Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
Panti Asuhan


__ADS_3

Setelah obrolan di antara mereka selesai Mike berpamitan untuk meninggalkan kantor Elard, dia kembali mencoba menghubungi Fira namun tetap saja adiknya itu tidak menjawab panggilannya.


"Mengapa Fira tidak mengangkatnya" gerutu Mike.


Akhirnya Mike kembali kerumahnya berharap adiknya sudah sampai disana.


Pekerjaan hari ini telah selesai, rencana makan siang di luar terpaksa di urungkan karena Elard yang sangat sibuk.


Jam sudah menunjukkan pukul 16.00 itu artinya Elard harus menyudahi pekerjaannya.


"Sayang maafkan aku kita tidak bisa makan siang di luar bersama" ucap Elard seraya bersiap untuk pulang.


"Tidak masalah El, lagi pula kamu sangat sibuk" ucap Yura.


"Kalau begitu kita pulang saja, karena kamu pasti capek" sambung Yura.


"Le aku akan pulang bersama istriku, kamu bawa mobil kerumah" perintahnya kepada Leo.


"Baik tuan" sahut Leo.


Kini mereka berada di dalam mobil, dan Elard melajukan mobilnya.


Namun mobil tersebut tidak menuju rumahnya, melainkan ke suatu tempat.


"El.. sepertinya kamu salah jalan" ucap Yura setelah memperhatikan bahwa yang di lalui bukanlah jalan menuju rumahnya.


"Tidak sayang, ini benar jalannya" ucap Elard.


Yura terus saja kebingungan karena wanita itu yakin jika yang dilalui bukanlah jalan menuju ke rumahnya.


Beberapa menit kemudian mobil Elard berhenti di sebuah gedung berlantai dua.


Elard turun dari mobilnya dan membukakan pintu untuk Yura.


Yura memperhatikan tempat tersebut.


Lokasi yang sangat rindang, di tumbuhi pepohonan hijau yang menambah kesejukan tempat itu.


Yura melihat sebuah gapura kecil yang bertuliskan Yayasan Bunda Vradisty.


Vradisty? bukankah itu bagian dari namanya.


mungkinkah ini sebuah Panti Asuhan. namun mengapa ada namanya disana.


"Kenapa kita kemari El?" tanya Yura.


"Apa kamu ingat dulu kamu pernah menginginkan untuk mempunyai Yayasan. dan ini adalah Panti Asuhan yang ku buat untukmu" jawab Elard.


"Benarkah?" tanya Yura memastikan.


Dan Elard mengangguk, rupanya suaminya itu masih mengingat keinginan terbesar Yura saat beberapa tahun yang lalu.


"Sekarang kita masuk, kamu harus melihat sendiri keadaan mereka" ucap Elard.


Kini Elard membawa istri dan kedua anaknya untuk memasuki yayasan tersebut.


Terlihat beberapa anak yang bermain berlari kesana kemari.


Hingga tak terasa air mata Yura pun menetes dengan sendirinya.


"El terima kasih" ucap Yura.


"Sama sama sayang" balas Elard.


Noah dan Nara memperhatikan mereka semua yang sedang asyik bermain.

__ADS_1


"Bunda tempat apa ini?" tanya Noah.


Yura pun menjelaskan kepada anak anaknya, bahwa sekarang mereka sedang berada di Panti Asuhan.


Dimana anak yang tidak memiliki orang tua dan tempat tinggal, akan hidup disana di rawat dan di besarkan.


Noah dan Nara bersyukur karena mereka masih memiliki orang tua.


"Selamat datang Tuan, selamat datang nyonya" sapa salah satu penjaga yayasan tersebut. namanya Ibu Rahma, dia lah ketua yayasan tersebut.


"Kenalkan ini adalah istriku Yura Vradisty, dia adalah pemilik yayasan ini" ucap Elard memperkenalkan istrinya.


Ibu Rahma mempersilahkan Elard dan Yura untuk masuk, karena mereka ingin mengobrol lebih lanjut.


Sedangkan Noah dan Nara berkeliling di taman itu.


Bruk...


Seorang anak perempuan berlari dan tanpa sengaja menabrak Noah, mereka berdua terjatuh secara bersamaan.


"Kakak baik baik saja?" tanya Nara dan membatu kakaknya untuk bangun.


"Iya Nara" jawab Noah.


"Apa kamu tidak bisa berhati hati?" tanya Noah kepada anak perempuan itu.


"Maaf aku tidak sengaja" jawab anak itu.


Terlihat Nara juga membantunya untuk bangun.


"Terima kasih" ucap anak perempuan itu.


"Sama sama, siapa namamu?" tanya Nara sambil mengulurkan tangannya.


"Namaku Keyla, tapi biasa di panggil Key" anak itu membalas uluran tangan Nara.


"Siapa?" tanya Key karena ia merasa tidak jelas.


"Nara, namanya adalah Nara" sahut Noah memperjelas ucapan Nara.


nampak Keyla hanya mengangguk pelan.


"Ini kakakku, namanya Noah" tak lupa Nara memperkenalkan Noah kepada Keyla.


saat Keyla mengulurkan tangannya tiba tiba Noah berbalik dan meninggalkan mereka.


"Maaf ya.. kakakku memang sepelti itu" ucap Nara.


"Iya tidak apa apa, mungkin dia marah karena aku menabraknya" ucap Key.


"Tuan dan nyonya terima kasih, karena berkat kebaikan anda banyak anak anak yang terselamatkan masa depannya" ucap Ibu Rahma.


"Tidak perlu seperti itu bu, semua ini karena istriku yang mengajarkan kepadaku arti saling mengasihi" kata Elard.


"Semoga kalian akan selalu bahagia" doa Ibu Rahma, Elard dan Yura pun mengaminkan.


"Bunda... Ayah..." teriak Nara memasuki ruang tamu yayasan tersebut.


Mereka yang tengah asyik mengobrol langsung menatap Nara yang baru saja masuk dengan menggandeng seorang anak perempuan.


"Nara kenapa berteriak seperti itu nak?" tanya Yura.


"Bunda ini adalah temanku, namanya Key" kata Nara.


Yura memperhatikan gadis kecil cantik yang bersama putrinya.

__ADS_1


"Kemarilah nak" ucap Yura.


Keyla pun berjalan menghampiri Yura.


"Siapa namamu?" tanya Yura.


"Keyla bibi" jawab Keyla.


"Nama yang sangat cantik" ucap Yura sambil mencubit hidung Keyla.


Keyla adalah anak perempuan berusia 5 tahun seperti Noah dan Nara.


Sewaktu bayi dia sengaja di tinggalkan orang tuanya di depan yayasan tersebut.


Ibu Rahma pun mengambil dan merawatnya.


Keyla adalah salah satu anak panti yang sangat ceria.


Ia lebih tua di antara anak anak yang lain.


Yura terharu mendengarkan penjelasan Ibu Rahma mengenai masa kecil Keyla. orang tua mana yang sangat tega membuang bayinya.


Hari sudah mulai gelap, Elard dan Yura berpamitan untuk pulang.


Tidak lupa Nara berpamitan kepada Keyla, kini mereka sudah berteman.


Sebelum memasuki mobil Keyla memanggil Noah.


"Noahh..." panggil Keyla.


Noah membalikkan tubuhnya dan melihat ke arah Keyla.


"Hati hati dan sampai Jumpa" Keyla melambaikan tangannya.


Noah nampak acuh, ia sama sekali tidak menjawab ataupun merespon ucapan Keyla.


"Sombongnya..." ucap Keyla pelan.


Mobil mereka melaju meninggalkan yayasan tersebut.


"Kakak kenapa sepelti itu?" tanya Nara.


"Kakak tidak suka padanya" jawab Noah ketus.


"Ihhh kakak tidak boleh sepelti itu, Keyla anak yang baik. aku menyukainya" sahut Nara.


Yura dan Elard mendengarkan obrolan anak anaknya di dalam mobil.


"Bukankah mereka sangat lucu?" tanya Elard.


"Iya benar. tapi lihatlah Noah, dia mirip sepertimu" jawab Yura.


"Karena dia adalah anakku" sahut Elard kemudian ia kembali fokus menyetir.


Masih terdengar perdebatan kecil antara Noah dan Nara disana.


**Keyla anak yang manis dan baik, sayang sekali orang tuanya membuang dia begitu saja** batin Yura.


Yura seolah merasakan bagaimana rasanya di buang oleh keluarga sendiri, sama halnya seperti ia di jual oleh pamannya.


Tidak terasa kini mereka sudah sampai di rumah.


Sesampainya Nita langsung membawa Noah dan Nara untuk mandi. sedangkan Elard dan Yura masuk ke dalam kamarnya.


_____

__ADS_1


happy reading🄰


__ADS_2