
"Iya kak tidak masalah jika kamu tidak ingin menjawabnya, tapi bolehkah aku mengatakan sesuatu" kata Freya.
"Katakan saja"
" Ini tentang perasaanku sebenarnya dari awal kita bertemu aku sudah menyukaimu, aku tau ini terlalu bodoh kak, diusia ku yang masih sangat muda ini" kata Freya, gadis itu tidak mampu lagi menahan perasaannya.
Apapun keputusan Noah yang terpenting Freya sudah mengungkapkan perasaannya.
"Aku sangat mencintaimu kak, aku sangat ingin kamu membatalkan pernikahan ini agar aku memiliki kesempatan" sambung Freya.
Noah terkejut atas pengakuan gadis remaja itu, Noah sampai tidak bisa berkata apa apa lagi.
Pria itu melihat ke arah Freya yang sudah mulai meneteskan air matanya.
"Kak, apa kamu tidak bisa membatalkan pernikahanmu? Ijinkan aku untuk lebih lama mencintaimu kak" Freya bersimpuh di hadapan Noah.
"Apa yang kamu lakukan!" Noah berusaha membuat agar gadis itu lekas berdiri.
"Tidak kak, aku tidak tau apa yang harus aku lakukan" Freya masih tetap dalam posisinya, gadis itu tidak berhenti menangis.
"Freya hentikan! Jangan menjatuhkan harga dirimu di depanku, kamu masih sangat muda jangan biarkan kamu berlutut di depan laki laki manapun seperti ini" ucap Noah.
"Kakak aku mencintaimu, aku benar benar mencintaimu kak"
Noah berusaha membuat gadis itu berdiri, ia sama sekali tidak menyukai hal semacam ini. Sebagai wanita seharusnya Freya lebih bisa menjaga kehormatannya.
Dia tidak perlu merendahkan dirinya apa lagi untuk pria yang sama sekali tidak mencintainya.
Setelah Freya berdiri Noah pun memegang pundaknya dan menatap gadis itu.
"Freya! Aku tidak menyukai hal seperti ini. Menikahi Key adalah keputusanku, maafkan aku tapi aku tidak bisa membalas perasaanmu"
"Kamu masih sangat muda. belajarlah, bermainlah dengan teman temanmu kamu belum pantas mengemis cinta seperti ini" jelas Noah panjang lebar agar gadis itu mengerti.
Freya seolah tertusuk ribuan jarum di dadanya, ia berfikir sejenak kenapa dirinya bisa melakukan hal memalukan seperti ini.
Benar apa yang di katakan Noah, tidak seharusnya dirinya merendahkan dirinya sendiri.
"Maafkan aku kak, aku baru menyadari hal bodoh yang aku lakukan. Maafkan aku" ucap Freya dengan suara yang masih terisak.
"Sudahlah. Kita bisa menjadi kakak adik, aku akan menganggapmu seperti adikku" ucap Noah kemudian melepaskan tangannya dari pundak Freya.
"Terima kasih, bolehkah aku memelukmu kak? Aku sangat ingin memelukmu" kata Freya.
"Maaf Freya, aku akan segera menikah sekalipun aku menganggapmu seperti adikku tapi bukan berarti kita bisa berpelukan seperti yang kamu inginkan. Bagaimana pun aku harus menjaga semua untuk calon istriku" jelas Noah yang menolak keinginan Freya.
Sudah selesai, semua sudah selesai bagi Freya. Dengan jelas Noah telah menolaknya.
Freya tidak ingin semakin jauh dari pria itu, dan kini Freya akan belajar untuk melupakan pria itu.
"Iya kak baiklah, setidaknya kita masih bisa berteman" kata Freya yang berusaha untuk ikhlas.
Tanpa mereka berdua sadari Keyla berdiri di luar kamar tersebut.
Keyla mendengar semua obrolan itu, dimana Freya mengungkapkan perasaannya dan Noah menolaknya.
Keyla menutup mulutnya dengan telapak tangannya.
Beruang kutub yang selama ini dingin, acuh dan menyebalkan ternyata dia sangat menghargai seorang wanita.
Dan ia pun menghargai keputusannya.
Secara tidak langsung Noah sudah berusaha untuk menjaga keputusannya untuk menikahi dirinya.
"Apa ini semua nyata" gumam Keyla.
Keyla mendengar seseorang berjalan ke arahnya, dan Keyla pun segera pergi dari tempat itu. Keyla masuk ke dalam kamarnya.
"Kakak aku akan kembali menemui orang tuaku di bawah" kata Freya.
"Iya pergilah" ucap Noah.
"Kakak, jangan katakan apapun kepada orang tua kita. Aku sangat malu jika mereka tau"
"Tenang saja, aku akan menganggap tidak terjadi apa apa" jawab Noah, kemudian Freya pun keluar dari kamar pria itu.
Noah kembali menutup pintu kamarnya, kemudian ia duduk di atas tempat tidurnya.
Noah tidak menyangka hari ini ia mendapatkan banyak kejadian yang tidak terduga.
__ADS_1
Pengakuan Freya membuat Noah tidak habis pikir, bagaimana gadis sekecil Freya bisa melakukan hal hal seperi itu.
Di tambah lagi minggu depan Noah harus menikah dengan Keyla.
Terlihat Noah memijit kepalanya yang terasa sangat pusing.
***
Keluarga Axel berpamitan hendak pulang.
Yura melihat ke arah Freya sangat jelas terlihat jika gadis itu habis menangis karena mata Freya yang sembab.
"Nak apa kamu baik baik saja?" Tanya Yura.
"I..iya bibi aku baik baik saja" jawab Freya.
Kemudian Axel pun pergi dari kediaman Elard, di dalam mobil Jeny dan Axel terus memperhatikan putrinya yang hanya diam saja.
Semenjak turun dari kamar Noah gadis itu tidak bicara apa apa lagi.
Noah hendak bertanya Sebenarnya apa yang sudah terjadi di antara Freya dan Noah namun Jeny melarangnya, karena ia sangat tahu Bagaimana sikap putrinya itu.
"Biarkan dia tenang Xel, jangan tanyakan apa pun kepadanya" bisik Jeny.
"Iya kamu benar sayang" sahut Axel.
Sesampainya di apartemen, Freya langsung masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintu kamar tersebut.
Freya membuka paper bag itu dan mengeluarkan kotak berwarna hitam.
Freya membukanya dan terlihat gelang yang begitu cantik.
Freya memakai gelang tersebut di pergelangan tangannya.
"Freya lupakan semua, kamu harus ikhlas" ucap Freya menasehati dirinya sendiri agar lebih kuat.
***
keesokan harinya di kampus...
hari ini Noah dan Dona sedang fokus mengerjakan tugas kelompoknya. karena kebetulan Mereka berdua menjadi rekan satu kelompok yang berisikan 2 orang.
di saat sedang sibuk tiba-tiba ponsel Noah berdering satu notifikasi masuk ke dalam ponselnya, dan itu adalah pesan dari sang ayah.
"Segera kembali bersama Keyla karena kalian akan melakukan Fitting baju"
"aku masih banyak tugas ayah, bisakah di tunda?"
"Tidak bisa, pernikahan kalian tersisa beberapa hari lagi. cepet temui ayah di butiq XX sekarang!!"
"baik ayah"
kemudian Noah segera memasukkan kembali ponselnya.
"Dona maafkan aku, aku ada urusan penting di luar mungkin kita bisa melanjutkannya besok" kata Noah kepada Dona.
"Mmm baiklah Noah" jawab Dona.
"Tolong izinkan aku ya, karena ini sangat penting" kata Noah dan Dona mengangguk.
Noah membereskan buku bukunya kemudian ia segera keluar dari kelas itu.
"Kenapa keong tidak menjawab panggilanku" kata Noah.
Karena beberapa kali Noah menghubunginya namun Keyla belum juga menjawab panggilan tersebut.
"Aku tidak tau dimana kelasnya" Noah nampak bingung harus mencari Keyla dimana.
Noah kembali menghubungi Keyla sambil berjalan menuju parkiran, dan tanpa sengaja Noah melihat Keyla bersama Maylan sedang berjalan menuju perpustakaan.
"Keong!! panggil Noah.
Keyla merasa ada yang memanggilnya, dan sudah pasti itu Noah karena yang memanggil dirinya dengan sebutan keong hanyalah beruang kutub.
"Ada apa Key?" tanya Maylan.
"Seperti ada yang memanggilku" jawab Keyla.
Keyla mencoba mengedarkan pandangannya dan ia melihat Noah berjalan menghampirinya.
__ADS_1
"Keong cepat ikut aku" kata Noah sambil menarik tangan Keyla.
"Kemana?" tanya Keyla.
"Sudah ayo cepat!"
"May, maaf mungkin besok saja kita ke perpustakaan ya" kata Keyla sambil berjalan karena tangannya terus saja di tarik oleh Noah.
"Iya oke bye bye" Maylan menjawab dengan kebingungan.
ia tidak tau siapa pria yang selalu bersama Keyla.
"Pria itu tampan, tapi wajahnya ganas sekali" kata Maylan sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Noah segera membawa Kayla masuk kedalam mobilnya. Gadis itu berkali-kali bertanya sebenarnya mereka akan pergi kemana namun Noah sangat malas menanggapi pertanyaan Keyla.
Noah pun melajukan mobilnya meninggalkan kampus tersebut dan menuju ke sebuah butiq di mana Ayah dan Bundanya sudah menunggu kedatangan mereka.
"Noah kita mau kemana?" tanya Keyla lagi.
"Berhentilah bertanya kamu sangat cerewet" kata Noah.
"Tapi aku lapar, pagi tadi aku tidak sarapan" ucap Keyla.
"Tahan saja"
Noah terus fokus menyetir, kemudian Noah mendengar suara suara aneh yang keluar dari perut gadis yang duduk di sampingnya itu.
"Suara apa itu?" tanya Noah.
"Suara cacing yang berdemo" jawab Keyla asal.
"Huh!! merepotkan saja" ucap Noah kemudian pria itu menghentikan Mobilnya di sebuah minimarket di pinggir jalan. Noah langsung turun dari mobil tersebut dan masuk ke dalam minimarket.
beberapa menit kemudian Noah kembali masuk kedalam mobilnya ia membeli sebuah roti beserta susu.
"Makanlah" Noah melemparkan roti tersebut di pangkuan Keyla.
"Yang sopan sedikit, aku kan calon istrimu" sahut Keyla sambil membuka roti tersebut.
"Kamu bilang apa!!" teriak Noah.
"Aaahh tidak tidak aku tidak mengatakan apapun" Keyla langsung menutup mulutnya.
**apa yang kamu katakan Key?? bisa bisanya kamu bercanda hal seperti itu, bagaimana jika beruang ini marah** batin Keyla.
Padahal Noah sudah mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Keyla, hanya saja ia ingin mendengarkan nya sekali lagi.
di dalam hatinya sebenarnya Noah tertawa geli saat mendengarkan Keyla menyebut dirinya sebagai calon istrinya.
"Terima kasih Noah" kata Keyla.
"Hmmm" jawab Noah kemudian Keyla memakan roti tersebut dengan sangat lahap, karena memang ia belum makan sedari pagi.
hampir 20 menit kini Noah sudah sampai di sebuah butik XX, terlihat di sana sudah ada Yura dan Elard yang menunggunya, serta beberapa staf yang akan membantu mereka memilih pakaian yang akan digunakan untuk acara pernikahannya.
"Kenapa kamu lama sekali?" tanya Elard.
"Keong ini merepotkanku ayah" jawab Noah.
"Keong??" tanya Elard dan Yura.
"Maksudku Keyla ayah" ucap Noah.
kemudian mereka segera masuk ke dalam butik, dan beberapa staf membantu keduanya untuk memilih baju pernikahannya sudah ada beberapa baju yang akan mereka berdua kenakan.
setelah hampir 1 jam mereka melakukan fitting baju akhirnya keduanya sudah menetapkan pakaian yang akan digunakan.
"Bagus juga pilihan kalian" kata Yura.
"Bunda apakah ini masih lama? aku harus kembali kekampus" kata Noah.
"Tidak perlu kembali, hari ini kalian akan sangat sibuk" kata Elard.
"Ayah ini hanya acara ijab qobul, jangan terlalu mewah" kata Noah.
"Iya benar paman, sederhana saja sudah cukup" sahut Keyla yang sedari tadi diam saja.
"Tetap saja, sekalipun sederhana harus kita siapkan secara maksimal" kata Yura.
__ADS_1
_____
happy reading