
Keesokan harinya Elard dan Yura tengah bersiap untuk berangkat berbulan madu.
Rencanya mereka akan pergi ke pulau Dewata. Semua barangnya sudah dikemasi, sengaja mereka tidak membawa pakaian banyak banyak.
Karena mereka hanya dua hari saja disana.
Elard pergi dengan membawa anak buahnya, namun mereka akan terpisah dari Elard.
Sehingga tidak akan ada yang tau jika Elard pergi dengan membawa anak buahnya.
"Ayah bunda jangan lama lama ya" ucap Nara.
"Iya nak, bunda dan ayah hanya dua hati saja" ucap Yura.
"Noah dan Nara jangan nakal, dan jangan menyusahkan bibi Nita" pesan Elard.
Selama ini kedua anak itu memanggil kepala pelayan Nita dengan sebutan bibi.
Merekapun menganggukkan kepalanya.
Yura dan Elard mencium kedua anaknya, kemudian mereka saling berpelukan.
***
Elard dan Yura sudah berada di Bandara, beberapa menit lagi mereka akan lepas landas menuju pulau Dewata.
"Ada apa sayang? kenapa kamu cemas?" tanya Elard. karena ia melihat istrinya seperti orang kebingungan.
"Aku kepikiran dengan anak anak El" jawab Yura.
"Jangan khawatir sayang, aku sudah memberikan penjagaan yang ekstra untuk mereka, dan selama kita pergi Leo akan tinggal dirumah kita" jelas Elard meyakinkan istrinya, agar istrinya itu tidak lagi khawatir.
"Syukurlah jika Leo tinggal bersama mereka, aku sedikit lega" ucap Yura.
Kini keduanya segera naik kedalam pesawat, sengaja Elard tidak menggunakan Jet pribadinya karena Yura menolaknya.
Yura ingin bulan madu seperti orang biasa pada umumnya.
Elard pun tidak menolak keinginan istrinya itu.
***
Dikantor Elard seluruh kariyawan tengah sibuk bergulat dengan pekerjaannya.
Karena perusahaan tersebut telah memperoleh proyek besar.
Begitu pun dengan Fira, wanita itu terus saja mengerjakan laporannya.
Ia tau jika tuannya hari ini sedang cuti, dan akhir bulan ini adalah hari terakhir Fira bekerja di perusahaan bersama Elard.
berkali kali Fira tidak fokus karena terus memikirkan Bossnya itu.
"Sibuk sekali sayang" ucap seorang pria yang baru saja membuka ruangan Fira.
Fira mendongokkan kepalanya dan melihat siapa yang masuk ke dalam ruangannya.
"Kakak" sahut Fira.
"Masuklah kak" sambungnya.
"Kamu sibuk sekali ya?" tanya pria itu.
"Iya kak, perusahaan sedang menerima proyek besar. jadi aku harus lebih bekerja keras" jawab Fira.
__ADS_1
Pria itu menatap wajah adiknya yang sepertinya sedikit berbeda.
"Ada apa sayang? kenapa wajahmu terlihat muram?" tanya pria itu.
"Bagaimana tidak muram, awal bulan nanti aku akan di mutasi ke luar kota kak" jawab Fira.
"Lalu kenapa kamu bersedih, bukankah kamu ingin kerja di luar kota?" tanya pria itu lagi.
"Itu dulu kak, sekarang aku memiliki alasan mengapa aku ingin tetap berada disini" jawab Fira.
Wanita itu menutup leptopnya, ia sama sekali tidak bisa fokus mengerjakan pekerjaannya.
"Apa karena Elard?" tanya pria itu.
"Kakak mengenal tuan Elard?" tanya Fira tak percaya karena kakaknya mengenal bosnya.
"Iya kami berteman saat di amerika" ucap pria itu.
Pria yang merupakan kakak Fira adalah tuan Mike, selama ini Fira selalu curhat kepada kakaknya jika dirinya mencintai bosnya sendiri.
Mike tidak menyangka jika Fira mencintai bosnya yang ternyata adalah Elard.
"Kakak bantu aku mendapatkan Dia" rajuk Fira, wanita itu akan berusaha untuk bisa mendapatkan Elard.
"Fira, Elard sudah memiliki istri bukankah kamu tau itu" kata Mike mengingatkan adik semata wayangnya itu.
"Aku tidak perduli kak, aku sangat mencintainya" sahut Fira.
Cinta dan obsesi membuat wanita itu buta, dia mencoba berbagai cara untuk bisa mendapatkan apa yang ia inginkan.
"Sudahlah lanjutkan pekerjaanmu, jangan memikirkan sesuatu yang tidak mungkin" tegur Mike kemudian pria itu beranjak dari duduknya hendak keluar.
"Kakak mau kemana?" tanya Fira.
"Tuan Elard tidak ada, dia pergi bulan madu bersama istrinya" ujar Fira.
"Kemana?" tanya Mike.
"Mana aku tau kak" jawab Fira yang sudah mulai kesal.
"Kalau begitu kakak akan menemanimu, lanjutkan pekerjaanmu dan kita akan makan siang bersama" jelas Mike yang kemudian duduk di sofa yang berada di ruangan Fira.
***
Beberapa jam kemudian Elard dan Yura sudah sampai di bandara Internasional Ngurah Rai.
Mobil Elard sudah menunggu disana untuk membawa dirinya ke hotel yang akan menjadi tempat peristirahatan mereka berdua.
Hotel yang di tempati Elard merupakan hotel miliknya, letaknya berada di pinggir pantai.
Elard memiliki kamar pribadi di sana.
Karena Elard sering melakukan perjalan bisnis di pulau tersebut.
Tak berapa lama mobil pun telah sampai di Sebuah hotel mewah miliknya.
Elard segera turun dengan menggandeng Yura, seluruh pelayan menyambutnya dan membawa mereka ke kamar yang berada di lantai tiga.
"Ini hotel milikmu El?" tanya Yura saat mereka berjalan memasuki hotel tersebut.
"Iya sayang, rencananya hotel ini akan aku berikan kepada Nara nanti jika dia sudah dewasa" jawab Elard.
Elard sudah menyiapkan semua untuk masa depan anak anaknya.
__ADS_1
"Jadi Nara nanti yang akan mengurus Hotel ini, sedangkan Noah nanti dia yang akan meneruskan perusahaanku" sambung Elard.
Mereka sudah berada di kamar hotel yang sangat mewah, semuanya sudah lengkap disana.
Yura langsung berlari menuju balkon kamarnya.
Mata Yura takjub akan keindahan pantai yang tersuguh di hadapannya.
"Kamu suka?" tanya Elard.
"Suka El, ini indah sekali aku ingin bermain kesana" jawab Yura sambil menunjuk pantai yang terhampar bebas di luar kamarnya.
"Iya sayang nanti sore kita akan pergi kesana, sekarang kita harus istirahat" ucap pria itu sambil memeluk Yura dari belakang.
Yura nampak berfikir, jika saja ke dua anaknya ikut bersamanya pasti sangat menyenangkan.
"Ayo kita istirahat dulu sayang" pria itu menggendong tubuh istrinya, dan meletakkan di atas tempat tidur.
Elard membiarkan pintu balkon kamarnya terbuka, dan dengan bebas angin segar itu masuk ke dalam kamarnya.
Hingga tak terasa mereka pun tertidur.
***
Sore harinya sesuai dengan janji Elard untuk membawa istrinya bermain di pantai.
Yura nampak menggunakan Dress berwarna biru yang nampak serasi dengan kulit putihnya.
Elard sangat terpanah dengan tubuh molek istrinya.
Ingin sekali Elard menerkam istri cantiknya itu, namun ia sadar ini masih sore hari untuk melakukannya.
"El, kenapa melamun?" tanya Yura.
Membuat pria itu membuyarkan pikiran mesumnya.
"Tidak sayang kita turun sekarang ya" kata Elard.
Mereka segera turun menggunakan Lift menuju lantai paling bawah.
Mereka cukup berjalan kaki untuk sampai ke pantai tersebut.
Sesampainya disana Yura langsung melepas genggaman tangan suaminya.
Yura berlari mendekati pantai tersebut, Elard hanya tersenyum gemas yang melihat istrinya seperti anak kecil.
Elard duduk di sebuah kursi yang sudah bertengger payung besar di atasnya.
Beberapa pelayan membawakan minuman dingin dan meletakkan di meja.
"Silahkan Tuan" ucap pelayan tersebut dan Elard hanya mengangguk.
Elard melihat istrinya yang bermain air pantai seperi anak kecil.
"El kemarilah!!!" teriak Yura.
Elard berdiri dan hendak menghampiri istrinya, namun sebelum itu Elard mengeluarkan ponselnya dan segera memotret istrinya.
Potret Bunda Yura.
_____
__ADS_1
happy readingš„°