Wanita Malam Milik CEO

Wanita Malam Milik CEO
Prahara Rumah Tangga


__ADS_3

Beberapa menit kemudian Leo datang karena memang Elard meminta Vira untuk memanggilnya.


" Permisi tuan" ucap Leo yang baru saja masuk ke dalam ruangan Elard.


" Iya Leo kemarilah" ucap Elard.


" Uncle...." teriak Nara saat melihat Leo yang masuk ke ruangan ayahnya.


Nara langsung berlari berhambur memeluk tubuh Leo.


Sama halnya kepada sang ayah, dia juga akan bermanja bersama Leo.


" Hai tuan putri Nara" ucap Leo sambil menggendong tubuh Nara.


" Uncle Nala Lindu, uncle kenapa tidak menjemput Nala?" tanya Nara kepada Leo.


" Ehemm.... nampaknya ayah telah di lupakan" ucap Elard menunjukkan ekspresi cemburunya.


"Hahaha...." Leo dan Nara tertawa bebarengan.


" Hanya Ayah nomel 1 di hati Nala" ucap Nara.


"Baiklah.. Oh iya Le, aku ingin kamu menyiapkan miting hari ini. Vira mengatakan jika mitingnya pukul 11" jelas Elard.


" Baik Tuan semua sudah saya siapkan hanya perlu sedikit memeriksa laporannya, jika anda berkenan bisakah tuan pergi ke ruangan saya sekarang?" tanya Leo


" Oke baiklah kita ke ruangan mu sekarang" Jawab Elard.


" Sayang tunggu di sini dulu ya sebentar jangan kemana mana ayah akan pergi keruangan uncle dulu" kata Elard kepada putri kecilnya.


" Siap Ayah" jawab Nara.


Elard pun pergi ke ruangan Leo meninggalkan Nara sendiri disana nampak Nara memainkan ponsel miliknya.


Nara memang memiliki sebuah ponsel, sengaja Elard membelikannya namun Elard tidak begitu saja membiarkan putrinya dengan bebas memainkan ponselnya, di dalam ponselnya hanya ada beberapa game anak anak serta video edukasi. agar putrinya tersebut juga memiliki wawasan.


Karena bosan Nara meletakkan ponselnya dan dia berkeliling di dalam ruangan Elard, kemudian Nara berhenti di meja kerja ayahnya ia melihat sebuah bingkai foto yang ada di atas meja.


Nara nampak memperhatikan foto tersebut ia melihat ayahnya berfoto dengan seorang perempuan terlihat begitu mesra dan bahagia Nara sadar jika itu bukanlah mommy nya.


" Siapa dia Kenapa bisa berfoto belsama ayah?" tanya Nara kepada dirinya sendiri.


Nara segera mengambil ponselnya yang ia tinggalkan di atas sofa dan kembali lagi kemeja Elard, Nara menghidupkan kamera ponselnya kemudian ia menjepret foto yang berada di Bingkai itu dan menyimpannya.


Ini memang bukan pertama kalinya Nara ikut Elard ke kantor namun biasanya gadis itu berada di kamar pribadi Elard bermain game di ponselnya, namun hari ini ia merasa bosan maka dari itu ia melihat lihat seisi ruangan ayahnya.

__ADS_1


setelah selesai Nara kembali ke posisi semula ia kembali memainkan ponselnya.


Tidak terasa waktu menunjukkan pukul 4 sore, itu tandanya Elard sudah harus mengakhiri pekerjaannya, Ia pun membawa Putri kecilnya pulang bersamanya. tidak Berapa lama akhirnya Elard sampai di rumahnya.


Seperti biasa pelayan akan menyambut kedatangannya begitu juga dengan Sifa yang sudah menunggunya di ruang tamu.


" Sudah pulang El?" tanya Sifa.


" Apa kamu tidak bisa melihat?" jawab Elard Ketus.


Ya jawaban seperti itulah yang setiap hari Sifa terima dari suaminya.


" Halo mommy" kata Nara yang juga baru masuk ke dalam rumah, Nara langsung berlari memeluk Sifa.


" Hai anak mommy yang cantik.." ucap Sifanya.


kemudian Elard pergi ke kamarnya meninggalkan Sifa dan Nara di ruang tamu.


" Bagaimana tadi Nara di kantor ayah? Nara tidak mengganggu ayah bekerja kan?" tanya Sifa kepada Nara.


" Tentu tidak mommy malahan Ayah meninggalkan Nala sendilian" ucap Nara.


Selama hampir 5 tahun merawat Nara, Sifa sudah terbiasa menyayangi Nara, Ia sudah menganggapnya layaknya putri kandungnya sendiri. Sifa akan sedih jika Nara berada jauh darinya, namun saat Nara berada di dekatnya Sifa merasa tenang.


Nara membuka galeri foto dan menunjukkan sebuah foto yang ia ambil dari kantor Elard.


Kemudian Nara menunjukkan foto itu kepada Sifa.


DEG....


Seketika jantung Sifa berdetak kencang saat melihat foto yang berada di ponsel putrinya.


Foto itu tak lain adalah foto Elard bersama dengan Yura.


Selama 5 tahun menikah Elard tidak pernah berfoto mesra dengan Sifa, bahkan foto pernikahan pun hanya disimpan di kamar Sifa itupun tidak terlihat mesra. melihat itu Sifa merasa marah dan kesal terhadap suaminya.


" Kalau begitu Nara mandi dulu ya" ucap Sifa kepada Nara.


" Yes mom" jawab Nara.


" Nita tolong bantu putriku untuk mandi" ucap Sifa kepada Nita.


" Baik nyonya" jawab Nita.


Setelah Nita pergi bersama Nara, Sifa langsung bergegas menemui Elard di kamarnya.

__ADS_1


Dengan perasaan kesal Sifa membuka pintu kamar Elard, dilihatnya Elard sedang beristirahat di atas tempat tidurnya.


" Kenapa kamu masuk ke sini?" tanya Elard yang terkejut melihat Sifaa masuk ke dalam kamarnya.


" Cepat keluar" usir Elard kepada Sifa.


"Aku ingin berbicara kepadamu" kata Sifa kemudian ia menghampiri Elard.


" Jika kamu ingin mengatakan sesuatu kamu bisa mengirim pesan kepada ku" ucap Elard. " Kamu benar benar keterlaluan El, aku adalah istrimu kita tinggal satu rumah Mengapa sangat sulit untuk berbicara kepadamu? dan seharusnya Bukankah kita tinggal satu kamar" kata Sifa.


" Jangan bermimpi!! sejauh itu sampai kapanpun aku tidak akan pernah menyentuhmu" ucap Elard tegas, tentu itu sangat menyakiti perasaan Sifa. wanita itu menangis dihadapan Elard.


Elard yang melihat itu pun sungguh tidak memperdulikan Sifa.


Karena baginya sudah terlalu banyak kesalahan dan kebohongan yang ia perbuat sehingga tidak ada Simpati sedikit pun untuk Sifa.


Setelah menikah ini kali pertama Sifa masuk ke dalam kamar Elard, karena biasanya Elard akan mengunci kamarnya sehingga tidak ada satu pun orang yang bisa masuk ke dalam kamar tersebut.


Pandangan Sifa tertuju kepada foto Elard bersama Yura yang terpampang besar di dinding kamar Elard.


" Kamu sungguh gila El, kenapa kamu masih menyimpan foto wanita itu? bahkan di kantor kamu masih memasang bingkai foto bersama Yura, Tidakkah kamu memikirkan perasaanku?" tanya Sifa kepada Elard.


" Kenapa?? apa ada masalah denganmu. Bagaimana pun Yura adalah istriku dan sampai kapanpun ia akan tetap menjadi istriku, di dalam kamar ini bahkan di kantorku tidak ada sedikit pun yang berubah Yura akan tetap berada di hatiku" ucap Elard panjang lebar.


Sifa segera naik ke atas tempat tidur Elard, ia mengambil bingkai foto yang terpasang di dinding, Sifa melepas foto tersebut kemudian membantingnya ke lantai.


CETAR...!!!!!


Foto itu pun pecah berserakan di lantai, Elard yang melihat itu sungguh terkejut. Elard segera menghampiri Sifa dan menarik tangannya membuat wanita itu terhuyung ke lantai.


" Berani beraninya kamu menghancurkan foto Yura sungguh lancang kamu!!" ucap Elard dan hendak penampar Sifanya.


" Kenapa? kamu ingin menamparku El?silakan tampar aku, sungguh aku tidak menyesal selama hidupku aku membenci wanita itu! Aku benar benar tidak menyesal bahkan jika aku bertemu dengannya hari ini aku pasti akan langsung membunuhnya" ucap Sifa tanpa rasa takut sedikit pun.


Karena sudah malas dan sangat kesal Elard langsung menarik tangan Sifa dan mendorongnya keluar dari kamarnya kemudian Elard menutup pintu kamarnya dengan sangat kesar.


"Dasar kamu wanita sialan!! aku menyesal pernah mencintaimu" teriak Elard dari dalam kamarnya.


Sedangkan Sifa masih berdiri di depan kamar Elard.


"Teganya kamu El" ucap Sifa yang sudah mulai menangis terisak, kemudian Sifa segera berlari memasuki kamarnya sendiri.


*****


happy reading🥰 maaf jika masih ada typo🙏

__ADS_1


__ADS_2