Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
SEASON 3 ~ 21


__ADS_3

Mereka berempat pun sudah mulai bersiap untuk pergi berbulan madu.


Keputusannya adalah Elena akan tetap tinggal bersama Yura dan Elard.


Namun sebelum pergi, Yura meminta Keyla untuk menemui kakek Sultan.


Ternyata beberapa hari ini tidak terlihat, kakek Sultan sedang di rawat di Rumah Sakit.


Itu di sebabkan karena kondisinya yang kembali menurun.


Keyla pun pergi kerumah sakit untuk menjenguk kakeknya.


**


Jam sudah menunjukkan pukul 11.00 setelah dari rumah sakit mereka segera menuju ke Bandara.


"Kenapa kamu diam saja By?" Tanya Noah kepada Keyla saat mereka baru saja turun dari mobil.


"Aku memikirkan kondisi kakek, semoga kakek bisa segera pulih" jawab Keyla.


"Tenanglah Baby, sudah ada dokter yang akan merawat kakek dengan baik. Kakek pasti akan segera sembuh" kata Noah.


"Iya benar kak, ingat pesan kakek tadi! Nikmati liburan kali ini" sahut Nara yang sedari tadi mendengarkan obrolan kakaknya itu.


Karena tidak ingin merusak suasana liburannya, akhirnya Keyla berusaha untuk tidak terlalu memikirkan kondisi kakeknya.


Keyla hanya berharap jika kakek Sultan segera sembuh dan bisa berkumpul bersama dirinya lagi.


Pesawat pun lepas landas...


***


Cuaca cukup terik ditemani angin sepoi sepoi, tidak lupa suara deruh air laut juga turut menemani suasana pada sore itu.


Sebuah hotel mewah yang berdiri kokoh tidak jauh dari pantai menjadi tempat peristirahatan dua pasangan yang sedang menikmati masa bulan madunya selama beberapa hari.


"My Angel bangun" Rangga berusaha membangunkan istrinya yang sedang tertidur pulas pasca perjalanan yang cukup jauh.


Nara mengeliat dan sedikit mengerutkan dahinya saat pantulan matahari mengenai wajahnya.


"Jam berapa sekarang Ga?" Tanya Nara sambil mengusap matanya pelan.


"Setengah lima, cepat bangun! Bukankah kita akan melihat Sunset" ucap Rangga, karena selama di perjalanan Nara sudah berencana ingin pergi ke pantai di sore hari.


"Iya Ga, kalau begitu aku akan mandi lebih dulu" kata Nara dan hendak beranjak dari tidurnya.


"Tunggu!" Pekik Rangga sambil memegang tangan Nara, membuat gadis itu mengurungkan niatnya.


"Ada apa?" Tanya Nara.


Rangga mendekatkan wajahnya membuat jarak di antara keduanya hanya beberapa centi saja Nara yang masih sedikit mengantuk hanya bisa diam saat wajah sang suami mulai mendekat.


"Mulai sekarang panggil aku sayang" ucap Rangga pelan.


"A..apa?" Tanya Nara mengulang.

__ADS_1


"Istriku yang cantik, mulai sekarang panggil aku sayang" jelas Rangga lagi.


"Tapi..."


"Tidak ada tapi! Bukankah aku sudah menjadi suamimu, jadi kamu wajib memanggilku sayang" sahut Rangga yang tidak ingin Nara menolak keinginannya.


Selama ini Rangga sangat ingin Nara memanggilnya dengan sebutan yang romantis.


"Iya baiklah Rangga, eh maksudku sayang" jawab Nara sambil tertawa.


Nara pun melepaskan tangan Rangga dan ia berniat untuk segera masuk ke dalam kamar mandi, karena terlihat dari wajah Rangga yang tidak biasa.


"Sayang tunggu" Rangga mencegah Nara untuk menutup pintu kamar mandi tersebut.


"Kenapa lagi Rangga!" Sahut Nara.


"Rangga?? Lagi lagi kamu memanggilku dengan Nama" kesal Rangga.


"Maaf Rang.. maksudku Sayang, aku belum terbiasa" jawab Nara sambil menepuk dahinya.


"Baiklah. Kita buat kesepakatan! Jika kamu lupa memanggilku sayang maka aku akan menghukum mu" ucap Rangga.


"Kesepakatan? Dan hukumannya apa?" Tanya Nara lagi.


"Iya kesepakatan, jika kamu lupa memanggilku sayang maka aku akan langsung mencium mu. Seperti ini..." Rangga pun langsung memberikan contoh bagaimana ia nanti akan mencium Nara.


Seketika Rangga mencium bibir Nara.


Sedangkan gadis itu masih berdiri sambil memegangi gagang pintu kamar mandi.


Dengan lincahnya pria itu ******* bibir tipis Nara, dan mengigit nya pelan, membuat sang pemilik hanya bisa terbelalak.


Sadar jika sang istri merasa gugup, akhirnya Rangga meraih tangan Nara dan meletakkan di lehernya.


Kemudian Rangga kembali memegang pinggang gadis itu.


Rasa gugup Nara pun berkurang, ternyata usaha Rangga untuk membuat Nara menikmati ciuman kali ini pun berhasil.


Pelan tapi pasti Rangga mulai menyusuri leher jenjang Nara, membuat gadis itu seketika mendorong Rangga.


"Rangga geli" ucapnya sambil mendorong Rangga.


"Apa? Kamu baru saja memanggilku apa?" Tanya Rangga lagi.


Astaga gadis itu baru saja memanggil suaminya dengan Nama. Ia lupa jika harus memanggil dengan sebutan sayang.


"Hahaha aku lupa Rangga" kata Nara sambil menutup mulutnya agar Rangga tidak kembali mencium nya.


"Wahh dua kali kamu berhutang kepadaku" kata Rangga sambil mendekati Nara dengan gaya yang sangat membuat Nara ingin tertawa.


"Maaf Rangga aku lupa" ucap Nara hampir terkekeh.


"Tiga kali hutangmu" sahut Rangga.


"Kalau sudah tiga kali kamu mau apa huh?" Ledek Nara.

__ADS_1


"Aku akan..." Rangga hendak memeluk gadis itu.


Namun rupanya Nara lebih dulu kabur meloloskan diri.


"Hahahaha kamu sangat payah Rangga" ledek Nara lagi.


Kemudian Nara lari keluar dari kamar mandi, dan ia segera naik ke atas tempat tidur mencari tempat teraman agar Rangga tidak mengajarnya. Namun bukan Rangga namanya jika dia tidak bisa membalas keusilan sang istri.


"Kamu sudah mulai nakal ya, lihat saja aku akan segera menangkap mu dan jangan salahkan aku jika kamu tidak bisa kabur lagi" ancam Rangga.


"Iya iya lakukan saja hahaha" Nara semakin menantang pria itu.


Rangga pun berusaha untuk menangkap Nara namun hingga beberapa kali Gadis itu berhasil lari dari Rangga, mereka sempat berlari di dalam ruangan tersebut seperti anak kecil yang sedang bermain.


Sampai akhirnya kaki Nara tersandung di kaki Sofa, dan membuatnya sampai terjatuh.


"Awww" pekiknya.


"Siapa yang menaruh sofa disini?" Omel Nara sambil mengusap kakinya yang terasa sedikit sakit.


Rangga tersenyum renyah melihat tingkah konyol istrinya, jelas jelas saat pertama kali tiba sofa itu sudah tertata cantik disana.


"Kenapa kamu tertawa?" Tanya Nara yang masih duduk di lantai.


Rangga berjalan mendekati Nara, dan ia pun sedikit membungkukkan tubuhnya menghadap Nara.


"Akhirnya kamu tertangkap istriku yang nakal" bisiknya.


Rangga mengangkat tubuh Nara, sedangkan Nara hanya bisa terdiam dan sedikit cemberut.


Rangga meletakkan tubuh Nara di atas tempat tidur.


Kemudian pria itu mengambil ponselnya.


"Kamu mau apa?" Tanya Nara.


"Aku sedang mencatat hutangmu di ponselku" jawabnya.


"Hutang?" Tanya Nara yang masih tidak paham


"Iya hutangmu sayang"


Kemudian Rangga melihat lutut Nara yang sedikit memerah.


"Apa masih sakit?" Tanya Rangga mengusap lutut Nara.


"Ti...tidak" jawab Nara gelagapan.


"Sekarang cepat mandi, atau kita akan kehilangan momen sore ini" kata Rangga.


Nara tersenyum lalu Ia berpikir jika setelah membantunya Rangga akan kembali menerkamnya, ternyata tidak.


Pria itu meminta Nara untuk segera mandi akhirnya Gadis itu pun segera masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan tubuhnya.


_____

__ADS_1


haapy reading


__ADS_2