
Saat sudah sampai di ruangan Dona, Vivian melepaskan kursi roda tersebut dengan sangat kasar kemudian Vivian berdiri tepat di hadapan Dona.
"Dona! Tidak seharusnya kamu mengatakan itu semua kepada Keyla, bagaimana pun juga Keyla adalah putri kandung mama" ucap Vivian marah.
"Kenapa? Mama tidak terima, kalau mama menginginkan dia kenapa mama tidak diam disana saja?? Kenapa mama harus mengantarku!!" Bukannya menjawab Dona malah bertanya balik dan tak kalah emosinya.
Vivian menarik nafasnya panjang, sebenarnya bisa saja dirinya tetap berada di ruangan kakek Sultan bersama Keyla, namun rasa tidak tega melihat Dona juga cukup besar.
"Mama memilih kamu karena mama sayang sama kamu, dan tidak mungkin meninggalkan kamu dalam keadaan seperti ini" sahut Vivian sambil memegang kedua pundak Dona.
"Mama jangan munafik!! Kalau mama mau bersama Keyla silahkan! Dona masih punya papa yang sayang sama Dona" kata Dona.
"Papa kamu sudah tidak ada nak, dia sekarang berada di penjara karena penipuan yang sudah dilakukannya" jelas Vivian.
"Apa!!" Dona histeris, ia terkejut saat mamanya mengatakan jika sang papa masuk ke dalam penjara.
Papa yang selama ini menyayanginya melebihi siapa pun ternyata sudah mendekam di penjara.
Dona menggelengkan kepalanya tidak percaya, bagaimana hidupnya jika Tomi tidak berada di sampingnya lagi.
"Mama katakan kepadaku jika ini bohong!" Ucap Dona.
"Ini benar nak, dia sudah menipu ayah Noah. Beruntungnya papa kamu hanya masuk ke dalam penjara, bagaimana jika jika mereka meminta ganti rugi sampai puluan miliar??" Jelas Vivian.
Vivian terjongkok ia mensejajarkan dengan wajah Dona.
"Sadarlah nak, Keyla sama sekali tidak bersalah kenapa kamu sampai harus membencinya hanya karena seorang pria. Keyla lebih dulu menjalin hubungan dengan Noah bukan kamu" jelas Vivian lagi
Ia berharap Dona segera sadar jika selama ini yang di lakukannya adalah salah.
"Mama keluar dari sini! Aku ingin menenangkan diriku" ucap Dona.
"Baiklah nak, mama tunggu di luar tenangkam dirimu dan fikirkan semua baik baik. Mama berharap kamu bisa menyesali semua perbuatanmu" jawab Vivian.
Kemudian wanita itu segera keluar dari ruangan Dona.
Vivian duduk di sebuah bangku yang berada di luar ruangan tersebut, namun ia masih kefikiran dengan Keyla.
Pasti anak itu sangat kecewa dengan perbuatannya.
Vivian memutuskan untuk kembali menuju ruangan ayahnya.
***
Di ruangan kakek Sultan sudah cukup tenang, mereka semua berhasil menghibur Keyla yang sakit hati dengan ibu kandungnya.
Terlihat Keyla mengobrol santai dengan mereka semua.
Kakek Sultan menceritakan usahanya selama ini mencari dirinya dengan susah payah.
Bertahun tahun kakek Sultan tidak tinggal diam, ia berusaha mencari Keyla namun selalu tidak berhasil.
"Ini saatnya kakek menyerahkan semua milik kakek kepadamu" kata kakek Sultan.
"Apa maksud kakek?" Tanya Keyla.
Kemudian pintu ruangan tersebut terbuka, seorang pria dengan setelan jas hitam masuk ke dalam ruangan tersebut.
"Selamat siang tuan Sultan" sapa pria itu.
"Siang Hendra, kemarilah" kata kakek Sultan.
Pria bernama Hendra itupun segera menghampiri kakek Sultan dan ia berdiri di sampingnya.
"Selamat siang Tuan dan Nyonya, perkenalkan saya adalah Hendra selaku pengacara kakek Sultan" Hendra memperkenalkan dirinya.
Ternyata kakek Sultan sengaja memanggil Hendra datang ke rumah sakit tersebut untuk hal penting.
Yaitu pembacaan surat wasiat yang sudah ia tuliskan mengenai membagian harta warisannya.
"Kakek untuk apa melakukan semua ini? Kakek masih sehat dan akan terus hidup bersama Key?" Tanya Keyla.
"Ini waktu yang tepat nak, lagi pula kakek sudah tua kakek bisa meninggal kapan saja" jawab Kakek.
"Ada apa ini ayah?" Tanya Vivian yang baru saja masuk ke dalam ruangan itu.
Vivian melihat Hendra juga berada disana, Vivian sangat tau jika Hendra adalah pengacara sekaligus orang kepercayaan ayahnya.
"Kebetulan ada kamu Vi, kemarilah!!" Panggil kakek Sultan.
Kakek Sultan pun meminta Hedra untuk melanjutkannya.
Dalam surat wasiat tersebut di tuliskan jika kakek Sultan memberikan harta warisannya kepada putri satu satunya dan kedua cucunya yaitu Keyla dan Dona.
Dimana untuk Vivian 20 persen, Dona 20persen setra Keyla sebesar 60 persen
Kakek Sultan sengaja karena selama ini Keyla belum pernah mendapatkan apapun dari dirinya, itu sebabnya kakek Sultan memberikan bagian terbanyak untuk Keyla.
"Kakek kenapa seperti itu? Kenapa bagian Keyla sangat banyak, aku sama sekali tidak menginginkannya kek" kata Keyla.
"Tidak nak, itu sudah keputusan kakek dan itu akan menjadi bagianmu. Serta perusahaan RK Group yang ada di luar negeri juga akan menjadi milikmu" jelas kakek Sultan.
"Iya nak kamu terima saja, mama dan Dona ikhlas jika kamu mendapatkan itu semua" sahut Vivian.
__ADS_1
"Maaf! Tapi saya tidak bicara dengan anda" kata Keyla.
Entah kenapa ia masih merasa kecawa dengan wanita itu.
Vivian langsung terdiam dan tidak berniat untuk bicara apa apa lagi, ia sadar jika saat ini putrinya pasti masih sangat marah kepadanya.
***
Beberapa hari kemudian...
Kakek Sultan kini tinggal bersama Keyla dan Noah di rumah Elard.
Sengaja mereka kembali ke rumah itu karena Yura ingin lebih mudah untuk menjaga Keyla.
Dan juga membantu menantunya itu untuk merawat kakek Sultan yang mulai berangsur membaik.
Dirumah mewah milik Elard itu terlihat sangat ramai. Kini keluarganya berkumpul kembali dan masalah demi masalah sudah teratasi.
Elard dan Yura mengadakan tasyakuran kecil kecilan yang hanya di hadiri keluarga saja.
Namun juga terlihat ada Rangga disana, mereka melakukan panggilan Vidio bersama Nara yang berada di luar negeri.
Dan mereka menganggap jika Nara juga sedang berkumpul bersama mereka.
Keyla melihat jam yang melingkar di tangannya, dilihatnya sudah pukul 10.
"Kakek, Ayah bunda... Key permisi ke kamar sebentar" kata Keyla.
"Iya nak, berhati hatilah saat naik tangga" kata Yura. Kemudian Keyla segera berjalan menuju kamarnya.
Noah yang penasaran akhirnya mengikuti Keyla dari belakang.
Ia ingin tau apa yang hendak di lakukan istrinya itu.
Sesampainya di kamar Keyla langsung berdiri di balkon kamarnya, kemudian Noah membuka pintu tersebut.
Ia menghampiri Keyla dan memeluk tubuh mungil istrinya itu dari belakang.
"Apa yang kamu lakukan disini Baby?" Tanya Noah berbisik di telinga Keyla.
"Ini sudah pukul 10 sayang, mama dan Dona akan pergi ke Amerika karena Dona akan melakukan operasi disana. Sekaligus tinggal disana" jawab Keyla.
Noah baru ingat, pada saat kakek hendak keluar dari rumah sakit tersebut Vivian berpamitan kepada mereka.
Flasback On.
"Mama, aku sadar jika selama ini aku yang salah. Tetapi aku tidak bisa melupakan Noah begitu saja ma, Noah adalah satu satunya pria yang berhasil membuat aku jatuh cinta kepadanya" ucap Dona.
Vivian langsung memeluk tubuh Dona, ia bersyukur akhirnya putrinya sudah bisa mengakui kesalahannya.
"Terima kasih nak, mama janji akan selalu menjagamu" ucap Vivian.
Dan hari dimana Vivian dan Dona harus pergi pun tiba.
Vivian berjalan lemas menuju ruangan ayahnya, sedangkan Dona sudah menunggu di dalam mobil.
Dona tidak ingin bertemu dengan mereka semua termasuk kakeknya, karena ia sudah terlanjur malu dengan segela perbuatannya.
Sehingga hanya Vivianlah yang menemui mereka untuk berpamitan.
Di ruangan kakek Sultan mereka sedang sibuk berkemas, karena hari ini juga kakek Sultan sudah di perkenankan untuk pulang.
keyla membantu bundanya berkemas.
Pintu ruangan itu terbuka, semua yang ada disana langsung melihat ke arah Vivian yang baru saja memasuki ruangan tersebut.
"Vi.." ucap kakek.
"Ayah..." Vivian berlari dan memeluk ayahnya.
"Ada apa lagi Vi?" Tanya kakek Sultan.
"Maafkan segala perbuatanku ayah, aku menyesal karena sudah sering mengabaikan ayah" kata Vivian.
"Ayah sudah melupakannya nak, sudahlah kita mulai semua dari awal" ucap kakek.
"Iya ayah, aku akan memulai semuanya dari awal. Itu sebabnya aku menemui ayah untuk berpamitan"
"Memangnya kamu mau kemana Vi?" Tanya kakek lagi.
"Aku akan kembali ke Amerika ayah, sekaligus melakukan pengobatan untuk Dona. Aku tidak bisa meninggalkan Dona, karena saat ini yang dia punya hanya aku" jawab Vivian.
"Tidak bisakah Nyonya tetap tinggal disini saja?" Tanya Yura.
"Tidak bisa Nyonya, Dona ingin memulai kehidupan yang baru dengan melupakan putra anda" jawabnya.
Sekilas terbesit penyesalan di hati Noah, tidak seharusnya ia menjalin pertemanan yang cukup dekat dengan gadis itu.
Sehingga membua Dona jatuh cinta kepadanya.
Sampai sampai Dona harus pergi ke Luar Negeri untuk melupakan dirinya.
Vivian berjalan ke arah Keyla.
__ADS_1
"Maaf kan mama nak" Vivian berlutut di depan Keyla, sontak mebuat gadis itu terkejut.
"Bibi bangunlah! Kenapa anda berbuat seperti ini? Tolong bibi bangunlah!" Kata Keyla.
"Saya tidak akan bangun sampai kamu mau memaafkan saya" kata Vivian.
"I..iya bi, saya sudah memaafkan anda sekarang bangunlah" jawab Keyla.
Noah membantu Vivian untuk segera bangun.
"Lalu apakah kamu mau memanggil saya dengan sebutan mama?"
Keyla menatap ke arah Vivian, terlihat wanita itu mengucapkan semuanya dengan tulus.
"Maaf bi, saya butuh waktu untuk melakukannya. Saya sudah memaafkan anda tapi tidak untuk memanggil anda dengan sebutan mama" jawab Keyla.
"Baiklah nak mama akan menunggu saat itu tiba, bolehkan mama memelukmu untuk yang terakhir kalinya sebelum mama berangkat?" Tanya Vivian dan Keyla mengangguk.
Vivian sangat bahagia akhirnya ia bisa memeluk putri kandungnya, dan Keyla pun tidak ragu untuk memeluk wanita itu.
Hatinya sedih karena ia harus kembali di tinggal pergi oleh ibu kandungnya.
Tapi mungkin ini adalah yang terbaik, tidak hidup bersama bukan berarti mereka tidak saling menyayangi.
Keyla sudah mengikhlaskan jika ibunya harus pergi dan merawat anaknya yang lain.
Pertemuan singkat ini tidak akan pernah ia lupakan sampai kapanpun.
Keyla berharap ibu serta saudara tirinya itu akan segera mendapatkan kebahagian di kehidupan selanjutnya.
Setelah berpamitan dengan mereka semua akhirnya Vivian pun kembali menemui Dona yang sudah menunggunya di mobil.
mereka harus bersiap untuk mengurus keberangkatannya.
Flasback Off.
Keyla melihat sebuah pesawat melintas di udara, dan gadis itu dapat melihatnya dengan jelas.
Keyla yakin jika ibu kandung serta saudara tirinya berada di dalam pesawat itu.
senyuman terlihat di wajah Keyla.
akhirnya ia akan kembali dalam kehidupannya seperti semula.
Bersama dengan suaminya, serta calon anak yang masih berada di dalam kandungannya.
Ia akan membangun keluarga kecilnya sendiri dan menciptakan kebahagian yang sederhana.
Noah memeluk tubuh istrinya dengan sangat erat.
"Aku beruntung memiliki istri sepertimu By" ucap Noah.
"Aku juga beruntung karena memiliki suami yang sangat menyayangiku" balas Keyla.
Noah membalikkan tubuh istrinya, membuat mereka saling berpandangan.
pria itu memegang pinggang Keyla dan menarikknya agar semakin dekat dengan tubuhnya.
Dan pada akhirnya bibirnyapun mendarat di bibir ranum Keyla.
mereka berciuman dengan lembut dan penuh Cinta.
sudah lama pria itu tidak menikmati bibir manis sang istri yang selama ini menjadi candu.
******* demi ******* ia berikan kepada sang istri, begitupun Keyla yang sudah mulai terbiasa.
ia sudah tidak canggung untuk membalas ciuman Noah.
Mereka sampai tidak sadar jika sedari tadi ada yang mengetuk pintu kamarnya.
"Noah!! acaranya sudah mau dimulai" ucap Rangga dari balik pintu itu.
Namun sama sekali tidak ada jawaban dari dalam sana.
Tanpa sengaja Rangga memutar gagang pintu tersebut dan membuat pintunya terbuka.
"Ehh tidak dikunci" ucap Rangga.
Dengan percaya diri Rangga langsung membuka pintu kamar tersebut.
pandangannya mencari dimana sosok Noah berada.
alangkah terkejutnya Rangga saat melihat sesuatu yang silau di hadapannya.
Ia melihat pasangan suami istri itu sedang berciuman di balkon kamar teesebut. tentu membuat Rangga harus menelan salivanya dengan susah payah.
"What!! masih sempat sempatnya mereka bercinta di sore hari. mereka benar benar membuat jiwa Jombloku menangis" gumam Rangga.
Rangga kembali menutup pintu kamar itu.
"Kenapa tidak dikunci!!" kata Rangga kesal.
"Huahh Nara cepat pulang!!! ayo kita nikah, mama pengen Nikah!!!" teriak Rangga sambil berlari meninggalkan kamar tersebut.
__ADS_1