Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
S2~ Mabuk


__ADS_3

Setelah itu Damar pun turut masuk ke dalam mobil Noah, ia duduk di bangku belakang bersama Nara.


Noah melajukan mobilnya menuju sebuah gedung di mana pesta tahunan kampus Nara akan diselenggarakan.


"Bagaimana kabarmu Dam? Apa Nara merepotkanmu?" Tanya Noah sambil fokus menyetir.


"Sama sekali tidak Noah, dia sangat mandiri" jawab Damar sambil tersenyum.


"Maaf, tapi siapa gadis di sampingmu Noah?" Tanya Damar, gadis yang di maksud Damar adalah Keyla.


"Dia Keyla, sepupuku" jawab Noah.


**Sepupu?? Sejak kapan kita bersaudara, dia menganggapku sepupu** batin Keyla.


"Hai Key salam kenal aku Damar" Damar mengulurkan tangannya dan Keyla pun membalas uluran tangan Damar.


"Hai aku Keyla, sahabat Nara juga" balas Keyla.


"Ehemm" suara Noah membuat Damar buru buru untuk melepas jabatan tangannya.


"Damar jangan lama lama nanti ada yang cemburu" sahut Nara mulai menggoda kakaknya.


"Maaf tenggorokanku sakit" kilah Noah.


Beberapa menit kemudian mereka sudah sampai.


Noah memarkirkan mobilnya dan mereka berempat segera turun dari mobil Noah.


Terlihat sudah banyak tamu undangan yang datang.


Bukan hanya mahasiswa dan mahasiswi kampus tersebut saja tapi masyarakat umum yang memiliki undangan dapat mengikuti acara tahunan tersebut.


Sebelum masuk mereka berempat menyerahkan undangan kepada penjaga acara itu, kemudian Nara dan Damar membawa Noah beserta Keyla masuk.


"Kak ini meja kita" ucap Nara.


Mereka pun duduk dimeja bernomor 13.


Keyla nampak memperhatikan semua yang ada disana, gadis gadis terlihat cantik dan juga anggun.


"Key kamu kenapa?" Tanya Nara.


"Tidak apa apa Nara, hanya saja kenapa wajah mereka terlihat sangat lokal ya?" Tanya Keyla.


"Tentu saja Key, karena sebagian mahasiswa disini berasal dari Indonesia sama sepertiku dan Damar" jawab Nara.


"Begitu rupanya, pantas saja mereka sangat melokal" sahut Keyla.


Acara tersebut belum dimulai terlihat teman-teman Nara dan Damar menghampiri mereka, mereka saling bersalaman serta saling menyapa.


"Hai Nara boleh bergabung denganmu?" Seorang pria datang menghampiri Nara dia adalah teman Nara di kampus, namun rupanya pria itu menyukai Nara.


Tapi Nara sama sekali tidak memperdulikan pria itu, karena sangat mengganggu baginya.


"Maaf kursinya tidak cukup kita hanya berempat saja" jawab Nara.


"Tidak masalah, aku akan membawa kursi sendiri" kemudian pria itu pergi untuk mengambil kursi beserta beberapa minuman.


Noah hanya memperhatikan pria asing itu.


Nama pria itu adalah Niko.


Niko meletakkan Kursi di dekat Nara, sedangkan Nara mulai menggeser kursinya sedikit menjauh karena risih.


Niko memberikan segelas minuman kepada Nara.

__ADS_1


"Untukmu" kata Niko.


"Thank you" jawab Nara kemudian mengambil minuman tersebut dan meletakkan di atas meja.


Tepat pukul 8 acara di mulai, MC naik ke atas panggung untuk memberikan sambutan dan membacakan susunan acara.


"Haus sekali, apa tidak ada minuman disini" bisik Keyla kepada Nara.


"Ada, pelayan akan memberikan minuman sebentar lagi jika kamu haus minum saja minumanku ini" kata Keyla memberikan segelas minuman yang tadi di berikan Niko kepadanya.


"Terima kasih Ra, kebetulan aku sangat haus" ucap Keyla.


Keyla pun meneguk minuman tersebut hingga habis tak tersisa.


"Kenapa dia yang meminumnya?" Tanya Niko yang terkejut karena Keyla lah yang meminumnya.


"Memangnya kenapa?" Tanya Damar.


"Tidak apa apa" sahut Niko gugup.


"Aww kepalaku pusing" Keyla memegang kepalanya yang terasa pusing.


Noah beranjak dari duduknya dan ia langsung menarik kerah baju Niko.


"Brengsek!! Apa yang kamu masukkan ke dalam minuman itu?" Tanya Noah dengan nada yang cukup tinggi, sehingga membuat seluruh tamu yang ada disana menyaksikan mereka.


"Aku tidak memasukkan apapun" kata Niko.


"Kakak hentikan, Keyla sepertinya mabuk" kata Nara yang memegangi tubuh Keyla.


Buggg!!


Noah memukul wajah Niko hingga pria itu terpental, Damar mencoba menenangkan Noah yang sudah mulai kesal dan marah.


"Noah hentikan lebih baik kamu bantu Keyla" kata Damar.


"Pusing sekali" ucap Keyla sempoyongan.


"Kakak, bawa Keyla pulang biar aku dan Damar membereskan pria ini. Lagi pula acaranya baru saja di mulai" kata Nara.


"Baiklah ambil kunci mobilnya aku akan membawa Key pulang" Noah menggendong Keyla di punggungnya.


"Kakak pulang naik apa?" Tanya Nara.


"Sudahlah jagan khawatir, Dam aku menitipkan adikku kepadamu dan buat perhitungan kepada pria bejat itu" ucap Noah kemudian ia segera pergi dari gedung tersebut.


Ternyata Niko sengaja memberikan obat ke dalam minuman tersebut, karena ia ingin Nara lah yang meminumnya dan dengan begitu ia bisa membawa Nara bersamanya.


***


Noah keluar dari gedung tersebut, dengan membopong Keyla di punggungnya.


"No..aah kita mau kemana?" Tanya Keyla yang sudah mulai mabuk.


Ini pertama kalinya Keyla mabuk, sungguh dia merasa sangat pusing.


"Pulang" jawab Noah.


"Kok pulang kan acaranya belum selesai" ucap Keyla, namun Noah tidak menjawabnya.


Noah terus berjalan, menyusuri jalanan di bawah pancaran lampu yang redup.


"Noah aku mau pesta ayo kita kembali" Keyla menggerakkan tubuhnya hendak turun sehingga membuat Noah tidak seimbang.


"Keong diamlah!! Apa kamu tidak tahu tubuhmu ini sangat berat" ucap Noah.

__ADS_1


"Isss aku tidak seberat itu" sahut Keyla.


"Kamu pria menyebalkan yang pernah aku temui, kamu memang tampan tapi...tapi" ucapan Keyla terputus.


"Tapi apa?" tanya Noah yang penasaran dengan kelanjutan ucapan Keyla.


"Tapi kamu beruang kutub, aku menyukaimu tapi..." lagi lagi Keyla menghentikan ucapannya.


Keyla menyandarkan kepalanya di pundak Noah, dan ia melingkarkan tangannya di leher Noah.


Deggg!!!


Jantung Noah berdetak sangat kencang saat ia merasakan sesuatu yang kenyal menempel di punggungnya.


"Gadis ini benar benar ingin menggodaku" gumam Noah.


"Heii keong bodoh! Jangan menyandarkan kepalamu aku jadi tidak fokus" teriak Noah.


"Keong Bodoh"


Keyla tidak menjawab ucapannya, tidak ada pergerakan dari gadis tersebut hingga beberapa kali Noah memanggilnya namun Keyla tidak menjawab.


Rupanya gadis itu sudah tertidur di pundak Noah.


Noah menengok ke arah Keyla dan benar saja gadis itu sudah terlelap dengan mendengkur.


"Gadis bodoh!!" Sahut Noah.


Noah terus berjalan dengan perasaan gelisah tak menentu, sepanjang perjalanan jantungnya terus berdetak.


Namun sejenak Noah tersenyum saat ia sadar bahwa saat ini dirinya hanya berdua saja bersama Keyla berjalan di tengah malam.


Dan dengan jelas Noah mendengar jika Keyla mengatakan telah menyukai dirinya


Hembusan nafas Keyla yang tertidur terasa jelas di telinga Noah, ia sampai lupa arah jalan pulang menuju apartemen Nara.


"Sial! Aku berjalan sejauh ini dan aku lupa dimana apartemen Nara" Noah menoleh ke kanan dan ke kiri, ia mencoba mengingat jalan yang tadi ia lalui.


"Sepertinya lewat sini" karena merasa yakin Noah pun melanjutkan perjalanannya.


Sampai hampir 20 menit Noah sudah sampai di apartemen Nara.


Ia meletakkan Keyla di atas tempat tidur kamar Nara.


"Astaga pinggangku sakit sekali" Noah mencoba mengeliatkan tubuhnya yang terasa ngilu.


"Enak sekali dia sudah tidur, sedangkan aku menggendongnya sejauh ini" ucap Noah lagi.


Pria itu pun sudah lelah ia turut merebahkan tubuhnya di samping Keyla.


Niat hati hanya ingin merebahkan tububnya, namun ternyata Noah pun tertidur tepat di samping gadis itu.


***


Acara di kampus Nara sudah selesai, sebelumnya Damar sudah melaporkan kejadian dimana Niko yang dengan sengaja memberikan obat yang memabukkan ke dalam minuman Nara.


Karena kelakuannya itu Niko terpaksa di skorsing selama satu bulan.


"Lalu bagaimana dengan keyla?" Tanya Damar.


"Kakakku pasti bisa mengatasinya" kata Nara.


"Kenapa kamu tersenyum?" Tanya Damar lagi yang melihat Nara tersenyum sendiri.


"Kamu tau kan, aku sangat ingin kakakku dekat dengan Keyla. Tanpa kita sadari karena insiden ini membuat kakakku menjadi lebih dekat dengan Keyla" jelas Nara.

__ADS_1


"Hahahaha kamu bisa saja memanfaatkan situasi seperti ini ya" ucap Damar sambil mengacak rambut Keyla pelan.


__ADS_2