Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
SEASON 3 ~ 19


__ADS_3

Siang harinya, Keyla membantu Nara untuk berkemas.


Karena besok adik iparnya harus sudah berangkat ke Pulau Dewata.


Karena tidak punya banyak waktu maka Nara hanya membawa beberapa baju saja, dan sisanya ia akan berbelanja di tempat dirinya akan berbulan madu.


"Kakak tidak ikut bersamaku?" Tanya Nara kepada Keyla.


"Tidak Ra, itu acara bulan madumu untuk apa aku ikut" jawab Keyla sambil tersenyum.


"Bukankah kamu dan kak Noah belum sempat berbulan madu? Kenapa kalian tidak sekalian bulan madu saja" sambung Nara.


Keyla nampak berfikir, memang benar selama menikah ia belum pernah bulan madu, itu di sebabkan karena dulu hubungannya dengan Noah tidak ada rasa cinta.


"Kita sudah memiliki Elena, jadi lebih baik kami fokus untuk merawat Elena" jawab Keyla sambil menundukkan kepalanya.


Dalam hati kecil Keyla, ia sebenarnya juga ingin merasakan berbulan madu.


Tanpa Keyla sadari, Nara merekam pembicaraan mereka dan mengirimkan rekam suara itu kepada kakaknya yang sedang bekerja.


Nara juga ingin jika sahabat sekaligus kakak iparnya itu juga merasakan berbulan madu.


***


Di kantor, Noah sedang mengerjakan beberapa laporannya bersama sekretarisnya yaitu Sisil.


Di tengah tengah kesibukannya sebuah notifikasi masuk, Noah pun segera melihat siapa yang mengirimkan pesan kepadanya.


"Nara.." ucap Noah seraya membuka pesan tersebut, rupanya itu adalah pesan suara percakapan antara dirinya dan Keyla.


Noah pun mendengarkan pesan tersebut, begitupun dengan Sisil.


Tanpa sengaja gadis itu mendengar pesan suara yang di putar Noah.


"Apa maksudnya Nara mengirimkan pesan ini" gumam Noah bingung.


Noah memutar beberapa kali pesan suara tersebut, namun rupanya pria itu masih tidak mengerti.


"Ehem!!! Tuan, apa boleh saya mengatakan sesuatu?" Tanya Sisil.


"Hmmm iya" jawab Noah singkat.


"Maaf saya tidak sengaja mendengarkan voice yang tuan putar. Sepertinya Nona Keyla ingin pergi berlibur bersama anda, hanya saja ia terhalang dengan kehadiran...." Sisil menghentikan ucapannya, karena ia melihat wajah Noah yang berubah ekspresi.

__ADS_1


"Maaf tuan, itu hanya pendapat saya" sambung Sisil.


**Benarkah? Jika memang begitu kenapa Keyla tidak mengatakannya langsung kepadaku** batin Noah.


"Kamu bisa kembali keruanganmu" ucap Noah.


"Baik tuan" Sisilpun mengemasi dokumen dokumen yang ada di hadapannya dan segera kembali ke ruangannya.


Noah terdiam cukup lama, kemudian ia menyunggingkan senyumannya.


Noah segera menghubungi seseorang untuk membantunya.


"Sepertinya bukan ide yang buruk membawa istri keongku berbulan madu, sudah lama aku tidak menerkamnya" gumam Noah tertawa licik.


Noah segera mengambil jasnya dan ia buru buru untuk meninggalkan kantor tersebut.


Sebelum pergi Noah berpesan kepada Sisil untuk mengatur ulang jadwal meetingnya dengan beberapa Klien.


Jam sudah menunjukkan pukul satu siang, di rumah mewah itu Keyla sedang menyusui Elena. Karena sudah saatnya bayi cantik itu untuk tidur siang.


"Haii By" ucap pria yang baru saja masuk kedalam kamarnya.


Keyla memutar kepalanya, melihat siapakah yang baru saja masuk.


Tanpa menjawab pertanyaan istrinya, Noah langsung merebahkan tubuhnya di samping Keyla. Kemudian pria itu memeluk Keyla dari belakang.


"A...ada apa?" Tanya Keyla.


"Apa kamu menginginkan sesuatu?" Bukannya menjawab, Noah malah mengajukan pertanyaan.


"Sepertinya tidak ada" jawab Keyla.


"Ayolah By, katakan saja! Apa kamu menginginkan sesuatu namun belum bisa terpenuhi sampai saat ini".


"Tidak ada Noah, semuanya sudah aku dapatkan" jawab Keyla dengan polosnya, karena ia tidak tau apa yang di maksud suaminya itu.


Noah mendengus kesal, karena Keyla tidak mau mengatakan keinginannya kepada dirinya.


Noah melepaskan pelukannya dan ia segera masuk ke dalam kamar mandi.


"Noah kenapa? Moodnya selalu berubah ubah" gumam Keyla.


Noah masih merahasiakan rencananya berbulan madu, ia juga ingin memberikan kejutan kepada Keyla besok pagi.

__ADS_1


Rencananya Noah juga akan pergi ke Pulau Dewata bersama dengan Nara.


Sepertinya akan lebih menyenangkan jika berangkat bersama.


***


Malam harinya saat berkumpul di ruang keluarga Noah masih terlihat acuh kepada Keyla, ia sama sekali tidak mengatakan sesuatu. Noah hanya sibuk dengan benda pipih di tangannya itu.


"Kakak kenapa hanya diam saja?" Tanya Nara, namun Noah tidak menjawabnya.


"Sayang! Nara sedang bertanya kepadamu" tegur Keyla.


"Aku lelah" jawab Noah kemudian pria itu beranjak dari duduknya dan meninggalkan mereka semua yang berada di sana.


"Apa kak noah marah karena pesanku tadi siang" gumam Nara sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Keyla bingung Sebenarnya apa yang telah terjadi kepada suaminya itu karena setelah pertanyaannya tadi siang Noah terlihat berbeda.


"Nak ada apa dengan Noah?" Tanya Yura.


"Entahlah bunda, Key juga tidak mengerti" jawab Keyla.


"Temui dia, dan tanyakan baik baik sebenarnya ada apa" saran Yura.


"Baik bunda, kalau begitu Key naik dulu" jawab Keyla.


Sesampainya di kamar Keyla melihat Noah sudah tertidur di balik selimut tebalnya sambil memeluk Elena.


"Hufffh bagaimana aku bicara padanya, kalau dia saja sudah tidur" kata Keyla.


"Aku belum tidur!!!" Sahut Noah kemudian pria itu segera beranjak dari tidurnya berjalan mendekati Keyla.


"A..aku pikir kamu sudah tidur" ucap Keyla gugup, karena melihat wajah Noah yang tidak biasa.


Noah semakin berjalan mendekatinya, membuat gadis itu hanya mampu diam mematung.


"Apa yang ingin kamu katakan?" Tanya Noah.


"Itu tadi... Aah mengapa kamu... Kamu" Keyla gelagapan.


"Katakan! Kenapa kamu gugup" ucap Noah.


_____

__ADS_1


happy reading🄰


__ADS_2