
Di tengah tengah obrolannya Yura hendak kekamar mandi.
"Jen tunggu ya aku ke toilet dulu" ucap Yura kepada Jeny.
"Oke beb" jawab Jeny.
"Nona hati hati saya akan menunggu disini" kata Leo.
"Iya" jawab Yura dan segera berjalan menuju kamar mandi.
Sesampainya Yura segera mengeluarkan Ponselnya dan menelpon seseorang.
📞Yura : Hallo Xel
📞Axel : Hallo Yura, ada apa tumben menelponku?
Diseberang sana Axel yang mendapatkan telpon dari Yura nampak sangat bahagia.
📞Yura : Bisa kah kamu menemui aku sekarang? tapi jika kamu tidak sibuk.
📞Axel : Tentu bisa. kamu kirim saja alamatnya.
📞Yura : Oke xel, sampai jumpa.
📞Axel : Sampai jumpa Yura.
Yura pun mengakhiri panggilannya, Yura sengaja menelpon Axel agar bisa bertemu dengan Jeny.
Diam diam Yura ingin Axel semakin dekat dengan teman yang sudah di anggapnya layaknya saudara.
Setelah sesalai Yura kembali kemejanya menemui Jeny.
"Sudah selesai?" tanya Jeny.
"Sudah" jawab Yura.
"Kita langsung ke mall yuk" Ajak Jeny karena hari sudah semakin siang.
"Tunggu bentar lagi ya Jeny, aku masih menunggu seseorang" kata Yura
"Baiklah" jawab Jeny.
Di seberang sana Axel tengah besiap siap ia memilih baju yang cocok untuk dirinya.
"Ini tidak, ini juga tidak, yang ini tidak" ucap Axel sambil membongkar isi lemarinya.
Tiba tiba axel terdiam.
"Astaga apa yang aku lakukan!! kenapa aku kebingungan seperti seseorang yang akan pergi berkencan" gerutu Axel dan mengacak rambutnya.
Axel sedikit frustasi dengan dirinya sendiri yang balum bisa melupakan perasaannya terhadap Yura.
Baginya Yura adalah wanita pertama yang mampu singgah di hatinya, dan membuat dirinya merasakan jatuh cinta.
Itu sebabnya Axel sangat sulit menghapus Yura dari hatinya.
Setelah lama berpikir akhirnya Axel memilih untuk menggunakan pakaian casual.
Setelah siap ia segera masuk kedalam mobilnya.
Axel mengendarai mobilnya menuju cafe.
"Masih lama beb?" tanya Jeny.
Jeny sudah tidak sabar untuk berbelanja, karena sudah lama ia tidak pergi ke mall.
"Bentar lagi ya" jawab Yura.
**kenapa axel lama sekali** batin Yura.
Tiba tiba ponsel Yura berdering, satu panggilan masuk dari Axel.
Yura segera mengangkat panggilan itu, ternyata Axel sudah berada di parkiran.
Yura pun menunjukkan bahwa ia duduk di meja nomor 5.
__ADS_1
"Udah dateng?" tanya Jeny lagi.
"Udah, ada diparkiran" jawab Yura.
Axel pun masuk ke dalam cafe tersebut, dan mencari meja bernomor 5.
"Itu dia" ucap Axel.
Axel menghampirinya, ia tidak tau jika Yura bersama dengan Jeny.
Karena Jeny tertutup oleh tubuh Yura.
"Hai Yura" Sapa axel yang baru saja menghampirinya.
"Hai" balas Yura.
Jeny pun turut melihat pria yang baru saja datang.
"Kamu !!" ucap Jeny spontan.
"Kamu lagi!!" sahut Axel yang tak kalah kagetnya.
"Yura.. maksud kamu orang itu adalah Axel?" tanya Jeny kepada yura.
Dan Yura mengangguk.
"Astaga" sahut Jeny.
"Ada apa? apa ada masalah untukmu?" tanya Axel, yang tidak terima.
"Kamu tau. aku menunggumu sudah sampir satu jam.. ternyata yang di tunggu adalah dirimu" ucap Jeny yang merasa kesal.
"Aku tidak memintamu untuk menungguku. kenapa kamu tidak pergi saja" sahut Axel yang tak kalah kesalnya.
Yura yang melihat dan mendengarkan itu hanya menggelengkan kepalanya, baru saja bertemu mereka sudah bergengkar layaknya kucing dan tikus.
"Bisakah kalian tidak membuat keributan" ucap Yura di saat mereka masih saja berdebat.
Seketika membuat mereka semua terdiam.
"Kamu tidak lihat asisten itu?" tanya Yura sambil menunjuk Leo.
"Dia pasti kesepian butuh teman, jadi aku menelpon axel agar bisa menemaninya juga" sambung Yura.
Nampak Jeny memutar kedua bolah matanya, seoalah pasrah dengan keinginan temannya itu.
"Terserah" kata Jeny.
"Baiklah kalau begitu kita berangkat ya" ucap Yura.
"Axel dengan Jeny sedamgkan aku bersama Leo" kata Yura.
Tentu itu membuat Jeny dan Axel menolaknya.
Axel tidak ingin satu mobil lagi dengan Jeny.
begitupun juga dengan Jeny.
Mereka saling berdebat akhirnya Yura memutuskan untuk menggunakan 1 mobil saja.
"Jangan ada yang berdebat lagi, kita naik mobil pak Leo saja. mobil Axel taruh di sini" ucap Yura.
"Setuju" jawab Jeny dan Axel bersamaan.
"Hahaha... kalian berdua lucu sekali, sangat cocok" goda Yura kepada dua temannya itu.
"Yura jangan katakan itu" sahut Jeny.
Mereka semua segera masuk ke dalam mobil.
Dan Leo menjalankan mobilnya menuju mall yang sangat terkenal di kota itu.
Di dalam mobil tidak ada yang berbicara, Axel dan Jeny malas untuk berbicara.
Sedangkan Yura fokus menatap jalanan, tentunya fikirannya tak jauh dari Elard yang berada di Negara lain.
__ADS_1
Akhirnya mobil berhenti di parkiran mall, mereka semua turun dari mobil dan memasuki mall tersebut.
Terlebih dulu Yura dan Jeny masuk di sebuah toko yang menjual baju baju bayi.
dan kedua pria itu mengikuti mereka dari belakang layaknya suami yang menemani istrinya.
"Mereka tampan sekali"
"Aku ingin memiliki suami seperti itu"
Ucap beberapa pelayan yang melihat mereka.
Pelayan pelayan disana terpesona akan ketampanan dua pria itu.
Sedangkan Yura dan Jeny sudah asik memilih beberapa baju.
"Sini aku bantu" kata Axel saat melihat Yura membawa beberapa pakaian di tangannya.
"Terima kasih xel biar Leo saja, kamu bisa membantu Jeny sepertinya dia kesusahan" jawab Yura.
"Dia bisa melakukannya sendiri" sahut Axel.
"Dasar pria tidak punya hati" umpat Jeny yang merasa kesal.
Malas menanggapinya Axel hanya diam dan mengacuhkan Jeny.
Sepertinya sangat sulit membuat mereka dekat, karena baru saja bertemu mereka langsung bertengkar dan berdebat.
Kini mereka sudah selesai memilih beberapa pakaian Yura segera membawanya ke meja kasir untuk membayarnya.
Setelah membayar yura memutuskan untuk melanjutkan makan siang.
"Kita makan dulu gimana?" tanya Yura kepada tiga orang yang sedari tadi bersamanya.
"Boleh" jawab Jeny.
Mereka pun segera mencari restoran yang berada disana.
Baru saja hendak melangkahkan kakinya tiba tiba ada beberapa orang yang menghampiri Yura.
"Permisi nona. kami dari FNB TV benarkah anda nona Yura istri dari Direktur Elard?" tanya salah satu wanita itu.
"Ada apa ini?" tanya Yura yang kebingungan.
"Nona benarkah anda sudah menikah dengan Tuan Elard?"
"Kami mendapat kabar jika anda menikah karena terpaksa apakah itu benar?"
Deretan deretan pertanyaan di lontarkan oleh beberapa wartawan disana.
Suasana mulai tidak terkendalikan, banyak orang yang mulai berkumpul untuk menyaksikan mereka.
Bahkan ada yang terkejut setelah mengetahui Elard Desmon sudah menikah.
"Tuan Axel bawalah nona Yura dan Jeny masuk ke dalam mobil, biar aku yang mengurus mereka" ucap Leo.
"Baiklah" jawab Axel.
Dengan spontan Axel langsung memegang tangan Yura dan membawanya menuju parkiran.
Sedangkan Jeny mengikutinya dari belakang.
Tidak berapa lama mereka sudah sampai di parkiran. Axel Yura dan Jeny segera masuk ke dalam mobil.
"Yura ada apa ini?" tanya Jeny.
"Aku tidak tau jen" jawab Yura kini napas wanita itu mulai tidak beraturan.
"Kenapa mereka bisa tau masalah pribadiku" racau Yura di dalam mobil.
"Sabarlah Yura, kita tunggu kedatangan Leo" ucap Axel.
Axel dan Jeny mencoba menenangkan wanita itu, terlihat wajah Yura yang sudah mulai pucat. ia takut jika akan terjadi hal buruk setelah ini.
*****
__ADS_1
happy reading🥰