
Di perjalanan, Damar melajukan motornya dengan kecepatan tinggi.
Ia tidak memikirkan apapun, keinginan terbesarnya saat ini adalah kembali menemui Daniel dan segera menghabisinya.
Ia tidak terima jika gadisnya yang selama ini di cintai dan di sayangi harus mendapatkan perilaku brutal dari Daniel.
Damar tiba tiba menghentikan motornya di pinggir jalan saat sebuah mobil berhenti di depannya.
"Hai kamu gila ya!!!" Teriak Damar, karena hampir saja dirinya menabrak mobil tersebut.
Seorang pria keluar dari mobil tersebut dan segera menghampiri Damar.
"Noah... Kenapa kamu bisa disini?" Tanya Damar.
"Tidak baik mengendarai dengan perasaan marah" ucap Noah.
"Apa yang kamu katakan, aku sedang tidak marah... Tapi aku... Aku buru buru" jawab Damar berkilah.
"Apa kamu pikir aku tidak tau yang telah terjadi?".
"Apa maksudmu Noah?" Tanya Damar, dan terlihat Rangga juga keluar dari Mobil yang sama dengan Noah.
"Rangga, kalian berdua...".
Ternyata Noah mengetahui semua yang terjadi di Club tersebut.
Setelah Damar pergi dari acara reuni, Noah merasa tidak tenang.
Ia memutuskan untuk mengikuti Damar, dan mambawa Rangga bersamanya.
Sedangkan Keyla akan kembali pulang bersama dengan Nara.
Namun saat sampai di parkiran ia melihat jika Damar tengah berdebat dengan Anggi.
Disitulah Noah merasa jika telah terjadi sesuatu, dan itu sangat menghawatirkan.
Noah dan Rangga mengikuti motor Damar dari kejauhan sampai akhirnya mereka sampai di Club.
"Jadi kalian mengikuti ku?" Tanya Damar.
"Iya. Aku juga menunggu di luar cafe, memastikan jika kamu tidak akan bertindak gegabah" jawab Noah.
"Ternyata feeling Noah sangat kuat... Ia yakin jika kamu pasti akan segera meninggalkan Cafe" sambung Damar.
"Noah... Aku minta untuk kali ini jangan melibatkan dirimu dalam masalah ini. Aku yang akan mengatasinya" jelas Damar, pria itu hendak naik ke atas motornya namun Noah mencegahnya.
"Naik mobil bersamaku, biarkan Rangga yang mengendarai motormu." Ucap Noah.
__ADS_1
"Tidak Noah, kalian berdua malam ini tidak perlu terlibat... Aku harus menyelesaikannya sendiri" sepertinya Damar sudah mulai kalut dan emosi.
Ia tidak bisa berpikir dengan jernih setelah mengingat keadaan Freya.
Damar tidak tahan, ia ingin segera menemui Daniel kembali.
"Lalu apa yang akan kamu lakukan? Kamu ingin membunuhnya, mematahkan kaki dan tangannya hah!!" Kata Noah.
"Iya!! Aku akan menghabisinya, lihat kondisi Freya sekarang!!! Dia hancur" jawab Damar dengan nada tinggi.
Ini kali pertama Damar berbicara kepada Noah dengan kasar.
"Oke! Lakukan, kita berdua tidak akan mencegah mu... Kemudian jika kamu di penjara kami juga tidak akan perduli dengan apa yang terjadi kepada Freya" jelas Noah lagi.
Damar mengusap wajahnya kasar, ia melepas helm yang sedari tadi terpasang di kepalanya kemudian Damar terduduk di jalan.
Apa yang dikatakan Noah benar, namun ia juga tidak bisa membiarkan Daniel begitu saja.
"Apa yang harus aku lakukan!!! Pria itu hampir memperkosa Freya, tubuhnya penuh luka. Dan... Dan..." Damar tidak melanjutkan ucapannya.
"Aku tau perasaanmu, kamu sangat mencintainya. Tapi jangan bertindak gegabah... Kita akan membantumu" kata Noah lagi.
"Iya Dam, jangan beranggapan jika kamu sendirian. Penderitaan terbesar pria itu adalah menghukumnya sampai ia benar benar menyesal" sambung Rangga.
Mata Damar memerah karena menahan air matanya.
Noah dan Rangga merasa tidak tega jika harus melihat keadaan Damar yang seperti ini.
"Iya" jawab singkat Damar sambil mengangguk.
"Sekarang kembalilah, Freya pasti membutuhkanmu... Aku sudah menghubungi paman Axel, aku mengatakan jika malam ini Freya akan bermalam di rumahku" kata Noah.
"Maafkan aku, karena sudah sangat emosi" ucap Damar.
"It's oke Dam, sekarang kembalilah aku akan menyelesaikan semuanya bersama Rangga".
Damar memberikan sebuah kunci mobil kepada Noah.
"Ini kunci mobil Freya, dan ini... Mungkin saja kamu membutuhkannya" Damar juga memberikan ponsel milik Daniel yang berisikan rekaman dimana Daniel hampir memperkosa Freya.
Noah mengambil kunci dan Ponsel tersebut, ia pun meminta agar Damar segera kembali ke cafe.
Kemudian dirinya dan Rangga akan pergi menuju Club, mereka yakin jika Daniel pasti masih berada di sana.
Beberapa menit kemudian...
Damar sudah berada di Cafe, ia memarkirkan motornya dan terlihat sudah ada Marfella yang memegang piring berisikan nasi dan beberapa lauk.
__ADS_1
"Pak Damar" ucap Fella.
"Kenapa kamu disini? Kamu tidak menjaganya?" Tanya Rangga.
"Saya Membawakan makanan untuk dia" jawab Marfella.
"Berikan padaku, kamu boleh pulang dan beristirahat... Ehh terima kasih karena kamu sudah menjaganya" ucap Damar.
"Iya pak, baiklah kalau begitu saya pamit pulang" kata Marfella.
Cafe tersebut sudah sepi, beberapa pegawai yang lain sudah pulang.
Kecuali Jojo yang memang ingin menemani bossnya.
"Jo, kamu juga istirahat saja" kata Damar.
"I...iya pak, saya akan menemani bapak disini" kata Jojo.
Damar hanya mengangguk dan tersenyum, kemudian pria itu segera menaiki tangga menuju ruangannya.
Sesampainya di sana ia tidak melihat Freya, bukankah tadi gadis itu tidur di sofa.
"Frey... Freya" panggil Damar.
Kemudian pandangan Damar beralih ke arah balkon, ternyata gadisnya sedang berdiri di sana.
"Apa yang dia lakukan disana" gumam Damar.
Damar meletakkan piring yang ia pegang di atas meja, kemudian ia berjalan menghampiri Freya.
"Kamu sudah bangun?" tanya Damar.
"Hmm" jawab Freya tanpa membalikkan badannya, Damar berdiri tepat di belakang gadis itu.
Sedangkan Freya hanya fokus menatap jalanan yang sudah mulai sepi.
"Apa yang kamu lakukan disini"? tanya Damar.
"Aku menunggu kakak" balas Freya.
Tiba tiba Damar memeluk gadis itu dari belakang dan meletakkan kepalanya di bahu Freya.
"Aku sudah datang, masuk yuk udara malam ini sangat dingin" kata Damar.
"Biarkan seperti ini sebentar saja kak" ucap Freya pelan.
"A...apa?" Damar terkejut dengan ucapan Freya, ia hendak melepaskan tangannya namun Freya menahan tangan Damar agar terus memeluknya.
__ADS_1
**Ada apa dengannya? bahkan dia tidak marah aku memeluknya** batin Damar.
_____