Elangnya mulai mengamati gerak gerik Rangga yang sedari tadi memperhatikan putrinya.


"Kenapa menatap putriku seperti itu?" Tanya Elard.


Sontak pertanyaan itu membuat Rangga langsung salah tingkah.


"Ti..tidak paman saya hanya...."


"Bertemanlah yang baik dengan Nara, aku tidak pernah melarang siapa pun berteman dengan putriku. Asalkan dia mampu menjadi teman yang baik dan tidak menghancurkan masa mudanya" tutur Elard.


Rangga merasa tertampar dengan ucapan Elard.


Rangga faham apa yang di maksud Elard bicara seperti itu.

__ADS_1


Tentu Rangga akan menjaga Nara, satu satunya gadis yang entah mengapa membuat hatinya terus berdetak saat di dekatnya.


"I..iya paman tentu saya akan menjadi teman yang baik untuk Nara" jawab Rangga.


**Bagaimana jika paman El tahu jika Nara sudah pernah main ke apartemanku. Dia pasti akan berfikiran yang tidak baik tentangku** batin Rangga gusar.


***


"Rangga sepertinya masuk ke dalam ruangan ini, sebenarnya siapa yang sakit" ucap Dona.


Tiba tiba Dona bersembunyi saat ia melihat Noah berjalan ke arahnya.


"Bukankah itu Noah, dia juga berada di rumah sakit yang sama dengan Rangga" ucap Dona lagi.


Dona memperhatikan Noah yang masuk ke dalam sebuah ruangan.


Dona benar benar penasaran siapakah yang di rawat di rumah sakit tersebut, sehingga Dona berniat untuk menunggu mereka.


Cukup lama Dona menunggu akhirnya pintu ruangan itu pun terbuka.


Terlihat orang tua serta adik Noah keluar dari ruangan itu.


Dan Noah mendorong sebuah kursi roda.


"What!!! Bukankah itu Keyla, sakit apa gadis payah itu" ucap Dona.


"Baiklah tuan, saya mohon jaga istri anda baik baik. Jangan sampai ia banyak fikiran hindarkan nona dari beban pikiran yang berat karena itu bisa mengganggu kesehatannya serta kandungannya" jelas dokter tersebut.


"Baik dok" jawab Noah paham.


Merekapun kembali berjalan keluar dari rumah sakit tersebut.


"Hamil!! Jadi Keyla hamil?? Semakin sulit untuk mendapatkan Noah" gumam Dona.


"Tapi tunggu!! Kandungan Keyla lemah sepertinya aku bisa memanfaatkan kedaan gadis payah itu... Karena dia aku harus di skorsing selama satu semester" kata Dona dengan rencana liciknya.


"Iya kak, lebih baik kalian tinggal di rumah sampai Keyla membaik" kata Nara.


"Tidak perlu bunda, Noah pasti bisa menjagaku. Bunda jangan khawatir" ucap Keyla.


Ia tidak ingin semakin merepotkan orang tuanya, Keyla yakin Jika Noah pasti bisa menjaga dirinya dengan baik.


"Yang Keyla katakan benar bunda, aku akan menjaga dia" sahut Noah.


"Baiklah... Namun jika terjadi sesuatu segera hubungi bunda dan ayah, untuk Nara mungkin kamu bisa tinggal bersama kakakmu dulu" ucap Yura.


Ia tidak mungkin memaksa Noah untuk tinggal bersamanya.


"Oke bunda" kata Nara setuju untuk tinggal bersama Noah.


Mereka pun memutuskan untuk kembali ke rumahnya masing masing.


Setelah kepergian Noah dan keluarganya, Dona pun segera keluar dari rumah sakit itu.


"Kenapa Keyla bisa mendapatkan banyak kebahagian di usianya yang masih muda..! Kenapa aku tidak pernah merasakan bahagia sedikit saja" kata Dona menyesali nasibnya sendiri.


Orang tuanya sama sama sibuk kerja di luar negeri.


Dan Dona hanya tinggal sendiri di rumah besarnya. Hanya ada pembantu yang akan melayaninya.


Sehingga membuat gadis itu merasa iri di saat melihat orang lain bahagia dengan keluarganya.


"Aghhh...." Dona merintih kesakitan.


"Sial..!!! Lagi lagi punggungku sakit" umpat gadis itu, tidak ingin berlama lama akhirnya Dona pun memutuskan untuk pulang.


***

__ADS_1


beberapa menit kemudian mereka sudah sampai.


Noah mengangkat tubuh Keyla kemudian membawanya keluar dari dalam mobil Rangga.


"Ga, motorku masih ada di rumah sakit bisakah nanti kamu mengambilnya?" Tanya Noah.


"Tidak perlu khawatir Noah, nanti sore aku akan segera mengambilnya" jawab Rangga.


"Baiklah, silahkan kalian masuk"


Noah membawa istrinya menuju lantai dua dimana kamarnya berada, di letakkan tubuh Keyla di atas tempat tidur secara perlahan.


"Kak kamarnya hanya ada satu?" Tanya Nara.


"Iya, aku tidak tau kenapa ayah membuat rumah ini hanya memiliki satu kamar" jawab Noah.


"Lalu aku tidur dimana?" Tanya Nara lagi.


"Kamu tidurlah disini bersama Keyla, kakak akan tidur di ruang kerja" jawab Noah.


"Ruang kerja kakak dimana?" Tanya Nara.


"Di ujung lantai ini, pintu hitam itu adalah ruang kerja kakak" jawab Noah.


"Kalau begitu aku kesana dulu kak, aku ingin melihat ruangan kakak seperti apa" ucap Nara dan Noah pun mengijinkan.


Noah memberikan kunci ruang kerjanya.


Nara dan Rangga segera pergi menuju ruang kerja tersebut.


"Wow...!!! Ruang kerjanya cukup besar, sepertinya bisa sedikit di tata ulang sehingga bisa untuk beristirahat" ucap Nara.


Nara berencana merubah ruangan tersebut layaknya kamar.


Sehingga untuk sementara waktu bisa ia gunakan untuk tidur.


"Untuk apa Nara? Bukankah kamu tidur dengan Key?" Tanya Rangga.


"Mana mungkin aku tidur bersama Keyla, dia sedang sakit dan hamil pastinya Keyla ingin sekali dekat dengan suaminya. Jadi aku yang akan tidur disini" jelas Nara.


"Kalau begitu aku akan membantumu membersihkan ruangan ini, bukankah jika di kerjakan bersama akan cepat selesai" kata Rangga.


"Oke..! Kita mulai"


Rangga mengeluarkan masker dari dalam tasnya, kemudian ia memakaikan masker tersebut kepada Nara.


Ia tidak ingin Nara flu akibat banyak debu saat membersihkan ruangan tersebut.


"Maaf bolehkan aku mengikat rambutmu? Agar tidak mengganggu" tanya Rangga.


"Tapi aku tidak punya ikat rambut" jawab Nara.


"Tidak masalah... Aku punya ini" Rangga menunjukkan gelang tangannya kepada Nara. Gelang yang berbahan karet itu ia ikatkan di rambut panjang Nara.


**Ya ampun rambutnya saja harum sekali** batin Rangga.



"S..sudah" kata Rangga.


"Hmm lumayan juga, kalau begitu kita mulai sekarang" ucap Nara.


Mereka berdua segera membereskan ruang kerja tersebut.


_____


happy reading🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2