Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
Masa lalu Leo dan Fira


__ADS_3

Setelah beberapa menit akhirnya taxi online pesanan jeny datang, mereka segera memasukkan sepatu sepatu itu ke dalam mobil.


"Mbak hati hati ya" ucap ati kepada jeny.


"Iya.. mbak berangkat dulu ya" pamit jeny.


Jeny pun masuk ke dalam taxi tersebut.


Perjalan hanya memakan waktu 15 menit saja, kini jeny sudah sampai di sebuah rumah yang sangat besar dan mewah.


Jeny berjalan menemui beberapa penjaga yang berada disana.


"Permisi saya mau tanya, apa benar ini rumah ibu Clara Brandon?" tanya jeny kepada penjaga.


"Benar nona, ada yang bisa saya bantu?" tanya balik si penjaga.


"Kebetulan sekali pak. nyonya Clara memesan sepatu cukup banyak, bisakah anda membantu saya membawakannya?" ucap jeny.


"Tentu nona" jawab penjaga itu.


Mereka berjalan menuju taxi tersebut, dan mengeluarkan sepatu sepatu yang ada di dalam sana.


Setelah selesai jeny memberikan beberapa lembar uang kepada supir taxi.


"Nona silahkan masuk kebetulan nyonya ada di dalam" ucap penjaga itu.


Jeny pun masuk ke dalam rumah besar itu, sedangkan para penjaga bergantian membawa sepatu sepatunya.


"Silahkan masuk nona" ucap salah seorang pelayan.


"Iya terima kasih" jawab jeny. pelayan itu membawa jeny duduk di ruang tamu.


"Rumahnya mewah banget, kayak istana" gumam jeny.


"Nona mau minum apa?" tanya pelayan itu.


"Apa saja mbak" jawab jeny, yang kebetulan memang sangat haus.


pelayan pergi meninggalkan jeny untuk membuat minuman.


Tidak berapa lama terlihat wanita paruh baya menuruni tangga namun terlihat sangat cantik.


Jeny yang melihat itu langsung beranjak dari duduknya.


"Sudah lama menunggu?" tanya wanita itu.


"Tidak nyonya baru saja saya tiba" jawab jeny, yang belum mengetahui siapa wanita yang menghampirinya.


"Saya clara" ucap wanita itu sambil mengulurkan tangannya.


"Saya jeny nyonya" kata jeny membalas uluran tangan clara.


Mereka berdua pun duduk, pelayan datang dengan membawa minuman dan beberapa cemilan kemudian di letakkan di atas meja.


"Nyonya sepatunya bisa di cek dulu" ucap jeny kepada clara.


"Tidak perlu, saya percaya barangnya pasti bagus sesuai testimoni" ucap clara.


Mereka pun sedikit mengobrol, jeny menanyakan untuk apa sepatu sebanyak itu.


Ternyata wanita itu sengaja membeli sepatu sebanyak itu untuk di sumbangkan kepada panti asuhan sebelum dirinya kembali ke Luar Negeri.


Jeny berdecak kagum karena orang kaya seperti clara masih bisa perhatian terhadap orang lain, teruma mereka yang sudah yatim piatu.


"Apa usaha kamu ada tokonya?" tanya clara kepada jeny.


"Belum ada nyonya, saya hanya menjualnya secara online. sekaligus mengumpulkan untuk membuka toko sendiri" jawab jeny.


"Saya kagum dengan wanita sepeti kamu masih muda namun semangat usahanya sangat besar" puji clara kepada jeny.


"Terima kasih nyonya" kata jeny.


"Panggil tante saja jangan nyonya" ucap clara.


Tidak berapa lama terdengar suara mobil berhenti di depan rumah mewah itu.


"Nah itu anak tante udah pulang, kita makan bareng ya" ucap clara lagi.

__ADS_1


"Tidak perlu tante, saya akan langsung pulang" tolak jeny yang merasa tidak enak.


"Tidak apa apa, biar rame juga" paksa clara.


Akhirnya jeny bersedia untuk makan bersama disana.


"Hai bu" sapa seorang Pria yang baru saja masuk ke dalam rumah.


"Hai sayang, kemari nak" ucap clara.


Pria itu pun menghampiri ibunya, tak lupa ia mencium kening dan pipi sang ibu.


kini pandangannya beralih kepada seorang wanita yang terduduk memainkan ponselnya.


"Jeny perkenalkan ini putra tante" ucap clara kepada jeny.


Terkejut karena namanya disebut jeny langsung meletakkan ponselnya dan melihat siapa yang di maksud oleh clara.


Mereka berdua saling bertatapan, karena terkejut jeny langsung bangun dari duduknya.


"Kamu" sahut jeny sambil menunjuk pria yang ada di depannya.


Sedangkan pria itu hanya terdiam dan terus menatap jeny.


**untuk apa gadis ini datang kerumahku** batin pria itu.


"Apa kalian saling kenal?" tanya clara yang sedikit bingung.


"Tidak" jawab mereka kompak.


"Kalau begitu kalian kenalan dulu" ucap clara.


Jeny malas untuk mengulurkan tangannya setelah mengetahui jika pria itu adalah axel.


Begitu pun dengan axel yang juga malas berkenalan dengan jeny.


"Loh... kok pada diem? ayo kenalan dulu" ucap clara lagi.


"Jeny" ucap jeny sambil mengulurkan tangannya.


"Axel" jawab axel yang membalas uluran tangan jeny dengan malas.


"Axel mandi dulu bu" sahut axel kemudian berlalu menuju kamarnya.


Sedangkan clara membawa jeny menuju ruang makan.


**


Di tempat yang lain elard tengah bersiap siap untuk pulang, ia mengemasi beberapa dokumennya.


"Ayo kita pulang" ucap elard kepada yura.


"Ayo" jawab yura.


Mereka berjalan keluar dari ruangan itu, saat baru saja keluar tiba tiba fira memanggilnya.


"Tuan elard" panggil fira.


elard dan yura menoleh ke arah sumber suara.


"Ada apa?" tanya elard.


"Tuan bisakah anda membantu saya untuk turun?" ucap fira.


Yura terus memperhatikan gelagat wanita yang menjadi sekertaris suaminya itu, tidak memiliki rasa sungkan atau rasa malu sama sekali begitu pikir yura.


"Kamu tunggu saja diruanganmu, leo akan segera datang membantumu" ucap elard.


"Tapi tuan saya buru buru, dan sepertinya tuan leo masih lama" ucap fira yang terus mencari cara agar bisa bersama elard.


"Maaf nona tapi kita juga sedang terburu buru, jika suamiku membantumu itu akan memakan waktu cukup lama. jadi bersabarlah dan tunggu di ruanganmu" jelas yura, kini yura mulai memberanikan diri untuk menyela pembicaraan mereka.


"Ayo sayang" ucap yura sambil menarik tangan elard.


Elard hanya diem seoalah tak percaya jika istrinya mampu berbicara seperti itu.


Biasanya yura hanya diam dan menurut.

__ADS_1


Elard dan yura berjalan meninggalkan fira yang mematung disana.


"Sial!! aku pikir dia wanita polos seperti wajahnya" umpat fira.


"Kenapa wajahmu menakutkan seperti itu? apa kamu cemburu sayang?" tanya elard saat mereka sudah sampai di loby.


"Cemburu? sepertinya kamu salah paham, aku hanya lelah ingin segera pulang dan beristirahat" kilah yura.


Sebenarnya yura memang sedang cemburu melihat suaminya selalu saja di dekati oleh sekertarisnya itu, namun harus bagai mana lagi ia malu untuk mengungkapkan perasaannya.


"Begitu rupanya. aku pikir kamu sedang cemburu" ucap elard.


"Ishhh" yura berdecak dan segera masuk ke dalam mobil lebih dulu, sedangkan elard terkekeh melihat tingkah istrinya.


Elard segera melajukan mobilnya untuk kembali ke rumah.


Masih didalam gedung itu fira terus mondar mandir di ruangannya.


Tiba tiba leo datang memasuki ruagan fira.


"Apa kamu perlu bantuan?" tanya leo kepada fira.


"Tidak!! pergilah aku tidak butuh bantuanmu" ucap fira.


"Baiklah.. dasar wanita angkuh" ucap leo dan segera meninggalkan fira.


Flasback on


4 Tahun yang lalu Leo dan Fira adalah pasangan kekasih yang saling mencintai, mereka berpacaran hanya sampai beberapa bulan saja.


"Aku ingin kita putus" ucap fira kepada leo.


"Ada apa? apa ada masalah?" tanya Leo kepada fira.


"Sudah cukup 5 bulan kita berpacaran le, aku tidak mampu lagi.. sampai detik ini kamu belum juga bekerja" ucap fira.


Memang pada saat itu leo belum bekerja, namun ia sudah berusaha untuk mencari pekerjaan.


"Aku sedang berusaha fira, bersabarlah" ucap leo memohon kepada fira sambil memegang tangannya.


"Selama ini aku sudah bersabar, aku memang mencintaimu.. namun aku juga ingin seperti wanita yang lain berbelanja dengan kekasihnya" jelas fira dan melepaskan tangan leo.


Leo terus saja mencoba menjelaskan kepada fira namun tetap saja wanita itu bersikeras untuk mengakhiri hubungannya.


Leo tidak bisa menahannya lagi akhirnya ia menuruti keinginan fira.


Hubungannya kandas setelah 5 bulan berpacaran.


Tersimpan kemarahan di hati leo, hingga dia berusaha sekeras mungkin untuk bangkit.


Setelah 3 bulan terpuruk akhirnya leo berhasil bekerja sebagai sopir pribadi elard.


Dia mengabdikan hidupnya untuk elard.


Tak butuh waktu lama leo di angkat sebagai asisten pribadi elard. sekaligus tangan kanannya.


Leo pun bekerja, sampai ia memiliki apartemen dan mobil sendiri. Kehidupannya sudah sangat berubah.


Sampai akhirnya ia harus bertemu kembali dengan Fira.


Fira melamar pekerjaan di perusahan elard, dan berhasil menjadi sekertarisnya.


"Leo apakah kamu masih mencintaiku?" tanya fira, setelah mengetahui leo sudah memiliki segalanya fira kembali ingin mendekati leo.


"Cintaku sudah hilang bersama rasa sakit, marah dan benciku kepadamu" jawab leo.


Ucapannya lembut namun serasa langsung menusuk ke hati fira.


"Mengapa kamu sangat sombong le?" tanya fira lagi.


"Aku sedang tidak menyombongkan apapun, aku hanya menjawab sesuai dengan apa yang aku rasakan" ucap leo dan berlalu meninggalkan fira.


"Cihh!!! aku bisa mencari pria yang lebih darimu le" gumam fira bercampur amarah.


Itu sebabnya kini fira berusaha mendekati elard dan mencari perhatiannya.


**Flasback off

__ADS_1


*****


happy reading🥰🥰**


__ADS_2