Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
S2~ Pergi Menemui Nara #2


__ADS_3

Hampir satu jam perjalanan, kini mereka sudah sampai di dalam pesawat.


Keyla duduk di bangkunya dan Noah duduk di sebelah gadis itu.


"Apa pesawat ini akan terbang?" Tanya Keyla.


"Sepertinya pesawat ini akan berenang" jawab Noah.


"Ihh Noah aku bertanya serius" Keyla memukul lengan Noah secara spontan.


"Anak TK saja mengerti jika pesawat itu terbang, apa kamu sebodoh itu hah" sahut Noah.


"Bukan begitu... Ahh sudahlah jika pesawat ini terbang apa yang harus aku lakukan" terlihat Keyla tidak bisa duduk tenang di bangkunya, gadis itu gelisah beberapa kali ia menarik nafasnya secara panjang.


Kemudian menghembuskannya.


"Jika pesawat ini terbang, kamu menuju pintu keluar dan lompatlah" kata Noah.


"Jahat sekali ucapanmu itu" kini Keyla benar benar kesal karena Noah sama sekali tidak memberikan solusi terbaik.


Pesawat itupun lepas landas, Keyla sangat takut melihat ke arah cendela yang berada di sebelahnya.


"Bagaimana jika pesawatnya jatuh, bagaimana jika bensinnya habis selamatkan aku ya tuhan" Keyla bergumam dalam ketakutannya.


"Keong!! Perjalanan kita sangat jauh, bisakah kamu diam karena aku lelah mendengar ocehanmu" kata Noah sambil membaca majalah yang sudah berada di tangannya.


"Apa kamu tidak tau, aku sangat takut lebih baik aku naik motor dari pada naik pesawat"


"Silahkan naiklah motor menuju Amerika" karena sudah lelah mendengar Keyla akhirnya Noah memilih untuk memejamkan matanya dan menutup wajahnya dengan jaket miliknya.


Sepanjang waktu Keyla menatap jam yang melingkar di tangannya, sambil berharap pesawat yang ia tumpangi segera sampai.


Beberapa kali juga Keyla melihat ke arah Noah yang entah sudah tertidur atau belum.


"Keong bisakah kamu tenang?" Tanya Noah yang merasa terganggu.


"Apa aku bersuara? Aku sama sekali tidak bersuara" jawab Keyla.


" mulutmu memang tidak bersuara tapi badanmu yang tidak bisa diam itu benar-benar mengganggu Ku, coba sekarang sandarkan punggungmu dan cobalah tutup matamu" kata Noah.


"Bangkunya tidak nyaman" keluh Keyla.


Akhirnya Noah pun membenarkan bangku Keyla, sehingga Gadis itu bisa merasa nyaman setelah dirasa cukup Keyla menyandarkan tubuhnya.


"Bagaimana?" Tanya Noah.

__ADS_1


"Cukup nyaman" jawab Keyla.


"Sekarang tutup matamu, anggap saja kamu tidur di kamarmu yang nyaman" ucap Noah dan Keyla mengangguk.


Tidak berapa lama akhirnya Keyla pun tertidur mengetahui itu Noah segera menyelimuti tubuh mungil Keyla menggunakan jaketnya dan nampak senyum kecil terlihat di wajah Noah.


"Gadis bodoh" ucap Noah dan ia pun turut tertidur.


***


Setelah melewati Perjalanan yang sangat panjang akhirnya pesawat itu telah sampai di Bandar Udara John F Kennedi, semua penumpang bersiap siap untuk keluar dari pesawat tersebut termasuk Keyla dan Noah.


"Keong bangun" Noah mengguncang tubuh gadis itu.


"Apa kita sudah sampai?" Tanya Keyla.


" Hmmm" jawab Noah.


Keyla dan Noah segera merapikan barang-barangnya kemudian mereka bersiap untuk turun dari pesawat tersebut, setelah mereka sudah keluar dari pesawat itu Keyla baru merasakan pusing pada kepalanya.


Mereka keluar dari bandara untuk mencari taksi yang akan membawa Noah dan Keyla menuju apartemen Nara.


"Tunggu Noah kepalaku pusing" ucap Keyla yang sudah tidak tahan.


"Oke oke kita duduk sebentar" mereka berdua duduk di sebuah bangku kemudian Noah beranjak pergi meninggalkan Keyla sejenak.


"Minumlah" ucap Noah.


"Terima kasih Noah" jawab Keyla sembari mengambil botol minum tersebut.


Setelah cukup pulih mereka memutuskan untuk segera mencari taxi.


"Apa kamu sudah menghubungi Nara?" Tanya Keyla.


"Tidak, aku ingin memberikan kejutan kepadanya" jawab Noah.


30 menit kemudian mereka sudah sampai di kota XX, tepatnya di depan gedung apartemen yang menjulang tinggi.


Keyla sampai takjup melihat bangunan tersebut.


"Wow.. apa disini Nara tinggal?" Tanya Keyla.


"Iya, cepat turun dan bawa barangmu" perintah Noah.


Mereka berjalan memasuki gedung apartemen tersebut sesampainya Noah dan Keyla Segera menaiki lift menuju lantai di mana ruangan apartemen Nara berada tepat di lantai 15 Noah dan Keyla keluar dari lift tersebut.

__ADS_1


"Ini dia!!" Ucap Noah saat ia menemukan nomer yang sesuai dengan apartemen Nara.


Noah pun menekan bell Apartemen tersebut.


Tak butuh waktu lama pemilik apartemen itu langsung membukakan pintunya.


"Kakak!!!!" Teriak Nara histeris setelah mengetahui siapa yang sudah berkunjung ke apartemennya.


Mereka berdua berpelukan begitu erat melepaskan rindu setelah beberapa bulan tidak bertemu.


"Kakak aku merindukanmu" ucap Nara.


"Kakak juga" jawab Noah sambil mencium pucuk kening adiknya.


Tidak berhenti di sana Nara pun memeluk tubuh Keyla yang sudah ia anggap seperti sahabatnya sendiri.


"Masuklah" Nara membawa mereka berdua masuk ke dalam apartemennya.


"Kakak kenapa tidak mengabariku?" Tanya Nara.


"Kejutan " jawab Noah singkat.


"Kakak syukurlah kalian datang tepat waktu, besok ada acara tahunan di kampusku dan akan ada pesta, kalian berdua wajib hadir" kata Nara.


Berharap kakak dan sababatnya itu berkenan untuk hadir.


"Boleh, apa Damar juga akan datang?" Tanya Noah.


"Tentu kak, Damar juga akan datang sayangnya dia tidak tinggal disini jadi kakak tidak bisa langsung bertemu dengannya" jawab Nara.


Karena memang Damar tidak tinggal di apartemen tersebut, ia lebih memilih menyewa rumah yang tidak terlalu besar. Dan Damar juga bekerja paruh waktu di sebuah Cafe.


Karena lelah mereka menutuskan untuk beristirahat.


"Kamarnya hanya ada dua, jadi Keyla tidur denganku" ucap Nara.


"Ya ya tidur saja dengannya, dimana kamar kakak?" Tanya Noah.


Dan Keyla menunjuk sebuah kamar yang berada di sebelah kamarnya, Noah pun memasuki kamar tersebut.


"Key bagaimana kamu dengan kakakku?" Tanya Nara.


"Ba..bagaimana apanya ya?" Keyla nampak sedikit gugup dengan pertanyaan Nara.


"Apa kamu tidak ada perasaan sama sekali kepada kak Noah?" Nara terus menggoda gadis itu dengan pertanyaan pertanyaan yang membuat Keyla semakin malu.

__ADS_1


"Nara sepertinya aku harus beristirahat karena kepalaku terasa pusing" jawab Keyla mengalihkan pertanyaan Nara.


"Hahaha baiklah, tapi kamu masih berhutang jawaban kepadaku" karena kasihan Nara membawa Keyla masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat.


__ADS_2