
Tidak masalah jika Freya tidak membagi nomer ponselnya kepada Damar, tentu pria itu memiliki cara agar bisa berkomunikasi dengan gadis kecil yang berhasil memikat hatinya.
Sekitar 10 menit mereka sudah sampai di sebuah taman yang memiliki danau kecil di dalamnya.
"Kita sudah sampai" ucap Damar kemudian bergegas keluar dari mobil.
Sedangkan Freya masih tetap pada posisinya dan memperhatikan taman itu.
"Kenapa kita datang kesini kak?" Tanya Freya.
"Ayo turun dulu" jawab Damar, kemudian membuka pintu mobil untuk Freya.
Damar melepas jaket miliknya kemudian ia memberikan jaket tersebut kepada Freya.
"Pakai jaket ini untuk sementara" kata Damar, karena Freya masih memakai seragam sekolahnya.
Freya tidak menolak, gadis itu mengambil jaket tersebut dan segera memakainya.
Setidaknya tidak ada yang tau Freya bersekolah dimana.
Mereka berdua masuk ke dalam taman tersebut, terlihat hanya ada beberapa orang saja.
"Kenapa aku tidak tau jika ada taman sebagus ini" gumam Freya.
"Tentu saja, karena kamu selalu menghabiskan waktumu di dalam apartemen" sahut Damar.
"Bagaimana kakak bisa tau?"
Damar tidak menjawab pertanyaan Freya, ia hanya memberikan senyumannya.
Memang benar selama ini selesai pulang sekolah Freya selalu menghabiskan waktunya di dalam apartemen miliknya.
Mereka berdua duduk di sebuah bangku tepat di bawah pohon.
Di hadapannya sudah terpampang jelas sebuah danau.
"Kamu tunggu disini ya, aku akan segera kembali" kata Damar dan Freya mengangguk.
Freya terdiam, ia tidak ingat kapan terakhir dirinya bersantai di luar apartemennya.
Semenjak dirinya di tolak oleh Noah, Freya mulai menutup diri dan hatinya untuk dunia luar.
Ia selalu berdiam diri dikamar membaca buku atau sekedar menonton film kesukaannya.
"Aku sudah melupakannya, menganggap dia sebagai kakakku. Tapi entah kenapa aku masih sering mengingatnya saat sendirian" gumam Freya.
"Aku bahagia melihatnya bahagia, tetapi hatiku..." Freya menghentikan ucapannya dan ia memegang dadanya.
Ungkapan itu ia tujukan untuk Noah yang benar benar sulit di lupakan.
Tanpa di sadari Damar sudah berdiri di belakangnya dengan membawa dua botol minuman.
Damar menarik nafasnya panjang dan ia kembali berjalan mendekati Freya.
"Jangan melamun" ucap Damar seraya memberikan minuman tersebut.
"Ishh siapa juga yang melamun" sahut Freya kemudian mengambil botol minum tersebut.
Cukup lama mereka terdiam dengan pikirannya masing masing.
Damar masih penasaran siapakah yang sudah membuat Freya berhati dingin seperti saat ini.
"Kak!" Panggil Freya.
"Ehh iya, kenapa Frey?" Tanya Damar.
"Terima kasih karena sudah membawaku kesini" ucap Freya tersenyum.
"Tidak perlu berterima kasih, karena bisa berjalan denganmu seperti ini sudah berhasil membuatku bahagia"
"Maksudnya kak?"
"Hahahaa bukan apa apa, lupakan saja!"
Hari sudah semakin sore, ini waktunya Freya untuk segera pulang.
__ADS_1
Damar mengantar gadis itu untuk kembali ke apartemennya.
Namun saat di perjalanan Freya meminta Damar untuk menghentikan mobilnya.
"Kenapa kita berhenti disini?" Tanya Damar.
"Kakak lihat rumah yang disana?" Freya menunjuk sebuah rumah di seberang jalan.
Rumah yang tertata rapi dengan beberapa bunga, nampak sangat sejuk di dalamnya.
"Itu rumah kak Noah, kita mampir kesana"
"Benarkah? Jadi itu rumah Noah!"
"Hmmm" Freya mengangguk.
Sore ini Keyla dengan di temani Elena menyiram tanaman di halaman rumahnya. Itu adalah aktifitas rutin Keyla setiap sorenya.
Sedangkan Noah setelah pulang kerja langsung menuju ruang Gym.
"Mama sepertinya ada tamu" kata Elena saat anak itu melihat dua orang turun dari mobil dan berjalan menuju rumahnya.
Keyla sedikit mengerutkan dahinya, memperhatikan siapakah yang datang.
"Freya" ucap Keyla.
"Pak buka gerbang, dan biarkan mereka masuk" perintah Keyla kepada salah satu penjaga rumahnya.
"Siap nyonya" bapak penjaga itu segera berlari membuka gerbang dan mempersilahkan Freya serta Damar masuk.
"Kak Key!" Panggil Freya.
Keyla sedikit terkejut karena Freya datang bersama dengan Damar.
"Ada angin apa kalian berdua datang kesini?" Tanya Keyla menggoda.
"Kebetulan kita lewat daerah sini" jawab Freya.
"Kalau begitu masuklah" mereka berdua pun masuk.
Keyla mempersilahkan keduanya duduk, dan pelayan rumah tersebut menyiapkan minuman dan beberapa makanan ringan.
"Dimana kak Noah?" Tanya Freya.
"Noah masih di ruang Gym" jawab Keyla.
"Boleh aku menemuinya?" Tanya Damar tiba tiba.
"I...iya boleh, nak antar uncle menemui papa" kata Keyla kepada Elena.
"Oke mama" jawab Elena. Kemudian anak itu berjalan bersama Damar untuk menemui Noah di lantai dua.
Hubungan Keyla dan Freya sangat baik.
Keyla sudah menganggap Freya seperti adiknya sendiri, sehingga mereka tidak lagi sungkan.
Keyla membawa Freya untuk membantunya menata bunga bunga di halaman.
"Sepertinya kak Damar sudah cukup akrab dengan kakak" ucap Freya.
"Aku mengenal Damar saat di Amerika, dia adalah sahabat Noah" jelas Keyla.
"What!!" Freya terkejut, rupanya pria yang berusaha mendekatinya adalah sahabat Noah.
***
"Kenapa kamu bisa datang kesini bersama Freya?" Tanya Noah, pria itu membersihkan keringat di wajahnya dengan handuk kecil.
"Kebetulan saat akan pergi ke cafe aku bertemu dia di jalan. Ban mobilnya bocor" jawab Damar santai.
Tidak mau kalah dengan Noah pria itu turut berolah raga.
Damar menceritakan jika ia menghabiskan waktunya bersama Freya seharian ini.
"Jadi kamu membawanya bolos sekolah!" Sahut Noah sedikit terkejut dengan penjelasan Damar.
__ADS_1
"Aku tidak bermaksud membawanya bolos, itu semua karena ia terlambat dan penjaga sekolah tidak mengijinkannya mengikuti pelajaran" jelas Damar.
"Kenapa tidak membawanya pulang? Bagaimana jika orang tuanya tau jika Freya tidak sekolah?" Tanya Noah lagi.
"Aku akan mengantar dan menjelaskannya nanti" jawab Damar.
Damar beranjak dari duduknya, dan ia menghampiri Noah.
Beberapa menit kemudian Damar memikirkan sesuatu.
Ia mengingat ucapan Freya saat di taman, Damar berniat menanyakan hal itu kepada Noah.
"Noah! Aku ingin bertanya sesuatu".
"Katakan saja".
"Bukankah kamu sudah mengenal Freya cukup lama?" Tanya Damar dan Noah mengangguk.
"Apakah kamu tau pria seperti apa yang sudah membuat dia patah hati?" Tanya Damar lagi seketika Noah terkejut dengan pertanyaan tersebut.
"Noah..."
"Mmm sepertinya kamu salah paham Dam, aku tidak sedekat yang kamu pikirkan. Aku mengenal Freya karena ia anak dari paman Axel. Jadi aku tidak tau kehidupan dia" jelas Noah.
Noah sendiri bingung harus menjelaskan seperti apa.
Tidak mungkin ia mengatakan jika pria itu adalah dirinya.
"Benarkah? Aku sangat penasaran, mungkin karena itu hati Freya menjadi dingin".
***
Noah dan Keyla duduk di teras rumahnya, mereka bersantai setelah kepulangan Damar dan Freya.
Namun Keyla melihat wajah suaminya yang tidak bersemangat setelah mereka berdua pergi.
"Sayang... Sayang" Keyla menyadarkan Noah dari lamunannya.
"Ehh! Iya kenapa By?"
"Seharusnya aku yang bertanya, kamu kenapa? Elena dari tadi memanggilmu untuk bermain" jawab Keyla.
"Aku memikirkan Damar"
"Memangnya kenapa dengan Damar?" Tanya Keyla penasaran.
Noah menceritakan semuanya kepada Keyla, dan pria itu sama sekali tidak menutupi apa pun.
"Sepertinya Damar benar benar menyukai Freya" sambung Noah.
"Lalu kenapa kamu yang bingung? Jangan jangan kamu masih menyukai Freya?" Tanya Keyla dengan ekspresi menggoda.
"Baby... Jangan katakan hal itu! Kamu tau bagaimana perasaanku kepadanya" sahut Noah.
"Iya sayang aku hanya bercanda, kamu jangan memikirkan hal ini. Sekarang biarkan Damar yang berusaha meluluhkan hati Freya. Jika Damar benar benar menyukainya maka dia akan berusaha" ucap Keyla.
Mungkin Noah merasa tidak enak kepada Damar jika sampai sahabatnya itu tau bahwa dirinya lah yang membuat Freya berubah seperti saat ini.
Kini Damar sudah sampai di Apartemen Freya, pria itu mengantar Freya dan juga akan menemui orang tuanya.
"Kakak kenapa ikut turun?" Tanya Freya.
"Aku akan bertemu orang tuamu untuk menjelaskannya" jawab Damar.
"Tidak perlu kak, aku sendiri yang akan mengatakannya kepada daddy" tolak Freya.
Kemudian Freya segera bergegas pergi meninggalkan Damar.
"Freya tunggu!" Panggil Damar. Namun Freya tidak memperdulikan panggilan tersebut.
Damar memperhatikan Freya berjalan memasuki apartemen hingga tidak terlihat.
Damar masuk ke dalam mobilnya dan ia menyandarkan tubuhnya lelah.
Damar tidak langsung pergi, ia masih terdiam di dalam mobilnya cukup lama.
__ADS_1
"Apa aku benar benar menyukai gadis itu? Kenapa dia sangat berbeda" gumam Damar.
_____