Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
Noah Desmon


__ADS_3

Kini Putra Yura tumbuh menjadi anak yang sangat tampan, jika Nara sangat mirip dengan Yura maka lain halnya dengan anak laki-laki ini.


Ia sangat mirip dengan Elard, bahkan sikapnya pun sama, ia akan bersikap dingin dengan orang orang yang tidak dikenal.


Namanya adalah Noah Desmon usianya juga 5 tahun. namun tidak seperti Nara cara bicara Noah layaknya seperti orang dewasa.


Ia seolah sudah mengerti apa yang baik dan apa yang buruk.


Sampai terkadang Yura sendiri kualahan jika harus berdebat dengan putranya.


wajah dan tingkah laku Noah yang mirip dengan Elard membuat Yura selalu teringat akan keberadaan suaminya.


" Noah segera turun dari paman Axel ucap Yura.


" Noah masih ingin digendong oleh daddy" sahut Noah yang memang sedang digendong oleh Axel.


Rupanya yang selama ini menemani Yura adalah Axel dan Jeny.


Mereka berdua sudah bertunangan. meskipun pertunangannya itu dilakukan secara terpaksa karena Ibu Axel yang memintanya.


Sampai sejauh ini Axel belum bisa mencintai dan menyayangi Jeny sepenuhnya.


Sedangkan Jenny sudah menaruh hatinya kepada Axel, dari awal jeny sudah menyukai laki-laki itu. dan bertunangan dengannya merupakan kebahagiaan sendiri bagi Jeny meskipun ia sadar jika laki-laki itu belum Mencintainya.


" Sini sayang main bersama aunty" ucap Jeny kepada Noah.


akhirnya Axel pun menurunkan Noah, dan Noah bermain bersama jeny sedangkan Axel menghampiri Yura karena ia ingin mengatakan sesuatu kepada Yura.


" Yura Ada yang ingin aku katakan kepadamu " ucap Axel memulai pembicaraannya.


" Iya xel Katakan ada apa? tanya Yura.


" Dua hari lagi kita akan pergi ke kota XX, karena kamu harus menghadiri pertemuan dengan para investor disana" ucap Axel.


Yura memang kini telah memiliki usaha butik yang sangat terkenal, ia pun merupakan seorang Desainer. jadi tak heran jika yura sering berkeliling kota untuk mengembangkan usahanya.


Yura nampak terdiam, karena kali ini dia harus pergi ke kota dimana ia dan suaminya dulu pernah tinggal.


Yura sangat ingin bisa berjumpa dan menemui suaminya, namun Yura mengurungkan niatnya setelah ia melihat siaran di TV bahwa Elard telah menikah 2 bulan setelah ia pergi.


Itu yang membuat Yura tidak ingin bertemu dengan Elard lagi.


" Apa tidak bisa kita melakukan meetingnya di sini saja? tanya Yura kepada Axel.


" Tidak bisa Yura, kamu jangan khawatir kita tidak akan bertemu dengan Elard di kota sebesar itu" kata Axel.


" Kamu benar Xel, Baiklah kalau begitu aku akan pergi ke kota XX dan akan menyiapkan semuanya" ucap Yura.

__ADS_1


" Xel.. bagaimana hubunganmu dengan Jeny?" tanya Yura.


" Ya seperti yang kamu ketahui, semua berjalan biasa biasa saja" jawab Axel.


Pria itu sama sekali belum mencintai Jeny, padahal Yura sengaja menjadikan Jeny sekertaris pribadi Axel agar mereka semakin dekat.


" Jangan seperti itu Xel, bagaimanapun dia adalah tunanganmu. aku mohon jangan menyakiti hatinya" ucap Yura.


" Aku sama sekali tidak menyakitinya, apapun yang dia inginkan aku selalu memberikannya" jawab Axel.


" Aku tau, kamu bisa memberikan apapun untuk Jeny tapi yang dia butuhkan adalah kasih sayangmu Xel" jelas Yura.


Mendengar itu Axel nampak berfikir dan terdiam.


Tanpa menjawab Axel meninggalkan Yura.


**Sampai kapan kamu akan seperti ini Xel** batin Yura.


***


Malam harinya setelah acara ulang tahun Nara, Elard berniat membawa putrinya untuk pergi ke mall.


Karena Nara ingin membeli sebuah mainan yang sangat dia inginkan.


"Ayah apa mommy juga akan ikut?" tanya Nara.


" Ayah.. kenapa ayah dan Mommy tidak pelnah pelgi belsama" tanya Nara lagi.


Selama ini Nara tidak pernah menanyakan perihal rumah tangganya bersama Sifa, namun ntah kenapa malam ini putrinya itu seolah ingin tau tentang permasalahan rumah tangganya.


Nara sendiri tidak tahu jika Sifa bukan lah ibu kandungnya, memang selama ini Elard menutupi kebenaran itu. baginya Nara masih terlalu kecil untuk mengetahui itu semua.


" Ayah hanya ingin menghabiskan waktu bersama kamu saja sayang" jawab Elard.


" Tapi kasihan Mommy, mommy tidak pernah ikut bersama kita" kata Nara memasang raut sedih.


" Kalau begitu mommy akan ikut bersama Nara" ucap Sifa yang baru saja masuk ke kamar Nara.


Elard yang mengetahui itu langsung beranjak dari duduknya dan segera menghampiri Syifa.


" Apa maksud kamu bicara seperti itu?" tanya Elard kepada Sifa.


" Kenapa El? Apa ada yang salah? Aku hanya ingin menemani putriku saja" Jawab Sifa.


" Tapi aku tidak ingin kamu ikut bersama kami" ucap Elard menolak.


Namun sifa tidak peduli dengan apa yang dikatakan Elard, ia menghampiri Nara dan segera membawanya keluar dari kamar itu.

__ADS_1


" Ayo sayang kita tunggu di mobil Ayah masih harus bersiap-siap" ucap Sifa memegang tangan Nara.


" Ayah Mommy boleh ikut kan?" tanya Nara kepada Elard, dan Elard hanya mengangguk dia tidak ingin membuat putrinya itu nampak semakin bersedih.


Setelah siap mereka semua segera pergi menuju ke mall untuk memanjakan Nara, Sesampainya di sana sifa terus menemani Nara berbelanja, gadis kecil itu mengambil apa saja yang ia inginkan namun itu juga dengan persetujuan sang ayah.


Saat Nara dan sifa tengah asyik memilih beberapa barang, Elard sejenak meninggalkan mereka untuk pergi ke sebuah toko perhiasan miliknya.


Elard hanya ingin melihat-lihat perkembangan toko perhiasan miliknya.


Sesampainya di sana Ela fokus kepada sepasang cincin yang sangat indah dan mewah seketika ia teringat kepada Yura.


" Tuan Elard selamat datang" ucap Manager toko tersebut.


" Iya jangan terlalu formal" ucap Elard.


" Maaf tuan"


" Apa anda membutuhkan sesuatu?" tanya manager itu.


"Aku ingin membeli cincin itu" ucap Elard sambil menunjuk cincin yang tadi menarik pandangannya.


"Silahkan duduk dulu tuan, saya akan memperlihatkannya kepada anda" ucap manager itu.


Elard pun duduk di sebuah sofa yang berada disana, dan manajer itu mengambil cincin yang diinginkan Elard kemudian membawanya untuk diperlihatkan kepada Elard.


" Silahkan Anda bisa melihatnya dulu tuan" ucap Manager itu. Elard pun memperhatikan sepasang cincin itu ia tersenyum kecil membayangkan bagaimana nanti jika istrinya kembali dan memakai cincin yang ia beli.


" Pasti dia terlihat sangat cantik" ucap Elard yang tidak sadar mengucapkan kata-kata tersebut.


" Maaf tuan mungkin anda ingin model yang lain? yang lebih besar karena sepertinya cincin itu ukurannya sedikit lebih kecil" ucap Manager itu.


Manajer itu mengira bahwa cincin yang hendak dibeli Elard akan dia berikan kepada Sifa selaku istri Elard yang memang postur tubuh Sifa lebih besar dibandingkan Yura.


"Apa maksudmu?" tanya Elard yang tidak mengerti dengan ucapan manager itu.


" Maaf tuan maksud saya sepertinya cincin itu terlalu kecil untuk nona Sifa" jawab manager itu.


"Apa kamu bosan bekerja disini? tidak sopan berbicara seperti itu. apa aku minta pendapatmu hah!!" sahut Elard yang mulai marah.


yang awalnya suasana hati Elard terasa hangat kini telah berubah karena ucapan meneger tersebut.


"Maaf tuan, saya mohon maaf kan kelancangan saya" ucap meneger itu memohon kepada Elard.


*****


happy reading🥰 maaf jika masih ada typo.

__ADS_1


jangan lupa like vote n kasih bintang5 ya🥰🙏


__ADS_2