Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
Ciuman pertama


__ADS_3

Elard sudah selesai dengan aktifitasnya, ia pun sudah mengenakan pakaian kerja yang di siapkan yura.


Sedangkan yura menunggunya di meja makan.


Setelah siap elard segera melangkahkan kakinya keluar dari kamar, dan menuruni tangga.


Elard menghampiri yura yang sudah menunggunya.


"Kamu sarapan juga kan?" tanya yura, dan elard mengangguk.


Yura pun mempersilahkan suaminya duduk di sebelahnya dan mengambilkan nasi serta beberapa lauk.


"Kamu yakin akan bekerja lagi?" tanya elard.


"Iya el. aku janji akan menjaga kondisiku" jawab yura kemudian ia kembali duduk.


Elard kembali menyantap makanannya lagi tanpa mengatakan apapun.


"Kenapa diam?" tanya yura.


"Aku tidak perlu menjawab, karena kamu tidak akan mendengarkannya" sahut elard


Saat yura akan memasukkan nasi kedalam mulutnya, tiba tiba ia merasakan mual.


Dengan segera yura menutup mulutnya dengan telapak tangan.


"Kamu tidak apa apa?" tanya elard.


Tanpa menjawab yura berlari menuju dapur dan memuntahkan isi perutnya di wastafel.


Elard yang mengikuti yura dari belakang langsung membantunya.


Elard memijit pelan leher yura, dan yura terus saja mual meski perutnya sudah terasa kosong.


"Bagai mana ini? kita kerumah sakit ya" tanya elard yang memang sangat panik, pasalnya setelah yura kembali ini pertama kali elard melihat istrinya mual, bahkan wajah yura sedikit pucat.


Yura hanya menjawab dengan menggelengkan kepalanya.


"Kita kembali ke kamar aku akan memanggil dokter" kata elard dan hendak memapah yura.


Namun lagi lagi yura membalikkan tubuhnya dan memuntahkan isi perutnya.


Itu membuat elard tidak tega melihatnya.


"Maaf ada apa tuan?" tanya nita yang menghampiri mereka.


"Istriku mual apa kamu tahu bagaimana meredahkannya?" tanya elard yang masih panik.


"Saya akan membuatkan minuman hangat tuan, anda bisa membawa nona kembali ke kamar" jawab nita.


Elard membersihkan wajah yura, ia sama sekali tidak jijik pada saat membersihkan sudut sudut bibir istrinya. kemudian elard menggendong tubuh yura.


Elard membawanya menuju kamar, setelah sampai elard meletakkan tubuh yura di atas tempat tidur secara perlahan.


Elard membuka beberapa laci di kamarnya mencari minyak angin.


Setelah mendapatkannya elard kembali duduk di sebelah yura, mengoleskan minyak itu di bagian leher dan kening yura.


"Bagaimana sekarang?" tanya elard.


"Sedikit membaik" jawab yura yang masih tersenggal senggal.


"Kenapa tiba tiba mual?" tanya elard lagi.

__ADS_1


"Entah.. aroma bawang putih terlalu menyengat" jawab yura.


Elard kembali mengusapkan minyak dan memijit kepala yura pelan.


Beberapa menit kemudian nita datang membawakan secangkir jahe hangat.


"Tuan ini jahe hangatnya, semoga bisa mengurangi rasa mual pada nona" kata nita.


Elard pun mengambil minuman itu dari nampan yang di bawa nita.


Nampak elard sedikit meniupnya.


"Minumlah" kata elard, dan yura meminum jahe hangat itu secara perlahan.


"Nita! aku peringatkan dan sampaikan ini kepada seluruh pelayan.. jangan ada lagi bawang putih di rumah ini" ucap elard sedikit mengeraskan suaranya.


"M..maaf tapi kenapa tuan?" tanya nita.


"Istriku tidak bisa mencium aroma bawang putih. dan jangan bertanya lagi cepat lakukan!!" jawab elard.


"Baik tuan" nita segera keluar dari kamar itu, dan berjalan menuju dapur.


Nita mengumpulkan para pelayan disana.


"Saya mengumpulkan kalian disini karena ada perintah dari tuan elard" kata nita saat para pelayan itu sudah berkumpul.


Ada sekitar 9 pelayan disana yang sudah memiliki tugas masing masing.


"Jangan lagi gunakan bawang putih di setiap masakan apapun, jika perlu buang bawang putih yang tersisa" jelas nita.


"Tapi kenapa buk?" tanya seorang pelayan junior yang bernama Susi.


Susi baru saja bekerja di rumah elard sekitar satu bulan.


"Nona yura sedang hamil, ia tidak bisa mencium aroma bawang putih" jawab nita.


"Apa kalian semua mengerti?" tanya nita.


"Siap mengerti!" jawab mereka semua bebarengan.


"Bagus.. lanjutkan pekerjaan kalian" ucap nita, merekapun segera bubar dan melanjutkan pekerjaannya masing masing.


Kecuali pelayan yang bernama susi, ia masuk ke dalam kamar mandi membuka ponselnya dan mengirimkan pesan kepada seseorang.


Setelah itu susi keluar dari kamar mandi dan mulai melanjutkan pekerjaannya.


Di dalam kamar elard melepas kemejanya.


Elard mengganti pakaiannya dengan baju santai, kemudian kembali duduk di dekat yura.


"Kamu tidak bekerja?" tanya yura.


"Tidak. aku akan menjagamu disini" jawab elard.


"Aku akan baik baik saja el, kamu pergilah bekerja" kata yura.


"Tidak. jika aku pergi bekerja nanti kamu akan pergi bekerja juga" ucap elard, dan yura tersenyum mendengar jawaban dari suaminya.


Yura terdiam ia sedikit berfikir, ia memikirkan sebenarnya apa yang sedang dirasakannya saat ini. berada di dekat elard membuat wanita itu merasa nyaman dan tenang.


"Apa yang kamu pikirkan?" tanya elard yang melihat yura melamun.


"Eh tidak.. aku hanya ingin memelukmu" jawab yura.

__ADS_1


Yura langsung menutup mulutnya, ia tidak sadar mengucapkan kalimat itu.


"Benarkah?" tanya elard sedikit menaikkan alisnya seakan sedang menggoda yura.


"Tidak.. tidak bukan begitu" jawab yura gugup.


Belum sempat menjelaskan elard langsung membangunkan tubuh yura dan langsung memeluknya.


"Apa seperti ini yang kamu inginkan?" tanya elard yang masih memeluk tubuh istrinya.


Yura terdiam bulu kuduknya berdiri karena elard bertanya tepat di telinganya.


Ia berharap elard tidak mendengar detak jantungnya, yang terasa berpacu sangat cepat.


Tanpa yura sadari elard juga merasakan hal yang sama, jantungnya seolah berdetak lebih cepat dari biasanya.


Elard melepaskan pelukannya dan kembali menatap wajah yura.


Terlihat pipi istrinya yang mulai memerah seperi kepiting rebus.


Yura yang juga menatap elard seolah terhipnotis dengat wajah tampan suaminya, sampai ia tidak menyadari jika elard mulai mendekatkan wajahnya.


Karena merasa tidak ada perlawanan dari yura, elard semakin mendekatkan wajahnya.


Cup...


Elard mendaratkan ciuman di bibir yura, wanita itu mematung ia tidak menduga akan kembali menerima ciuman dari suaminya.


Yura sama sekali tidak bergerak, matanya membulat seolah tak percaya.


Sedangkan elard terus saja menikmati bibir lembut yura, kini tangan elard beralih memegang pinggang yura, membuat keduanya semakin dekat.


"Kamu bisa mati jika tidak bernapas" ucap elard saat melepaskan ciumannya.


Ia sadar jika yura sangat sulit bernapas.


"A..apa?" tanya yura yang seperti orang bodoh.


"Apa sebelumnya kamu tidak pernah berciuman?" tanya elard. dan yura menggelengkan kepalanya.


"Jadi bersamaku adalah ciuman pertamamu?" tanya elard lagi. dan yura mengangguk.


Elard tersenyum, ia tidak menyangka istrinya sepolos itu.


Mengingat dulu yura menjadi wanita malam ternyata tak membuat wanita itu kehilangan kehormatannya.


Itu artinya elard lah yang menjadi orang pertama yang mendapatkan semuanya dari yura. sangking bahagianya elard kembali mencium istrinya.


Kini ciuman itu terasa sedikit nakal karena elard mulai memainkan lidahnya, sangking menikmatinya yura pun mulai membalas ciuman itu.


Kini keduanya larut dalam candunya masing masing.


Tanpa mereka sadari, seorang wanita sudah berdiri di sudut pintu kamar itu.


Ia mengepalkan tangannya menyaksikan pria yang di cintainya sedang bercumbu dengan wanita lain.


**Brengsek** umpatnya dalam hati.


*****


happy reading🥰


pembaca setia jangan lupa dukung author ya.. berikan like n votenya🥰 jika berkenan beri juga tip untuk author.

__ADS_1


maaf jika masih ada typo


terima kasih🙏🥰


__ADS_2